
Setelah itu Ansel pun berpamitan kepada istri dan ibu mertuanya untuk pergi ke kantor.
"Sayang aku pamit pergi ke kantor ya, soalnya aku akan bertemu klien ku dari luar kota hari ini. Jika ada sesuatu terjadi dengan mu segera hubungi aku." Ujar Ansel lalu memeluk dan mencium kening Amara tanpa rasa malu di hadapan Herlina.
"Baiklah mas, hati-hati dijalan!" Ucap Amara sambil menerima pamitan suaminya.
Ansel melangkah keluar menuju mobil dengan di antar istrinya sampai depan pintu. Sekali lagi, Ansel mencium kening Amara lalu masuk ke dalam mobil dan berlalu begitu saja.
Sampai mobil suaminya tak terlihat lagi, barulah Amara kembali masuk ke dalam rumah.
***
Pukul empat sore Ansel baru saja pulang ke rumah. Amara yang mendengar suara deru mobil langsung saja bangun dari duduknya lalu menuju ke arah luar untuk menyambut kepulangan suaminya.
"Mas..." Sapa Amara sambil tersenyum mengambil tas kerja milik suaminya.
"Amara...bagaimana mana hari ini apa saja yang kau lakukan?" Tanya Ansel.
"Em...bersih-bersih dan memasak makanan juga untukmu." Jawab Amara sambil berjalan masuk ke dalam rumah dengan Ansel.
"Kau sendiri bagaimana dengan pekerjaan mu hari ini, apakah baik-baik saja?" Tanya Amara.
"Baik-baik saja, tidak ada masalah apapun. Bertemu Klein pun lancar-lancar saja." Jawab Ansel sambil mengusap rambut Amara.
"Syukurlah kalau begitu mas, mandi lah aku sudah menyiapkan air hangat dan pakaian untukmu." Ujar Amara tersenyum.
"Baik Sayang aku mandi dulu." Ansel lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Setelah selesai mandi Ansel pun menuruni anak tangga dan menghampiri Amara yang sedang menyajikan makanan di atas meja makan.
__ADS_1
"Mas...makanlah dulu, aku sudah memasak untuk mu." Ucap Amara.
"Terimakasih sayang, rasanya mempunyai istri yang pengertian dan perhatian sudah membuat ku merasa cukup bahagia." Kata Ansel memuji Amara.
"Ah, kau bisa saja mas." Pungkas Amara.
Ansel menarik kursi lalu duduk menikmati makanan yang telah dimasak oleh istrinya itu. Lagi-lagi Ansel tak habisnya memuji keenakan dari makanan yang Amara masak.
Selesai makan malam, Ansel dan Amara bingung ingin melakukan apa. Ansel memang laki-laki dewasa, tapi belum berpengalaman dalam masalah ranjang. Dia bersandar di dipan sambil melirik ke arah kamar mandi yang di dalamnya ada Amara. Entah apa yang dilakukan oleh istrinya itu, Ansel sendiri tidak tahu.
"Kira-kira sedang apa dia? kenapa lama sekali!" Tanya Ansel pada diri sendiri. "Ah aku tahu, mungkin saja dia sedang siap-siap untukku." Kata Ansel tersenyum lebar.
Dibenak Ansel rasanya sudah tidak sabar lagi untuk bercumbu dengan sang istri.
Ansel menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan.
Tak kala seperti itu tiba-tiba Amara keluar dari kamar mandi.
"Ehem.....sayang....." Tegur Ansel sambil beranjak dari tempat tidur.
"Ada apa mas?" Tanya Amara.
"Em....masa kau tidak tahu?" Tanya balik Ansel.
"Iya nggak tahu!" Ucap Amara sambil mengangkat kedua bahunya.
"Hem....yasudah kalau begitu istirahat lah...!" Ujar Ansel dengan semangat yang hilang. Amara istrinya itu sangat tidak peka apa yang ia mau.
"Iya mas..." Sahutnya.
__ADS_1
Amara memandangi suaminya itu dari ujung kaki hingga kepala, lalu melangkah pelan menuju tempat tidur. "Kau tidak tidur mas?" Tanya Amara.
"Ini, baru akan..." Jawab Ansel lalu naik ke atas tempat tidur.
Pasangan suami istri itu bersandar di dipan, saling pandang lalu menoleh ke lain. Canggung dan kaku namun hati mereka tetap berpacu sangat kencang sejak kemarin. Ansel menggaruk kepalanya tak gatal, pria itu sedang bahagia namun juga di landa kebingungan.
"Kau kenapa mas?" Tanya Amara merasa heran.
"Tidak-tidak apa-apa!"
"Oh aku tahu," Amara tersenyum simpul. Dia baru sadar apa yang sebenarnya Ansel inginkan.
"Maafkan aku ya mas, aku tidak bisa memberimu jatah malam ini. Jadi kau berpuasa saja dulu." Kata Amara.
Ansel yang mendengar itu langsung saja tertegun akan penuturan istrinya.
"Kenapa?" Tanya Ansel dengan mata yang lebar.
"Pagi tadi aku baru saja kedatangan tamu." Jawab Amara.
"Hah, kedatangan tamu? siapa tamunya?" Tanya Ansel yang paham hal seperti itu.
Amara menghela nafas panjang. "Datang bulan mas, aku lagi datang bulan." Ujar Amara.
Wajah Ansel seketika menjadi masam kala mendengarnya.
"Biasanya berapa lama?" Tanya lagi Ansel.
"Yah, beberapa hari saja kok mas. Kau sabarlah dulu." Jawab Amara.
__ADS_1
"Hem.....baiklah kalau begitu!" Ucap Ansel.