
Tangan kirinya masih menempel di bagian itu. Dada Lily naik turun seiring dengan deru nafasnya yang terasa tegang.
Ceklek, pintu di buka dari luar. Gegas Lily menarik tangan kirinya. Dokter Yu memandang Lily yang sangat terlihat tegang dan gusar.
"Ada apa?"
"Ti-tidak ada."
Dokter itu berjalan mendekat ke arah Axelo, Lily memilih mundur dengan pikirannya yang mulai kalut.
Lily memperhatikan dokter Yu. Haruskah dia mengatakan nya? Haruskah ia bertanya pada dokter itu tentang reaksi yang Axelo tunjukkan? Bisakah dokter itu di percaya?
"Semuanya normal."
"Baiklah,"
"Apa kau melakukan sesuatu padanya? Wajahmu terlihat sangat tegang."
"UMM... Itu, yaa, tidak ada."
__ADS_1
Dokter Yu masih tampak tak percaya menatap Lily dengan curiga dan menyelidik. Namun, karena Lily tetap bungkam, dokter itu pun melangkah keluar.
Lily yang masih sedikit gamang dan bingung itu, akhirnya memutuskan untuk percaya pada Dokter Yu. Lily menyusul dokter Yu yang sudah berada di depan pintu kamar.
"Dokter!" Panggil Lily diambang pintu.
Dokter Yu menoleh, "iya?"
"UMM, ada yang ingin aku tanyakan?"
"Silahkan!"
"Reaksi tentang?"
"Uummm... Itu... Begini saja, kamu ikutlah masuk, nanti aku akan tunjukkan padamu."
Dokter Yu mengerutkan keningnya. Tanpa menunggu jawaban ataupun persetujuan dokter Yu. Lily langsung menarik tangan pria itu masuk lagi ke dalam kamar pribadi Axelo.
Lily membiarkan dokter muda itu berdiri di ujung ranjang. Sedangkan dirinya sendiri melangkah di sisi tepian ranjang Axelo terbaring. Dengan tanpa ragu, Lily menautkan bibirnya dengan milik sang suami. Mata Dokter Yu melebar dengan aksi vulgar Lily, tangan mungil itu bahkan dengan berani meraba tubuh Axelo dari balik piyama yang suami nya pakai. Lalu berhenti tepat di bagian vital Axelo. Mata Dokter Yu semakin melebar.
__ADS_1
Cepat Lily melepas pangutannya, saat ia sudah merasakan benda itu mengeras. Lalu dengan cepat menarik tangan dokter Yu dan meletakkan di sana. Dokter Yu yang terkejut reflek menarik tangan nya.
"Apa kamu bisa merasakannya dokter Yu. Benda itu mengeras, apa ini hal yang umum terjadi?"
Dokter Yu mengusap wajahnya, menatap Lily dengan pandangan yang entah apa, tapi Lily tau, dokter Yu terlihat sangat terkejut. Apakah ia sudah salah melibatkan dokter itu?
"Sebenarnya, ini perkembangan yang cukup bagus." Ucap sang dokter setelah berhasil menguasai diri.
"Benarkah? Haruskah tuan Douglas tau?"
Wajah dokter itu berubah gugup, tapi dengan cepat dapat di kuasai dan memasang wajah datar."Tidak! Tidak! Maksudku, itu lumrah saja, apalagi kamu melakukan hal semacam itu padanya. Sangat tidak etis jika kamu sampai menunjukan hal seperti tadi."
"Aah, begitu ya? Lalu sebaiknya aku harus bagaimana? Jika ini perkembangan yang bagus, bukankah sebaiknya anggota keluarga tau?"
"Ummm.... Sementara ini biar kita berdua saja yang tau, sebagai terapi, kamu bisa lebih sering-sering melakukan nya." Saran dokter Yu dengan sangat yakin.
"Aahh, begitu ya?"
"Jika nanti dia menunjukan reaksi lain, kamu bisa memberitahukan nya padaku." Lanjut dokter Yu lagi dengan senyum geli di wajahnya. Entah, untuk apa senyum itu, namun cukup untuk membuat Lily bersemu merah.
__ADS_1
"Ummm... Baiklah."