Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif

Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif
Chapter 25 - Sadar?


__ADS_3

Lily merasakan tubuhnya tak lagi tertindih. Bahkan sesapan di dadanya tak lagi ia rasakan. Lily memberanikan diri membuka mata. Tubuhnya yang terbuka itu perlahan tertutup selimut. Suara geraman keras terdengar jelas dari sisinya. Lily melihat sosok itu dengan mata yang terbuka lebar. Duduk berjongkok siap menerjang, gigi-gigi yang berderet dan bergemelutuk terdengar semakin keras.


Sosok itu, tiba-tiba melompati tubuh Lily dengan sangat cepat. Lily melihat ruang di sisi kirinya kosong. Lalu berganti melihat ke arah berlawanan. Pria dengan piyama motif hello Kitty berwarna pink berdiri dan menghujam seorang Russel yang tak berdaya di atas lantai.


"Dengan apa kau sudah menyentuhnya?"


"Ax-axelo!?"


"Dengan tangan mana kau sudah menyentuhnya, brengsek?"


Axelo berjalan semakin dekat dan menginjak tangan Kanan Russel yang bertumpu di lantai menopang tubuhnya.


"Aaaarrrrrgggggg!"


Axelo menginjak sekaligus menekan pijakannya.


"Arrrgggg!" Russel mengerang panjang.


Merasa sangat muak, Axelo menendang wajah sepupunya dengan kaki yang lain, sementara kaki kanannya masih berpijak pada tangan Russel.

__ADS_1


"Aaarrrggg!!!"


"Sepertinya kau udah menggunakan kedua tangan untuk menyentuh milikku!" Ucap Axelo dingin dan menekan, tangannya mengambil hiasan guci di tas meja. "Harus di hancurkan!"


Guci itu menghujam tangan Russel yang satu lagi.


"Aaarrrggg!!! Bajingan kau, Axelo!"


Cairan merah keluar dari tangan Russel yang mengerang kesakitan.


Axelo tertawa, tawa jahat yang sangat mengerikan. Lily terdiam mematung di atas ranjang dengan tubuh yang tertutup selimut itu. Tubuhnya berguncang hebat menyaksikan bagaimana Axelo menyiksa Russel membuat Lily sangat syok. Lily sudah terguncang dengan semua yang Russel lakukan masih harus melihat suaminya dengan bengis menyiksa sepupunya sendiri.


"Su-su-suami-ku...."


Walau lirih dan serak, Axelo dapat mendengar suara Lily memanggil nya. Pria tampan yang sedang diliputi amarah itu, menoleh bertepatan dengan pintu kamarnya yang terbuka lebar.


Raize, dan dua pengawal yang berjaga di depan pintu masuk lebih dulu, lalu di belakang mereka menyusul Camelia dan Elvan. Kesemuanya sangat terkejut melihat Axelo berdiri di atas kakinya sendiri. Di depan Russel yang sudah lemas dan berdarah di atas lantai.


Mulut Camelia terbuka lebar tak percaya dengan yang baru saja dia saksikan. Seorang yang seharusnya dalam keadaan vegetatif berdiri dan mendominasi atas anaknya.

__ADS_1


"Russeel!"


Camelia berlari mendekat dan memeluk tubuh Russel.


"Jahanam, kamu Axelo! Apa kau terbangun untuk menghajar anakku? Apa masalahmu haahh?? Biadab!" Umpat Camelia lalu menatap dua orang penjaga yang berdiri di dalam ruangan itu.


"Apa yang kalian lakukan?! Cepat tangkap dan lumpuhkan dia!" Perintah Camelia dengan teriakan yang menggema di seluruh ruangan.


Axelo tersenyum jahat.


Tak ada satupun yang berani bergerak dan mengikuti perintah Camelia.


"Apa-apaan kalian! Kenapa diam saja? Tangkap penjahat ini!" Bentak Camelia semakin meradang. Namun, satupun tak ada yang bergerak, senyuman jahat Axelo semakin nyata.


"Elvan! Kenapa kau diam saja! Ayah! Apa kalian akan diam saja dengan semua ketidak Adilan ini?"


Tuan Douglas menyapu pandangan matanya. Melihat Lily di atas ranjang terlihat berantakan meski sudah tertutup selimut, gadis itu tak henti menangis dan gemetar. Russel yang sudah bertelanjang dada dengan celana yang sedikit longgar karena kancingnya sudah lepas. Dan kemarahan Axelo.


Tuan Douglas menghela nafas nya panjang.

__ADS_1


"Russel! Apa yang kau lakukan di kamar Axelo dan Lily?" Suara tanya keluar dari mulut tuan Douglas terdengar tegas. "Kau tidak sedang mencoba memperkosa istri sepupumu, kan?"


__ADS_2