Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif

Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif
Chapter 55


__ADS_3

"Apa mau mu, Russell?"


Russell menyeringai, "Mau ku? Tembak kepalamu sendiri, Axelo!"


Hening, Axelo masih menggeretakkan giginya saling beradu. Ia sangat tau Russell memang membencinya, sejak dulu Russell memang selalu berusaha mengambil apapun yang menjadi haknya. Bahkan, Angelica pun tak luput dari Russell. Sayangnya, Angelica memang wanita jallang yang mudah tergoda. Axelo tidak mempermasalahkan karena memang ia tak segila itu mempertahankan wanita yang dengan suka rela menyerahkan tubuhnya pada pria lain. Tapi, Lily berbeda, wanita yang satu ini berperan besar dalam mengumpulkan bukti kejahatan Camelia dan Elvan. Dia juga menjaga diri dari bujuk rayu Russell sampai mendapatkan pelecehan dari sepupunya.


"Ayo! Kenapa ragu? Atau kau lebih suka melihat kepala wanitamu menyentuh aspal dengan keras?" Russell sedikit mengangkat kakinya yang berpijak pada tali yang menggantung tubuh Lily. Karena berat badan Lily, otomatis tubuh Lily yang menggantung itu hampir menghantam aspal. Namun, dengan segera Russel menginjak lagi tali itu agar tubuh Lily menggantung. Melihat seberapa paniknya Axelo, Russel tertawa puas.


"Jadi kau akan menukar nyawamu dengan nyawanya?" Kekeh Russel mendengar teriakan Axelo yang tadi sempat membuatnya menahan lagi tali Lily.


Axelo berpikir keras, dan terus mencari celah untuk melumpuhkan Russell tanpa melukai Lily ataupun dirinya sendiri. Tangan Axelo bergerak mengangkat pistolnya.


"Jangan bodoh, Axelo!" Seru Lily yang tergantung di ketinggian lebih dari empat meter itu.


"Aku tidak bertindak bodoh! Kau mau aku tersiksa melihat istriku dalam bahaya?" Tukas Axelo.


"Lalu, kau ingin aku yang tersiksa melihat suamiku mati menembak kepalanya sendiri?"


"Ck! Diamlah, kenapa kau sangat ceroboh membiarkan dirimu di culik? Jika tidak aku tak perlu seperti ini!"


"Jadi kau menyalahkan ku? Kau pikir aku senang di culik?"


"Haha, kupikir kau memang menikmatinya, sampai bersedia di culik oleh orang yang sama!"

__ADS_1


Russell mendengar pertengkaran suami istri itu merasa sangat senang. Pria itu tertawa terbahak-bahak, tanpa tau jika itu adalah satu trik yang Axelo gunakan untuk membuat Russel lengah. Saat melihat celah, Axelo memberi perintah pada Raize untuk menyergap Russel dengan lirikan matanya. Asisten setia Axelo itu sudah standby di ujung atap untuk menyergap Russell. Begitu mendapat sinyal, ia langsung bergerak dengan cepat. Russel menyadarinya, mengarahkan pistol ke arah Raize. Tentu itu membuat keseimbangan Russell goyang. Suara tembakan terdengar dua kali, bersamaan dengan tali pengikat Lily yang terlepas. Dengan gerakan cepat, Axelo berlari ke arah bawah Lily.


Istri Axelo itu sudah pasrah jika ia harus mati dengan cara seperti itu. Namun, ia sedikit pun tak menaruh dendam pada Russell.


BRAAAKKK!


Lily membuka matanya yang sempat terpejam, melihat kini tubuhnya diatas tubuh Axelo yang siap menangkap dirinya. Lily tersenyum merasa lega, namun berbeda dengan Axelo, melihat seberapa berantakan tubuh istrinya dengan pakaian yang robek sana-sini dan bekas tanda kemerahan di tubuh atas Lily. Membakar emosi Axelo. Pria pendendam itu mengangkat tangannya yang masih memegang pistol. Dan mengarahkan ke kepala Russel yang berhasil di ringkus oleh Raize dan beberapa orangnya.


Jari Axelo bersiap menarik pelatuknya, namun jemari itu terhenti oleh tangan Lily. Axelo yang masih di liputi amarah berganti memandang sang istri yang tergolek lemas dalam pelukannya.


"Aku tak mau ayah dari anakku menjadi seorang pembunuh." Ucap Lily lirih memandang suaminya sayu.


Amarah itu belum sirna sepenuhnya, akan tetapi, perlahan tangan Axelo turun dan berganti memeluk erat tubuh Lily. "Maafkan aku yang lalai dalam menjagamu, istriku..." Sesal Axelo menahan semua gejolak di dalam dadanya.


Gigi Axelo bergemelutuk menahan amarahnya, ingin segera menghabisi Russell, tapi ia teringat dengan kalimat terakhir Lily. Gegas Axelo mengangkat tubuh istrinya.


"Siapkan mobil ke rumah sakit!"


Di rumah sakit, Axelo duduk di depan ruang tindakan. Menunggu dengan tubuh membungkuk dan menyembunyikan wajahnya di telapak tangan. Dalam hatinya, Axelo berdoa untuk keselamatan sang istri. Di ujung lorong, kakek Douglas berjalan mendekat bersama dua orang pengawal setianya.


"Axelo!"


Mendengar namanya disebut oleh sang kakek, Axelo mengangkat kepalanya. Menoleh ke arah suara itu berasal. Axelo menatap sang kakek sinis. Ia ingat bagaimana kakeknya menyembunyikan kenyataan bahwa Russel melarikan diri sampai kejadian penculikan Lily tak dapat ia minimalisir.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Lily?"


"Masih di tangani dokter."


"Kakek turut menyesal...."


"Sudah sepantasnya kek, kakek tidak mengatakan kepadaku tentang Russell yang melarikan diri. Hingga Lily harus mengalami hal buruk seperti ini." Potong Axelo sarkas."Ini tidak lepas dari andil kakek."


Jelas Axelo tengah menyalahkan dirinya kini. Tuan Douglas tak dapat berkata, namun pengawal setianya tidak terima dia di salahkan.


"Jangan menyalahkan tuan Douglas, tuan muda. Walau bagaimanapun, beliau sudah mengantisipasi dengan memperketat penjagaan di mansion milikmu."


Axelo tersenyum smirk. "Di kala siang, mansion tidak ada orang. Untuk apa menambah penjaga? Baik aku ataupun Lily berada diluar. Penjagaan yang sangat tidak tepat. Jika kakek memberi tahuku, aku lebih tau siapa untuk di kejar."


"Itu yang aku hindari Axelo." Akhirnya sang kakek membuka suara. "Kakek tau bagaimana sifat mu. Walau bagaimanapun, Russel tetaplah cucu kakek."


Axelo tertawa, tawa mengerikan yang membuat para penjaga kakek Douglas itu merinding. Lalu tawa itu seketika berhenti, tatapan Axelo berubah menjadi sangat tajam dan dingin.


"Kali ini aku biarkan dia mendekam di penjara atas belas kasih dari istriku. Tapi, jika sesuatu terjadi padanya, aku bersumpah akan memburu nya di penjara."


Tuan Douglas tersenyum tipis, ia sangat mengerti arti dari ucapan Axelo. "Kakek sudah sangat tua, kakek bahkan sudah tak bisa mengatasi pertengkaran cucu kakek sendiri."


Pintu ruang tindakan di buka. Munculah beberapa dokter dan perawat dari sana.

__ADS_1


"Keluarga Nyonya Lilyana whites ."


__ADS_2