ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-14


__ADS_3

beberapa hari telah berlalu begitu juga dengan berita yang tersebar di sosial media dan beberapa majalan dan koran sudah tidak di bicarakan lagi oleh orang orang , seakan berita itu sama sekali tidak penah ada.


suana malam ini sungguh indah dan sedikit sejuk, hingga anginnya menusuk ke dalam tulangku, akau sedang duduk termenung di taman dekat rumahku, sesekali aku memutar lagu yang ada di ponselku, lagu yang begitu memahami jalan takdirku sekarang.


lama aku menikmati lagu itu sambil menutup kedua mata ku sedangkan wajahku menatap kelangit malam, hingga lagu itu selesai aku masih memejamkan mata ku untuk sesaat aku menghembuskan nafasku.


"bahkan sebuah lagu mengerti perasaanku" gumam ku lirih.


aku tertengun ketika bangkit ingin masuk kedalam rumah, aku melihat dia sudah ada di depan pintu, sejak kapan dia ada di sana..?? batinku.


"mas sudah pulang..? ayuk masuk, di luar dingin tidak baik untuk kesehatan" kulontarkan bebrapa kata padanya.


"ada yang ingin ku bicarakan" katanya serius.


"Apa..?" tanya ku penasaran.


ia berjalan masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu, aku pun mengikuti langkahnya.


"langsung saja, jika kamu memang tak sanggup bertahan dengan ku, mari kita berpisah.."


jedaaaarrr... bak di sambar petir, perkataannya sungguh memekakkan telingaku, kata kata yang selama ini aku takutkan akhirnya keluar dari mulutnya.


"apa maksud mu mas, bahkan usia pernikahan kita baru sampai 7 bulan"


"aku ingin menikahi kekasihku..." jawab nya cepat.


seakan duniaku malam ini hancur, aku kehabisan kata kata, seakan isi kepalaku menjadi kosong, apa aku tidak salah dengar???


"Beri aku waktu mas..." jawab ku masih syok.


aku berjalan menuju kamar berlari ke arah ranjang lalu ku hempaskan tubuh ku ke atasnya,tak dapat lagi ku tahan air mata yang terbendung sejak tadi, kerudung yang kukenang sudah tak terlihat baik karna sudah di penuhi air mata dan juga air yang keluar dari hidungku, hatiku hancur sudah, aku terus menangis hingga aku tertidur karna kelamaan menagis.


adzan subuh berkumandang, aku terbangun dari tidurku, dengan tertatih aku menuju kamar mandi untuk menggambil wudhu.

__ADS_1


setelah selesai sholat, ku panjatkan do'a ku pada sang khalik atas segala cobaanku...


"Ya allah, begitu beratkah cobaan yang kau berikan padaku, rasanya tak sanggup lagi aku menanggung semua ini, bahkan usia pernikahan ku baru beranjak 7 bulan dia sudah meinta percerain, Ya allah aku mohon padamu bukankanlah hati nya agar bisa menerimaku menjadi istrinya, aku tak sanggup jika harus seperti ini sakit ya allah... sungguh sakit...hiks.. hiks.."


aku menangis sejadi jadinya, kutumpahkan semua air mataku, sampai sinar mentari memasuki kamar ku dari sela sela korden.


aku bagun dari duduk ku lalu ku lepas mukenah dan ku letakkan di tempatnya semula, aku berjalan masuk kedalam kamar mandi.


setelah kegiatan mendi aku bergati payain gamis hitam bermotif bunga bunga kecil, ku padukan dengan pasmina berwarna coklat caramel, aku juga memakai sedikit make up agar terlihat lebih frees.


(anggap saja seperti gambar di bawah ini)



setelah selesai aku turun kebawah menuju dapur, aku mengambil roti tawar 4 lembar lalu ku masukkan kedam musin pemanggang, setelah itu aku memaskan air untuk membuat teh untuknya, selagi menunggunya rotinya matang dan airnya mendidih, aku menuju ke arah kulkas ku ambil sebotol susu dan ice coffe lalu kubawa kemeja makan.


lalu aku mengambil dua gelas dan satu cangkir, juga dua pirinh kecil, saat sedang menyusun piring dan menuang susu kedalam gelas roti sudah matang dan air juga sudah mendidih.


ku ambil terlebih dulu rotinya dan kuletakkan di piring tentunya aku hanya mengoleskan selai di rotiku saja, sedang dia aku meletakan beberapa macam selai di samping piringnya, karna jujur semalam menikah aku tidak pernah tau makanan kesukaannya karna dia tidak pernah makan di rumah, hanya satu minuman yang ku tau yang sangat ia sukai karn hampir setiap pagi ku lihat dia meminumnya yaitu ice coffe, walau demikain aku selalu memasak untuk nya karna iti sudah kewajibanku.


setelah selesai aku menghampiri nya yang ada di kamar, aku tau yang ku lakukan itu hanya sia sia, karna dia tak akan menyentuh makanan yang aku buat.


"mas.. sebelum ke kantor makan dulu, aku sudah menyiapkannya" tanpa menunggu jawaban darinya aku langsung turun ke bawah untuk sarapan.


saat aku sedang menggit roti aku melihat dia sudah berdiri disana sedang menatapku, aku menghentikan sejenak gigitanku namu mulutku masih ada roti di sana, namun tak lama aku memalingkah wajahku aku kemabli mengunyah rotiku.


dia berjalan ke arah ku, aku sudah bisa menebak kalau dia hanya akan melewatiku menuju kulkas, namun dugaanku salah dia malah duduk satu meja makan denganku untuk yang pertama kali setelah menikah, di tambah ia memakan roti yang telah aku siapkan tadi.


untuk kedua kalinya aku mentap kearahnya, apa aku bermimpi hingga melihat dia ada di dapur satu meja makan denganku?? batiku aku mengerutkan dahiku karna menebak nebak apa yang terjadi padanya hari ini.


dia yang menyadari perubahan dari wajahku menaikan sebelah alisnya lalu " kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya nya sedikit keheranan.


aku tersentak dari lamunakan " tidak ada.. hanya saja,, aku merasa aneh, saat mas berada satu meja dengaku, dan lagi ini untuk pertama kalinya mas memakan masakanku"

__ADS_1


"lalu kenapa?? ini rumahku" balasnya ketus namun melutnya masih mengunyah dan sesekali dia meminum susu nya.


aku hanya mangut mangut aku tak mau berdebat dengannya, toh ini memang rumahnya.


setelah selesai aku mengambil piring punya ku dan punya suamiku lalu kuletakkan di tempat piring kotor, aku tak sempat membersihkan nya lagi karna aku akan keluar bertemu nisa dan crestin.


ku ambil tas dan kunci mobil ku yanga da di kursi sebalahku, tanpa melihat ke arahnya aku ingin pergi dari sana, namun belum sampai 3 langkah aku berhenti saat mendengar suara nya.


"mau kemana?"


tanpa berbalik aku menjawab nya.


"aku ingin bertemu dengan teman mas"


"orang yang berbicara ada di belakangmu" balasnya.


karna tak mau berlama lama aku melihat ke belakang ternyata dia sedang memandang ku sedari tadi, kedua tangannya menyangga dagunya.


"aku ingin bertemu dengan teman mas" jawab ku sekali lagi.


"lelaki apa perempuan??"


bukan menjawab aku malah bengong menatapnya, ada apa dengannya?? sejak kapan dia akan memperdulikan tentang ku, apa dia salah minum obat semalam?? aneh,. batinku keheranan.


saat aku sudah tersadar dari lamunanku, betapa terkejutnya aku saat melihat dia sduah ada di hadapanku, aku termundur beberapa langkah darinya karna terkejut ku elus elus dadaku untuk menenagkan dadaku.


saat aku ingin berbicara namun keduluan dia.


"nanti malam aku akan makan di rumah" ujarnya singkat namun mampu membuatku mematung.


ku lihat dia sudah kelaur rumah, karna suara pintu yang tertutup.


aku yang belum terbiasa dengan sikapnya sekarang bukannya senang malah bergidik ngeri, setelah itu aku pun keluar rumah dan mengendarai mubilku.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2