ISTRI TANGGUH

ISTRI TANGGUH
Kacau


__ADS_3

Sementara itu, kedua manusia yang masih berada di dalam kamar begitu syok dengan apa yang Maria sampaikan. Mereka pun segera mengambil ponsel dan membuka aplikasi berwarna biru di dalamnya. Mata keduanya terbelalak saat melihat kehebohan di sosial media yang membagikan video-video pertarungan sengit mereka barusan.


"Dad, i-ini ... bagaimana ini bisa terjadi?" gumam Carla dengan nafas tercekat dan tubuh bergetar. Saat tak mendengar sahutan dari Antonio, Carla pun menoleh dan ia terkejut saat melihat Antonio pergi begitu saja meninggalkan dirinya yang tengah dirundung ketakutan setelah mengenakan pakaiannya.


"Dad, daddy, kau dimana dad? Carla mohon, jangan tinggalkan Carla, dad?" pekik Carla.


Ia pun bergegas turun dari atas ranjang. Ia berlarian ke luar kamar, mencari keberadaan Antonio. Ia harap Antonio hanya sekedar keluar kamar atau sedang ke dapur mengambil air minum. Namun setelah mencari kesana kemari, Carla tak juga menemukan ayah tiri sekaligus kekasih terlarangnya itu.


Carla makin gusar. Jantungnya sudah berdegup dengan kencang. Wajahnya yang putih mulus pun kian pucat. Peluh sebesar biji jagung memenuhi dahinya. Ia benar-benar cemas saat ini.


"Dad, kau kemana?" racau Carla seraya mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Antonio, tapi nomor ponsel ayah tirinya itu tak jua bisa dihubungi.


Sementara itu, Antonio kini sudah berada di dalam mobilnya. Ia sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi menuju ke suatu tempat. Ia benar-benar tak habis pikir, bagaimana video pergulatan panasnya bisa tersebar di sosial media melalui siaran langsung?


"Apakah ada seseorang yang memasang kamera CCTV di kamar Carla? Tapi siapa? Atau ada yang menyuruh petugas bagian CCTV mengaktifkan kembali CCTV di unit Carla? Tapi mengapa dan siapa? Aku merasa tidak memiliki musuh selama ini. Brengsekkk. Sialan. Mau dtaroh dimana mukaku kalau sampai semua orang yang mengenal ku ikut menonton video itu? Aaargh ... sial, sial, brengsekkk!" pekiknya frustasi. Antonio bahkan sampai meninju kemudi berkali-kali untuk menyalurkan kekesalannya.


Kini Antonio telah tiba di Dome hotel. Antonio pun segera memarkirkan mobilnya di tempat yang sedikit tersembunyi agar tidak disadari orang-orang yang mengenalnya.


Antonio turun dari dalam mobil menggunakan masker yang menutup sebagian wajahnya. Tentu saja tujuannya agar dirinya tidak menjadi bahan perhatian orang-orang. Ia yakin, sebagian besar orang yang ada di hotel itu telah melihat siaran langsung pergulatan panasnya tadi. Jadi sebisa mungkin ia menghindarinya.


Sesampainya di depan kamar yang disiapkan khusus untuk keluarga Maria termasuk dirinya, Antonio pun segera menempelkan card lock access nya di tempat yang tersedia, tapi sudah hampir 5 kali percobaan, pintu tak kunjung terbuka.

__ADS_1


"Sial. Kenapa kuncinya nggak mau terbuka sih!" Geram Antonio dengan wajah merah padam.


Tak mau menunggu lebih lama lagi, Antonio Om segera menghubungi manajer operasional hotel dan menanyakan mengapa pintu kamarnya tak kunjung bisa dibuka.


"Maaf tuan, card lock access milik tuan sudah tidak bisa digunakan lagi karena sudah diganti atas perintah ibu Maria." Ucap manajer hotel yang sedang ia dihubungi dengan sedikit ketus. Siapa yang tak tahu dengan pemeran video syur live yang sedang viral saat ini. Apalagi dirinya yang merupakan staf hotel, tentu sangat hafal dengan wajah-wajah pemeran video syur live tersebut. Terang saja ia merasa jijik pada mereka. Bahkan ia ikut mendukung tindakan Maria yang segera menarik segala fasilitas yang Antonio miliki saat ini.


Mata Antonio terbelalak dengan rahang mengeras. Ia tak menyangka Maria akan berbuat sampai sejauh itu. Antonio lantas menghela nafas kasar dan menutup panggilan itu dengan kasar juga. Ia tak memiliki tempat pulang saat ini kecuali lantai bawah hotel itu. Tak ada yang tahu kalau lantai terbawah hotel itu ia jadikan gudang penampungan narko ba. Tempat itu telah lama ditutup jadi ia pun memanfaatkannya secara diam-diam dibantu beberapa orang anggotanya yang juga bekerja di hotel tersebut. Ada yang merupakan staf, ada juga yang merupakan staf keamanan. Antonio pun segera kembali ke basemen dan mengendap masuk ke lantai dasar menggunakan pintu rahasia.


Kembali ke apartemen Carla, perempuan cantik yang tengah hamil itu benar-benar risau. Ia sudah mencoba menghubungi ibunya untuk meminta maaf dan memohon perlindungan, tapi nomornya ternyata dinonaktifkan. Tak mau putus asa, ia pun mencoba menghubungi ibunya melalui telepon rumah. Tapi panggilannya pun tak kunjung diangkat. Mungkin art rumahnya sedang tertidur pikirnya karena itu tak ada yang mengangkatnya sama sekali.


Khawatir perkataan ibunya benar-benar terjadi, Carla pun membereskan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam koper. Ia berencana segera pergi sejauh-jauhnya dari kota ini. Ia ingin melarikan diri sebelum dirinya benar-benar dilaporkan ke polisi.


Namun, baru saja ia sampai di depan pintu unitnya sambil menggeret kopernya, tiba-tiba ia mendengar suara yang sedikit mengganggu di depan kamarnya. Disertai ketukan dan gedoran yang cukup kencang karena ia tak kunjung membukakan pintu untuk mereka.


"Itu dia perempuan menjijikan itu. Tangkap dia."


"Ya, seret saja perempuan jalaang itu!"


"Usir dia dari gedung ini sebelum dia membawa sial bagi kita semua."


"Dasar, manusia menjijikan. Bahkan ayah tiri sendiri dijadikan pasangan mesyum. Cepat usir wanita murahan ini dari apartemen ini sebelum suami-suami kita digodanya." Seru para penghuni unit apartemen yang sama dengan Carla. Mereka pun meringsek masuk ke dalam unit Carla hendak mengusirnya.

__ADS_1


"Jangan! Jangan apa-apakan saya! Saya mohon, lepaskan saya!" melas Carla menghiba, tapi mereka justru menampar, menjambak, dan mendorong Carla dengan kasar.


Hingga tak lama kemudian, datanglah beberapa aparat kepolisian menghentikan sikap anarkis para wanita penghuni apartemen disitu. Setelah berhasil mengamankan Carla, mereka pun membawa Carla menuju ke kantor polisi. Bila ditanya siapa yang melaporkan Carla, tentu saja Gemilang melalui Mada menggunakan akun anonim. Tak perlu takut terendus siapa yang melaporkan ke polisi atupun menyiarkan secara langsung kegiatan pergulatan panas Carla dan Antonio sebab Mada tentu lebih paham bagaimana caranya.


Sementara itu, di kediaman Gemilang, keempat sekawan itu tertawa lepas sambil menyantap camilan yang disediakan art kediaman Gemilang. Saat sedang asik tertawa, tiba-tiba ponsel Gemilang berdering. Dilihatnya nama istrinya terpampang di layar ponselnya.


"Apa dia belum tidur?" gumam Gemilang pelan tapi mampu menarik atensi seorang Jendra.


"Siapa yang belum tidur? Aya? Kalau belum tidur, suruh kemari lagi aja. Kita senang-senang bersama," ucap Jendra santai, tanpa sadar membuat Gemilang menggeram marah.


"Kau ... " Gemilang tampak menggeram.


"Kenapa?" tanya Jendra polos.


"Mas Elang, kok nggak segera k kamar sih?" protes Mazaya yang sudah menunjukkan raut wajah kesal. "Ya udah, kalau masih mau sama mereka, tidur aja di sana sama mereka."


Brakkkk ...


Mazaya melemparkan bantal dan selimut untuk Gemilang, setelahnya kembali masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.


Gleg ....

__ADS_1


Gemilang menelan ludah, "astaga, kenapa dia akhir-akhir ini sensitif sekali?" gumamnya frustasi.


...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...


__ADS_2