Istri Tanpa Cinta

Istri Tanpa Cinta
Episode 50


__ADS_3

"Kemana Davina, kenapa jam segini belum pulang juga!" Gerutu Aska sambil mondar mandir mengendong anaknya.


Baru saja berbicara seperti itu, tiba-tiba pintu terbuka dan terlihatlah Davina yang baru saja pulang.


"Apa kau tidak melihat jam, sudah jam berapa ini?" Tegur Aska.


Tapi Davina hanya memalingkan pandangannya tanpa berucap sepatah kata pun.


"Hei....Davina kenapa kau hanya diam saja?" Bentak Aska menghentikan langkah Davina yang hendak menuju ke kamar.


"Apa sih mas, aku capek aku ingin istirahat." Sergah Davina.


"Akhir-akhir ini kau selalu pulang larut malam sampai tidak ada waktu untuk mengurus anakmu sendiri, mau kau itu apa Davina?" Tanya Aska sudah naik darah.


"Lama-lama aku malah curiga dengan kau, apalagi ketika melihat kedekatan mu dengan rekan kerjamu itu!"


"Curiga? hah, curiga apa mas? maksudmu kau kira aku selingkuh?" Tanya Davina.


"Kalau iya apakah benar?" Tanya balik Aska.


Plaaak.....


Davina mendaratkan satu tamparan ke wajah Aska tepat di hadapan anaknya sendiri.


"Aku capek-capek kerja tapi kau malah meneduh ku selingkuh!" Geram Davina.


"Kenapa kau menamparku, padahal aku hanya bertanya padamu!" Kata Aska.


"Sudahlah, aku sangat muak melihat kau!" Kesal Davina, dia langsung melangkah pergi dari hadapan Aska.


Aska menghembuskan nafas kasarnya lalu menggeleng pelan melihat sikap Davina yang seperti itu.

__ADS_1


🥦🥦🥦


"Kau sangat cantik sekali malam ini," Kata Ansel yang begitu terpukau saat melihat penampilan Amara.


Amara tersenyum tipis mendengar pujian dari Ansel.


"Ayo silahkan masuk," Ansel membukakan pintu mobil untuk Amara.


Setelah itu mereka pun pergi ke sesuatu tempat yang sudah di rencanakan Ansel tanpa Amara sendiri ketahui.


"Sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Amara.


"Ke sesuatu tempat yang sangat indah," Jawab Ansel.


Satu jam kemudian, barulah mereka sampai di tempat tujuan. Sebuah cafe mewah di dekat puncak gunung. Ansel sengaja memilih tempat tersebut karena menurutnya tempat ini sangat cocok untuk berkencan malam ini.


Ansel menarik kursi lalu mempersilahkan Amara untuk duduk.


"Jadi kau belum pernah kesini?" Tanya Ansel.


Amara menggeleng. "Tidak dan aku baru tahu sekarang jika ada tempat sebagus dan senyaman ini." Jawab Amara sejak tadi menampilkan senyumannya.


"Baiklah, sekarang nikmatilah makan malam bersama ini." Ucap Ansel juga tersenyum.


Selang beberapa saat setelah selesai makan.


"Amara, aku ada sesuatu untukmu." Kata Ansel.


"Benarkah, apa itu?" Tanya Amara.


"Tunggu sebentar," Ansel melirik ke arah belakang lalu datanglah seorang pelayan yang membawa buket bunga.

__ADS_1


"Ini untukmu....." Kata Ansel sambil memberikan buket tersebut pada Amara.


Amara sejenak merasa bingung.


"Terimalah, ini sebagai tanda terima kasih karena kau sudah mau berkencan denganku malam ini." Ujar Ansel.


Amara tersipu malu saat mendengarnya. "Ah, kau bisa saja."


Amara lalu mengambil buket bunga tersebut lalu menciumnya dan lagi-lagi terlihat senyum lebar di bibir pink Amara.


"Aku suka bunganya..." Lirih Amara.


Mata elang Ansel menatap manik mata indah milik Amara, tersirat cinta yang tulus yang sudah beberapa lama ini Ansel simpan untuk Amara.


"Amara...."


"Iya, ada apa?"


Ansel menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan nya dengan pelan.


"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu."


"Aku tahu kau mungkin menolak, tetapi aku ingin mengungkapkan perasaanku selama ini. Rasanya tidak enak saja jika harus di pendam lama-lama." Ujar Ansel dengan sedikit gugup.


"Apa maksudmu?" Tanya Amara senyumnya mulai memudar.


"Aku mencintaimu." Ucap Ansel dengan tegas. "Jika kau tidak terima dengan cinta ku, kau berhak marah!" Timpal Ansel kembali. Dia memejamkan matanya.


Amara seketika tertegun mendengar apa yang baru saja Ansel ucapkan. Cukup lama dia memandangi Ansel.


"Semua orang berhak atas cinta nya. Mencintai tidak salah, hanya saja setiap orang butuh waktu untuk mencintai lagi ketika hati nya pernah luka." Tutur Amara tertunduk.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan cinta ku?" Tanya Ansel membuka matanya menatap serius Amara.


__ADS_2