
Tak terasa waktu terus saja berjalan dengan cepat.
Tibalah saatnya dimana hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Ansel dan Amara.Yah, hari ini mereka akan melaksanakan pernikahan nya secara mewah di salah satu hotel ternama di kotanya.
Saat ini Amara sedang bersiap untuk di rias dengan di temani oleh ibu dan ibu mertuanya yang sejak tadi tersenyum bahagia menantikan hari indah ini.
Aura Amara ketika di rias bukan main, ia sangat-sangat cantik. Matanya yang berwarna seperti tembaga berkarat itu membuat riasannya semakin memukau. Wanita itu tidak perlu menggunakan kontak lensa agar matanya terlihat eksotis karena ia memilikinya.
Ditambah lagi dengan pemulas bibir berwarna pink dan leher di hiasi oleh perhiasan dari berlian. Sungguh nampak membuat Amara begitu sangat elegan
Tubuhnya di balut dengan gaun warna putih yang sangat indah. Panjang ekor gaun hampir sekitar dua meter membuatnya semakin anggun. Untaian bunga mawar merah juga sudah siap dengan begitu cantik.
__ADS_1
"Ibu senang sekali Amara, akhirnya kau bisa menemukan cinta sejati mu." Ucap Herlina.
Amara hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya itu.
Sementara di kamar lain, Ansel sudah berpenampilan sangat tampan hari ini. Dengan memakai kemeja putih berjas hitam siap mengucapkan janji suci pada wanita yang sangat ia cintai itu.
Selang beberapa saat acara pernikahan pun di gelar dengan sangat mewah di hotel itu, banyak hidangan mewah yang di sajikan. Wedding cake bertingkat tiga berwarna putih dan bernuansa emas, di tambah lagi banyak nya rangkaian bunga warna warni membuat acara pernikahan tersebut makin mewah dan meriah.
Banyak tamu-tamu menghadiri acara pernikahan tersebut terutama rekan kerja maupun rekan bisnis Ansel, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Keluarga besar Ansel juga ikut berkumpul merayakan pernikahan nya.
Betapa senang nya orang tua Ansel ketika melihat anak nya menikah.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, ternyata disitu juga ada Aska yang datang. Aska dengan menggunakan masker dan topi dia sesekali melirik momen bahagia mantan istrinya itu.
Aska merasa hati nya hancur berkeping-keping saat mendengar janji suci yang Ansel ucapkan dan juga menyaksikan mantan istrinya berpelukan dengan mesra. Sekarang mantan istrinya itu sudah sah menjadi milik orang lain.
Aska langsung melihat jam yang melingkar di lengan nya, ternyata jam sudah menunjukan pukul sepuluh lewat. Tentu saja Aska begitu kaget karena sebentar lagi jam sebelas siang dia harus melakukan penerbangan ke luar negeri.
Sekali lagi, Aska menatap sayu mantan istrinya itu yang tengah berdiri di altar pernikahan. Tatapan ini adalah tatapan yang terakhir kalinya ia melihat Amara.
Setelah di rasa cukup menatap Amara, Aska pun langsung saja melangkah pergi meninggalkan hotel tersebut.
Entah kenapa tiba-tiba sorot mata Amara tertuju ke arah jalan keluar. Amara menatap dan mengamati seorang pria yang perawakan tubuhnya tak asing baginya.
__ADS_1
"Siapa itu?" Tanya Amara dalam hati.
"Ah tidak mungkin, jika itu dia. Dia bilang kan tidak akan datang karena hari ini adalah penerbangannya ke luar negeri." Batin Amara.