Istri Pajangan CEO Alergi Wanita

Istri Pajangan CEO Alergi Wanita
Berbagi Suka Dan Duka


__ADS_3

"Aku ingin dengar sekali lagi Almira." Suara Evander terdengar di telinga Almira. Meski suara itu terdengar pelan.


Almira terkejut mendengar suara Evander, seketika dia menatap ke arah depan. Almira melihat Evander yang sudah sadarkan diri dan melihat ke arahnya.


"Evan, kau membuatku khawatir setengah mati hik...hik... apalagi tadi Dokter bilang kau mengembuskan nafas terakhir ...hik...hik....."ucap Almira. Wajah sendu itu berubah tersenyum. Meskipun air mata masih membasahi pipinya.


"Aku ingin mendengarnya sekali lagi kata-katamu tadi Almira," ucap Evander. dia ingin mendengar apa yang dikatakan Almira itu sekali lagi. Hal itu sudah ditunggunya sejak dia koma.


"Aku .... aku ...." Almira terlihat malu-malu.


Evander langsung bangun dan menatap Almira yang berdiri tak jauh darinya. Dia bahagia bisa melihat lagi Almira.


Di tempat lain, Sakira makan dikantin rumah sakit bersama Devan. Sakira duduk di kursi, sementara Devan mengambilkan Sakira makanan yang dipesannya. Lalu Devan membawa makanan itu ke meja tempat Sakira berada. Devan duduk di depan Sakira. Mereka makan makanan yang sudah dipesan mereka. Selesai makan Sakira mengajak Devan berbicara.


"Kak Devan tadi mau kemana sebelum mengantar Sakira?" tanya Sakira.


"Tadinya mau ke rumah teman tapi gak jadi," jawab Devan.


"Maaf ya Kak Devan jadi merepotkan harus mengantar Sakira ke rumah sakit," ujar Sakira.


"Tidak apa-apa, lagian tadi aku yang menawari Sakira duluan untuk mengantarkanmu ke rumah sakit," sahut Devan.


"Kak Devan aku mau tanya sesuatu yang pribadi boleh tidak?" tanya Sakira. Dia ingin mempertanyakan hal yang penting pada Devan. Sesuatu yang berhubungan dengan Almira.


"Boleh," jawab Devan. Dia penasaran dengan apa yang dikatakan Sakira. Mungkin ada hubungannya dengan Almira dan Evander.


"Kak Devan masih mau mengejar Kak Almira?" tanya Sakira mengatakan hal yang sejujurnya. Apakah mantan suami ketiga kakaknya itu akan kembali mengejar kakaknya.

__ADS_1


"Awalnya iya, tapi kalau sekarang dilihat lagi, Almira sepertinya sudah menentukan pilihannya pada Evan, terlihat dari kesedihannya saat Evan koma. Aku dan Evan saat itu pernah bicara secara pribadi untuk bersaing secara sehat mengejar Almira kembali. Tapi kini sudah terlihat hasilnya. Almira sudah memberikan perasaannya pada Evan. Aku pernah mencintai seseorang begitu dalam tapi aku tidak bisa bersamanya. Jadi aku tidak ingin jadi penghalang hubungan Almira dan Evan. Mereka berhak bahagia. Dan aku akan merelakan Almira bersama Evan. Aku yakin Almira bisa bahagia bersama Evan," ucap Devan.


"Terimakasih Kak Devan sudah memahami perasaan Kak Almira. Sulit untuk Kak Almira memilih diantara keempat laki-laki yang mengejarnya secara bersamaan. Apalagi para lelaki itu pernah ada dihidup Kak Almira sebelumnya. Tapi sebagai adiknya, aku melihat Kak Almira terlihat nyaman saat bersama Kak Evan. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan Kak Almira," jawab Sakira.


"Kau benar Sakira, pasti sulit diposisi Almira. Itu sebabnya aku tak ingin menambah beban untuk Almira, walaupun Queenza sangat membutuhkan Almira, tapi Almira juga harus bisa bahagia bersama orang yang dicintainya," sahut Devan.


Selesai berbicara Devan pamit pulang pada Sakira. Dia meninggalkan rumah sakit itu. Sementara Sakira kembali ke lantai atas ke ruangan perawatan Evander.


                              ***


Evander terlihat bahagia bisa melihat Almira lagi apalagi Almira sudah menentukan pilihan padanya. Evander menatap wajah Almira tapi Almira hanya menundukkan kepalanya karena malu Evander terus memandanginya. Almira tak terlihat canggung dan bingung ingin berbicara apa.


"Almira aku tadi sebenarnya sudah sadar setelah kau menangis tadi pagi, tapi saat aku melihat kau sudah tidak ada di ruangan, hanya ada Dokter dan perawat. Almira aku ingin mendengar kata-kata itu lagi, karena kata-kata itu yang membuatku ingin kembali hidup dan bersamamu," ujar Evander.


"Evander aku juga mencintaimu dari sejak dulu saat kita menikah dulu. Aku selalu berharap kau akan bisa mencintaiku tapi kau malah menceraikanku saat itu," sahut Almira menyatakan perasaannya pada Evander. Sudah dari dulu dia mencintai mantan suami keduanya.


"Ya, aku ingin bersamamu Evan," jawab Almira.


Evander langsung tersenyum mendengar apa yang diucapkan Almira padanya.


"Almira, setelah aku pulih aku akan menikahimu. Agar kita bisa bersama seperti dulu. Dan menghabiskan banyak waktu bersama," ujar Evander.


"Iya. Aku sudah menunggu sejak lama. Kita bisa bersama dan saling mencintai," jawab Almira.


Keduanya tersenyum bahagia dengan pernyataan cinta yang sudah diungkapkan satu sama lain. Evander merasa sangat bahagia bisa membawa kembali Almira ke rumah besarnya. Papanya pasti sangat senang mendengar kabar baik ini.


"Evan, apa kau mau makan?" Tanya Almira pada Evander yang baru saja sadar.

__ADS_1


"Boleh, aku ingin makan disuapi olehmu Almira," jawab Evander.


"Oke, kau sakit tentu aku akan menyuapimu," sahut Almira.


"Almira kalau ada wortel aku tidak mau," celetuk Evander mengingatkan Almira. Dia tidak suka dengan wortel.


"Tidak, ini hanya sayur bayam dan jagung manis" sahut Almira. Dia menyuapi Evander makan. Evander terus memandangi wajah Almira. Membuat mantan istrinya itu jadi malu dan menundukkan kepalanya.


"Almira, aku tidak berniat secara sengaja  menyakitimu dulu. Sebenarnya aku mengalami...." ujar Evander.


"Traumkan?" sahut Almira.


"Dari mana kau tahu itu Almira?" tanya Evander.


"Dari Taka, Dokter Psikiatermu. Dia menceritakan semuanya yang telah terjadi padamu saat kau masih kecil dulu," jawab Almira. Taka sudah menceritakan semua yang telah terjadi pada Evander di masa lalu padanya.


"Maafkan aku Almira, gara-gara traumaku kau jadi terluka. Aku tidak seharusnya berbuat seperti itu padamu," ujar Evander.


Almira meletakkan piring di meja. Kemudian mendekati Evander kembali.


"Evan, kau tidak salah, jika aku jadi kamu mungkin akan melakukan hal yang sama. Mulai sekarang ada aku, kau tak perlu takut dengan masa lalumu lagi. Berbagilah kesedihanmu padaku biar aku bisa membantumu untuk bangkit dan berjuang menghadapinya bersama!" ujar Almira.


Evander langsung memeluk Almira dan meneteskan air matanya.


"Almira terimakasih telah menerimaku yang banyak kekurangan ini. Aku sering ketakutan ketika masa laluku muncul dimimpiku tapi sekarang aku akan melupakan semua itu dan berdiri bersamamu melangkah kedepan. Aku mencintaimu Almira," sahut Evander.


"Aku juga mencintaimu Evan. Aku akan selalu bersamamu mulai sekarang," jawab Almira.

__ADS_1


Mereka berdua sudah menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Dan berjanji akan melewati segala sesuatunya bersama-sama. dengan keterbukaan mereka bisa membina hubungan yang baik kedepannya. Evander dan Almira ingin membina hubungan yang sudah lama terputus. Menjadi hubungan di masa yang akan datang.


__ADS_2