ISTRI TANGGUH

ISTRI TANGGUH
Jujur dan pemberitaan heboh


__ADS_3

Seminggu telah berlalu dengan begitu cepat, tampak dua sejoli yang sedang dilanda mabuk asmara itu tengah berpacu dengan gai rah membuncah. Seakan tak mau menyiakan sedetikpun kebersamaan mereka pasca bulan madunya, mereka pun menghabiskan waktu mereka tanpa sehari pun melewatkan agenda bercinta. Memang tak melulu bercinta. Mereka bukan maniak atau seorang hyper. Tapi mereka yakin, bila telah kembali ke ibu kota asal mereka nanti, segudang pekerjaan telah menumpuk. Menantikan kehadiran mereka untuk bermanja sehingga mereka hanya memiliki waktu untuk bersama yang sangat terbatas. Jadi selagi mereka masih di sana, mereka akan benar-benar memanfaatkannya untuk berbagi rasa, berbagi suka cita, berbagi cinta, dan berbagi peluh juga desa han tentunya. Hahaha ...


Kimi nafas keduanya masih tersengal. Mereka baru saja menggapai puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya setelah menikah. Entah sudah berapa kali mereka melakukan penyatuan, tapi mereka tak pernah sekalipun mereka merasa bosan. Mereka justru ingin melakukannya lagi, lagi, dan lagi.


"Capek?" tanya Gemilang seraya menyeka peluh yang bercucuran di dahi Mazaya.


Mazaya mengangguk dengan dada naik turun. Seulas senyum terpatri di bibir keduanya. Rasa bangga dan bahagia benar-benar memenuhi rongga dada mereka.


"Tapi sepadan dengan apa yang mas berikan." Jawab Mazaya dengan pipi bersemu merah.


Tak pelak Gemilang terkekeh. Kalimat sederhana itu nyatanya mampu melambungkan perasaannya. Kalimat sederhana bermakna pujian karena berhasil memberikan kenikmatan yang luar biasa. Tidak hanya Mazaya, dirinya pun turut merasakan. Ia tak pernah merasakan kebahagiaan sebesar ini sebelumnya. Dadanya seakan penuh. Buncahan kebahagiaan itu meletup-letup bahkan tak terdefinisikan.


"Kau pun sama. Servis mu sungguh mengagumkan." Ucap Gemilang membuat wajah yang sudah merah itu, kian memerah hingga ke telinga.


Melihat perubahan warna di wajah sang istri, membuat Gemilang tak mampu menahan tawanya. Mazaya sampai ingin mencubit perut Gemilang, tapi susah. Kulitnya terlalu kencang dan keras. Jadi ia menarik ujung biji kacang hijau Gemilang hingga laki-laki itu memekik seraya meringis.


"Rasain." Cetus Mazaya dengan seringai mengejek. Tak terima dengan perlakuan sang istri, Gemilang pun membalas dengan melakukan hal yang sama membuat Mazaya memekik hingga keduanya pun berakhir tergelak.


"Mas," panggil Mazaya seraya merebahkan kepalanya di dada sang suami.


"Apa?" tanya Gemilang. Mereka sedang menonton televisi sambil bersantai di atas tempat tidur. Selama di Maldives, mereka sengaja menonaktifkan ponselnya agar kebersamaan mereka tidak terusik siapapun.


"Zaya mau cerita sesuatu."


"Cerita apa, sayang? Katakan saja, tak perlu sungkan. Mas akan mendengarkan semuanya." Tutur Gemilang. Bahkan ia sampai mematikan televisi agar bisa fokus dengan cerita sang istri. Ia bisa menebak apa yang akan istrinya itu sampaikan.


Melihat reaksi suaminya yang begitu menghargai dirinya dengan mau memfokuskan diri untuk mendengarkan ceritanya, membuat perasaan Mazaya senang. Ia semakin yakin dengan memilih terbuka pada sang suami. Ia yakin, suaminya mampu melindunginya.

__ADS_1


Meskipun ia memiliki kemampuan untuk melindungi diri, tapi sebagai perempuan, sudah kodratnya ingin merasakan dilindungi. Ia bukan perempuan lemah, tapi memiliki seseorang yang bisa kita andalkan dan melindungi kita, tentu saja membuat kita merasa bahagia. Kita jadi merasa lebih berharga. Dan perasaan itu ia dapatkan setelah bersama suaminya ini.


"Zaya ... mau menceritakan rahasia Zaya selama ini. Ini tentang ... kisah masa lalu Zaya. Tentang identitas Zaya yang sebenarnya. Maaf kalau selama ini Zaya nggak jujur. Bukan maksud Zaya untuk berbohong, tapi memang awalnya Zaya ragu dengan pernikahan ini. Zaya ingin diterima dengan hati yang lapang dan penuh ketulusan. Karena itu, Zaya pun memohon pada kakek dan mama serta papa agar menyembunyikan identitas Zaya untuk sementara sebab Zaya tak ingin berakhir seperti tokoh-tokoh perempuan dalam cerita novel perjodohan. Mereka ditindas, disakiti, lalu dibuang setelah dikhianati. Zaya nggak mau begitu. Oleh sebab itu, Zaya menyembunyikan identitas Zaya sebenarnya." Tutur Mazaya menjelaskan asal mulanya.


"Identitas kamu yang sebenarnya? Memangnya kamu ... siapa?" pancing Gemilang. Sebenarnya ia sudah tahu, hanya saja ia menunggu Mazaya sendiri yang menceritakan siapa dirinya yang sebenarnya.


"Nama Zaya sebenarnya adalah Zaya Claudia Syailendra. Bila di kantor, Zaya dikenal sebagai Mazaya Syailendra. CEO Syailendra Group. Namun, semenjak kematian mama dan papa dalam tragedi kecelakaan belasan tahun yang lalu, kakek membuang nama Syailendra agar keberadaan Zaya tidak terendus oleh orang-orang yang tidak menyukai Zaya. Namun, setelah jabatan CEO dilimpahkan ke Zaya, Zaya terpaksa menggunakan nama itu kembali." Papar Mazaya sambil menunduk.


Hening. Suasana kamar itu begitu hening. Gemilang bungkam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun membuat Mazaya mendongak heran.


Dilihatnya, suaminya itu justru tersenyum seolah sudah mengetahui fakta itu sebelumnya.


"Mas kok diem aja?" tanya Mazaya heran karena suaminya tidak merespon apapun. 'Apa benar mas Elang sudah mengetahui fakta ini sebelumnya?'


"Jadi mas harus merespon bagaimana?" tahta Gemilang sok polos membuat Mazaya mendengkus.


Sontak saja mata Gemilang melotot mendengarnya, "apa kau bilang tadi, sayang? Kau mau apakan mas? Tukar tambah? Memangnya mas barang? Memangnya ada yang lebih sempurna dari mas, hm?" sinis Gemilang sambil mendelik tajam. Mazaya yang anti intimidasi pun menjawab dengan santai.


"Banyak. Banyak banget malah."


"Siapa? Siapa laki-laki itu, katakan?" Seketika Gemilang dilanda cemburu dan rasa khawatir. Bagaimana kalau benar istrinya itu melakukan hal itu dan lebih memilih laki-laki yang dimaksudnya itu.


"Ada Diwangga dan Aglian dari novel Pesona Mantan Istri yang Disakiti, ada Gathan dari novel Ternyata Aku yang Kedua, ada Alvian dari novel Dibuang karena hamil anak perempuan, ada Arkandra dari novel Dokter Galak dan Gadis Menyebalkan, ada Damar dari novel [NOT] Beautiful Wedding, ada Jervario dari novel Benalu dalam Rumah Tanggaku, ada ... "


"Stop, stop, stop!" sergah Gemilang saat Mazaya menyebutkan satu persatu nama tokoh laki-laki favoritnya dalam novel yang pernah dibacanya. "Mereka semua tokoh dalam novel, sayang. Kamu ya ... demen banget buat mas panik. Mas tadi udah khawatir, taunya ... "


Melihat ekspresi suaminya sontak saja membuat Mazaya tergelak. Senang sekali rasanya bisa mengerjai suaminya itu. Salah sendiri kenapa super nyebelin.

__ADS_1


Gemilang lantas membalas Mazaya dengan menggelitik perutnya hingga Mazaya tertawa sambil menggeliat. Ia menjerit-jerit meminta ampun karena perutnya yang sakit akibat terlalu banyak tertawa.


"Ampun mas, ampun. Ampun ... stop, Zaya udah nggak tahan. Geli, mas. Ampun ... "


Gemilang tergelak kencang. Seumur-umur tak pernah dirinya merasa sebahagia ini dan hanya Mazaya yang mampu membuatnya begitu bahagia. Karena itu, Gemilang berjanji akan selalu menjaga dan melindungi istrinya itu meskipun nyawa sebagai taruhannya.


"Zayang," panggil Gemilang setelah mereka berhasil meredakan tawanya.


"Zayang?"


"Ya, Zayang, Mazaya sayang." Ucapnya sambil memainkan alisnya kemudian terkekeh. "Mas sebenarnya sudah tahu mengenai hal itu. Tapi mas sengaja menunggumu untuk bercerita."


"Benarkah? Sejak kapan mas tau?" tanya Mazaya penasaran.


"Belum lama sih. Lebih tepatnya sepulangnya kamu dari jalan-jalan sama mama. Mas memang sempat menyelidiki identitasmu, tapi mas nggak menemukan apapun. Jadi mas minta seseorang menyelidiki tentang kecelakaan CEO Syailendra Group sebelumnya. Entah mengapa, mas merasa mereka ada hubungannya denganmu. Tapi mas belum menemukan keterkaitan kalian. Barulah mas mencoba mengingat nama papamu. Sejujurnya mas lupa nama papa mu jadi mas coba periksa dokumen pernikahan kita dan akhirnya mas menemukan kebenaran siapa dirimu. Ternyata kau adalah putri dari Narendra Syailendra yang dinyatakan hilang." Papar Gemilang.


"Mas nggak marah?"


"Marah kenapa? Karena kau menyembunyikan identitas mu? Terus nyamar jadi cewek kampungan gitu?" sindir Gemilang seraya terkekeh. "Nggak lah. Mas mengerti apa tujuanmu. Kalau mas jadi kamu pun mas akan melakukan hal yang sama. Sejujurnya mas pun mulai khawatir dengan keberadaan mu sebagai CEO Syailendra Group. Mas takut hal buruk menimpamu." Ucap Gemilang. Mimik wajahnya pun telah berubah drastis. Kekhawatiran tercetak jelas di wajahnya. "Tapi mas janji, mas akan selalu mengupayakan yang terbaik untuk melindungimu. Mas juga sedang menyelidiki dalang kematian orang tuamu. Kira-kira apakah kamu mengetahui atau mengenal seseorang yang sekiranya membuatmu merasa curiga?"


Mazaya tampak berpikir, lalu ia pun menyebutkan nama seseorang yang membuat Gemilang mengerutkan keningnya saat mendengar satu nama yang sangat dikenalnya itu.


Sementara itu, di Indonesia kini sedang heboh dengan pemberitaan tentang seorang perempuan yang hamil karena kekasihnya tapi kekasihnya tak mau bertanggung jawab. Meskipun ia tidak mengungkapkan secara blak-blakan siapa pria yang dimaksud dalam curhatan nya di akun sosial medianya, tapi semua masyarakat dapat menebaknya. Apalagi sang perempuan selama ini selalu membagikan foto-foto kebersamaanya di akun sosial medianya tersebut.


Berbagai umpatan, cacian, dan makian warganet lemparkan pada sosok lelaki tersebut. Tak lupa mereka menghujat sang istri karena dituduh merebut kekasih sang perempuan hamil sehingga sang lelaki meninggalkan kekasihnya tanpa mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pemberitaan itu kian heboh bak bola api yang terus bergulir hingga membakar apapun yang dilewatinya. Tak adanya klarifikasi membuat semua orang kian meyakini pemberitaan tersebut merupakan sebuah kebenaran.


...***...

__ADS_1


...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...


__ADS_2