
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Almira menunggu di ruangan rias bersama Sakira. Kemarin Evander melamarnya secara pribadi pada ibunya. Dan kini Almira siap jadi istrinya. Jantungnya berdebar tak karuan. Pikirannya tak hentinya memikirkan Evander. Bibir cantik yang terus tersenyum pada setiap orang yang bertemu dengannya. Almira terlihat cantik dan anggun bak bidadari dari khayangan. Gaun pengantin berwarna putih yang bertahta mutiara terkesan mewah dan elegant. Sakira sendari pagi terus mendampingi kakaknya.
"Kak Almira pasti lagi tegang ya?"tanya Sakira.
"Benar, Sakira. Walaupun ini bukan pernikahan pertama kakak tapi ini pernikahan pertama yang didasari rasa cinta satu sama lain," ucap Almira.
"Aku ikut seneng akhirnya hari ini kakak akan jadi pengantin dan ratu sehari untuk Kak Evan,"ucap Sakira.
"Sakira apa kakak sudah terlihat cantik?" tanya Almira.
Sakira mendekati kakaknya dan memegang pundak Almira dengan kedua tangannya.
"Kakak cantik sekali, Kak Evan pasti takjub melihat kecantikan kakak hari ini," ucap Sakira.
Tak lama Evander menjemput Almira ke ruangan rias itu. Matanya tertuju pada wajah cantik Almira. Jantungnya berdebar seiring langkah kakinya yang mendekati Almira.
"Almira kau cantik sekali," ucap Evander.
Almira tersenyum malu-malu saat Evander memujinya tapi matanya tak lepas melihat wajah tampan Evander. Tangan Evander menggandeng Almira keluar dari ruangan rias itu untuk masuk ke dalam ruangan acara pernikahan itu.
Saat kaki mereka melangkah masuk ke dalam ruangan acara pernikahan itu semua tamu undangan bertepuk tangan melihat kedua sepasang calon pengantin.
Ruangan acara pernikahan itu bernuasa Rose Gold yang tampak mewah dan elegant.
Acara utama akad pernikahan itu dimulai, Evander dan Almira duduk di pelaminan. Setelah selesai akad mereka dinyatakan sah sebagai suami istri.
Sorak sorai kata "Sah" yang diucapkan oleh para tamu undangan memenuhi ruangan itu. Evander mencium kening Almira sebagai tanda kepemilikannya pada diri Almira. Dia memakaikan Almira cincin pernikahan. Begitupun dengan Almira yang memakaikan cincin pernikahan pada Evander.
Evander dan Almira mulai menyalami tamu yang hadir dipernikahan mereka. Kerabat, sahabat,
kenalan, teman, dan rekan bisnis hadir di acara itu.
Ibu Ningsih dan Sakira sampai meneteskan air mata bahagia melihat Almira akhirnya menikah dengan orang yang dicintai dan mencintainya. Mereka senang melihat Almira tersenyum bahagia. Apalagi ini acara pernikahan pertama Almira yang dirayakan secara besar-besaran dan mengundang begitu banyak tamu undangan. Ibu Ningsih merasa tenang sekarang sudah ada yang akan bertanggungjawab sepenuhnya pada Almira. Begitupun dengan Sakira, dia tahu betul perjuangan Almira menjadi tulang punggung keluarga selama ini. Sakira selalu berdoa agar kakaknya kelak bahagia. Kini doanya telah terkabul, kakaknya sudah bahagia duduk di pelaminan bersama Evander.
__ADS_1
Pak Antony sangat bahagia akhirnya Evander bisa menikah dengan Almira kembali. Dia sangat menyayangi Almira, pernikahan ini jadi hadiah yang paling berharga dihidupnya. Dia senang Evander bisa melupakan trauma dimasa lalu pada Ibunya. Dan mencintai Almira sepenuh hati.
Sultan hadir di acara pernikahan Almira. Dia menghampiri Evander dan Almira untuk bersalaman dan mengucapkan selamat pada mereka.
"Selamat atas pernikahannya Evan dan Almira," ucap Sultan.
"Terimakasih Sultan, ditunggu undangan darimu juga ya," ucap Evander.
"Kalian akan jadi salah satu dari orang pertama yang akan kami undang," sahut Sultan.
Almira hanya tersenyum saat melihat suami dan mantan suaminya berbincang.
Devan datang bersama Queenza ke acara pernikahan itu. Dia langsung menghampiri kekasih hatinya Sakira. Mereka sudah memutuskan untuk bersama. Dan sebentar lagi akan menikah setelah Sakira lulus kuliah. Sakira begitu cantik mengenakan dress pendamping pengantin.
"Sakira kau cantik sekali," ucap Devan memuji.
"Terimakasih Kak Devan," sahut Sakira.
"Tante Sakira dari tadi papa gak sabar pengen cepet sampai sini katanya pengen cepet liat Tante," ucap Sakira.
Setelah itu Sakira dan Devan naik ke pelaminan untuk bersalaman dengan Evander dan Almira.
"Selamat atas pernikahannya, Evan dan Almira. Semoga kalian bahagia dan selalu bersama sampai maut memisahkan kalian," ucap Devan.
"Terimakasih Devan, sepertinya kau juga akan segera menyusul," ucap Evander sambil menyindir Devan yang bergandengan mesra dengan Sakira.
"Aku memang ingin segera menyusul, kita mungkin akan jadi satu keluarga," sahut Devan.
Sakira dan Almira hanya tersenyum dengan hubungan yang terlihat lucu. Karena Sakira akan menikah dengan mantan suami ketiga Almira.
Rey baru datang dipernikahan itu. Dia hanya hadir seorang diri. Tak ada pendamping yang mendampinginya. Rey langsung ke pelaminan untuk bersalaman dan mengucapkan selamat pada Evan dan Almira.
"Selamat atas pernikahan kalian. Semoga jadi keluarga yang berbahagia dan segera diberi momongan," ucap Rey.
__ADS_1
"Terimakasih Rey, salam buat Ibu Rani ya," ucap Evander.
"Nanti aku sampaikan pada Ibu," sahut Rey.
Setelah itu Rey meninggalkan acara pernikahan itu. Dia tidak mampu berdiri lebih lama lagi menyaksikan Almira bersanding dengan Evander.
***
Acara pernikahan itu telah usai, Evander dan Almira kembali ke rumah besar Evander. Pak Antony sengaja menginap di hotel biar tidak mengganggu indahnya malam panjang yang akan dilalui Evander dan Almira. Beberapa pelayan juga tidak diperbolehkan ke lantai atas oleh Pak Antony. Sampai di pintu rumah besarnya, Evander langsung membopong Almira menuju ke kamarnya. Sepanjang jalan menuju ke kamarnya, Evander tak henti-hentinya berciuman dengan Almira.
Mereka masuk ke kamar yang penuh dengan dekorasi bunga dan tulisan selamat menempuh hidup baru. Evander menurunkan Almira, mereka berdiri berhadapan dan saling memandang.
"Almira bolehkah aku memilikimu malam ini?" tanya Evander.
"Boleh, aku ingin jadi milik Evan malam ini," jawab Almira. Sudah lama dia menunggu malam ini. Malam yang dulu selalu membuatnya kesepian.
Evander mencium Almira. Mereka memadukan cinta yang sudah lama membara. Perlahan tapi pasti cinta itu bermuara dalam indahnya pengorbanan dan penantian panjang. Almira hanyut dalam kasih sayang laki-laki yang dulu mengabaikannya. Kini dia bagian terpenting dalam hidupnya. Malam itu menjadi saksi cinta keduanya. Evander tak menyangka dia pemilik kehormatan yang pertama. Dia tak menyangka dia menjadi sang pemilik Almira. Senyuman terbit bibirnya. Ketika kehormatan dia menjadi pemenangnya.
Beberapa jam berlalu. Almira dan Evander berbaring di ranjang. Evander memeluk erat Almira. Tidak ingin jauh darinya.
"Sayang, makasih atas malam indah ini. Aku menjadi sang pemilik kehormatan yang pertama kali menyentuhmu," ucap Evander.
"Iya sayang, aku bahagia menjadi milikmu," jawab Almira.
"Aku mencintaimu dan semakin mencintaimu setelah malam yang kita lalui ini," ucap Evander.
"Aku juga mencintaimu sayang," sahut Almira.
Mereka pun mulai memejamkan matanya. Tersenyum bahagia setelah semua yang sudah dilewati. Almira kini bukan istri terabaikan ataupun istri pajangan. Dia benar-benar menjadi istri seutuhnya. Dan Evander menjadi imam untuknya dan keluarganya.
ENDING ...
Mampir juga di novel baru author
__ADS_1
Mafia Merindukan Surga