Istri Tanpa Cinta

Istri Tanpa Cinta
Episode 67


__ADS_3

"Tak apa Amara, kau makanlah. Biar ibu yang menyiapkan pakaianmu." Kata Herlina.


"Ta-tapi ibu?"


"Sudahlah, Amara."


Beberapa saat kemudian, sudah dengan persiapannya, Ansel dan Amara kini berpamitan kepada Herlina untuk pergi bulan madu.


"Bu, kami pergi dulu ya." Ucap Amara.


"Baik sayang, hati-hati dijalan." Ujar Herlina sambil memeluk Amara dan juga Ansel.


"Kalau ada apa-apa segera hubungi Ansel ya, Bu." Pinta Ansel.


Herlina mengangguk. "Iya nak, pokonya kalian harus hati-hati dijalan."


"Baik Bu.....tapi sebelumnya kami mau ke rumah orangtua mas Ansel dulu untuk berpamitan." Ucap Amara.


Ansel menyeret koper, memasukan koper tersebut ke dalam bagasi mobil. Lalu setelah itu mereka masuk ke dalam mobil, kemudian pergi berlalu dari hadapan Herlina.


Hanya butuh waktu dua puluh menit, Ansel dan Amara telah sampai di rumah kediaman orangtua Ansel.


Surya dan Alena yang tahu anak dan menantunya itu datang, langsung saja menyambut mereka dengan begitu hangat.


"Apa kabar sayang?" Tanya Alena pada menantu kesayangannya.


"Baik, ibu. Ibu bagaimana kabarnya?" Tanya balik Amara.


"Ibu juga baik sayang." Jawab Alena.


"Kalian habis darimana?" Tanya Surya.


"Em....kami mau pergi ayah!" Jawab Ansel.


"Kemana?" Sambung Alena.


Amara menundukkan wajahnya, dia merasa malu untuk menjawab pertanyaan dari mertuanya itu.


Melihat Amara malu, Ansel pun langsung saja menjawabnya.


"Kami akan pergi bulan madu." Ucap Ansel.


Surya dan Alena melirik satu sama lain sambil tersenyum. Dalam hati mereka begitu gembira karena pasti sebentar lagi mereka akan di karunia seorang cucu.


"Benarkah?" Tanya lagi Alena menyakinkan.


"Iya Bu, kami baru sempat bulan madu karena sebelumnya Amara halangan." Jawab Ansel.

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu sebentar, ibu ada sesuatu yang untukmu Amara." Ucap Alena lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar.


Amara hanya diam, tak mengerti apa yang diucapkan ibunya itu.


Tak lama Alena pun datang dengan membawa sebuah papar bag yang entah apa isinya itu.


"Ini untukmu, Alena. Kebetulan kemarin ibu habis dari mall. Jadi ibu belikan itu untukmu." Ujar Alena sambil menyodorkan paper bag tersebut.


"A-apa ini, Bu?" Tanya Amara penasaran.


"Sudah, nanti juga tahu sendiri. Intinya jangan di buka dulu ya, bukanya pas kau sudah sampai saja nanti." Kata Alena.


"Em....baiklah Bu, terimakasih." Balas Amara tersenyum.


"Rencana kalian akan bulan madu kemana?" Tanya Surya.


"Ehem.....intinya sangat jauh!" Jawab Ansel.


"Hem.....dasar....."


"Kalau begitu kami harus segara pergi ayah, ibu." Ujar Ansel.


"Baiklah kalau begitu, hati-hati dijalan."


Setelah berpamitan, mereka pun melanjutkan perjalanannya.


Perjalanan cukup memakan waktu, sudah sejam lamanya mereka tak sampai-sampai.


"Nanti kau juga akan tahu sendiri, Amara." Jawab Ansel yang masih fokus pada kemudinya.


Amara menghela nafas panjang. Dia kembali melihat ke arah jendela, memandang pohon-pohon yang seolah bergulir melewatinya.


Jingga mulai terlukis di langit senja. Mobil yang dikendarai kini telah tiba di tempat tujuan.


Ansel lalu segera turun membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Villa mewah nan megah di dekat kaki gunung dengan udara yang segar sungguh membuat Kania tertegun.


"Jadi ini tempatnya, mas?" Tanya Amara dengan mata yang berkeliling.


"Iya sayang, ini tempatnya. Bagaimana apa kau suka?" Tanya balik Ansel sambil berkacak pinggang.


"Wuaah......aku baru kali ini melihat tempat yang sebagus ini!" Ucap Amara sambil bergeleng kepala.


Memang tak main-main, Villa yang dipilih oleh Ansel untuk bulan madu dengan Amara sangatlah menawarkan pemandangan yang indah.


Keduanya pun langsung masuk ke dalam villa. Sebelum melakukan bulan madu, Ansel ternyata juga sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk sang istri. Dia menutup kedua mata Amara, sampai membuat Amara sangat begitu penasaran.

__ADS_1


"Kenapa kau menutup mataku, mas?" Tanya Amara.


"Shut.....lihat saja nanti!" Jawab Ansel.


"Tempat nya sungguh mewah dan nyaman sekali,aku suka tempat ini!"ucap Kania dengan girang.


"Sengaja aku memilih tempat ini untuk bulan madu.Karena aku yang pasti kau akan suka,"ujar Dean.


Keduanya pun langsung masuk ke dalam villa.Sebelum melakukan bulan madu,Dean ternyata juga sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk sang istri.Ia menutup kedua mata Kania,membuat Kania sangat penasaran.


Ansel kemudian membuka penutup mata Amara. Dan lagi Amara begitu dibuat takjub ketika melihat semua yang ada didepan matanya.


Taburan bunga yang berbentuk love menghiasi kolam renang dan terdapat juga dua kursi dan meja yang sudah dihiasi. Tak hanya itu terlihat juga ada beberapa hidangan makanan yang berada di atas meja dengan lilin yang juga ikut menghiasi suasana.


Ansel menarik kursi lalu menyuruh istrinya untuk duduk.


"Sayang....." Lirih Amara tersenyum mengambang.


"Aku sudah menyiapkan semuanya untuk mu. Apakah kau suka dengan semuanya?" Tanya Ansel tersenyum.


"Aku sangat suka sekali! sungguh aku sangat terharu!" Ucap Amara dengan mata nya berbinar.


"Malam ini kita akan malam bersama, sekaligus merayakan pernikahan kita." Ucap Ansel.


"Terimakasih Sayang, sekali lagi terimakasih karena kau sudah mau menjadi istriku!" Seru Ansel mencium tangan Amara.


"Mas....seharusnya akulah yang berterimakasih padamu, karena selama ini kau sudah baik padaku dan benar saja aku tidak menyangka jika kita akan kejenjang yang lebih serius," Ujar Amara.


Ansel kemudian mengeluarkan kotak kecil dari dalam saku nya. Di dalam kotak tersebut terdapat kalung berlian yang sangat mahal. Amara lagi-lagi dibuat tercengang ketika Ansel ingin memasang kalung tersebut di lehernya.


"Mas.....apakah ini tidak berlebihan?" Tanya Amara.


"Tidak sayang, sebenarnya inilah kejutan dari ku.Yah, meskipun hadiah kecil ini tidak seberapa tapi aku mohon terimalah!" Ucap Ansel.


"Ta-tapi mas, pasti harganya sangat begitu mahal."


"Kalau untukmu, aku bahkan tidak peduli mau seberapa mahalnya." Ujar Ansel tersenyum.


Amara pun tersenyum tak kala mendengar penuturan dari suaminya. Dia mengangguk dan tak hentinya ia mengulang ucapan terimakasih pada suaminya. Ansel merangkul Amara dari belakang. Setelah itu mereka menikmati makan bersama karena perut sudah terasa sangat lapar.


Selang beberapa saat, mereka pun telah selesai makan. Tak terasa juga langit sudah berubah menjadi gelap. Karena merasa gerah, Ansel pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.


"Sayang, aku mau mandi duluan ya." Ucap Ansel.


"Iya mas silahkan! aku juga lagi mau menikmati keindahan ini." Ujar Amara.


Ansel lalu bangun dari duduknya dan langsung melangkah masuk ke dalam villa.

__ADS_1


Sementara Amara sibuk memfoto-foto pemandangan di malam hari yang memperlihatkan kerlap kerlip lampu ibu kota.


Selesainya Ansel mandi, ia langsung saja memanggil Amara yang masih menikmati keindahan alam dimalam hari.


__ADS_2