Istri Pajangan CEO Alergi Wanita

Istri Pajangan CEO Alergi Wanita
Jangan Tinggalkan Aku


__ADS_3

Evander memakai kostum badut beruang berjalan ke tempat Almira duduk. Dia menari-nari di depan Almira lalu beberapa anak kecil mendekatinya. Almira tersenyum melihat tingkah badut beruang yang lucu itu. Badut itu meraih tangan Almira mengajaknya menari bersama. Mereka pun menari bersama khas tarian boneka. Anak-anak kecil tertawa melihat mereka menari bersama.


Setelah selesai menari, anak-anak itu berfoto bersama badut beruang, kemudian mereka pergi. Evander memastika suasananya sepi terlebih dahulu, barulah Evander memberikan sebuah cincin dari kantong beruangnya sambil berlutut di depan Almira. Dia melepas kepala beruang yang dipakainya itu, Almira terkejut melihat badut beruang itu ternyata Evander.


"Almira maukah kau kembali rujuk denganku?" tanya Evander sambil memegang sebuah cincin.


Almira hanya diam. Pertanyaan yang dilontarkan Evander terlalu cepat. Almira baru saja kembali menyambung silaturrahmi dengan Evander. Dia belum bisa menjalin hubungan yang serius dengan Evander.


"Almira beri aku kesempatan satu kali lagi, aku janji tak kan menyia-nyiakan kesempatan itu," ucap Evander.


"Evander, aku ...," ucap Almira ragu.


"Almira aku tahu kau pasti terluka, saat itu aku telah mengacuhkanmu selama kita menikah dulu, tapi kini aku sadar bahwa kau sangat berarti dalam hidupku," ujar Evander.


Almira hanya meneteskan air matanya.


"Almira, aku mencintaimu, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya," ucap Evander.


"Maaf Evander ...," sahut Almira. Dia langsung berlari pergi meninggalkan Evander, saat berlari dia tak sengaja menabrak Sakira.


Dug ...


"Kak Almira, kenapa kakak menangis?" tanya Sakira.


Almira tidak menjawab pertanyaan Sakira malah berlari terus meninggalkan Sakira. Dari arah belakang Evander menyusul Almira dan bertemu Sakira.


"Sakira kau melihat Almira lewat sini?" tanya Evander.

__ADS_1


"Iya, baru aja. Memang ada masalah apa antara Kak Evander dengan Kak Almira?" tanya Sakira bingung.


"Nanti aku ceritakan, aku harus menyusul Almira dulu," jawab Evander.


Evander berlari mencari Almira sampai ke luar dari Taman Hiburan itu. Dia melihat Almira mau menyeberang jalan raya. Evander secepatnya berlari menghampiri Almira. Dari arah kanan, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi hendak menabrak Almira, namun Evander segera mendorong Almira ke tepi jalan. Justru malah Evander yang tertabrak mobil itu.


"Evan ...!" teriak Almira sekencang mungkin melihat Evander tertabrak mobil.


Tubuh Evander terpental jatuh ke jalan raya. Almira segera berlari ke arahnya, kemudian meraih kepala Evander diletakkan di pangkuannya.


"Evan maafkan aku hik ... hik ...," ucap Almira sambil menangis tersedu-sedu.


"Al-mira, apa kau ... men-cin-ta-i ... ku?" tanya Evander terbata-bata karena mulutnya penuh darah.


"Aku ... aku mencintaimu Evan, jangan tinggalkan aku hik ... hik ...," ucap Almira.


Evander hanya tersenyum lalu tidak sadarkan diri. Almira menjerit melihat Evander tidak sadarkan diri. Tak lama beberapa warga datang dan menolong mereka.


"Kak Almira bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Sakira.


"Tadi Evan menolongku, jadi dia yang tertabrak hik ... hik ...," jawab Almira sambil menangis.


"Sabar ya kak, aku yakin Kak Evan akan baik-baik saja," ucap Sakira.


"Semua ini salahku, seharusnya aku tidak meninggalkan Evan tadi hik ... hik ...," ujar Almira sambil menangis. Kalau saja tadi Almira tidak meninggalkan Evander mungkin kejadian buruk ini tidak akan terjadi padanya dan pada Evander. bisa jadi saat ini mereka sudah bahagia.


"Kak semua sudah takdir, kita berdoa saja semoga Kak Evander baik-baik saja," ucap Sakira.

__ADS_1


Tak lama Evander dibawa ke ruang operasi. Almira, Sakira, dan Antony mengikuti Evander yang dibawa ke ruang operasi. Mereka menunggu di luar ruangan operasi. Antony mendekati Almira dan bicara padanya.


"Almira yang sabar ya nak, jangan bersedih. Evan pasti sedih melihatmu menangis seperti ini. Dia sangat mencintaimu Nak," ucap Antony memberi semangat.


"Iya Pa, maafkan aku, ini semua salahku," sahut Almira. Rasa bersalah menyelimuti hatinya. Apalagi Almira masih mengingat semuanya.


"Tidak, ini sudah takdir, kita berdoa saja untuk keselamatan dan kesehatan Evan," ucap Antony.


"Iya Pa hik ... hik ...," sahut Almira yang terus menangis. Dia masih merasa bersalah atas semua yang terjadi pada Evander. Almira takut terjadi sesuatu padanya.


Mereka semua cemas menunggu di luar ruangan operasi. Apalagi Almira, dia begitu merasa bersalah pada Evander.


Setelah 2 jam operasi selesai, Evander dibawa ke ruang perawatan. Dokter yang menangani Evander bicara empat mata dengan Antony tentang kondisi Evander, karena Evander mengalami cidera di otaknya, jadi Evander kemungkinan bisa mengalami koma. Antony sedih mendengar kabar dari Dokter.


Di ruang perawatan, Almira melihat Evander sedang berbaring di ranjang. Berbagai alat kesehatan terpasang di tubuh Evander. Almira duduk di samping ranjang Evander dan menangisinya.


"Evan maafkan aku, bangunlah dan katakan cintamu lagi padaku hik ... hik ...," ucap Almira. Dia terus berbicara agar Evander sadar dan bicara padanya. Dia ingin melihat dan mendengar Evander mengucapkan kata cinta sekali lagi untuknya.


"Evan jangan tinggalkan aku, dari dulu saat kita menikah dulu, aku sudah mencintaimu Evan, tapi kau selalu mengacuhkanku. Kau bahkan menceraikanku tanpa aku tahu kesalahanku di mana. Aku bukan tidak mau rujuk denganmu lagi. Tapi aku masih takut untuk membina lagi hubungan yang baru, setelah tiga kali aku diceraikan. Butuh waktu untuk yakin melangkah kembali bersamamu," ucap Almira sambil meneteskan air matanya.


"Maaf Kak, waktu besuknya sudah habis, silahkan kakak keluar sekarang," ucap suster yang bertugas di ruang perawatan Evander.


"Baik," sahut Almira. Dia ke luar dari ruangan perawatan. Dia berjalan di lorong, melihat kakaknya ke luar, Sakira langsung menghampirinya. Dia tahu kakaknya saat ini membutuhkan support dan dukungannya.


"Kak bagaimana kondisi Kak Evan?" tanya Sakira. dari ekspresi kakaknya sebenarnya Shakira sudah tahu kondisi Evander.


"Belum sadar," jawab Almira sedih. wajahnya terlihat sedih dan matanya tampak sembab.

__ADS_1


"Semoga Kak Evan cepet sadar ya Kak," ucap Sakira. Diaa kasihan dengan kakaknya yang sedang berduka atas kejadian yang menimpanya.


"Iya, makasih Sakira," sahut Almira. Dia dan Sakira duduk di kursi tunggu di luar ruangan perawatan itu. Almira bersandar di bahu adiknya sambil tak hentinya meneteskan air matanya. Dia merasa bersalah pada Evander hingga membuatnya seperti ini. Seandainya waktu bisa kembali, Almira akan menjawab iya dan melihat Evander tersenyum padanya.


__ADS_2