
"Jadi Ansel, kapan kau akan menikahi Amara?" Tanya Alena yang sedang makan malam bersama.
Ansel termangu saat mendengar pertanyaan ibunya.
"Entahlah Bu, Ansel juga tidak tahu. Ansel takut jika Amara menolaknya." Jawab Ansel.
"Lebih cepat lebih baik, nak. Yang penting kau coba saja dulu, masalah dia mau atau tidak lihat saja nanti." Ucap Alena.
"Ansel pikir Amara masih butuh waktu untuk menikah kembali."
"Dia akan mau, ayah jamin pasti dia akan mau." Sambung Surya.
Sementara Amara saat ini baru saja selesai membersihkan diri.
Dia duduk di tepi ranjang lalu termenung sejenak.
"Diantara deretan panjang penyesalanku, meninggalkanmu bukanlah salah satunya." Ucap Amara pada dirinya sendiri.
Wanita itu kemudian merebahkan dirinya ke tempat tidur.
Keesokan harinya, saat Amara akan pulang bekerja.
Amara baru saja melangkahkan kakinya keluar dari restoran, tapi langkahnya seketika terhenti saat melihat ada Aska yang berdiri di depannya.
"Kau....mau apa kau?" Tanya Amara dengan tatapan datar.
"Amara, akhirnya kau pulang juga." Ucap Aska tersenyum.
"Katakan saja, ada apa?"
"Maafkan aku atas ucapan ku kemarin, Amara. Aku tahu kau tidak suka, maka dari itu sebagai tanda minta maaf izinkan aku untuk mengantarmu pulang." Ujar Aska.
__ADS_1
Amara tersenyum kecut saat mendengarnya.
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri." Tolak Amara.
"Tapi Amara, biarlah aku mengantarmu sekalian aku ingin tahu dimana kau tinggal sekarang." Kata Aska terus memaksa.
Disela-sela perbincangan itu, sebuah mobil yang tak asing bagi Amara berhenti tepat di depan mereka. Ya, mobil itu adalah mobil milik Ansel.
Terlihat Ansel turun dari mobil lalu berjalan menghampiri Amara.
"Amara.....kau sudah pulang ternyata." Ucap Ansel belum sadar jika di hadapan Amara ada Aska.
"Em....aku sudah pulang." Kata Amara tersenyum mengambang pada Ansel.
Kemudian Ansel baru menyadari jika disitu ada Aska juga. Suasana pun seketika berubah menjadi canggung.
Ansel melirik ke arah Amara, namun Amara segera menundukkan pandangannya seperti orang yang merasa tak enak.
Aska terperanjat saat mendengar ucapan kekasih. Wajahnya pun juga berubah menjadi datar. Ternyata mantan istrinya itu sudah memiliki kekasih. Seorang pria yang pernah ia lihat saat di pengadilan dulu.
"Em....aku Aska, sepertinya kau sudah tahu aku." Kata Aska sambil berjabat tangan.
"Amara aku kesini untuk menjemputmu pulang." Ujar Ansel.
"Benarkah? kenapa tidak memberitahuku dulu?" Tanya Amara tersenyum.
"Kalau begitu ayo kita pulang sekarang!" Ajak Amara.
Ansel pun langsung menggenggam tangan Amara.
"Kalau begitu kami pergi dulu!" Ucap Ansel sambil tersenyum pada Aska.
__ADS_1
Aska yang awalnya tertunduk lesu kini menegakkan pandangannya. Dia hanya membalas dengan senyuman palsu saja.
Ansel membukakan pintu mobil untuk Amara dan setelah itu mereka berlalu begitu saja di hadapan Aska.
Jujur saja saat mendengar mantan istrinya itu sudah memiliki kekasih, Aska mulai merasakan adanya kecemburuan dalam dirinya. Apalagi saat melihat Amara bergandengan tangan dengan Ansel, sudah terlihat begitu mesra sekali.
Sepanjang perjalanan menuju pulang ke apartemen, Ansel hanya diam saja. Amara yang merasakan hal itu, mulai berpikir mungkin saja Ansel marah padanya.
"Kenapa dari tadi hanya diam?Apa kau marah padaku?" Tanya Amara memecah keheningan.
"Marah buat apa?" Tanya balik Ansel tatapannya masih fokus pada kemudinya.
"Soal tadi, tapi Ansel, aku juga kaget saat melihatnya sudah menunggu ku diluar." Jelas Amara.
Ansel tersenyum mendengarnya.
Dia meraih tangan Amara lalu menciumnya.
"Muach....."
"Amara, aku bukanlah pria yang seperti itu. Aku sama sekali tidak marah padamu." Ucap Ansel.
Amara merasa lega saat mendengar ucapan Ansel. Dia tersenyum lalu memeluk Ansel dengan hangat.
IZIN PROMO KARYA BARU
JANGAN LUPA MAMPIR KAK♥️
"TERJERAT CINTA ISTRI KONTRAK"
__ADS_1