Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif

Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif
chapter 52


__ADS_3

Russel mengendap-endap keluar dari kamarnya. Melangkah di tengah malam yang pekat, pria itu memakai pakaian serba hitam, tak lupa memasang topi. Mata Russel menari kesana kemari, memastikan pergerakannya tak di sadari oleh penjaga dan pelayan di rumah itu.


Russel terus berjalan dengan langkah berhati-hati tapi cepat. Russel menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan keadaan aman untuknya kabur. Rencana malam ini ia akan kabur dengan bersembunyi di dalam peti yang mengangkut sayur dan bahan makanan. Langkah Russel telah sampai di gudang tempat penyimpanan barang. Russell menyusuri tempat itu dan menunggu kapal yang biasa di gunakan untuk mengangkut bahan makanan.


Selama beberapa hari Russell terus memperhatikan kapan kapal itu keluar masuk, siapa saja dan bagaimana. Sampai ia cukup yakin untuk menyelip bersama dan kabur. Russell mengendap mendekati kapal saat ia merasa keadaan cukup aman meski ada beberapa penjaga dan orang yang keluar masuk. Pria itu awalnya bersembunyi di bayangan gelap kapal, lalu segera masuk ke dalam kapal begitu ia memiliki celah. Di dalam kapal Russell masih mencari tempat bersembunyi diantara peti-peti kosong di dek.


Kapal pengangkut bahan makanan itu mulai berlayar meninggalkan pulau tempat Russel diasingkan. Russell tersenyum, akhirnya, ia keluar juga dan bersiap untuk membalas dendam pada Axelo dan Lily.


***


Tubuh Lily menggeliat dalam dekapan hangat Axelo. Setelah pertempuran panas mereka semalam, Lily merasa cukup lelah untuk bangun. Tapi, ia harus menyiapkan sarapan untuk suaminya. Meski sudah ada koki yang memasak dan para pelayan yang siap memberikan pelayanan terbaik. Tetap saja, Lily ingin menyiapkan sendiri. Lily mengerjab dan membuka mata, menyingkirkan tangan Axelo yang masih melintang di perutnya. Lily duduk di bibir ranjang, mengambil ikat rambut di atas nakas, lalu mengikat rambutnya tinggi. Wanita cantik itu mulai melangkah perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Seusai membersihkan diri dan berganti pakaian, Lily berjalan menuruni tangga, melangkah menuju dapur. Menyapa para koki dan pelayan. Hampir satu jam lamanya Lily berkutat di dapur, sekedar membuat sarapan sederhana untuk Axelo. Setelah memastikan semua siap, Lily kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya.


Pintu di buka dari luar, melihat pria bertubuh proporsional itu masih nyaman terbaring di atas ranjang dengan tubuh bagian atas yang di biarkan terekspose sempurna. Memanjakan mata penikmat roti sobek, termasuk Lily.

__ADS_1


"Semua wanita normal bersedia mengantri untuk menaiki ranjangnya. Buruknya, aku salah satunya." Gumam Lily memandang sang suami yang merasa tak terganggu dengan tatapan buas dan liur Lily yang menetes.


Lily menarik selimut yang menutupi bagian pinggang ke bawah.


"Oohh, my God! Berapa kali pun aku melihat, tetap saja itu sangat menggoda. Aaahhh, tenangkan diri mu Lily. Kamu baru saja menikmatinya semalam, jangan bertindak gila pagi ini." Gumam Lily lagi pda dirinya sendiri.


"Suamiku, ayo bangun! Ini sudah pagi!"


Axelo menggeliat, membuka matanya yang terasa sangat berat.


Axelo menatap Lily yang berdiri di sisi ranjang dengan tangan yang terlipat di dada beserta dengan selimut di sana.


"Apa kau sedang menelanjangi ku sekarang?"


"Bangun!"

__ADS_1


"Bangun?" Axelo melihat ke bawah, tepat di bagian vitalnya."Aahh, kau ingin sesi pagi rupanya."


Mata Lily melebar, "bukan! Bukan!" Lily melempar selimut untuk menutupi tubuh Axelo."Bangun dan pergi kerja! Ini sudah pagi, ingat, kau harus menghasilkan uang." Omel Lily yang sudah cemas jika Axelo sampai beraksi lagi pagi ini.


"Iya, iya, dasar matre!" Axelo segera bangkit dan melangkah ke kamar mandi. Karena pagi ini satu kecupan saja ia tak dapat.


Seusai sarapan, Axelo menyempatkan diri mengantar Lily ke butik.


"Sayang, telpon aku jika mau pulang, nanti aku jemput."


"Baiklah, hati-hati di jalan." Ucap Lily tersenyum dan melambaikan tangan pada pria yang kini berada di belakang kemudi itu.


Di kejauhan, seorang pria bertopi hitam menyalakan sebatang rokok yang terapit di antara bibirnya. Kepulan asap putih keluar dari mulut yang sedikit terbuka. Mata tajam yang senantiasa mengawasi Lily yang tersenyum melambaikan tangan ke arah mobil Axelo yang menjauh. Sampai Lily melangkah dan memasuki butiknya. Pria itu sudah pasti Russell yang berhasil kabur dan mengawasi Lily.


Selama dua hari ini, pria itu sudah mengintai dengan penyamaran. Mulai dari kediaman Axelo sampai ke butik Lily. Mencari celah dengan waktu yang sangat terbatas. Ia harus bertindak sebelum Axelo mendengar kabar bahwa dirinya telah kabur.

__ADS_1


__ADS_2