
Pagi mulai menyapa. Cahaya matahari perlahan masuk memenuhi sudut-sudut kamar. Tebalnya gorden nyatanya tak bisa menghalangi cahaya itu masuk ke dalam ruangan.
Ansel yang sudah bangun sedari tadi masih betah berada di samping istrinya yang masih tertidur pulas. Ansel mengusap lembut pipi Amara membuat wanita yang baru saja melepas segalanya itu terbangun.
"Tidurmu nyenyak sekali...." Ujar Ansel tersenyum melihat istrinya yang baru saja membuka mata.
Amara mulai mengingat kejadian malam tadi, sontak mulutnya ternganga otaknya buntu saat melihat dirinya tanpa memakai sehelai benang pun.
Ansel tertawa melihat istrinya yang kaget. "Sudahlah, jangan malu, lagipula aku sudah mencicipinya." Gurau Ansel.
Amara melemparkan bantal ke arah suaminya. "Memangnya aku makanan!" Kesal Amara yang dibalas tawa oleh Ansel.
Amara mencoba bangun dengan maksud hati ingin pergi mandi, namun ada rasa perih saat dia pertama melangkah. Melihat istrinya seperti itu, Ansel pun ikut bangun dan tanpa aba-aba ia menggendong tubuh Amara. Sontak saja membuat Amara terkejut bahkan sangat malu.
"Hei...mau apa kau menggendongku?" Tanya Amara.
"Kita mandi berdua, sayang." Jawab Ansel.
"Tidak, aku ingin mandi sendiri saja." Kata Amara dengan gugup.
"Kenapa?"
"Aku malu!"
Ansel tertawa kecil. "Sayang jangan malu, kita kan sudah menjadi suami istri. Toh lagian aku juga sudah melihat semua yang ada pada dirimu." Ujar Ansel.
Lagi-lagi Amara hanya bisa merona menahan malu saat mendengar ucapan suaminya.
Akhirnya mandi berdua pun terjadi.
Beberapa saat kemudian, setelah selesai dengan aktifitas mandi, mereka sudah rapi dan saat ini pasangan tersebut sedang menikmati sarapan paginya.
"Habis ini kita kemana, mas?" Tanya Amara di tengah sarapannya.
__ADS_1
"Terserah kau Amara, kau mau kemana? dikamar saja atau kita pergi jalan-jalan?" Tanya balik Ansel.
"Aku mau jalan-jalan saja mas, lagian selama ini aku jarang sekali liburan." Jawab Amara tersenyum.
"Tapi kau sakit."
"Sudah tidak kok, mas."
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengajakmu berkeliling jalan-jalan sepuasnya hari ini. Kebetulan disini banyak sekali tempat wisata yang memamerkan keindahan alamnya." Ujar Ansel.
Setelah selesai sarapan, mereka pun langsung saja pergi jalan-jalan menikmati liburannya.
Ansel sangat begitu bahagia tak kala ia melihat senyum dan tawa bahagia dari istrinya.
Ditempat wisata, tak lupa Ansel dan Amara mampir terlebih dahulu ke toko oleh-oleh untuk membelikan ibu sekaligus mertuanya oleh-oleh.
Dirasa cukup dengan apa yang dibeli dan dirasa sudah cukup puas dengan jalan-jalannya, Ansel dan Amara kini memutuskan untuk kembali lagi ke Villa.
Butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk mereka sampai di Villa.
Amara pun menuruti perintah dari suaminya dan ia pun segera melenggang ke kamar mandi.
Tidak terasa hari sudah malam, Ansel dan Amara kini sedang duduk menikmati makan malam Meraka dengan begitu romantis.
"Amara sayang, kenapa dari tadi ku perhatikan kau tampak cemberut saja?" Tanya Ansel yang memperhatikan istrinya sejak tadi.
"Hem.....besok kita sudah pulang, cepat sekali ya!" Kata Amara.
"Maafkan aku sayang, kerjaan di kantor menumpuk. Kau tahu sendiri bukan, aku sering tidak masuk kerja."
Amara membuang nafas panjang. "Aku mengerti mas, maafkan aku."
"Lain kali aku akan mengajakmu liburan kemana pun kau mau." Ujar Ansel sambil mengelus rambut Amara.
__ADS_1
"Terimakasih, mas." Ucap Amara tersenyum kembali.
Setelah selesai makan malam, mereka kembali lagi ke kamarnya untuk mengistirahatkan diri.
Malam pekat ditemani bunyi binatang malam berbaur menjadi satu irama dengan ******* kedua insan yang baru saja melakukan pergesekan.
Ansel, pria itu seakan tak ada habisnya menggauli istrinya. Wajah lelah nampak terlihat jelas dari wajah Amara yang sudah tertidur pulas. Ansel memandang wajah istrinya sambil tersenyum. Dia merasa bahwa dirinya adalah laki-laki yang paling beruntung di dunia karena dapat menikahi Amara, wanita cantik dan sederhana.
Pagi ini matahari masih malu-malu muncul dari ufuk timur. Warnanya merah tembaga, sinarnya belum terasa panas. Sementara, embun diatas rumput-rumput tampak indah diterpa sinar matahari, seperti berlian memancarkan Kilauan yang memukau.
Ansel dan Amara baru saja terbangun dari tidur nyenyak mereka setelah tadi malam melakukan pergesekan.
"Mas, tolong gendong aku ke kamar mandi ya,"
"Tumben, itu mu sakit lagi ya?" Tanya Ansel.
Amara tak menjawab dia hanya menunjukan wajah malunya saja sambil mengangguk.
Tidak pakai lama, Ansel pun langsung mengendong tubuh istrinya menuju ke kamar mandi.
"Mau mandi berdua lagi?" Tanya Ansel.
"Boleh."
Akhirnya mereka pun kembali mandi berdua bersama.
Beberapa saat kemudian setelah selesai mandi, mereka sudah terlihat berpenampilan rapi.
Amara sibuk mengemaskan pakaian mereka ke dalam koper.
"Sayang, mau makan dimana?" Tanya Ansel.
"Di restoran saja mas," Jawab Amara.
__ADS_1
"Baiklah, kita makan di restoran paling mewah di kota ini ya!" Kata Ansel yang dibalas senyum oleh Amara.
Selesai berkemas-kemas, Ansel dan Amara langsung saja pergi meninggalkan Villa tersebut.