
"Halo?"
("Lily! Ini papa nak.")
Lily merasa jengah, papanya menelpon biasanya hanya karena sesuatu, seperti sebelumnya. Selama ini bahkan Lukas seperti nya lupa akan keberadaan dirinya.
"Ada apa, pa?"
("Lily, tolong bantu papa, perusahaan papa berada di ujung tanduk. Bantu papa dengan meminta suntikan dana pada ...")
Geram, Lily lantas mengakhir sambungan telpon. Dan menonaktifkan nomornya.
"Berani sakali papa memintaku untuk mengeruk harta tuan Douglas." Gerutu Lily kesal."Apa ia sama sekali tak memikirkan ku yang hampir mati dan di lecehkan di sini?"
Dada Lily naik turun, mencoba mengurai emosi di dadanya. Lily berjalan menuju mini bar. Lalu mengambil sebotol Vodka dan menengahnya langsung dari mulut botol.
Rasa marah akan sikap Lukas yang pilih kasih dan terus memanfaatkan dirinya membuat Lily terus di liputi amarah. Gadis itu terus menenggak minuman keras hingga dirinya merasa lebih baik dan mabuk.
Lily berjalan sempoyongan ke kamarnya. Dan berdiri di samping ranjang. Menatap wajah sang suami yang setia menutup mata dan tak bergerak.
Tanpa membersihkan diri atau pun berganti baju. Lily lantas menaiki ranjang dan tidur di sisi Axelo. Tangan Lily menyibak selimut suaminya. Meraba tubuh itu, dan merasai otot-otot Axelo dengan tangannya.
"Suamiku, apa yang kamu lakukan sampai punya tubuh seindah ini?" Racau Lily.
Perlahan jemari Lily dengan nakal melepas kancing atas piyama Axelo. Lalu jemarinya bermain-main dengan put-ting dada Axelo.
__ADS_1
"Suamiku.... Kenapa...."
Lily terlanjur mabuk, hingga dirinya berhalusinasi. Melihat Axelo membuka mata dan bangkit dari tidur panjangnya.
"Ooohh, suamiku? Kamu bangun rupanya? Hahahahaha..."
"Kenapa terus mengerjai tubuhku? Apa itu sangat menyenangkan bagimu?" Axelo menindih tubuh istrinya, dan melummat bibir mungil itu tanpa ampun.
"Oooohh......."
Malam itu, Lily merasakan tubuhnya melayang, menjadi lebih tinggi dan rendah. Berada diantara awan awan yang putih dan lembut. Lalu jatuh dalam kubangan lumpur yang lengket. Dan tiba-tiba segalanya menjadi tenang...
Lily membuka matanya, tubuhnya terasa sangat berat dan remuk. Kepala nya juga sangat pusing.
"Aaaarrrrrgggggg, ya ampun... Kepala ku..."
Lily menendang ujung kaki Axelo dengan kakinya.
"Hei! Apa kau sadar semalam? Suamiku?"
Lily mengacak rambutnya kasar hingga rambut itu sangat berantakan. Lily menendang lagi kaki suaminya.
"Hei! Apa kau bangun semalam?"
Lily mengusap wajahnya dan menyembunyikan wajah cantik itu di dalam telapak tangannya.
__ADS_1
"Aaaarrrrrgggggg, aku pasti sudah gila. Bagaimana bisa seorang vegetatif bangun dan tiba-tiba bercinta denganku? Kau pasti sudah gila Lily! Kau terlalu banyak baca novel roman sampai kau terus bermimpi dan berhalusinasi!" Teriak Lily tanpa sadar karena terlalu kesal.
Lily mencoba menggerakkan kaki untuk turun dari ranjang. Tapi ia merasa sangat nyeri dengan bagian vitalnya.
"Aaaarrrrrgggggg!!" Lily memekik. Pikirannya berlomba mencari jawaban, kenapa?
Lily melirik suaminya. Masih tak bergerak dengan baju dan selimut yang sama dan posisinya tak bergeser sedikitpun.
"Apa aku semalam terlalu mabuk? Lantas, aku mengorek-orek sendiri dengan jari ku?"
Mulut Lily reflek terbuka lebar. "Itu gila! Ya Tuhan! Apa aku memang sudah gilla?"
Lily makin frustasi memegangi kepalanya, dan rambutnya makin terlihat berantakan.
Lily benar-benar sudah turun dari ranjang. Tangannya menyibak dengan cepat selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya. Lily memperhatikan seprai yang dia tiduri. Bersih.
"Tidak ada darah di sini! Jadi benar aku mengorek-orek sendiri dengan jari ku sampai sesakit ini?" Gerutu Lily merasa ngilu, "astaga...."
Lily berjalan tertatih memasuki kamar mandi sembari terus mengomel dan menggerutu.
"Sudahlah, lupakan saja kebodohanku karena mabuk." Putus Lily meletakkan Baskom untuk membersihkan tubuh Axelo. Seusai ia membersihkan diri nya sendiri.
Setelah membersihkan tubuh Axelo, Lily tersenyum lebar melihat suaminya kini sudah tampak sangat tampan dengan piyama berwarna ungu motif bunga lonceng yang Lily pesan semalam melalui aplikasi belanja online.
"Suamiku, aku membeli dua piyama yang couple. Sekarang kita pakai yang ini dulu, nanti malam kita pakai yang motif hello Kitty ya?"
__ADS_1
Lily tertawa sangat lebar, entah kenapa dia selalu merasa senang dan bahagia setiap kali selesai mendandani dan mengerjai tubuh suaminya. Seperti boneka Barbie besar.