Istri Tanpa Cinta

Istri Tanpa Cinta
Episode 51


__ADS_3

"Selama ini Ansel sangat baik padaku. Dia selalu ada disisi ku untuk membantuku." Batin Amara." Harus kah aku membuka hati untuknya dan mencoba membuka lembaran baru?" Tanya Amara pada diri sendiri. "Jika di lihat-lihat, Ansel adalah sosok pria yang sangat tampan dan bertanggung jawab."


"Bagaimana, apakah kau mau menjalin hubungan denganku?" Tanya Ansel sangat berharap.


Bibir Amara seketika melengkung membentuk senyuman dan pipinya juga berubah merah mudah. Dia mengangguk pelan.


"Ya....aku mau!" Jawab Amara tersipu malu.


"Hah! benarkah!" Ansel sedikit terkejut saat mendengar jawaban Amara.


"Harus kah ku ulangi lagi?"


"Terima kasih Amara, terima kasih karena kau sudah menerima cintaku!" Ansel meraih kedua tangan Amara lalu menciumnya.


"Aku janji Amara, aku akan membuat mu bahagia selama- lamanya. Aku.... aku juga berjanji akan memperlakukan mu dengan baik." Jelas Ansel dengan girangnya.


Terpampang senyuman di wajah Amara dengan wajah tertunduk membuang rasa grogi dan malu nya. Ia sama sekali tak berani menatap wajah Ansel saat ini.


Ansel meraba saku celananya dan terlihat ia mengeluarkan sebuah kotak kecil. Dia lalu


"Karena kau sudah menerima cintaku, maka inilah Hadian untukmu." Ucap Ansel sambil membuka kotak tersebut yang ternyata adalah sebuah kalung berlian yang amat mewah.


"Haaa......" Amara menghela nafas panjang melihat kalung tersebut.


"Ansel..." Lirih Amara sambil menutup mulut nya dan menggeleng pelan.


"Bagaimana Amara, apa kau tidak suka? kalau kay tidak suka, aku bisa membelikan yang baru untuk mu." Kata Ansel.


"Aku suka sekali, warna nya juga bagus dan indah. Tapi kalung ini pasti sangat mahal. Apakah ini tidak berlebihan?" Tanya Amara.

__ADS_1


Ansel menggeleng. "Ini belum seberapa Amara, bahkan aku bisa memberikan yang lebih untukmu." Jawab Ansel.


"Biar ku pasangkan di leher indah mu." Ujar Ansel bangun dari duduknya lalu mendekati Amara yang duduk di hadapan nya.


"Bagaimana? terlihat sangat bagus bukan saat kau pakai?" Tanya Ansel yang berbicara di samping telinga Amara.


"Iya...bagus sekali." Ucap Amara.


"Tapi kenapa wajah mu seperti orang yang tidak bahagia?"


"Rasanya baru kali ini aku di buat bahagia. Terima kasih, karena kau telah membuatku sebahagia ini." Ucap Amara, Ansel tersenyum mendengarnya.


"Aku jauh lebih bahagia dan lega sekarang, karena kau telah menerima cintaku."


Malam semakin larut, Ansel dan Amara memutuskan untuk pulang.


Amara yang duduk di samping Ansel, sesekali ia melirik ke arah Ansel yang sedang fokus dengan kemudinya. Dia juga memperhatikan wajah Ansel yang sedari tadi tersenyum terus seperti orang yang sedang bahagia.


"Ehem....." Ansel berdehem lalu meraih tangan Amara dan menggenggamnya dengan erat.


"Jangan merasa canggung, sekarang kita adalah sepasang kekasih." Kata Ansel.


Amara hanya tersenyum. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia sangat merasa senang dan bahagia.


Tidak lama kemudian, mereka pun telah sampai di apartemen.


Ansel buru-buru turun membukakan pintu mobil Amara.


"Terima kasih!" Ucap Amara.

__ADS_1


"Mau ku temani malam ini?" Tanya Ansel.


Amara menggeleng. "Tidak, tidak usah!" Jawabnya.


"Baiklah, istirahatlah sekarang, jangan begadang." Ujar Ansel tersenyum sambil mengelus rambut Amara.


"Em.....kalau begitu aku masuk dulu." Ucap Amara yang masih merasa canggung.


Amara pun berbalik badan lalu melangkah pergi. Tapi baru beberapa langkah, Ansel memanggil dirinya.


"Amara....tunggu!" Pinta Ansel, langkah Amara pun terhenti. Dia kembali berbalik badan menghadap Ansel.


"Ada apa?" Tanya Amara.


Dengan tersenyum, Ansel melangkah mendekati Amara.


"Kau sekarang sudah menjadi kekasihku, lalu apakah boleh aku memelukmu?" Tanya Ansel dengan sedikit ragu, takut jika Amara menolak.


"Tentu saja boleh!" Jawab Amara dengan senang hati.


Tanpa berlama-lama, Ansel pun langsung memeluk Amara dengan eratnya.


"Aku sungguh mencintaimu, Amara." Bisik Ansel di telinga Amara.


Hati Amara berdebar kencang saat menerima pelukan dari Ansel. Entah kenapa pelukan itu sangat membuat dirinya merasa nyaman dan damai.


Amara mengangkat kedua tangannya, dia lalu membalas pelukan dari Ansel.


"Ya, aku juga mencintaimu." Balas Amara.

__ADS_1


__ADS_2