
Pagi ini Gemilang dan Mazaya menyantap sarapan dengan wajah berseri-seri. Anika yang baru saja datang pun sampai terperangah penasaran melihat ekspresi keduanya. Tanpa Anika tahu, keduanya memang tengah menyantap sarapan, tapi otak mereka justru sedang traveling pada kegiatan mereka tadi malam.
Tidak seperti tokoh-tokoh dalam novel yang menceritakan kalau mereka akan mengulang pergulatan mereka di pagi hari atau setiap ada kesempatan. Meskipun dalam otak Gemilang ada rasa ingin mengulang pergulatan kenikmatan itu, tapi ia yang mengerti kalau istrinya masih belum merasa nyaman, bahkan mungkin masih merasakan sakit di **** *************, maka Gemilang pun menahan hasratnya. Ia tak ingin memaksa dan menyakiti istrinya. Kenyamanan adalah hal yang utama baginya.
"Ekhem ... kayaknya ada yang lagi berseri-seri ni," goda Anika mengagetkan kedua orang yang sedang dimabuk asmara itu.
"Ck ... mama ngagetin aja tau nggak. Ngapain sih mama pagi-pagi banget udah datang?" Ucap Gemilang datar membuat Mazaya melotot karena ketidaksopanan Gemilang pada ibunya sendiri.
"Mama udah sarapan? Yuk sarapan bareng kami?" sapa Mazaya sembari mempersilahkan ibu mertuanya itu duduk.
"Iya, sayang. Kamu memang menantu idaman, baik banget, sama mama pun diperlakukan seperti ibu sendiri. Nggak seperti laki-laki yang duduk di sebelah kamu itu, anak kandung tapi kayak anak tiri. Heran mama, jangan-jangan kamu ketukar waktu di rumah sakit," sinis Anika sambil melirik tajam Gemilang yang tetap menyantap sarapannya dengan santai.
"Bisa jadi ma atau jangan-jangan dia keminum air ketuban tuh sebelum lahir makanya sifatnya beda banget dari adik-adiknya." Celetuk Guntara tiba-tiba membuat Mazaya dan Gemilang menoleh seketika.
"Eh, ada papa juga?" ucap Mazaya yang langsung berdiri dan menyalami ayah mertuanya. Lalu Mazaya mempersilahkan sang ayah mertua duduk di kursi bersebelahan dengan Anika. Guntara lantas mengusap sayang puncak kepala Mazaya
"Papa benar. Makanya mama heran dengan sikap dan sifatnya yang jauh berbeda dari adik-adiknya," timpal Anika lagi membuat Gemilang mendengkus kesal.
"Sayang, nambah?" Ujar Gemilang tak acuh dengan cibiran kedua orang tuanya. Ia justru menyodorkan piringnya ingin menambah nasi goreng buatan istrinya.
"Kamu makan nasi goreng, Lang? Tumben. Biasanya paling nggak mau makan berat pagi-pagi, takut sixpack nya berganti buncit," seloroh Anika membuat Mazaya dan Guntara tergelak.
"Kayaknya seneng banget ngejekin anak sendiri," sindir Gemilang dengan wajah datarnya.
"Kamu ini Lang, nggak ada selera humor sama sekali. Bisa-bisa Zaya mati bosan dengan sifat kamu ini." Ucap Guntara sambil geleng-geleng kepala.
"Mendengar hal itu membuat Gemilang mengarahkan pandangannya pada sang istri, "memang benar begitu sayang?" tanya Gemilang penasaran sekaligus khawatir.
__ADS_1
"Papa benar, mas. Bisa mati bosan aku. Kamu itu udah datar, terlalu serius, pelit senyum, pemarah juga, jadi jangan salahkan aku kalo aku lebih suka melirik cowok-cowok di luar yang lebih ramah, lembut, perhatian, murah senyum, suka bercanda tawa, ... "
"Awas saja kalau kau sampai melakukan itu, aku takkan segan-segan menembak ... "
"Stop! Jangan bilang tembak-tembak lagi! Kamu itu Lang, bukannya berusaha berubah malah mau nembak orang. Kalau kamu nggak mau istri kamu berpaling, makanya belajar jadi orang yang menyenangkan.ama paham, itu karena kalian belum benar-benar saling mengenal satu sama lain, maka dari itu, mama dan papa ada hadiah buat kalian." Ucap Anika dengan bangga.
"Hadiah?" beo Gemilang dan Mazaya kompak.
"Hmmm ... "
Lalu Anika mengeluarkan dua lembar tiket dan diberikan kepada Mazaya.
"Ini ... "
"Ya, ini tiket bulan madu untuk kalian berdua ke Maldives selama 2 Minggu. Selamat bersenang-senang." Ucap Anika yang membuat Gemilang tersenyum lebar.
"Serahkan segala urusan di sini dengan papa dan Juna. Yang penting kalian harus bersenang-senang di sana untuk lebih mendekatkan diri satu sama lain."
"Semoga kepergian kalian membawa kabar baik sepulangnya dari sana. Mama sudah tidak sabar menimang cucu dari kalian," ujar Anika membuat wajah Mazaya bersemu merah.
"Bersiaplah sayang, kita akan bekerja keras mewujudkan keinginan mama selama di sana," bisik Gemilang sambil menyeringai di telinga Mazaya membuat wajahnya makin bersemu merah.
...***...
Sementara itu, di sebuah rumah kamar seorang gadis sedang bermalas-malasan di atas tempat tidurnya. Sejak kejadian di toilet pada saat pesta beberapa hari yang lalu, ia terus mencari tahu identitas istri dari Gemilang. Setiap bertemu dengan teman-temannya, ia tak henti-hentinya mengejek Mazaya. Ia menertawakan Mazaya yang dipikirkan takkan bisa melakukan apapun untuk membalasnya. Mereka benar-benar meremehkan Mazaya.
Padahal, sebenarnya Mazaya sengaja menunda hal tersebut. Ia ingin melihat, adakah itikad baik dari ketiga orang itu untuk meminta maaf, tapi nyatanya, mereka justru selalu saja menjadikan Mazaya sebagai bahan candaan mereka. Selain itu, Mazaya menunda memberikan pelajaran pada ketiga orang tersebut karena Windy sedang sakit. Hingga pagi ini, Mazaya pun meminta Windy menjalankan tugasnya. Dengan akun fake, Mazaya meminta Windy menyebarkan video perlakuan buruk ketiga orang tersebut ke media sosial. Tentu saja wajah Mazaya telah ia blur agar tidak ada yang mengenalinya.
__ADS_1
Dan dalam hitungan detik, video pun viral. Dengan hashtag kelakuan minus anak orang kaya membuat video pun cepat beredar. Status anak orang kaya, anggota gank sosialita, dengan pekerjaan yang mentereng membuat orang-orang mudah mengenali ketiganya. Alhasil, hujatan demi hujatan datang menyerbu akun sosial media mereka.
Dddrt ...
"Halo, ada apa sih Ras?" tanya Firly dengan mata yang masih terpejam.
"Fir, gawat!"
"Gawat kenapa sih? Anak kucing loe mau lahiran? Atau art loe balik kampung?" seloroh Firly sambil terkekeh.
"Loe belum liat sosmed?"
"Ngapain sih pagi-pagi liat sosmed? Mending tidur. Aku masih ngantuk, Ras. Kita aja pulang hampir subuh, emang loe nggak ngantuk? Eh, loe nggak minum ya semalam? Pantesan. Perut gue nggak enak banget tau. Kepala gue pusing, mata gue ... "
"Gue nggak lagi bahas itu, Firly. Yang gue bahas loe belum liat sosmed? Video kita viral Firly, viral. Video kita mengganggu istri Gemilang viral. Orang-orang seantero Indonesia pada ngehujat kita, Fir. Kita jadi bahan cemoohan, ejekan, caci maki. Habis nama kita. Ini belum seberapa, bagaimana kalau Gemilang tau dan memutuskan kerja samanya dengan perusahaan bokap kita, kita ... "
Tiba-tiba ada panggilan masuk dari teman mereka yang lain. Rasya pun memencet tombol terima sehingga panggilan mereka bertiga pun kini terhubung.
"Rasya, Firly, klien EO gue semuanya tiba-tiba membatalkan kerja sama. Semua gara-gara video kita di toilet. Bagaimana ini?" Pekiknya frustasi membuat kedua temannya pun ikut panik sebab Firly merupakan seorang dokter anak, bisa-bisa ia dipecat karena video sikapnya yang tak pantas tersebar. Begitu pula Rasya yang merupakan artis pendatang baru, bisa-bisa karirnya yang baru saja merangkak naik langsung terjun bebas karena video perlakuan buruknya pada Mazaya tersebar luas.
Di tempat lain, Juna yang saat itu sedang membuka akun sosial medianya melihat ada permintaan pertemanan dari seorang gadis yang wajahnya sedikit familiar tapi Juna tidak ingat siapa gadis itu. Juna pun menerima permintaan pertemanan dari akun bernama Windy the Pooh itu. Setelahnya, ia menggulir layar ponselnya sehingga ia pun berhenti di salah satu postingan aku Lambe Nyinyir. Yang membuatnya tertarik melihat postingan itu adalah karena ia merasa familiar dengan salah satu perempuan yang ada di dalam video itu. Meskipun wajahnya disamarkan tapi ia masih sangat mengingat pakaian yang dikenakan perempuan itu yang tidak lain adalah pakaian yang dikenakan istri bosnya saat berada di pesta.
Juna pun bergegas melaporkan hal tersebut pada Gemilang. Gemilang yang baru mengetahui kejadian yang menimpa istrinya di toilet saat pesta berlangsung sontak saja murka. Ia pun segera memerintahkan Juna mencari informasi tentang ketiga perempuan tersebut untuk memberikan pelajaran yang tak terlupakan pada mereka.
...***...
...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...
__ADS_1