Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif

Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif
chapter 36


__ADS_3

"Iya, aku memang suka dengan uangmu, siapa wanita yang tidak suka dengan uang. Terlebih, Lukas memiliki hutang yang sangat besar pada kalian. Lalu kenapa aku tidak setujui saja perjanjian itu? Yang kunikahi juga seorang pria koma yang mungkin sebentar lagi akan mati." Ungkap Lily panjang lebar yang tentu saja langsung membuat Camelia menyungging senyum puas dan menang.


Axelo hanya manggut-manggut, lalu melirik sang kakek yang terlihat berwajah datar.


"Begitu kamu mati aku akan dapat semua warisan, bukankah itu sebuah rejeki nomplok? Tentu saja, apapun yang bibi minta aku akan lakukan. Aku bahkan berencana menipunya dan membawa kabur semua hartamu. Sayang nya, kamu justru bangun bukannya mati." Oceh Lily meski semua itu bertentangan dengan kata hatinya. Tapi ia harus lakukan untuk menghancurkan hati Axelo. Dan tentu saja membuat Camelia senang. Setidaknya, ia harus membuat dirinya selamat, tanpa Lily berpikir jika Axelo jauh lebih mengerikan dari Camelia.


Axelo menatap Lily yang terus mengoceh, lalu pria itu menyobek surat perjanjian di tangannya. Seketika ocehan Lily terhenti. Ia pikir Axelo sangat marah padanya hingga tanpa sadar menyobek surat perjanjian itu menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Sedangkan Camelia, terlihat sangat gusar. Alat yang akan dia gunakan untuk menyeret Lily ke penjara bersamanya hilang sudah.


Setelah menyebar potongan kecil surat perjanjian itu depan mata Lily. Axelo menarik tangan Lily hingga terduduk di lantai dan bersimpuh di depannya. Axelo meraih dagu Lily dengan jari. Memaksa Lily menatap wajah dan hazel matanya.


"Setelah beberapa hari tak melihatmu dan mendengar ocehanmu. Aku pikir kamu menjadi sangat cerewet sekarang." Ucap Axelo, menyeka bibir Lily dengan jembolnya."Apa Lily ku sudah kembali?"


"A-apa maksudmu?" Tanya Lily dengan sangat gugup, apalagi wajah Axelo sangat dekat saat ini.

__ADS_1


"Kamu tidak tau? Apa otak ini hanya pajangan?" Tukas Axelo mengetuk-ngetuk dahi Lily.


"A-aku hanya mencintai uang mu, aku tidak tulus padamu. Aku sangat mengharapkan mu mati.."


Sejurus kemudian, Lily sudah merasai lidah Axelo di dalam rongga mulutnya. Membelai lidahnya dengan sangat lembut. Pria itu bahkan menarik tubuh Lily hingga ke pangkuan tanpa melepas pangutannya.


Melihat tindakan tak terduga Axelo tentu membuat Camelia sangat terkejut dan menggeram karena rencananya seperti nya gagal.


Axelo tersenyum lebar, melihat wajah Lily yang memerah.


"Aku suka kejujuranmu. Bagus kalau kau suka uangku, akan ku berikan lebih banyak jika kamu bisa memuaskanku."


Mendengar ucapan Axelo yang terkesan melecehkan nya secara verbal. Lily mengangkat tubuh hendak beranjak, namun tertahan oleh tangan kekar Exelo. Pria itu bahkan tersenyum menyebalkan,

__ADS_1


"Kamu semakin menggemaskan."


"Axelo!" Sentak Camelia karena Axelo sepertinya tak begitu memperdulikan dirinya dan hanya menatap Lily seorang.


"Bibi, sebaiknya persiapkan tenagamu untuk menghadapi teman-teman di hotel prodeo." Ucap Axelo tenang. Namun sukses membuat Camelia melongo.


"Kakek, aku masih ada urusan dengan istriku. Aku serahkan bibi Camelia pada mu, aku tau kakek akan berlaku adil." Ucap Axelo berdiri dan menggenggam tangan Lily.


"Raize, urus masalah kantor sampai beberapa hari kedepan." Titah Axelo sembari berjalan keluar dari ruangan meeting kecil itu, tentu saja, tangannya tak lepas menggenggam tangan Lily.


Di dalam lift hanya ada Axelo dan Lily. Dalam diam, tanpa ada yang bersuara. Mata Lily menatap tangannya yang di genggam erat oleh Axelo. Lily mencoba menarik tangan nya, sayang, Axelo justru memasukkan tangan itu ke saku celananya. Itu membuat Lily makin menunduk dan tak mengerti.


Jantung Lily terus berdetak sangat kencang, tubuhnya terasa sangat lemas. Pikirannya terus menerka-nerka apa yang akan Axelo lakukan padanya. Apakah Axelo marah? Apakah Axelo akan menyakitinya? Apakah Axelo akan memperkosanya? Atau akan menjebloskannya ke penjara karena sudah menipu? Pikiran Lily sangat kacau saat ini. Gadis itu terus menunduk dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2