Istri Pajangan CEO Alergi Wanita

Istri Pajangan CEO Alergi Wanita
Rumah Rey


__ADS_3

Almira sudah bersiap di kamarnya untuk menunggu kedatangan Rey. Sebenarnya dia ragu untuk datang ke rumah Rey sendirian karena dia tidak begitu mengenal Rey secara dekat. Sakiralah adiknya yang sangat mengenal Rey, tapi karena sudah berjanji, Almira harus menepatinya. Ketika Almira sedang memikirkan masalah itu, Ibu Ningsih masuk ke dalam kamarnya.


"Almira ada Rey menunggu di ruang tamu," ucap Ibu Ningsih.


"Iya Bu," sahut Almira.


"Kau mau pergi dengan Rey?" tanya Ibu Ningsih.


"Iya Bu, kemarin ibunya Rey mengundangku makan malam di rumahnya. Jadi aku akan pergi ke sana Bu," jawab Almira.


"Ya sudah, sampaikan salam Ibu pada ibunya Rey ya," ucap Ibu Ningsih.


Almira mengangguk.


Setelah bicara dengan ibunya, Almira menuju ke ruang tamu. Di sana Rey sudah duduk menunggunya. Rey melihat Almira yang berjalan menghampirinya, matanya tertuju ke depan, menatap Almira yang terlihat cantik malam itu. Almira yang menyadari sedang diperhatikan Rey, hanya menundukkan kepalanya.


"Almira ayo berangkat sekarang ke rumahku," ajak Rey.


"Iya," sahut Almira.


Rey dan Almira berjalan keluar dari dalam rumah. Mereka menuju mobil Rey yang terparkir di jalan depan rumah Almira. Rey membukakan pintu mobilnya bagian depan untuk Almira. Segera Almira masuk ke dalam mobil. Begitupun dengan Rey yang duduk di samping Almira, dia mulai mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu.


Dari belakang Evander mengikuti mobil Rey sampai ke rumahnya. Dia hanya melihat Rey mengajak Almira masuk ke dalam rumah. Evander galau, dipikirannya penuh tanda tanya dan kekhawatiran.


"Gimana kalau Rey menyatakan perasaannya pada Almira?" ucap Evander.


"Gimana kalau Almira ternyata menerimanya?" kata Evander yang menebak-nebak kemungkinan yang akan terjadi.


"Apa tak ada harapan untukku kembali lagi dengan Almira?" tanyanya yang mulai pesimis.


Pikiran Evander dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya penasaran. Di lain tempat, Rey dan Almira masuk ke ruang makan. Rey mengenalkan Ibu dan ketiga adiknya pada Almira.


Setelah itu mereka makan bersama dengan penuh kehangatan. Almira senang bisa berkumpul bersama keluarga Rey, apalagi adik-adik Rey begitu ramah dan pintar.


Selesai makan Rey mengajak Almira pergi ke halaman belakang rumahnya, di sana ada kolam ikan koi yang cukup besar dan di atasnya ada gajebo. Rey mengajak Almira ke gajebo itu.


Mereka duduk di sana sambil berbincang.

__ADS_1


"Rey mereka bertiga itu adik kandungmu?" tanya Almira.


"Bukan," jawab Rey.


"Pantas saja mukanya tidak mirip denganmu dan mereka juga masih kecil-kecil," ucap Almira.


"Aku menemukan mereka diberbagai tempat saat aku bertugas jadi polisi," ungkap Rey.


"Apa mereka anak yang dibuang orangtuanya?" tanya Almira.


"Iya, anak yang pertama itu namanya Bima, umurnya baru sekitar 8 tahun, dulu aku menemukannya saat aku belum lama bertugas jadi anggota kepolisian. Aku menemukannya di dalam selokan. Untung saja dia masih hidup hanya mengalami hipotermia ringan, lalu anak yang kedua itu bernama Sari, umurnya baru sekitar 6 tahun, dulu aku menemukannya di tempat sampah, tubuhnya penuh luka baret, anak yang ketiga itu bernama Gion, umurnya sekitar 4 tahun, saat itu aku bertemu seorang wanita gila yang mau melahirkan, setelah melahirkan putranya dia meninggal.Aku mengadopsi ketiga anak itu, aku pikir dulu saat aku kecil aku tak memiliki ayah, hidup kesulitan dan kesusahan. Aku ingin ketiga anak itu punya kehidupan yang lebih baik, bisa bersekolah dan meraih cita-citanya," ujar Rey.


"Kau sangat baik Rey, tidak banyak orang yang mau mengadopsi atau merawat anak-anak seperti mereka," puji Almira. Dia tak menyangka Rey sangat baik. Padahal Rey masih lajang tapi dia mau mengadopsi mereka dan merawatnya.


"Terimakasih Almira," sahut Rey.


"Oya, Frey terimakasih waktu MOS kau menolongku saat itu," ucap Almira.


"Kau memang tidak bersalah, lagi pula tidak seharusnya seorang senior seenaknya menghukum juniornya tanpa alasan yang benar," terang Rey.


"Iya, kau benar. Rey, tadi kau bilang tak memiliki ayah, maaf apa ayahmu sudah meninggal?" tanya Almira.


"Maaf ya Rey, semoga suatu hari nanti kau bisa bertemu dengan ayahmu," ucap Almira memberi support pada Rey.


"Tidak apa-apa Almira, aku dan ibuku sudah terbiasa hidup berdua dari dulu. Aku tidak pernah memikirkan akan bertemu dengannya atau tidak. Yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan Ibuku," ujar Rey.


"Ya kau benar," sahut Almira.


Setelah selesai berbincang, Almira pamit untuk pulang pada Rey dan Ibu Rani.Frey ikut Almira keluar dari rumahnya untuk mengantarkan Almira pulang.


Evander masih berada di mobilnya menunggu Almira keluar dari rumah Rey. Tak lama dia melihat Rey mengantarkan Almira pulang. Evander masih mengikuti mobil Rey sampai gang rumah Almira. Saat mobil Rey meninggalkan rumah Almira, Evander mengendarai mobilnya menuju depan rumah Almira, dia melihat Almira masih ada di depan jalan, lalu Evander turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Almira yang sedang berjalan menuju rumahnya.


"Almira tunggu dulu," panggil Evander.


"Evan, ada apa malam-malam begini datang kemari?" tanya Almira.


"Itu ... apa ya? mau nanyain laporan keuangan yang belum balance," ucap Evander mencari alasan.

__ADS_1


"Oya, tapi aku tidak sedang membawa flashdisk kantor," terang Almira.


"Oo ... begitu ya, maaf ya merepotkanmu Almira," ucap Evander.


"Tidak apa-apa Evan," sahut Almira.


"Kalau begitu aku mau pulang dulu, selamat malam Almira," pamit Evander.


"Malam," sahut Almira.


Evander meninggalkan rumah Almira dengan berat hati. Dia sebenarnya ingin bisa berbicara berdua dengan Almira tapi waktu tak memungkinkan.


Usai bicara dengan Evander, Almira masuk ke rumah, menuju kamarnya. Gagang pintu diputar, ketika pintu terbuka ternyata Sakira sudah ada di ranjang kamar Almira.


"Kak cerita dong gimana tadi makan malamnya sama kak Rey?" tanya Sakira.


"Kaya makan malam pada umumnya," jawab Almira.


"Kak Rey baikkan?" tanya Sakira yang ingin tahu pendapat kakaknya tentang Rey.


"Iya, dia memang baik dan ternyata dia memiliki anak asuh," jawab Almira.


"Aku bilang apa Kak Almira, Kak Rey itu baik hati. Gak nyesel deh kalau kakak milih Kak Rey," kata Sakira.


"Udah ah ngantuk mau tidur," ucap Almira.


"Kakak kalau membahas masalah pribadi pasti alasannya mengantuk sih," celoteh Sakira.


Almira tak menggubris celotehan adiknya, dia berganti pakaian lalu berbaring di ranjangnya dan tidur.


"Kak jangan tidur dulu, kita nonton film drakor yuk, lagi seru nih," saran Sakira.


karena tak ditanggapi kakaknya, Sakira akhirnya tidur bersamanya.


Almira kembali membuka matanya.


"Oke, tapi jangan kemaleman, besok kakak kerja," sahut Almira.

__ADS_1


"Beres," jawab Sakira.


Almira menemani Sakira nonton film romantis kesukaannya. Setelah selesai barulah mereka tidur di ranjang. Sakira berharap kakaknya bisa bersama dengan Rey, dia yakin Rey lelaki yang bisa membahagiakan kakaknya.


__ADS_2