
baru saja pak ali masuk kedalam rumah, dari gerbang luar masuk sebuh mobil berwarna putih, setelah mobil itu terparkir rapi, keluar lah tiga wanita beda usia.
mereka bertiga langsung masuk setelah mengucapkan salam, viona kemabli bingung saat melihat iparnya dan kedua orang yang juga ia kenal, bunda siti dan airin.
akhirnya viona memabawa ketiga wanita itu di mana keluarga nya sedang berkumpul.
"Ali..ada apa ini kenapa kamu membawa pengacara ke sini" ujar pak alex yang bingung.
"tidak ada, aku hanya ingin berbicara dengan putra mu, bisa kau suruh dia datang kesini??" balas pak ali masih sangat santai.
perasan pak alex dan istrinya sudah tak enak sejak tadi ia melihat pak ali datang ke rumahnya tidak hanya sendiri, tapi bersama pengacara keluarganya, apa lagi saat pak ali menyuruh nya memanggil putranya.
"apa ali sudah mengetahui nya..?? tapi kalau dia tau vano pacaran, kenapa harus bawa pengacara segala, sebenarnya apa yang sedang tidak aku ketahui di sini, dan apa yang telah di lakukan anak itu hingga mertuanya membawa pengacara kesini" batin alex.
ia melihat ke arah istrinya, mama bina menganggukkan kepalanya, lalu pak alex langsung menelpon anaknya.
saat ia ingin bertanya lagi pada pak ali, tiba tiba ruby dan yang lain masuk kedalam ruang keluarga itu, terlihat mereka sangat panik.
ruby yang melihat ayahnya membawa pengacara keluarganya pun sempat terkejut, ia tak mau ayah nya melakukan yang tidak tidak, lalu ia menghampiri mertuanya, ia memberi salam dan mencium tangan keduanya, lalu ia mendekati ayahnya dan juga mencium tangan ayahnya, begitu juga dengan airin.
mama bina mendekat ke arah siti, ia bertanya pada siti namun wanita paruh baya itu hanya mengeleng kepalanya wajahnya nampak sedih, mereka berdua duduk di salah satu sofa yang ada di sana, viona duduk bersebelahan dengan airin, pak alex duduk sendiri, sedangkan pak ali duduk bersebelahan pak bima di samaping pak ali ada ruby.
suasa hening tak ada yang berbicara, mereka menunggu kedatangan sang bintang, tak lama setelah itu orang yang di tunggu tunggu pun datang, vano tidak hanya datang sendiri bahkan ia datang dengan manda, seperti nya mereka belum menyadari keberadaan keluarga ruby di sana, terlihat dia masih bisa tertawa bersama manda.
"Oohh,, ternyata kau masih bisa tertawa saat sedang seperti ini" tiba tiba suara pak ali memecahkan keheningan yang sempat terjadi beberapa menit.
vano yang tadi tertawa dengan manda seketika terdiam,dan melihat ke arah sofa yang ada di ruang keluarga, seketika ia mematung sedangkan manda berdiri di belakang vano.
vano melihat ke arah keluarganya dan mertunya, tak ada senyum di antara mereka semua, ia juga melihat di sana ada ruby, lalu ia dan manda mendekat ke arah mereka.
"assalamu'alaikum.. papa.. ma..ayah..bunda," sapa vano namun semua orang di sana hanya diam.
vano melihat ke arah ruby, seakan ia ingin menanyakan apa yang terjadi namun ruby hanya menunduk.
"ada apa.. papa telpon vano..??" tanya vano sedikit gugup, sejujurnya vano sedikit takut dengan ayah mertuanya itu.
"Jadi dia,, perempuan yang kau nikahi itu..???" tanya pak ali menunjuk ke arah manda yang ada di belakangnya sedkit jauh.
Deg
__ADS_1
semua orang yang ada di sana kecuali keluarga ruby mendengar itu pun kanget bukan main saat mendengar ucapan pak ali, termasuk vano, yaa..ia memang meminta cerai dengan ruby, ia pikir ruby akan mencari alasan sebab mereka bercerai.
sedangkan ruby sudah menundukkan kepala nya, mama bina melihat ke arah bunda siti ingin mendapat penjelasan dari besan sekaligus temannya itu, bunda siti menjelaskan kalau apa yang di bilang suaminya itu benar adanya, mama bina menutup mulutnya tak percaya.
"tu...tunggu, ini.. ini apa maksud kamu ali??" tanya pak alex yang memang tak tau masalah ini,ia pikir akan membahas masalah vano dengan pacarnya, tapi ini menikah...??? apa apaan...
"kau tanya saja pada anak brengsek mu itu," ujar pak ali yang mulai tersulut emosi.
"vano.. apa maksud mertua kamu..?" kini pak alex bertanya pada vano.
"iya... pa, vano sudah menikah sama manda 2 bulan yang lalu, papa kan tau aku sangat mencintai manda, tapi papa mama tenang saja aku sudah bercerai kok sama ruby" jawab vano begitu santai seolah ini hanya hal sepele baginya.
pak alex, mama bina, viona, airin dan pak ali sungguh kaget saat melihat vano begitu santai saat menjawab bahkan ia tak memikirkan perasaan ruby sedikitpun.
ruby yang mendengar itu sudah terisak, ia tak kuat lagi menahan air matanya, ke empat wanita yang berbeda umur itu menghampiri ruby, mama bina memeluk menantunya itu, ia juga menangis melihat ruby.
pak ali yang geram saat melihat vano begitu santai saat menjawab pun bangun dari duduknya menghampiri vano, tiba tiba..
buuuuukhhh..
sebuah bogem melayang di wajah tampan vano, semua yang di sana terkejut sekali lagi, ruby makin histeris saat melihat ayahnya memukul orang.
***Buuukhh
bukhh***
beberapa kali pak ali menghajar vano bahkan saat vano sudah terjatuh ke lantai ia masih memukul nya, semua wanita yang ada di sana sudah menjerit jerit, kalau saja tak di henrikan olah pak alex dan pak bima, mungkin nasip si vano sudah di rumah sakit.
"Ali..cukup..kenapa kalu memukulnya, jika memang ada masalah bisa kita selesaikan dengan cara baik baik, tidak perlu dengan kekerasan" pak alex memegang tangan kanan sedangkan pak bima sebelum kiri.
" pak.. tenangkan dirimu " ujar pak bima.
"lepaskan aku,,aku tidak akan melepaskannya, brengsek.. apa kau bilang hah?? selesaikan dengan cara baik baik katamu?? baiklah aku tanya padamu, jika ada orang yang melakukan tindakan kekerasaan terhadap putri mu apa kau akan berbicara baik.baik hah,, apa kau tau anak brengsek mu itu sudah brani brani dia memukul anakku, bahkan aku sendiri tak pernah melukai ia seujung rambut, tapi dia.....?? telah berani menganggkat tangan kotornya ke wajah anakku, apa yang kalian lakukan sebagai mertuanya hah?? dulu kalian berjanji akan menjaganya tapi apa sekarang, anak ku malah si siksa oleh nya,bahkan dia tak pernah memberikan hak sebagai seorang istri pada anakku," jelas pak ali mengebu gebu, emosinya sudah tak terkontrol lagi.
lagi... penjelasan pak ali membuat keluarga abraham terkejut bahkan lebih terkejut, mereka tak menduganya ternyata begitu buruk perbuatan putra mereka, malu...?? tentu saja mereka sangat malu.
keluarga abraham sudah tak bisa berkata kata lagi, mereka hanya bisa menagis, pak alex memijat pangkal hidungnya yang mulai berdenyut.
"vano...papa bener bener kecewa sama kamu" pak alex tak bisa berkata kata lagi.
__ADS_1
ruby tak kuasa melihat ayahnya seperti itu, ia menghampiri ayahnya dan memeluk ayahnya untuk meredakan emosinya, benarr saja saat ruby memeluk ayah nya dari depan, pak ali langsung menurunkan emosinya.
"ayahh.. su..sudah jangan di pu..pukul lagi, ka..kasihan mas vano..hiks.. hikss" ucap ruby terbata bata..
nafas pak ali naik turun saat meredakan emosinya, ia memeluk anaknya itu, sejenak ia menjadi tenang,
mama bina dan viona berlari ke arah vano, mereka membantu membangunkan vano, lalu mereka mendudukan vano di salsatu sofa, kini muka vano hampir sudah tak bisa di kenali, darah keluar dari mulut dan juga hidungnya, mama bina menangis melihat ke adaan anaknya, ia tak bisa melakukan apa apa karna ini memang sepenuhnya kesalahan anaknya.
"baiklah alex, aku membawa pengacara ku kesini untuk membahas masah percerain antara mereka berdua" ucap pak ali saat sudah mendapatkan ketenangan, ia melepaskan pelukannya dari ruby lalu kemabli duduk di sofa.
kini tak ada lagi suara tangisan, hanya segukan segukan kecil yang tertinggal dari para wanita yang berbeda usia itu.
"ali.. kenapa kau harus mengambil keputus seperti itu, kita harus menanyakan pendapat anak anak terlebih dulu"
"baiklah, kalau begitu kau tanya saja sendiri pada anakmu"
lalu alex melihat ke arah istrinya dan memberi kode untuk berbicara dengan ruby, mama bima yang paham pun mendekat ke arah ruby.
"Nak.. kamu taukan kami sangat menyayangimu?? mama sudah menganggap kamu seperti anak mama sendiri.??" ujar mama bina lembut sambir memegang tangan menantunya itu, ruby menangguk kepalanya.
orang yang ada di sana hanya menyaksikan interaksi menantu dan mertua itu.
"Nak..boleh kalau mama minta kamu tetap tinggal??" sambung mama bina lagi.
ruby tak menjawab, ia menatap mertuanya itu setelah itu ia baru menjawab " ma.. ruby tau kalau kalian semua menyayangi ruby, ruby juga sudah anggap kalian sebagai keluarga ruby sendiri, tapi ruby minta maaf ma...ruby tidak bisa tinggal lagi" jawab ruby dengan sangat lembut.
inilah mengapa keluarga abraham sangat sulit melepaskan menantu seprti ruby, sangat sulit menemukan orang yang masih sabar saat cobaan bertubi tubi datang padanya.
"kenapa.. kenapa tidak bisa nak?" tanya mama bina sedikit terkejut dengan keputusan ruby.
"karna mas vano sudah melepaskan ruby ma..." jawab ruby sedih, ia menundukkan kepalanya.
mama bina menutup matanya saat mendengar ucapan ruby, ia tak menyangka kalau anaknya akan sebodoh itu melepaskan wanita seperti ruby, akhirnya mama bina menghela nafas panjang, tak bisa berbuat apa apa lagi, begitu juga dengan pak alex, selesai sudah...
"baiklah, karna kalian sudah mendapatkan jawabannya, mari kita akhiri saja di sini," ujar pak ali.
lalu pak bima memberika beberapa berkas untuk di tanda tangani ruby dan vano, setelah urusan mereka selesai keluarga pak ali berpamitan untuk kembali ke kediaman mereka, namun sebelum itu mereka meminta maaf atas kekacoan hari ini.
Bersambung.....
__ADS_1