Istri Tanpa Cinta

Istri Tanpa Cinta
Episode 70


__ADS_3

Waktu terus berjalan, beberapa Minggu berlalu semenjak kepulangan Ansel dan Amara bulan madu.


Seperti biasa pagi-pagi sekali Amara akan bangun memasak sarapan untuk sang suami tercinta.


Amara berkutat dengan bahan dan alat-alat masakan di dapur. Dia memasakan makanan kesukaan suaminya yaitu nasi goreng babat dengan dilengkapi telur goreng mata sapi diatasnya.


Tak butuh waktu lama, Amara telah selesai memasak dan kini ia sedang menyajikan dua piring nasi goreng di atas meja makan. Dia melirik ke arah jam dinding, melihat jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh.


Amara lalu melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar, bermaksud ingin membangunkan suaminya. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba saja Amara merasa kepalanya pusing dan mual. Dia menutup mulutnya dengan satu tangan, sambil memegangi perutnya dia berlari ke arah kamar mandi. Di kamar mandi, dia langsung saja muntah-muntah.


"Huek.....huek......!"


Seketika tubuh Amara menjadi meriang dan kepalanya semakin menjadi pusing.


"Astaga ya tuhan, ada apa ini?" tanya Amara pada diri sendiri.


"Huek......huek.......!"


Sedangkan Ansel sekarang baru saja terbangun dari tidur nyenyak ya. Dia mengerjapkan matanya berulang kali demi menyesuaikan pandangan yang masih kabur, lalu setelah itu ia beranjak keluar dari kamar mencari istrinya.


"Sayang.....sayang!" panggil Ansel berulang kali namun tak ada sahutan.


"Huek.....huek......mas.....mas.......!" panggil Amara yang sudah lemas dan berkeringat dingin.


"Hah, Amara kenapa dia?" tanya Ansel langsung berlari menghampiri ke arah sumber suara yang berasal dari kamar mandi di dekat dapur.

__ADS_1


"Amara.....sayang!!!" Seru Ansel yang melihat Amara sedang terduduk lemas dihadapan kloset.


"Mas.......!"


"Amara, ada apa dengan mu?" tanya Ansel cemas.


"Gak tahu mas, tiba-tiba kepalaku pusing dan perutku mual!" ucap Amara.


"Yasudah kalau begitu, ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang!" ajak Ansel langsung mengendong tubuh sang istri.


Sesampainya di rumah sakit, Amara langsung saja ditangani oleh sang Dokter. Dan setelah menunggu beberapa saat, Ansel yang cemas langsung saja bertanya kepada Dokter ada apa dengan istrinya.


"Bagaimana Dokter, istri saya sakit apa?" tanya Ansel lagi-lagi cemas.


Dokter itu tersenyum lalu berkata, "Istri bapak tidak sakit apa-apa. Selamat pak. Istri bapak sedang mengandung."


"Iya. Saya serius!" seru Dokter tersebut.


Dengan mata berkaca-kaca Amara menutup mulutnya seolah tidak percaya. Ansel yang kelewat senang langsung memeluk istri nya bahagia, tangis haru mewarnai ruangan itu. Sedangkan Dokter hanya bisa tersenyum ikut bahagia.


"Saya hamil berapa bulan Dok?" tanya Amara penasaran.


"Kapan terakhir kali anda datang bulan?" tanya Dokter lalu Amara mencoba mengingat-ingat kembali kapan terakhir kali ia datang bulan.


"Seperti awal bulan ini saya tidak datang bulan Dok. Karena biasa nya saya akan datang bulan di awal bulan." jawab Amara yakin.

__ADS_1


"Berarti usia kandungan ibu Amara memasuki minggu ke dua." Ujar Dokter.


Ansel terus menggenggam tangan istri nya, rasa bahagia menyelimuti pria itu karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah. Jangan di tanya kemesraan apa yang terjadi di depan Dokter, pria itu tidak punya rasa malu untuk mencium istri nya hingga membuat pipi Amara merah merona menahan malu.


Kabar bahagia ini pun akan mereka beritahu kepada orangtua mereka nanti, yang tentunya orangtua Pram baik Serina sudah lama mendambakan seorang cucu pasti Meraka akan sangat senang mendengarnya. Dan benar saja, mereka begitu bahagia setelah mendengar kabar kehamilan Amara.


Sampai beberapa bulan berlalu, Amara sudah melahirkan seorang anak yang berjenis kelamin perempuan. Wajahnya sangat begitu cantik, persis seperti Amara, ibunya.


Anak tersebut diberi nama Yolana Engelina Tamara yang artinya cantik, pemberani dan penyabar.


Semenjak lahirnya Yolana, kehidupan Ansel dan Amara serasa sangat begitu bahagia. Hidup bahagia dan lengkap bersama keluarga Cemara yang diimpikan oleh semua orang.


*


Lain hal nya dengan Aska. Selepas menikah, Ansel dan Amara sudah tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Aska. Yang Amara tahu hanyalah waktu itu Aska mengatakan jika ia akan pergi keluar negeri dan menetap disana.


Namun Amara tak tahu bahwasanya Aska baru saja pulang ke dalam negeri beberapa Minggu yang lalu.Tapi tak ada seorang pun yang tahu, bahwa Aska kembali pulang setelah hampir setahun di luar negeri.


Alasan Aska pulang ialah karena dia merindukan sosok Amara. Di luar negeri, bukannya ingin tenang dan melupakan Amara, Aska justru terus saja kepikiran mantan istrinya itu. Hari-hari yang ia jalani dan lewati sama sekali tak bisa membuatnya melupakan Amara. Rindunya terus saja menggebu-gebu sehingga dia memutuskan untuk kembali pulang saja.


Dan setelah pulang, Aska baru tahu jika Amara sang mantan istrinya itu sudah memiliki anak dengan suami barunya.


Entah mengapa dia merasa sesak, melihat mantan istrinya itu sudah hidup bahagia dengan lelaki lain selain dirinya.


Ansel menyalahkan dirinya sendiri, bahkan pria itu bersumpah jika dia tidak akan menikah sampai kapanpun karena dihatinya masih ada Amara.

__ADS_1


-**TAMAT**-


__ADS_2