Istri Tanpa Cinta

Istri Tanpa Cinta
Episode 24


__ADS_3

Amara memutuskan untuk pulang lebih awal.Karena ia tak bisa membendung perasaan yang campur aduk itu.


"Ayo Dim kita pulang saja." Ucap Amara.


"Nona, kenapa kau buru-buru? pesta nya belum selesai,nikmati lah hidangannya dulu!" Tukas Dimas.


"Kalau kau masih menikmati pesta pernikahan ini silahkan saja,aku akan menunggu di mobil," Kata Amara.


"Amara benar Dim, sebaiknya kita pulang saja!" Sambung Marta yang mengerti akan perasaan Amara.


Sambil mendorong kursi roda, Amara pun melangkah keluar meninggalkan altar pernikahan.


"Ah baiklah nyonya dan nona!" Dimas menyusul langkah Amara.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Β 

__ADS_1


Hari berganti hari, kini sudah seminggu Amara hidup seatap dengan madunya. Amara menjalankan tugasnya seperti biasa, memasak, membersihkan rumah dan merawat ibu mertuanya. Beberapa kali, Amara tak sengaja melihat Aska sedang bercumbu mesra dengan Davina istri barunya. Bahkan pria itu memperlakukan wanita itu bak seperti seorang ratu.


Perih? tentu saja sangat perih, bahkan hancur berkeping-keping hatinya. Meski dia juga istri dari Aska, tapi mengapa Aska selalu hanya melihat Davina saja? Kemesraan dan kehangatan tak pernah ia dapatkan dari Aska, karena Aska hanya memberikan semua itu pada Davina. Iri? tentu saja iri, karena Aska sedikit pun tak pernah bersikap adil pada dirinya.


Pagi ini seperti biasa, semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi.


Davina walau dalam keadaan hamil, ia tetap masih menjalankan pekerjaan sebagai seorang Dokter. Padahal Aska sebelumnya sudah memintanya untuk berhenti saja menjadi Dokter, tapi Davina menolak.


Hueek........


"Masakan apa ini, rasanya tidak enak sayang!" Keluh Davina pada Aska.


"Cih......" Davina sedikit kesal mendengarnya.


"Katanya tidak enak, jadi apa salahnya aku bicara seperti itu?"


"Amara....jaga ucapan mu, mengertilah, Davina sedang hamil dan dia mudah sensitif!" Sambung Aska.

__ADS_1


Amara berbalik kesal mendengar ucapan Aska, ia beranjak dari kursi lalu meninggalkan mereka. Tapi baru berapa langkah, Amara berbalik arah.


"Oh ya, jangan lupa nanti piringnya di cuci sekalian ya!" Ujar Amara.


"Amara tutup mulut mu" Seru Aska.


"Apa?? bukan kah kau bilang, kau akan memperlakukan istri mu secara adil?" Tanya Amara menyeringai.


Aska hanya diam dengan segala keheranan atas sikap Amara karena Amara terus saja menyela.


Siang ini, Di Bandara Internasional kota X. Seorang pria berparas tampan berjalan dengan menyeret koper di tangan kirinya, ia melepaskan kaca mata yang sedari tadi bertengger di hidung mancungnya.


Ia mengarahkan pandangannya ke penjuru parkiran bandara mencari seseorang. Tak lama sebuah mobil BMW putih berhenti di hadapannya. Si pemilik mobil tersebut langsung turun dan tanpa aba-aba langsung memeluk pria itu.


"Lama sudah kita tidak bertemu!" Ucap Alden temannya yang sudah janji untuk menjemput.


Ansel Alexander Smith, pria berusia 27 tahun itu memiliki wajah yang tampan, dan tinggi ideal serta bola mata kecoklatan. Wajah tampan dengan rahang yang tegas, membuat semua wanita terpesona dan banyak wanita yang ingin jadi kekasihnya.

__ADS_1


Sudah 5 tahun lamanya Ansel tinggal di luar negeri kini Ansel pulang ke kota asalnya atas permintaan dari orangtuanya. Ayahnya ingin Ansel melanjutkan bisnis yang telah di bangun selama ini. Ansel adalah anak semata wayang, jadi ia bertanggung jawab untuk melanjutkan bisnis sang ayah dan membuatnya mengambil alih perusahaan itu.


Jangan Lupa like, komen dan Vote nya kakakπŸ€©πŸ™


__ADS_2