ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-28


__ADS_3

hari hari berlalu, dan bulan berganti tahun, kini rumah tangga vano dan manda semakin kacau, tiada hari yang tanpa perdebatan, kini manda telah kembali kedalam dunia perfileman, itu yang menyebabkan vano nsik pitam di buat nya, di tambah foto fotonya dengan seorang pria yang lumayan tampan, terekspos di tv dan sosial media, pria itu adalah salah satu insvestor terbesar di filem yang sedang ia bintangi saat ini.


membuat vano murka saat melihatnya, bahkan kini manda telah jarang pulang kerumah.


kini seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya, ia memijat pangkal hidungnya yang berdenyut, sesekali kali ia menghela nafas panjang.


lalu ia mengambil telponnya, dan mencari kontak seseorang untuk di hubungi, saat ini yang dia butuhkan adalah ketenangan.


"hallo, kamu di mana..??"


"..."


"cepat.." setelah itu vano menutup telponnya lalu ia menyandarkan badanya di kursi yang sedang ia duduki, tak lama muncul lah seorang pria dari pintu.


"ada apa..?? kenapa loe cariin gua.." tanya riko pria itu langsung duduk di sofa.


"apa hari ini gua ada jadwal..??"


"eemm...enggak ada.."


" baiklah, ayo temanin gua ke satu tempat." vano bangun dari duduknya dan melangkah keluar.


"heei, mau kemana tunguin gua...elaaahh..." ujar riko berlari mengejar vano yang sudah duluan keluar.


"kita sebenar nya mau kemana sih...??" tanya riko saat sudah di dalam mobil, riko bingung dengan atasan sekaligus sepupunya ini.


vano tak menjawab, ia hanya fokus menyetir sampai mereka berhenti di salah satu cafe, vano memarkirkan mobilnya lalu turun dari mobil.


"kenapa kesini..?? jangan bilang loe..." ucap riko.


"gua mau ngopi.." jawab vano lalu masuk kedalam tanpa peduli dengan riko.


"ngopi..?? kenapa harus di RB cafe..kan di tempat lain juga bisa.." batin riko, ia melihat vano sudah masuk duluan.


riko hanya berdecak kesal lalu mengikuti langkah vano dari belakang, mereka duduk di salah satu kursi di bagian belakang yang langsung di alam terbuka, mereka duduk di kursi yang paling pojok, di sana terdapat banyak bunga bunga dan yang paling mencolok di antara bunga lain sdalah bunga matahari, itulah alasan vano memilih meja itu.


"ko.. apa kamu pernah merasa penyesalan..?" tiba tiba vano bertanya pada riko matanya masih tak lepas pada bunga bunga itu.


"Eh..kenapa tiba tiba loe nanyak itu..?"

__ADS_1


"dan loe tau gimana rasanya di hianati oleh orang yang loe cinta bertahun tahun, terlebih ia istri loe sendiri .." ujar vano.


riko paham kemana arah pembicaraan sepupunya itu, awalnya ia juga tidak menyangka kalau vano akan menceraikan ruby, sepupu bodohnya ini malah memilih manda dan sekarang lihaat...? apa yang di lakukan wanita itu.


"gua gak tau, karna gau gak punya istri dan gak pernah pacaran" jawab riko.


"makanya pacaran loe ko, jangan sampe jadi bujang lapuk loe" ejak vano sedikit tersenyum.


"sialan loe, dalam situasi begini masih bisa ngejek gua loe.." upat riko lalu ia tersenyum, ia senang melihat sepupunya ini telah sadar dengan apa yang dia lakukan di masa lalu.


"sakit ko,,saat liat orang yang kita cinta sama orang lain, apa gini ya perasaan ruby saat ngeliat gua sama manda dulu..??" tiba tiba vano teringat kembali pada mantan istrinya itu.


membuat riko tak bisa menjawab, karna ia tau bagaimana perlakuan vano dulu pada ruby.


"ko.. menurut loe ruby masih marah ngak sama gua??" tanya nya lagi.


"Kalau menurut prediksi gua sih enggak deh..soalnya ruby itu orangnya sholeh jadi dia tau kalau nyimpan dendam lama lama gak baik" balas riko.


"loe benar ko, dia wanita sholeh, haaaiizzss,, sudahlah lupakan ayo minum kopinya entar malah dingin" ucap vano yang langsung menyesap kopinya.


"elaah...yang ngajak ngobrol kan loe.."


vano hanya nyengir, lalu merek mengobrol sampai vano melihat seseorang yang selalu ada di dalam pikirannya sedang berjalan msuk kedalam cafe, yaa...dia adalah ruby.


"cantik..." kata itu yang keluar dari bibir vano, membuat riko yang ada di hadapannya melihat ke arahnya.


"siapa..?" tanya riko.


namun vano tak menjawab ia masih lekat memandang ruby dari kejahuan, ia melihat seprtinya gadis itu sedang menunggu seseorang.


"apa dia sedang menunggu seseorang..?? siapa..?? laki laki apa perempuan..??" batin vano.


karna tak mendapat jawaban dari vano, riko akhirnya memilih melihat ke arah pandangan vano, ia sedkit kaget saat apa yang sedang sepupunya itu lihat.


******


Setelah selesai berbelanja dengan airin, ruby langsung pergi ke cafenya sebenarnya ia juga akan bertemu dengan tunangannya, untuk membahas masalah pernikahan mereka.


ya..beberapa bulan yang lalu, ruby telah memberi keputusannya pada brian, ia sudah memantapkan hatinya pada pria tampan itu, walau awalnya ia masih bingung dengan perasaannya namun seiringnya waktu ia mulai sadar akan perasaannya, yang merasa khawatir saat brian tak memberinya kabar, bahkan ia merasa cemburu saat brian bertemu dengan rekan kerjanya yang perempuan, ia sadar kalau lelaki itu telah mencuri hatinya dan membawa bersamanya.

__ADS_1


setelah memberi jawaban, brain langsung melamarnya di hadapan seluruh keluarganya, bahkan saat lamaran itu terjadi yang paling antusias adalah syifa, gadis kecil itu malah membantu rencana papanya untuk melamar ruby.


tak lama orang yang di tunggu tunggu pun datang, pria itu hanya datang sendiri.


"assalamu'alaikum calon makmum ku.." sapanya saat sudah berada di depan ruby, ia menyerahkan satu buket bunga mawar pada ruby, wanita itu menerimanya dengan senang hati.


ruby tak bisa menahan senyumnya saat mendengar setiap ucapan yang di lontarkan calon suaminya itu, semakin mengenal nya ternyata brian seorang pria yang romantis dan pandai dalam mengoda wanita.


"wa'alaikumsalam..." jawab ruby mengeleng kepalanya pelan.


"Udah lama...?" tanya brian yang sudah duduk di hadapannya.


"engga, baru aja sampek, eh..mas sendiri ke sini..??" tanya ruby yang tak melihat syifa yang tak lama lagi akan menjadi putrinya.


"iya...fafa aku tinggal sama neneknya" jawab brian, ia masih menatap wanita yang ada di hadapannya ini dengan tangan yang di lipat di atas meja, saat ruby melihat kearah nya ia akan memberi senyum terbaiknya.


orang orang di sana atau lebih tepatnya para wanita di cafenya itu melihat ke arah brian dengan tatapan yang seakan akan ingin menelan brian bulat bulat, ruby yang menyadari itupun memukul kecil lengan calon suaminya itu.


"kenapa...?" tanya brian dengan wajah polos..eehh ralat bukan polos tapi di polos poloskan.


"masih tanya kenapa...?? apa mas gak liat para wanita itu..? saat mereka liat mas senyum..?" ucap ruby kesel pada brian.


laki laki malah semakin melebarkan senyumnya saat melihat ruby cemburu padanya, "lihatlah wajah cemburunya itu,, aah ingin ku makan kedua pipinya itu" batin brian.


"malah tambah senyum.. iihh males ah sama mas.." ucap ruby cemberut.


"iya iya maaf, iya udah mas gak senyum lagi.. jangan ngambek dong.. ntar cantik nya hilang loh" goda brian mamapu membuat wanita yang ada di depannya ini salah tingkah.


entahlah... sejak mereka sudah bertunangan brian sangan suka mengoda tunangannya itu,.


akhirnya mereka mengobrol ke hal yang lebih serius, mereka membahas masalah pernikahan mereka yang akan di adakan dua minggu lagi.


hingga mereka tidak sadar kalau sedari tadi ada dua pasang mata yang sedang mengawasi mereka.


"ternyata dia lelaki beruntung yang bisa menaklukkan hati ruby..dan bisa membuat nya tersenyum dan sebahagia itu..kamu pantas by..kamu pantas mendapat semua kebahagiaan itu, aku akan mendoakan mu dari jauh, semoga kamu selalu bahagai dengannya...??" gumam vano lihir matanya masih fokus pada sepasang kekasih itu, walaupun lirih riko yang ada di depannya masih bisa mendengar.


"gua banga sama loe van, ini baru vano yang gua kenal, semangat dan tak putus asa lagi, jadi apa rencana loe setelah ini semua berakhir" ucap riko.


"aku akan menceraikan manda, dan aku akan ke korea, aku akan menjalani hidup baru ku sana dan meninggalkan masa lalu ku sini, tapi sebelum itu aku akan meminta maaf pada ruby" jelas vano, sedangkan riko hanya mangut mangut.

__ADS_1


lalu mereka pergi dari cafe itu, tentunya setelah kepergian ruby dan brian.


Bersambung.....


__ADS_2