Istri Tanpa Cinta

Istri Tanpa Cinta
Episode 59


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Ansel dan Amara pun sampai ke apartemen.


"Terimakasih, karena sudah mau mengantarku." Ucap Amara.


"Sama-sama." Balas Ansel tersenyum.


"Kau tidak mau mampir dulu?" Tanya Amara.


"Baiklah, aku akan mampir." Jawab Ansel.


Mereka berdua lalu masuk ke dalam apartemen.


"Kau lapar tidak? kalau iya biar aku masakan." Ujar Amara pada Ansel yang sedang duduk.


"Tentu saja aku lapar, aku tadi sempat makan dan aku ingin sekali kau memasak untukku." Tutur Ansel.


"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar. Aku mau membersihkan diri dulu." Amara lalu melangkah menuju kamarnya.


Tidak lama kemudian, Amara keluar dari kamar dan langsung menuju ke dapur mini bar nya untuk memasakan Ansel.


"Biarkan aku membantumu," Ucap Ansel bangun dari duduknya.


"Tidak, tidak usah. Kau duduk manis saja. Biar aku sendiri yang masak." Kata Amara sambil tersenyum menatap Ansel. Ansel kemudian duduk kembali sambil menatap dan memperhatikan Amara.


Tak lama Amara pun sudah selesai memasak.


"Nah...makanlah...." Ucap Amara menyodorkan mangkuk ke hadapan Ansel.


"Terimakasih." Ujar Ansel lalu mencicipinya.


"Em....rasanya sungguh enak." Puji Ansel.


"Benarkah," Amara tersenyum.


Ansel melanjutkan makannya, di tegah-tengah saat sedang makan, Ansel pun mulai bertanya pada Amara.


"Apa yang dia katakan kan saat bertemu denganmu?" Tanya Ansel.


Amara pun menceritakan dari awal sampai akhir tentang Aska yang menyesal dan meminta maaf pada dirinya. Tak hanya itu, Amara juga mengatakan bahwa Aska sempat memintanya untuk kembali lagi.


Mendengar hal itu, Ansel terdiam sesaat.

__ADS_1


"Kenapa kau berhenti makan?" Tanya Amara.


"Tidak, tidak apa-apa." Jawab Ansel.


Keraguannya pun mulai yakin bahwa dia harus secepat mungkin untuk melamar Amara. Jika tidak, bisa saja Amara akan kembali lagi pada mantan suaminya.


"Amara...."


"Iya, ada apa?" Tanya Amara.


"Mari kita berkencan besok malam!" Ujar Ansel.


"Apa, berkencan?"


Ansel mengangguk. "Iya kita berkencan besok malam."


"Baiklah, dengan senang hati."


Keesokan harinya, saat siang hari.


"Ayo kita pergi!" Ajak Ansel yang tiba-tiba menghampiri Amara yang sedang bekerja.


"Ansel....pergi kemana? aku sedang bekerja, lihatlah sekarang banyak pelanggan mana bisa meninggalkan pekerjaanku." Ucap Amara.


"Sebenarnya mau kemana kita?" Tanya Amara yang tak tahu kemana Ansel akan membawanya.


"Sudah jangan bawel, sebentar lagi kita sampai." Ujar Ansel.


Benar saja, beberapa saat kemudian mobil yang mereka kendarai telah berhenti di salah satu Mall terbesar di kota itu.


"Kenapa kau membawaku kesini?" Tanya lagi Amara.


"Aku sengaja membawamu kesini karena aku ingin kau memilih sendiri pakaian untuk kau pakai di malam nanti pas kita kencan." Jelas Ansel tersenyum.


"Aish.....kau ada-ada saja. Aku kira kenapa-kenapa."


"Ayo sekarang pilihlah sesuka hatimu." Titah Ansel.


"Ansel....aku tidak bisa, kelihatannya pakaian disini bermerek semua dan pasti harganya sangat mahal." Kata Amara berbisik.


"Sudahlah Amara, tenang saja aku yang akan bayar semuanya."

__ADS_1


Karena terus di paksa oleh Ansel, akhirnya Amara pun mulai memilih pakaian untuknya.


Ansel lalu duduk menyilang kan kaki dan melipat tangan didada sambil tersenyum memperhatikan Amara.


"Bagaimana dengan yang ini?" Tanya Amara memperlihatkan sebuah dress yang ia ambil.


"Coba saja dulu ke badanmu." Ucap Ansel sambil menunjuk ke arah ruang ganti.


Amara pun segera mengayunkan kaki ke ruang ganti.


Tak butuh waktu lama, Amara keluar dengan mengenakan dress bernuansa floral.


"Bagiamana?" Tanya Amara saat keluar.


"Sama sekali tidak cocok," Jawab Ansel menggeleng.


Amara kemudian berbalik badan dan menggantinya dengan pakaian lain sampai tiga kali berturut-turut.


Tentu saja Amara sedikit kesal karena dari tadi tidak ada pakaian yang pas untuk dirinya.


Sampai pada akhirnya saat berganti pakaian yang ke empat kalinya barulah terlihat pas dan cocok untuk Amara.


Ansel begitu tercengang saat melihat Amara yang baru saja keluar dari ruang ganti.


"Bagaimana? ini yang terakhir. Kau tidak mau lagi bolak balik." Ucap Amara, tapi Ansel hanya diam dengan mulut terbuka seperti orang yang tak bisa berkata-kata.


"Kenapa kau malah menatapku seperti itu?" Tanya Amara.


"Ah....tidak Amara, itu sungguh sangat cocok untukmu." Kata Ansel tersenyum.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah dalam perjalanan pulang.


"Aku akan langsung mengantarmu pulang." Ucap Ansel.


"Ta-tapi?"


"Sudah, kau siapkan saja dirimu untuk malam nanti. Karena aku akan memberikan mu sebuah kejutan." Ucap Ansel.


"Hah, kejutan? kejutan apa?"


"Nanti kau juga akan tahu sendiri."

__ADS_1


Silahkan mampir ke karya baru saya kak♥️



__ADS_2