Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif

Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif
Chapter 28 - Masih flash back


__ADS_3

Masih flash back


Setelah melalui banyak hal dan menimbang untung ruginya, Camelia pun memilih Lukas. Dan berakhir pada pernikahan Axelo dan Lily yang memang hanya orang terdekat yang mengetahui hal itu.


Namun, sayang, rencana Camelia untuk menyetir dan memanfaatkan Lily, harus kandas. Karena gadis itu justru lebih banyak melawan dan menentang meski mereka memiliki perjanjian bersama. Camelia harus membuat Lily patuh lagi.


Di ruangan Axelo.


"Sialan gadis itu, jika aku bangun nanti, habis dia, apa begitu menyenangkan mengumpati dan mengerjai tubuhku? Bagaimana bisa kakek menjadikan wanita seperti itu sebagai istriku." Axelo menggerutu begitu selesai membersihkan tubuhnya sendiri. "Lihat saja nanti, akan kubuat kau merasakan akibatnya."


Dari ponsel yang dia sambungkan pada cctv di depan kamarnya, tampak Lily sedang berjalan menuju pintu kamar. Gegas Axelo mematikan dan menyimpan ponselnya. Lalu berbaring dengan rapi seperti sebelumnya.


Tak lama terdengar suara pintu ditutup, lalu kursi di tarik dan hening sesaat. Axelo masih dalam kepura-puraan. Dan tak lama terdengar suara isak tangis di sampingnya.


'apa ini? Kenapa gadis ini malah menangis?' pikir Axelo tanpa membuka matanya. Suara tangisan Lily terdengar tanpa jeda dan pilu. Membuat Axelo merasa iba dan nyeri. Gadis kecil yang biasa bersemangat menganggunya, kini menangis tersedu membuat Axelo merasa tak terima.


"Siapa yang membuatnya menangis? Siapa yang membuatnya menangis seburuk ini?" Gumam Axelo dalam hati yang sudah mulai panas karena tangisan pilu yang tak kunjung usai.

__ADS_1


Hingga satu jam berlalu, dan suara isakan Lily tak terdengar lagi. Di gantikan oleh suara pintu kamar mandi yang di tutup.


Axelo membuka matanya, tak pernah sekalipun melihat gadis ceria yang selalu mengerjai tubuhnya itu sampai menangis selama dan sesak itu. Axelo memanggil Raize.


"Kenapa dia menangis?" Tanya Axelo tanpa bangkit dari pembaringan nya.


"Tadi, saya bertemu dengannya, dari arah gudang belakang. Pakaian sudah robek, karena itu saya pinjamkan jas padanya. Lalu saya menyelidiki apa yang sudah terjadi, sepertinya nona Lily memdapat tekanan dari Nyonya Camelia dan dua orang bodyguard nya." Jelas Raize.


"Malam ini, aku ingin bertemu dengan dua orang itu." Axelo mengepalkan tanganya karena emosi. "Dan Camelia, akan aku bereskan setelah semua bukti terkumpul."


"Biar saya yang tangani tuan. Anda tidak perlu bertindak."


Setelah memastikan Lily tertelap, Axelo bangun dan mengganti pakaiannya dengan baju serba hitam serta penutup kepala. Tak lupa memastikan pintu kamar nya terkunci.


Axelo mengendap melalui jendela dan merambat di tembok bangunan lalu melompat turun dari ketinggian dua lantai itu.


Di bawah, Raize sudah menunggu. Mereka bergerak dengan cepat ke gudang bawah tanah. Untuk menemui dua orang yang sudah menyentuh Lily. Saat ini Lily sendiri sedang terlelap dibawah selimut yang hangat dan nyaman karena pengaruh obat penenang yang di campur ke dalam makanan. Agar, tak terbangun saat axelo tak ada di kamarnya.

__ADS_1


"Uuuggggghhhhhh..." Suara erangan terdengar beberapa kali.


Dua orang yang pernah berbuat kurang ajar pada Lily itu mendapatkan banyak pukulan dan siksaan dari Axelo.


"Katakan! Di bagian mana lagi kalian menyentuhnya?" Tanya Axelo dingin dan tajam.


Eric dan Regan hanya bisa mengerang kesakitan di atas lantai bawah tanah itu. Bercak darah berceceran dan muka mereka sudah lebam-lebam.


"Masih tak mau menjawab juga?" Axelo berjongkok di depan tubuh kedua algojo Camelia yang menatap nanar padanya.


"Beraninya menyentuh milikku. Kalian sudah bosan hidup, humm?"


Setelah puas melampiaskan kekesalannya. Axelo berjalan keluar dari ruang bawah tanah.


"Singkirkan mereka, tak satupun yang memiliki informasi yang kita butuhkan."


"Baik." Tunduk Raize.

__ADS_1


"Bawa mereka ke laut. Dan tinggalkan dengan satu sekoci. Agar mereka merasakan siksaan kehausan di tengah kubangan air."


"Baik."


__ADS_2