ISTRI TANGGUH

ISTRI TANGGUH
Wedding


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Sebuah ballroom hotel mewah tampak ramai dipenuhi tamu yang datang dari berbagai penjuru. Ballroom hotel mewah itu juga tampak dihiasi sedemikian rupa sehingga meninggalkan kesan megah dan indah. Bunga-bunga segar nan indah pun ikut memenuhi ruangan megah itu menambah kesan romantisme bagi semua tamu undangan.


Hari ini merupakan hari bersejarah bagi saudara kembar Windy dan Willy. Bagaimana tidak, di hari ini mereka melangsungkan pernikahan secara bersama-sama. Siapa yang menduga, saudara kembar itu mendapatkan jodoh di waktu bersaman.


Hari ini juga merupakan hari bersejarah bagi Juna dan Fatiyah. Juna, si jomblo akut yang tak pernah dekat dengan gadis manapun akhirnya menemukan tambatan hatinya. Berawal dari tabrakan saat berada di sebuah mall, lalu melihat akun sosial media sang gadis yang ternyata mengirimkan permintaan pertemanan, kemudian kembali dipertemukan di berbagai situasi membuatnya meyakini kalau ia memiliki perasaan lebih terhadap sekretaris Mazaya tersebut.


Pun Willy, laki-laki yang awalnya mencintai Mazaya itu akhirnya bisa move on pada gadis muda yang telah merenggut ciuman pertamanya. Namun nyatanya, ciuman singkat itu membuatnya terjerat pada sang gadis. Membuatnya penasaran dan ingin mengenalnya lebih dekat. Hingga pertemuannya kembali di rumah sakit membuatnya berusaha untuk menjerat sang gadis menjadi miliknya.


Beruntung, semesta mendukung saudara kembar itu. Akhirnya mereka bukan hanya mendapatkan pasangan hidup, tapi sebuah keluarga yang begitu mereka impikan. Kedua keluarga, baik orang tua Fatiyah maupun Juna menerima mereka dengan tangan terbuka.


Sebenarnya awalnya mereka merasa khawatir. Mereka takut, keluarga Fatiyah dan Juna tak bisa menerima masa lalu dan asal usul mereka. Namun siapa sangka, keluar Juna dan Fatiyah menerima mereka dengan tangan terbuka. Mereka tak mempermasalahkan sebab bagi mereka semua itu adalah takdir. Bukan salah Windy dan Willy. Mereka pun tidak mempermasalahkan masa lalu dan asal usul mereka. Mereka yakin, Windy dan Willy merupakan anak-anak yang baik. Terbukti mereka memiliki pekerjaan yang bagus meskipun mereka tak pernah dianggap ayahnya sendiri dan tidak memiliki keluarga yang mampu mendukung serta mendampingi mereka.


"Om, pestanya mewah banget. Mana si hotel lagi acaranya. Bos Om kaya banget ya!" bisik Fatiyah di dekat telinga Willy.


"Kakang, sayang. Panggil kakang. Entar orang kira, aku nikahin keponakan aku sendiri." cetus Willy dengan lirikan tajamnya membuat Fatiyah terkekeh.


"Iya kakang sayang, iya." Jawabnya seraya bercanda membuat Willy gemas. "Tapi Tiyah serius lho, Kang. Tiyah nggak nyangka kalau pernikahan kita akan diselenggarakan semewah ini. Bos kakang kaya banget ya."


Fatiyah yang berasal dari keluarga sederhana tidak menyangka akan menikah dengan pesta pernikahan yang begitu megah dan meriah. Willy memang pernah menyampaikan urusan pesta pernikahan akan menjadi urusannya dan bosnya sebab bosnya ingin memberikan hadiah sebuah pesta pernikahan untuknya.


Padahal dirinya sendiri belum mengadakan pesta. Gemilang memang sudah berniat membuat pesta pernikahan untuknyabdan Mazaya, tapi Mazaya menolak. Bukan tanpa alasan, saat ini ia sedang hamil. Ia takut pesta pernikahan membuatnya kelelahan, jadi pesta pernikahan khusus mereka akan ditunda setelah anak mereka lahir.


Selain itu, karena bukan hanya Willy yang akan menikah, tapi juga Windy dan Juna, akhirnya Mazaya dan Gemilang menyarankan pesta pernikahan mereka diadakan bersamaan. Mereka ingin memberikan hadiah paling berkesan dengan membuat pesta semewah mungkin. Pernikahan dua asisten terbaik tentu saja harus hebat. Pun Windy yang sudah dianggap saudari sendiri oleh Mazaya membuatnya ingin memberikan sesuatu yang luar biasa, yaitu pesta pernikahan yang megah.


Mereka harap dengan pesta yang mewah dan megah ini akan menjadi awal baru bagi kebahagiaan dua saudara kembar itu.

__ADS_1


"Ya, dia bukan hanya kaya raya, tapi juga cantik dan pintar." Ucap Willy memuji Mazaya yang tanpa sadar membuat gadis disebelahnya mengerutkan kening.


"Kayaknya kakang begitu mengagumi bos Kakang itu, ya?" ucapnya bernada cemburu, tapi Willy tidak menyadari itu.


"Siapa sih yang nggak kagum sama perempuan seperti Zaya. Dia itu definisi perempuan sempurna."


"Oh, ya! Wah, apalah Tiyah dibandingkan sama Bu bos Mazaya yang sempurna itu. Tiyah hanyalah remah-remah kerupuk dalam kaleng kong guan." Ucapnya lirih. Nada cemburu itu kian kentara membuat Willy seketika mengalihkan pandangannya ke arah sang istri yang baru dinikahinya beberapa saat yang lalu.


"Perumpamaan yang aneh. Kamu cemburu, hm?" goda Willy seraya mengelus-elus punggung tangan Fatiyah.


"Kamu nanyeak? Kamu bertanyea-tanyea?" Ucap Fatiyah dengan gaya bicara yang sedang viral saat ini.


Willy terkekeh, "ngapain sih cemburu sama istri orang? Kan Kakang cuma punya Fatiyah seorang. Asli, kamu kok makin hari makin gemesin deh. Rasanya Kakang udah nggak sabar lagi mau nyium kamu, tau nggak."


"Sabar Wil, sabar, masa' mau nyosor di atas panggung. Entar yang jomblo ngiri " Ucap Mazaya yang entah sudah sejak kapan berdiri di hadapan mereka. Wajah Fatiyah sampai memerah karena malu.


Sementara itu, di sisi lain, tampak Juna tak henti-hentinya melirik Windy yang kini sedang mengobrol dengan Nugie dan Mada. Karena Syailendra Group memiliki kerja sama dengan perusahaan dimana Mada bekerja membuat mereka kian akrab. Tapi Mada sudah tidak mengejar Windy lagi sebab ia tahu sang target telah terjerat ke target pria lain. Namun tetap saja, melihat sang istri tampak begitu akrab dengan mantan saingannya membuat Juna cemburu.


"Loe bisa nyingkir nggak sih? Dari tadi nyabotase bini orang mulu sampai gue mau ngobrol sama bini sendiri aja sulit." Ketus Juna sambil meraih pinggang Windy dan merengkuhnya.


Mada menoleh, kemudian terkekeh seraya mencibir,


"Wah, gue kira loe patung lilin dari tadi nggak gerak, nggak bersuara juga," seloroh Mada membuat Nugie terkekeh. Windy pun menutup mulutnya karena geli dengan selorohan Mada.


"Kau ... " desis Juna dengan gigi yang bergemeretak.


"Honey, udah ih, tuan Mada hanya bercanda. Nggak usah terlalu diambil hati." Ucap Windy sambil tersenyum manis ke arah Juna yang kini telah sah menjadi suaminya. "Ingat, saat ini kita sedang jadi fokus perhatian. Aku nggak mau pesta pernikahanku yang indah ini kacau karena honey nggak bisa mengontrol emosi." Peringat Windy.

__ADS_1


"Iya, baby. Maaf. Cuma aku nggak suka kamu terlalu dekat sama dia. Aku juga nggak bermaksud bikin kacau pesta pernikahan kita kok." Ucap Juna sambil melirik sinis Mada.


"Wah, wah, wah, panggilannya manis banget. Buat yang jomblo jadi nganan." Mada sepertinya belum puas bercanda dengan pengantin baru itu.


"Kok nganan? Biasanya kan ngiri?" Ucap Windy dengan dahi yang mengernyit.


"Ck ... kita mah beda. Kalo ngiri itu untuk barisan yang nggak mampu move on. Bisanya cuma iri dengan kebahagiaan orang, sedangkan kalo nganan gampang move on. Dia juga senang melihat orang lain bahagia.Yang nggak Gie?"


"Yoi, Bro. Eh, btw sejak kapan ya Jendra dekat dengan Gempita - adiknya di Elang?" Ujar Nugie. Mada, Windy, dan Juna pun ikut memandang ke arah yang diperhatikan Nugie. Tampak Gempita sedang jalan sambil bergandengan tangan dengan Jendra. Mereka juga terlihat sangat mesra dengan sesekali bercanda.


"Wah, sepertinya setelah pesta pernikahan ini, akan ada pesta lagi! Sepertinya Jendra udah ikhlas cinta pertamanya bahagia dengan Elang." Ujar Mada.


"Ya, aku sih fine-fine aja. Pita juga gadis yang baik dan manis." timpal Nugie.


Pesta pernikahan Windy -Juna dan Willy -Fatiyah berlangsung dengan begitu megah. Bahkan banyak media yang ikut mengabadikannya. Ada juga portal media online yang meminta izin untuk menyiarkan acara pesta pernikahan nan megah dua asisten pribadi perusahaan besar itu. Terang saja kabar ini akhirnya sampai ke telinga Riana dan Warsito. Mereka lantas segera mereka awalnya mendapat kabar ini dari teman-teman mereka yang mempertanyakan benarkah anak si kembar yang sedang viral karena melangsungkan pesta pernikahan yang mewah dan megah itu adalah anak mantan pembantunya dulu. Ya, saking kejam mereka dan tak mau mengakui Windy dan Willy, pasangan suami istri itu tak pernah mau mengakui Windy dan Willy sebagai bagian dari keluarga mereka. Mereka mengakui Windy dan Willy sebagai anak pembantu.


Jelas saja mereka pun penasaran. Mereka pun lantas menyalakan televisi dan mencari berita yang dimaksud. Bertepatan itu, acara infotainment yang kerap ditonton Riana menanyakan pesta pernikahan Windy dan Willy yang sangat-sangat mewah. Sontak saja pasangan suami istri itu syok dengan mata melotot saat menonton berita viral tersebut. Mereka tak menyangka, kedua adik beradik kembar itu begitu beruntung. Berbanding terbalik dengan Weni yang kini harus menjalani perawatan intensif karena mentalnya yang terganggu.


"Me-mereka ... bagaimana bisa?" gumam Riana syok.


"Kau lihat. Aku sudah sejak dulu meminta mu agar mau mengakui mereka sebagai anak kita, tapi kamu malah menolak dengan kejam keberadaan mereka. Dan sekarang lihat, anak yang kita buang, tidak kita pedulikan, justru berhasil sukses dengan tangan dan kakinya sendiri. Meskipun aku tidak mereka akui sebagai ayah mereka lagi, tak apa. Aku tetap bangga. Ternyata anakku dari pembantuku lebih hebat dari anakku dengan istriku sendiri." Ucap Warsito bangga.


"Jadi kau menyalahkan ku, mas? Kau juga lebih membanggakan mereka?" bentak Riana.


"Kalau bukan kau, salah siapa coba? Dasar istri tolol. Ternyata keturunan mu lebih tolol lagi. Bisa-bisanya jadi selingkuhan pria tua bau tanah dan lebih tolol lagi malah jadi gila. Menyesal aku punya anak dan istri seperti kalian." ucap Warsito membuat Riana menganga tak percaya dengan apa yang barusan suaminya ucapkan. Jelas saja Riana tersinggung dan mengamuk. Akhirnya mereka pun bertengkar hebat. Hari berganti hari, tak pernah ada lagi ketenangan di rumah itu. Yang ada hanyalah pertengkaran yang tiada henti. Tak ada yang mau mengalah dan merasa bersalah.


...***...

__ADS_1


...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...


__ADS_2