
_Happy reading_
Dua minggu kemudian, Amara dan Aska sudah resmi bercerai. Tak ada sapaan atau kata-kata terakhir yang mereka ucapkan ketika mereka saling bertemu di ruang sidang. Bagi Amara, Aska hanya lah masa lalu yang tak harus di ingat lagi.
Mereka hanya saling lirik, tergambar jelas kebencian Amara dari sorot mata nya. Setelah sidang itu selesai Amara langsung saja menuju ke parkiran karena di sana sudah ada Ansel yang menunggu.
Dari jauh terlihat Ansel yang berdiri sambil tersenyum, Amara pun juga membalas dengan memberikan senyuman termanis miliknya.
"Bagaimana? Kau seperti terlihat sangat bahagia!" Ucap Ansel.
"Tentu saja, akhirnya sekarang aku bisa bernafas lega!" Ujar Amara.
Aska yang hendak menuju ke parkiran, dari jauh ia melihat ada Amara yang sedang bersama pria lain. Dia terdiam sejenak saat melihat Amara dengan pria itu. Hatinya pun bertanya-tanya siapakah pria tersebut?
Entah kenapa di hatinya seperti ada desiran cemburu yang tiba-tiba menyeruak.
Dia pun bergegas menghampiri Amara dan pria itu.
"Tidak disangka, baru bercerai ternyata kau sudah dekat dengan laki-laki lain!" Kata Aska menggeleng pelan sambil menatap tajam Amara dan Ansel.
"Apa kau tidak berkaca, kau saja selingkuh dan menghamili selingkuhan mu saat status kita masih sah menjadi suami istri," Ucap Amara menatap sinis Aska.
Aska seketika terdiam mendengar ucapan dari Amara. Dia tak menyangka jika Amara akan berbicara seperti itu padanya.
"Ayo kita pergi sekarang!" Amara lalu meraih lengan Aska.
__ADS_1
Ansel dan Amara kemudian masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya dari hadapan Aska.
Kedua tangannya mengepal erat, ekspresi wajahnya mengeras, Aska hanya bisa menatap kepergian Amara dengan pria lain.
Aska lalu masuk ke dalam mobilnya dan berlalu begitu saja. Dia memutuskan untuk menjemput Davina pulang.
Setibanya di rumah kediaman orangtua Davina, Aska pun langsung memencet bel berulang kali.
"Nak Aska......" Tegur Herlina saat membukakan pintu.
Aska tersenyum. "Apakah Davina ada di rumah?" Tanya Aska.
Herlina tersenyum lalu mengangguk. "Masuklah!" Perintah Herlina kepada Aska.
Aska ragu untuk melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Aska mengikuti langkah Herlina lalu Herlina mempersilahkan Aska untuk duduk diruang tamu.
"Davina... sedang berada di kamarnya nak," ucap Herlina.
"Apakah Davina baik-baik saja Tante?" Tanya Aska memasang wajah khawatir.
"Davina baik, pergilah ke kamarnya, dia sedang tidur."
Aska beranjak pergi lalu menuju ke kamar Davina. Aska berhenti tepat di depan pintu Davina, ia tampak ragu untuk masuk ke kamar Davina . Setelah berpikir beberapa saat, Aska dengan sangat hati hati memutar knop pintu.
__ADS_1
Aska melihat Davina yang sedang tidur dengan lelap, dengan langkah yang pelan ia mendekati Davina lalu duduk di tepi ranjang. Aska sangat merindukan Davina. Sejenak ia memandangi istrinya yang tengah tertidur itu lalu menjulurkan tangannya menyingkirkan rambut yang menghalang wajah Davina. Dia elus puncak kepala Davina lalu ia mencium kening Davina.
"Aku sangat merindukanmu." Ucap Aska lirih. "Aku harap keputusan berpisah dengan Amara dan memilihmu adalah pilihan yang tepat."
Tanpa diduga Davina terbangun dari tidurnya, ia melihat disampingnya ada Aska.
"Maaf, sudah mengganggu mu tidur. Aku pergi dulu." Aska dengan cepat berdiri lalu melangkahkan kakinya tapi dengan sigap Davina menarik tangan Aska.
"Tetaplah disini!" Ucap Davina lirih.
Aska seketika menoleh ke arah Davina. "Maaf, aku hanya takut kau masih marah padaku!"
"Katakan padaku, kau kesini untuk menjemput ku bukan? apa kau sudah resmi bercerai dengannya?" Tanya Davina.
"Aku sudah bercerai dengan Amara. Jadi ayo kita pulang kerumah."
"Baguslah! Baik, aku akan ikut dengan mu pulang, aku akan mengemasi barang-barang ku. Tunggulah di luar!" titah Davina.
Aska menuruti permintaan Davina, ia kembali ke ruang tamu.
"Nak.. bagaimana Davina?" Tanya Herlina cemas.
"Davina baik Tante, kami akan segera pulang sore ini juga." jawab Aska lirih.
"Oh syukurlah, Tante ikut senang." Herlina menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Kenapa kau malah terlihat tidak bahagia,Aska? kau seperti seseorang yang sedang menutupi kesedihan saja!"
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA LIKE, KOMEN, DAN VOTE. Thanks You❤️🙏