Istri Pajangan CEO Alergi Wanita

Istri Pajangan CEO Alergi Wanita
Bertemu Tiga Mantan Sekaligus


__ADS_3

Sultan sedang bersiap untuk berangkat bekerja. Dia menemui ibunya yang sedang sarapan di ruang makan. Ibunya mengajak Sultan sarapan bersama. Sultan duduk di kursi, ikut sarapan bersama ibunya. Nita mengajaknya berbincang tentang Almira.


"Sultan bagaimana kalau kita mengundang Almira makan malam di rumah?"


"Terserah Ibu."


"Kalau begitu sepulang kerja nanti jemput Almira ya?"


"Baik Bu."


Setelah sarapan Sultan berangkat bekerja tak lupa dia mencium ibunya. Sultan memang sangat menyayangi ibunya. Semenjak ayahnya meninggal ibunya adalah keluarga satu-satunya Sultan. Apalagi sekarang ibunya semakin bertambah tua dan sering sakit-sakitan. Sultan ingin sekali bisa membahagiakan ibunya. Dengan membawa Almira kembali itulah cara membahagiakannya.


***


Devan mengendarai mobilnya mengantarkan Queenza berangkat sekolah. Sebelum berangkat ke sekolah, Devan pergi dahulu ke rumah Almira untuk memintanya menemani Queenza lomba memasak Ibu dan anak di sekolah Queenza.


"Pa nanti bilang sama Mama Almira untuk menemaniku lomba memasak ya."


"Ya, Papa akan berusaha bicara pada Tante Almira."


Mereka terus mengobrol tentang Almira sepanjang perjalanan. Devan harus sedikit mengalah dengan egonya demi kebahagiaan Queenza. Devan tahu Queenza sangat ingin ditemani Almira saat lomba memasak di sekolahnya. Mereka tiba di depan rumah Almira. Kebetulan Almira sedang menyiram bunga di depan rumahnya. Queenza langsung turun dari mobil dan berlari ke arah Almira.


"Mama Almira! Mama Almira!" panggil Queenza.


"Queenza, kenapa kamu disini?"


"Aku kesini dengan Papa, itu." Queenza menunjuk Papanya yang sedang berjalan mendekat ke arah Almira.


"Pagi Almira." Devan mencoba menyapa Almira. Biarpun canggung, dia harus terbiasa demi anaknya.


"Pagi."


"Kedatangan kami sebenarnya untuk meminta tolong padamu." Meskipun malu dengan permintaan yang tiba-tiba, Devan tetap mengatakannya. Dia ingin Queenza bahagia. Hanya Almira yang bisa membuat semua itu terwujud.


"Minta tolong untuk hal apa?"


"Hari ini Queenza ada lomba memasak ibu dan anak di sekolahnya, Queenza ingin sekali pergi bersamamu."


"Iya mama Almira, Queenza mohon!"


Almira berpikir sejenak. Dia tidak tega jika harus menolak keinginan Queenza. Apalagi dia juga menyayanginya.


"Baiklah."


Almira masuk ke dalam rumahnya setelah berbicara pada Devan dan Queenza untuk memberi tahu ibunya. Setelah itu mereka berangkat ke sekolah Queenza. Sampai di sekolah, Almira dan Queenza turun dari mobil Devan.


"Almira nanti kalau sudah selesai telpon saja, aku akan menjemput kalian pulang."


"Iya."


"Dah Papa!"


Devan meninggalkan Almira dan Queenza di sekolah itu untuk pergi bekerja. Almira dan Queenza masuk ke sekolah. Queenza senang sekali bisa ditemani Almira. Dia memperkenalkan Almira ke semua teman dan gurunya. Dia begitu gembira ini pertama kali setelah SD, dia baru membawa Almira ke sekolahnya. Almira dan Queenza mulai mendaftar lomba memasak ibu dan anak. Queenza senang akhirnya bisa memasak bersama Almira. Lomba memasak itu bertema bekal anak berupa Bento. Almira dan Queenza mulai memotong sayuran, ayam, dan buah-buahan.

__ADS_1


"Queenza bantu Mama mencuci sayuran, ayam, dan buahnya ya? biar Mama yang memotong sayuran, ayam dan buahnya."


"Iya Mama Almira."


Queenza mengikuti setiap perkataan Almira. Dia senang sekali melakukan tugasnya, Almira memberi Queenza tugas yang sesuai dengan usianya. Mereka memasak bersama. Disela-sela aktifitas itu, Queenza mulai menyicipi masakan Almira.


"Ehm ... enak Mama Almira."


"Benarkah? kalau begitu sekarang ayo kita susun untuk yang terakhir."


"Siap Mama."


Setelah selesai, Almira dan Queenza membawa hasil masakan itu ke meja juri. Mereka menunggu pengumuman hasil lomba memasak di ruang tunggu.


***


Evander sedang bekerja di ruangannya, dia bekerja sambil memikirkan Almira. Evander bingung harus memulainya dari mana. Sudah lama Evander berpisah dengan Almira. Akan sangat canggung jika tiba-tiba Evander berusaha mendekati Almira. Handphone Evander berdering, sepertinya itu telpon dari agen bayaran itu.


"Hallo."


"Bos saya punya informasi."


"Ya apa?"


"Pagi tadi mantan suami Almira, Devan, menjemput Almira pergi bersamanya."


"Apa?"


"Ya Boss."


"Belum tahu Boss."


"Ya sudah, cari tahu dan laporkan kalau sudah ada kabar."


"Baik Boss."


Evanderlangsung cemas, ternyata bukan hanya dia yang ingin mendekati Almira kembali, tapi dia juga memiliki rival lain yaitu mantan suami ketiga Almira. Evander merasa persaingan ini akan semakin sulit. Dia berjalan mondar mandir di ruangannya memikirkan cara untuk mendekati Almira kembali. Dia tidak mungkin berlama-lama berdiam diri sementara rivalnya sudah start duluan.


Hari mulai sore, setelah menyelesaikan pekerjaannya Evander berpikir untuk pergi menemui Almira di rumahnya. Evander keluar dari kantornya mengendarai mobil pribadinya. Dia menyetir sendiri. Saat berada di jalan dia melihat toko bunga. Evander berpikir untuk membelikan Almira sebuah bunga. Dulu tak sekalipun Evander memberikan bunga pada Almira saat mereka masih menikah. Sekarang ini bunga pertama yang akan Tristan berikan pada Almira. Evander memarkir mobilnya di depan toko bunga itu. Dia masuk ke dalam toko bunga itu. Evander memilih-milih bunga yang indah untuk diberikan pada Almira. Pemilik toko menyarankan Evander memberikan mawar merah untuk orang tercinta. Mendengar saran dari pemilik toko bunga itu, Evander langsung membeli bunga mawar merah untuk Almira. Setelah membeli bunga, Evander kembali ke mobilnya menuju ke rumah Almira.


"Semoga Almira suka dengan bunga mawar yang ku belikan, diakan memang suka dengan bunga mawar," batin Evander. Dia tersenyum sambil memikirkan Almira saat menerima buket bunga yang akan diberikan pada. Dia berharap Almira akan menyukainya. Dan hubungan mereka bisa dirajut kembali. Syukur-syukur mau rujuk dengan segera.


***


Devan menjemput Almira dan Queenza ke sekolah Queenza. Almira dan Queenza sudah menunggu Devan di depan sekolah itu. Saat mobil Devan datang Almira dan Queenza masuk ke dalam mobil. Mereka berdua duduk di kursi belakang seperti tadi saat berangkat. Di dalam perjalanan Queenza menceritakan semua yang dilakukannya bersama Almira.


"Papa aku dan Mama Almira juara pertama lomba memasak lho."


"Wah hebat, selamat ya." Devann memuji putrinya.


"Iya, ini semua berkat mama Almira yang pandai memasaknya." Queenza memuji Almira di depan Papanya. Dia berharap Papanya akan berterimakasih pada Almira.


"Terimakasih atas semua bantuannya Almira."

__ADS_1


"Iya sama-sama."


Devan mengantarkan Almira pulang ke rumahnya sore itu. Saat sampai di depan rumah Almira, ada seorang laki-laki berdiri di depan mobil miliknya. Laki-laki itu masih mengenakan jas putih. Devan langsung memarkirkan mobilnya di dekat mobil laki-laki itu. Almira turun dari mobil itu duluan dan melihat Sultan di depannya.


"Kak Sultan," sapa Almira pada Sultan yang berdiri tak jauh darinya.


"Almira." Sultan melihat ke arah Almira. Dia terkejut mantan suami pertamanya ada di depan matanya. Dia tidak tahu kenapa Sultan sudah ada di depan rumahnya.


"Almira kau baru pulang kerja?"


"Iya."


Sultan basa basi terlebih dahulu sebelum mengungkapkan tujuannya. Dia tak ingin terlihat terlalu terburu-buru, apalagi selama ini dia sudah menyakiti hati Almira, pasti sulit untuk Almira membuka hatinya kembali.


"Gimana ya aku ngomong ke Almira? kalau aku mau mengajaknya makan malam dirumahku," batin Sultan.


"Sekarang kau kerja dimana?" Sultan basa basi untuk mencairkan kecanggungan di antara mereka.


"Di Perusahaan Hector Oliver Group."


"Oh."


Sultan dan Almira terus berbincang-bingcang ringan. Di sisi lain, Queenza sedang tertidur di mobil, Devan memutuskan turun dari mobilnya. Dia penasaran dengan laki-laki yang bersama Almira. Devan segera menghampiri mereka berdua.


"Siapa Almira?"


"Ini ...," ucap Almira yang bingung harus menjawab apa pada Devan, mereka berdua sama-sama mantan suami Almira. Rasanya risih bila menyinggung masalah mantan pada mantan.


"Ya Allah gimana ini? kedua mantan suamiku ada disini," batin Almira.


"Saya Sultan mantan suami pertama Almira." Sultan mengulurkan tangannya.


Almira hanya diam. Kedua mantan suaminya sedang berkenalan.


"Saya Devan mantan suami ketiga Almira." Devan mengulurkan tangannya juga.


"Oh ini mantan suami ketiga Almira, tampan juga," batin Sultan.


"Mantan suami pertama Almira terlihat masih muda dan berkharisma, kalau gak salah dia seorang Dokter?" batin Devan


Sultan dan Devan bersalaman dan saling memperkenalkan diri. Sultan belum tahu siapa saja mantan suami Almira, dia juga tidak tahu apa yang terjadi pada Almira setelah bercerai darinya. Berbeda dengannya, Devan tahu Almira memiliki dua mantan suami sebelumnya tapi tidak kenal dan belum pernah bertemu.


"Ini pertama kali saya tahu kalau anda adalah mantan suami Almira juga," ucap Sultan.


"Ya, saya juga baru bertemu dengan anda walaupun Almira pernah bercerita tentang mantan suami sebelumnya," sahut Devan.


Almira hanya diam membiarkan mereka berdua berbincang.


"Apa yang akan terjadi? semoga baik-baik saja Ya Allah," batin Almira.


Saat mereka sedang berbincang-bincang mobil Evander sampai di depan rumah Almira. Evander heran melihat ada dua mobil di depan rumah Almira. Evander juga melihat ada dua laki-laki yang sedang bersama Almira. Dia tidak mengenal kedua laki-laki itu. Saat menikah dengan Almira, dia tidak pernah menanyakan siapa mantan suami pertama Almira. Baginya yang penting Almira mau menikah dengannya. Evander turun dari mobil itu berjalan mendekati mereka bertiga.


"Maaf kalian berdua siapa ya?" tanya Evander.

__ADS_1


Dia melihat kedua lelaki yang mengerumuni Almira. Dia tidak tahu untuk tujuan apa mereka menemui Almira.


"Siapa mereka? apa mereka punya tujuan yang sama denganku. Jangan-jangan mereka?" batin Evander.


__ADS_2