ISTRI TANGGUH

ISTRI TANGGUH
Rahasia


__ADS_3

Kini private jet yang ditumpangi Gemilang dan Mazaya telah mendarat sempurna di Bandar Udara Internasional Velana, Male, Maladewa. Setelah menempuh perjalanan hampir 12 jam, akhirnya mereka pun bisa merenggangkan otot-ototnya. Terlalu lama duduk di kursi ternyata bisa membuat lelah juga. Namun hasil yang dicapai tentu setara dengan ekspektasi keduanya.


Setibanya di sana, keduanya langsung disambut dengan pemandangan yang sungguh indah dan udara yang cukup menyegarkan. Cuaca juga cukup bagus membuat suasana hati mereka kian membuncah bahagia.


"Capek?" tanya Gemilang sambil menyelipkan untaian rambut Mazaya yang beterbangan ke samping telinganya. Wajah Mazaya terlihat begitu cerah dan ceria. Kebahagiaan begitu nampak tergurat di netranya yang hitam kecoklatan.


Mazaya mengangguk, "tapi lega. Pemandangannya bagus. Zaya pernah baca tentang Maldives ini di novel-novel sebagai destinasi bulan madu. Penulisnya mendeskripsikan keindahannya dengan begitu detil sampai Zaya pernah berkhayal ingin berbulan madu ke sini di kemudian hari. Zaya nggak nyangka, akhirnya impian Zaya terkabul tanpa perlu Zaya minta. Mama emang yang terbaik," puji Mazaya dengan senyum lebarnya.


Gemilang mencebik kesal, bagaimana sang istri justru lebih mengagumi sang ibu dibandingkan dirinya. Ia juga memuji ibunya yang terbaik bukan dirinya. Bukan salahnya kan tidak membawa Mazaya berbulan madu ke tempat impiannya sebab dirinya pun tak tahu akan impiannya itu.


"Kenapa nggak bilang?" cetus Gemilang dengan wajah ditekuk.


"Nggak bilang apa?" tanya Mazaya bingung.


"Kamu pingin berbulan madu ke sini. Kenapa nggak bilang ke mas?"


Mazaya membulatkan matanya, kenapa pula suaminya ini kesal karena ia tidak memberitahukannya. Mereka saja mulai menjalin hubungan baik belum lama ini. Bahkan mereka baru melakukan penyatuan kemarin malam. Lalu kenapa sekarang suaminya mau marah-marah dan merasa kesal?


"Mas marah?" tanya Mazaya memasang wajah polos.


"Ya." Ketus Gemilang membuat Mazaya terkekeh.


"Uluh-uluh-uluh,, suamiku marah nih ya!" Goda Mazaya sambil mencolek ujung hidung sang suami.


"Apaan sih?" Sewot Gemilang, tapi tangannya justru merengkuh pinggang Mazaya dan menuntunnya masuk ke dalam salah satu mobil yang ternyata telah menunggu kedatangan mereka sejak tadi.


"Mas tuh yang apaan. Kita aja belum lama saling dekat, bahkan baru kemarin saling meyakinkan perasaan dan menyatu sebagai pasangan suami istri, jadi bagaimana Zaya bisa cerita impian Zaya? Justru Zaya bangga, tanpa perlu dikasi tahu ternyata mama Anika seperti telah mengetahui dan membuat kita datang kemari. Seharusnya mas berterima kasih sama mama. Zaya pun akan berterima kasih sama mama sebab mama telah mewujudkan salah satu impian Zaya yang bahkan tak ada satupun yang mengetahuinya," ungkap Mazaya setelah mereka berada di dalam mobil.

__ADS_1


Mobil itu pun membawa mereka ke salah satu resort yang telah Anika persiapkan untuk mereka. Memang totalitas sekali Anika ini. Beliau memang benar-benar mama mertua idaman. Mama Anika emang the best, nggak kayak Liliput yang membuat anak dan mantan menantunya sengsara. Untung aja udah semaput. Eh, jadi ingat Zafira kan! 🤪


Gemilang terdiam mencoba mencerna penjelasan Mazaya. Lantas ia pun menggenggam tangan Mazaya dan mengecupnya, "mulai sekarang, apapun keinginanmu, apapun impianmu, apapun harapanmu, apapun, apapun itu, termasuk bila kau membutuhkan bantuanku pun katakan padaku. Jangan sembunyikan apapun lagi dariku. Ingat, mas suamimu. Mas berhak tahu segalanya tentangmu. Termasuk tentang rahasiamu, identitasmu sebenarnya. Mas harap kau mau bercerita dan tidak merahasiakannya lagi." Ucap Gemilang yang dengan sorot mata tajam dan sedikit penekanan. Gemilang sangat berharap Mazaya mulai terbuka padanya. Bukankah mereka telah menjadi suami istri sepenuhnya dan seutuhnya, jadi sudah sepantasnya mereka saling berbagi tanpa ada rahasia-rahasia lagi di antara mereka.


Mazaya terdiam mendengar penuturan sang suami. Mazaya merasa itu semacam kode agar ia mau menceritakan rahasianya selama ini.


'Apa mas Elang sudah tahu rahasiaku yang sebenarnya?' batin Mazaya bertanya-tanya.


...***...


Sementara itu, di sebuah rumah mewah, tampak seorang ibu sedang mencecar putrinya agar jujur mengatakan siapa ayah dari anak yang tengah dikandungnya. Namun sang anak tampak masa bodoh. Dia terus berkilah dan mengatakan kalau Gemilang lah ayah dari anak yang ada di dalam kandungannya. Sang ibu tidak percaya. Entah mengapa ia meyakini perkataan laki-laki yang tak lain adalah Gemilang itu. Ia yakin, bukan Gemilang pemilik benih yang anaknya kandung. Ia dapat melihat dengan jelas dari sorot mata Gemilang kalau ia berkata jujur. Ia justru meragukan kata-kata sang putri sendiri.


Sang ibu meraung, merasa gagal menjaga amanah mantan suaminya sendiri. Sebelum meninggal, mantan suaminya menitipkan Carla agar dijaga baik-baik. Ia pikir perhatian yang selama ini ia beri telah cukup untuk sang putri. Ia pikir, putrinya dapat menjaga diri di luar sana, tapi ternyata sang putri tidak bisa menjaga kepercayaan yang ia beri. Sang putri justru melakukan hal-hal yang terlarang tanpa sepengetahuannya. Maria merasa gagal. Ia merasa menjadi seorang ibu yang gagal.


"Aku gagal dad, aku ibu yang gagal. Aku tak mampu menjaga putri kita dengan baik. Aku ibu yang buruk. Betapa bodohnya aku selama ini. Aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri sampai-sampai aku lalai menjaga putriku. Anak kita satu-satunya," raung Maria di dalam pelukan Antonio.


Mendengar kalimat itu, Maria menggeleng. Tentu ia tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada anak dan calon cucunya. Terlepas ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang Carla kandung, sebagai seorang ibu, sudah seharusnya ia memberikan kekuatan agar anaknya tetap kuat dan bertahan. Ia ingin anak dan cucunya baik-baik saja.


"Daddy benar. Maafkan sikap mommy yang terlalu berlebihan. Pasti Carla sedih dan terpukul dengan sikap mommy tadi yang terus saja mencecarnya dengan emosi yang meletup-letup."


"Mommy tidak salah. Mommy hanya melakukan apa yang biasanya seorang ibu lakukan. Mommy hanya tak ingin anak kita makin kesalahan makin besar. Mommy hanya ingin anak kita tidak salah langkah dan Daddy paham. Sekarang mommy tidur, oke. Biar Daddy yang menenangkan Carla."


Maria tersenyum. Suaminya ini memang tampak sekali begitu menyayangi putrinya. Padahal Carla hanya anak sambungnya, tapi sikapnya melebihi seorang ayah kandung.


"Terima kasih, dad. Maaf kalau mommy merepotkan Daddy lagi, lagi, dan lagi."


"Tidak ada yang direpotkan di sini. Sudah jadi kewajiban Daddy menjaga dan melindungi kalian. Sebab hanya kalian keluarga Daddy di dunia ini. Kalian itu ibarat reinkarnasi istri dan calon anak Daddy yang telah meninggal belasan tahun yang lalu. Karena itu, Daddy akan selalu menjaga dan melindungi kalian dengan sekuat tenaga Daddy." Ucap Antonio yang membuat Maria terharu. Setelah melihat Maria benar-benar terlelap, barulah ia masuk ke dalam kamar Carla dan menguncinya.

__ADS_1


"Eughhh ... " Terdengar suara lenguhan saat sepasang lengan kekar memeluk tubuh Carla yang sedang tertidur di atas ranjang. Carla tak menepisnya Ia justru membalikkan badannya dan balas memeluk sang pria.


"Dad, kau lama sekali. Kau tahu, anakmu sedari tadi menginginkan dipeluk olehmu," rajuk Carla pada kekasih terlarangnya tersebut.


"Anak Daddy atau kekasih Daddy yang cantik ini yang mau dipeluk?" godanya sambil mengecup leher Carla seduktif.


"Eeengh ... Sepertinya ... dua-duanya," sahut Carla sambil melebarkan senyumnya.


"Apa anak Daddy pun ingin Daddy kunjungi di dalam sana?"


Dengan malu-malu, Carla pun mengangguk membuat Antonio sontak bersemangat dan memulai kegiatan yang sedari beberapa tahun ini rutin mereka lakukan.


"Dad, bagaimana ini? Perutku pasti nanti akan semakin membuncit, sedangkan rencana kita sudah gagal total. Aku yakin, Elang pasti takkan pernah lagi mau menemui ku," ucap Carla setelah selesai melakukan kegiatan percintaan mereka. Kini mereka sedang terbaring sembari berpelukan tanpa sehelai benang pun. Hanya selembar selimut yang menutupi separuh bagian tubuh mereka.


"Hmmm ... kau benar. Bagaimana kalau kita ... " Lalu Antonio pun membisikkan sesuatu di telinga Carla.


"Apa tidak masalah, dad? Bagaimana kalau Elang murka? Dad tahu sendiri, dia itu sedikit kejam pada orang-orang yang mencoba macam-macam padanya."


"No problem, baby. Kalaupun dia marah, setidaknya kita berhasil menghancurkan kredibilitasnya di mata khalayak ramai. Setelah itu, bisnisnya pasti perlahan akan menuai kehancuran dan di saat itu kita akan menertawakan kesombongannya itu," ucap Antonio seakan yakin rencananya akan berhasil 100%.


"Baiklah. Kalau begitu Carla akan menuruti kata-kata Daddy." Carla pun tersenyum. Ia telah jatuh pada pesona ayah tirinya sendiri sehingga selalu mematuhi kata-kata pria tua tersebut.


...***...


Maaf ya, kemarin othor nggak up. Othor sibuk banget. Ditunggu like, komen, vote, rating, dan hadiahnya. Miss you. 🥰🥰🥰


...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2