ISTRI TANGGUH

ISTRI TANGGUH
Masa lalu Antonio


__ADS_3

Sesuai perkataannya yang akan mendapatkan informasi tentang Antonio secepatnya, hanya dalam 3x24 jam, Jendra dan Nugie pun berhasil mendapatkan semua informasi mengenai siapa Antonio. Ia pun segera menyerahkan hasil investigasi mereka pada Gemilang dan Mazaya yang kini sedang duduk di ruang tamu kediaman sepasang suami istri tersebut.


Gemilang dan Mazaya rasanya sudah tak sabar menantikan informasi yang pastinya sulit ditemukan oleh orang awam. Beruntung Jendra yang memang memiliki kakek seorang mantan Jenderal. Ia memiliki banyak kenalan yang berprofesi sebagai mata-mata sehingga tidak sulit baginya untuk mendapatkan informasi tersebut. Begitu pula dengan Nugie, kakaknya yang merupakan seorang detektif swasta membuat pekerjaan Jendra kian mudah.


"Ini ... hasil investigasi. Loe tau, demi mendapatkan informasi ini, kami menggelontorkan dana yang nggak sedikit sebab kami melibatkan banyak pihak. Yang membuat rumit sebab sumber informasi yang mengetahui tentang Antonio itu hanya segelintir orang dan mereka tidak ada yang bermukim di daerah sini. Bahkan kami harus mengorek-ngorek informasi sampai ke hal terkecil sekalipun agar tak ada kecacatan dalam menganalisis informasi." Tukas Jendra yang diangguki Nugie.


"Bahkan kami sampai tidak tidur selama 3 hari ini, kau tau. Arrgh ... tubuhku rasanya remuk banget. Mata ngantuk, rasanya pingin segera rebahan," cerca Nugie sambil menguap. Mazaya tersenyum kecil melihatnya. Berbanding terbalik dengan Gemilang yang wajahnya tampak datar. Ia sudah tak sabar menunggu informasi dari keduanya.


"Kalau ngantuk, buruan jelaskan informasi yang kalian dapat. Setelah itu kalian tidur saja di ruang tamu." Ketus Gemilang.


Ia pun paham kalau keduanya tampak mengantuk sebab ia bisa melihat dari kantong mata keduanya yang tampak menghitam. Belum lagi sejak setibanya mereka, mereka tak henti-hentinya menguap. Sebenarnya mereka bisa saja menunda pembahasan ini. Bahkan Mazaya sudah mengatakan mereka bisa menginformasikan hasil investigasi mereka esok hari, tapi keduanya justru tak sabar ingin membahasnya.


Alhasil, di sinilah mereka sekarang, duduk bersama di ruang tamu. Begitu pula Mada yang turut hadir dengan beberapa laptop dihadapannya. Telinganya tampak mencerna apa yang akan mereka sampaikan, tapi matanya terfokus pada layar laptop.


3 hari ini Antonio tak ada pergerakan sama sekali. Entah kemana laki-laki itu sebab sejak pagi hingga kembali bertemu pagi, Antonio tak ada datang sama sekali. Gemilang berpikir, mungkin laki-laki itu sedang mengurus bisnis terlarangnya. Ingin mereka meretas gudang penampungan barang haram milik laki-laki tersebut, tapi sayangnya ruangan itu tidak dilengkapi CCTV jadi mereka tidak bisa melihat pergerakan di dalam sana sama sekali.

__ADS_1


Lalu Jendra pun menyerahkan sebuah flashdisk. Gemilang yang melihatnya pun segera mengambil laptop untuk melihat isinya.


"Antonio Kurniawan, mantan direktur keuangan Syailendra Group yang dipecat secara tak hormat oleh CEO Syailendra Group tuan Narendra Syailendra karena ketahuan memanipulasi laporan keuangan atau dalam kata lain Antonio ini telah melakukan korupsi yang terstruktur. Ia melibatkan banyak pihak hingga membuat Syailendra Group nyaris kolaps." Ucap Jendra. Kemudian ia menjeda kalimatnya seraya menghela nafas panjang. Mazaya jelas saja terkejut. Mungkin itulah sebabnya laki-laki bernama Antonio itu mengenal sang ayah karena ia merupakan direktur keuangan di masa sang ayah menjabat sebagai CEO.


"Antonio dan komplotannya bukan hanya dipecat secara tak hormat, tapi dilaporkan ke polisi. Dan satu hal yang tidak diketahui orang-orang, saat itu ia meninggalkan seorang istri yang tengah hamil. Dan perbuatan Antonio melakukan korupsi itu untuk membiayai operasi Caesar sekaligus transplantasi ginjal. Istrinya mengalami penyakit gagal ginjal dan mengharuskan melakukan transplantasi yang baru ketahuan saat pemeriksaan kandungan. Antonio juga membutuhkan uang yang banyak bukan sekedar untuk operasi, tapi mencari pendonor. Antonio sudah meminta sang istri agar menggugurkan saja kandungannya sebab ia tak ingin kehilangan istri yang sangat dicintainya, tapi istrinya kukuh ingin melahirkan buah hati mereka. Alhasil, karena ia ditangkap polisi, istrinya syok. Kondisinya pun terus menurun. Mereka juga tidak memiliki siapa-siapa lagi untuk dimintai tolong. Hingga akhirnya ... istri Antonio mengalami pendarahan hebat. Kondisi kesehatan yang sangat buruk membuatnya menghembuskan nafas terakhir sebelum sempat melahirkan anaknya." Papar Jendra dengan nafas tercekat. Dadanya begitu sesak. Meskipun dirinya laki-laki, tapi ia masih memiliki hati. Ia bisa merasakan kehancuran Antonio saat itu. Kehilangan sekaligus dua orang yang dicintainya.


"Mungkin hal inilah yang memicu dendam kesumat Antonio pada orang tua Mazaya pun dengan Mazaya sendiri sebab ia telah kehilangan dua orang yang paling dicintainya." Sambung Nugie.


Mazaya menangis dalam diam. Ia tak menyangka, tindakan orang tuanya memenjarakan Antonio justru berakhir kematian istrinya pun dendam yang membara.


"Mas." Nafas Mazaya tercekat. Ia tak mampu berkata-kata. Mereka sampai tak habis pikir, mengapa semua harus berakhir seperti itu. Tapi inilah hidup, semua perbuatan memiliki konsekuensinya. Mungkin hal inilah yang membuat seseorang lebih memilih jalan damai dan memaafkan saat ada orang lain melakukan kesalahan, untuk menghindari akibat yang lebih besar. Namun sayangnya tidak semua orang yang diberikan maaf dapat menyadari kesalahannya. Yang diberi hukuman saja terkadang mereka tidak menyadari kesalahannya, apalagi yang dibiarkan begitu saja.


"Sudah. Jangan terlalu kau pikirkan. Ini bukan salah kedua orang tuamu. Papa hanya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Bila dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin akan muncul Antonio-Antonio lainnya sebab mereka berpikir, tidak apa melakukan korupsi sebab mereka hanya akan dipecat. Mereka tetap bisa hidup bebas bahkan tak perlu bekerja keras lagi karena uang hasil korupsi mereka jauh lebih besar dibandingkan gaji mereka sendiri. Dan ... untuk kematian istri serta calon anak Antonio pun bukan kesalahan orang tuamu. Itu merupakan takdir." Tutur Gemilang mencoba menenangkan Mazaya yang tergugu dalam pelukannya. "Terlepas dari masa lalu Antonio, tetap saja perbuatannya yang menerormu itu tidak dibenarkan. Mas tetap mencari bukti dan melaporkannya pada yang berwajib."


"Mas, apa tidak sebaiknya kita mencoba memaafkan saja? Zaya tidak mau membuat dendam ini kian berkobar di kemudian hari." Tanya Mazaya sebab ia khawatir bila melaporkan Antonio ke polisi akan makin membuat dendam laki-laki itu berkobar.

__ADS_1


Gemilang menggeleng tegas, "memaafkan bukan solusi apalagi dia mengancam mu dengan kematian yang artinya dia berniat membunuh mu, sayang. Mas tidak mau kehilanganmu. Perbuatan laki-laki itu salah dan ia pantas mendapatkan hukumannya."


"Tapi mas ... "


"Apa yang dikatakan Elang itu benar, Ya. Antonio bukanlah laki-laki yang memiliki hati yang lapang. Bahkan setelah bertahun-tahun, kedua orangmu pun telah tiada, tapi ia masih mendendam. Rasanya tidak mungkin ia akan melupakan begitu saja dendamnya itu." Timpal Jendra. Mazaya berpikir sejenak, bila dipikir-pikir benar apa yang Gemilang dan Jendra katakan.


Melihat wajah sang istri yang terlihat kelelahan, Gemilang pun memintanya untuk segera beristirahat. Mazaya menurut, lalu Gemilang segera membantu Mazaya kembali ke kamar. Setelah memastikan Mazaya beristirahat dengan baik, ia pun kembali lagi ke ruang tamu untuk menemui teman-temannya.


Baru saja Gemilang menghenyakkan bokongnya di sofa, tiba-tiba Mada berseru nyaring menarik atensi mereka semua untuk menatap ke layar laptop Mada. Seketika saja ketiga laki-laki itu terbelalak melihat apa yang terpampang di layar 14 inci tersebut.


...***...


Kira-kira ada ya yang mereka lihat?


Nanti lanjut lageeee! 😄😄😄

__ADS_1


...***...


...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...


__ADS_2