Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif

Istri Tangguh Untuk Pria Vegetatif
Chapter 29 - POV Axelo


__ADS_3

Hari berikutnya, Axelo yang mendengar Lily bergumam tentang bukti dan mencari hp miliknya. Demi menyempurnakan semua sandiwaranya, Axelo menyimpan ponsel yang biasa dia pakai mati karrna habis batre. Dan menyimpan ponsel jenis yang sama untuk berkomunikasi dengan Raize.


Begitu Lily memasuki kamar mandi, Axelo bergegas mengganti kedua ponsel itu. Hingga bukti itu Axelo dapatkan berkat Lily.


"Raize! Periksa rekaman ini. Dan periksa semua tempat yang Camelia sebutkan." Ucap Exelo begitu Raize datang memenuhi panggilan nya saat Lily tak ada di kamar."kau tau apa yang harus kau lakukan selanjutnya kan?"


Raize menunduk patuh sembari menyimpan ponsel milik Axelo.


***


Setiap hari, Axelo mendengarkan semua celotehan Lily. Tanpa sadar ia menikmati semua sikap usil Lily padanya. Dari menjadikan wajahnya sebagai kanvas, sampai mengganti motif piyama milik nya yang semua manly menjadi girly. Ataupun saat gadis itu membacakan novel yang jelas bukan seleranya.


Setiap malam kala Lily terlelap, Axelo membuka mata. Menatap wajah ayu milik istrinya yang tenang seperti bayi.

__ADS_1


"Padahal, kamu tak pernah bisa diam setiap kali terjaga. Tapi, bisa tidur setenang ini, seperti bayi." Axelo mengusap wajah Lily dengan jarinya. Kulit mulus wanita cantik itu serasa begitu halus. Hingga jari Axelo meluncur bebas dan terhenti di bibir Lily.


Ada yang bergejolak di dadanya. Ingin merasakan bibir penuh yang menggemaskan itu. Yang tiada henti bersuara kala terjaga.


"Kamu memang mata-mata terbaik yang kakek pilih. Aku tidak tau bagaimana kakek bisa sampai menjatuhkan pilihan padamu. Terima kasih." Ucap tulus Axelo.


"Tetaplah berada di sisiku. Sebagai kompensasi, aku berikan hadiah untukmu."


Axelo memberikan sebuah ciuman yang Lily inginkan. Walau sesungguhnya Axelo pun menginginkannya.


"Sial!" Umpat Axelo dalam hati, yang tak bisa mengendalikan hal seperti ini."apa yang akan ia lakukan sekarang? Dia pasti curiga."


Lalu terdengar suara dokter Yu. Bahkan ketika dokter itu pergi dan semuanya menjadi hening. Axelo masih meruntuki dirinya sendiri. Sebuah ciuman dari Lily yang langsung membangkitkan hasratnya.

__ADS_1


Lalu, Axelo merasakan Lily menciumnya lagi. Melakukan hal yang sama. Axelo bahkan merasa geram sekaligus senang dengan saran dari Dokter Yu untuk lebih sering berciuman. Jelas sekali dokter itu sedang menertawai.


"Sialan kau yu. Lihat saja nanti!" Gumam Axelo dalam hati.


Hingga malam itu, Axelo mengadari Lily tengah mabuk. Bau alkohol sangat menyengat dari tubuh Lily. Lily tak mengeluhkan tentang apa yang membuat gadis itu mabuk. Justru sibuk mengusili tubuh Axelo dan memuji keindahan tubuh sang suami. Dan Axelo tidak dapat lagi menahan hasrat di dalam tubuhnya.


Lalu pria itu membuka matanya, menyergap Lily dengan kehangatan dan kelembutan yang nyata. Malam itu, untuk pertama kalinya, Axelo merasakan keindahan tubuh Lily. Menikmati berada diatas awan yang membuainya.


Axelo membungkus tubuh Lily dengan selimut. Lalu memindahkan nya ke sofa kamar. Mengganti sprai yang terkena bercak darah keperawanan sang istri. Dan menutup semua jejaknya. Sprai yang sudah menjadi saksi, ia serahkan pada Raize untuk di bereskan. Asisten setianya itu tersenyum tipis melihat sprai bernoda itu. Tuannya sangat tau memanfaatkan situasi untuk menuntaskan hasratnya yang tertahan karena sandiwara vegetatif nya.


Hingga malam nahas itu terjadi. Axelo terkejut saat sadar dari tidurnya. Mendengar suara tangisan Lily. Meski tak membuka mata, Axelo tau, ada Russel di sana. Berbicara dengan nada melecehkan.


Axelo berperang dalam dirinya. Antara rasa tak terima dan semua sandiwara untuk rencananya dipertaruhkan. Axelo pun merasa heran dengan keributan sebesar itu, namun penjaganya tak ada satupun yang masuk.

__ADS_1


Mendengar tangisan Lily dan permintaan maaf yang sangat menyayat hatinya. Axelo tak kuat, kemarahan di dalam diri Axelo lebih besar hingga mengalahkan semua rencana yang telah di susun dengan sang kakek. Tak mengapa jika bukti itu belum terkumpul semua. Saat ini Lily lebih penting dari segala.


__ADS_2