ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-45 (s2)


__ADS_3

"hadeehhhh..Ya allah.. capek banget dah...." ujar syifa setelah membersihkan sampah sampah yang hampir satu lapangan basket, ia menjatuhkan dirinya di salah satu undukan tangga yang ada di sekitaran lapangan basket.


"nih minum..." ujar arkan yang tiba tiba nongol, sambil menyodorkan sebotol air meneral kearah syifa.


"dari tadi kek...gak tau apa udah kering nih tenggorokan" sahut syifa kesel, dengan gerakan cepat secepat kilat ia menyambar botol air itu di tangan arkan dan langsung meminumnya.


"udah di kasih air bukannya terimakasih lo" ucap arkan yang ikut duduk di sebelah syifa.


"Makasih apanya... ini semua gara gara lo yang nabrak gue, coba aja kalau lo engga halangin jalan gue kan gak harus gue capek capek begini" omel syifa tanpa melihat lawan bicaranya, ia menengadahkan kepalanya ke atas dan nampaklah leher putihnya itu.


"kenapa jadinya gue.. salah loe sendirilah kenapa harus lari lari coba..?" tanya arkan yang tak terima di salahin sambil mendorong kepala syifa kebawah, kan syifa nya jadi kesel kepalanya di tabok begitu, itu menurut syifa sihh..


"iih..apaan sih lo..ya kan lo bisa hindar kek.. elaaahh si bambang.." sahut syifa yang mulai kesel sama manusia yang ada di sampingnya ini, ia merapikan kembali rambutnya,, ya...inilah syifa kalau sedang di sekolah penampilannya harus perfect, tapi jangan di tanya kalau di rumah ancor...


"udah ah gue kantin dulu, laper gue, males juga ngomong sama lo...." sambung syifa yang langsung pergi dari sana meninggalkan arkan sendirian.


sedangkan arkan.. pria itu juga pergi dari sana kembali ke kelasnya, dan mereka tak sadar kalau di ujung lapangan basket ada sepasang mata yang melihat mereka.


*****


"mang udin...bakso satu sama es jeruk nya satu ya..??" ucap syifa yang sudah duduk di salah satu meja yang ada di kantin tersebut.


"siap neng.." sahut mang udin mengajungi jempol kearah syifa.


keadaan kantin masih sepi karna memang sekarang masih jam pelajaran, karna tidak ada memang tidak ada orang jadi tak berapa lama pesanannya sampai.


"ini neng bakso sama es jeruknya" ucap mang udin sambil meletakkan pesanan syifa.


"Makasih mang.." sahut syifa tersenyum kearah mang udin.


setelah mang udin pergi syifa langsung menyantap baksonya, ia sudah sangat laper karna tadi terlalu capek, boda amat harus ketinggalan pelajaran ntar juga bisa pinjamin catatan nia.


setelah selesai dengan makannya, syifa bukannya masuk kelas ia malah merebahkan kepalanya di atas meja dengan berbantalan kedua tangannya.


serasa tidurnya terganggu karna suara ribut di sekelilingnya syifa terbangun dari bobok cantiknya, ia melihat kalau kantin udah penuh.


"udah jam istirahat yah..?" gumam syifa, lalu gadis itu bangun dari duduknya, setelah membayar bakso dan es jeruknya, syifa kembali ke kekelasnya, namun saat di lorong menuju kelas dia di hadang sama siska dkk.


"kenapa lo..?" tanya syifa santai ia melipat kedua tangannya di depan dada.


"Gue peringatin ya sama lo.. jahuin arkan, dia pacar gue, kalau lo berani berani deketin dia habis lo.." ucap siska sambil menusuk nusuk bahu syifa dengan ujung jarinya.


"weee..santhuy dong.. kagak usah nujuk juga kali, otak lo masih gunakan..?? jadi lo mikir deh jangankan dekat, kapan ada hari gue pernah akur sama dia... elaahh ribet amat siih lo.." sahut syifa yang masih dengan santainya.. sambil menepis jari telunjuk siska yang sempat menusuk bahunya.


"minggir... males gue debat sama nenek lampir kayak kalian" sambung syifa langsung pergi dari sana bahkan dia sengaja menyenggol bahu siska.


"gue udah ingetin lo ya..kalau lo sekali lagi deketin arkan, awas aja lo sadar cabe.." teriak siska penuh emosi, ia menggepal tangannya kuat.


tanpa melihat kebelakang syifa mengangkat tangan kanannya dan melambaikan tanganya, membuat ketiga gadis itu semakin emosi, tak selang lama syifa sampai di kelasnya dan langsung masuk kedalam, di sana ternyata masih ada ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"fa..lo dari mana aja sih.." ujar nia saat melihat syifa masuk kelas.


"Kantin gue" sahut syifa santai dan duduk di kursinya, nia dan amel yang duduk di meja depan mengubah posisi duduknya menghadap ke arah syifa dan jessi.


"elaaah...kantik gak ngajak ngajak lo fa..." ucap jessi yang sibuk dengan kacanya.


"gue tadi di hukum bersihin lapangan basket sama si ketos songong itu" sahut syifa males dan lagi ia merebahkan kembali kepalanya di atas meja namun tidak tidur, hanya rebahan saja.


"udah gue duga loe pasti telat lagi.." ujar amel , gadis itu asyik dengan ponselnya, apa lagi kalau bukan nge game.


syifa mengangkat kepalanya dan merebut ponsel milik amel, kan amelnya jadi kesel orang lagi main game malah di rebut aja hp nya.


"woi...hp gue..." ucap amel berteriak karna hpnya di rebut syifa bahkan amel berdiri dari duduknya untuk merebut kembali ponselnya dari tangan syifa, namun syifa malah naik ke atas meja dan memaikan game yang ada di dalam ponsel amel, sesekali syifa berdecak saat kalah dari game yang di mainkan.


"fa..kembaliin ponsel gue... entar mati game gue... lo kan punya ponsel sendiri.. fafa..." ujar amel yang masih berusaha meraih ponselnya dari syifa.


"brisik amat sih lo mel...diam napa.. gue lagi asik nih...nih lo ambil punya gue.. " sahut syifa tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang ada di tangannya lalu melemparkan ponsel keluaran terbarunya ke arah amel, dengan sigap amek menagkap ponsel yang di lempar syifa..


amel berdecak..heran dia sama sahabatnya yang satu ini, punya ponsel keluaran terbaru, malah di lempar lempar malah suka mainin ponsel punya orang, tanpa pikir lagi amel langsung mengambil salah satu game yang sama seperti yang dia mainkan, saat membuka game itu mata amel melotot.


"fa...lo udah menangin semua levelnya..!?" tanya amel mengalihkan pandangannya kearah syifa yang masih asik dengan game sesekali keluar umpatan dari mulut mungil gadis itu ia masih berdiri di atas meja.


"iyaa.." jawab syifa singkat dan melanjutkan peemainannya, sesekali gadis itu melompat kecil di atas meja saat dia menang.


"pantes aja lo rebut punya gue...trus buat apa gue ponsel lo.." ujar amel menghela nafasnya dan akhirnya dia hanya membuka instagram milik syifa.


"Elaah..lo kayak gak tau si fafa aja, diakan ratunya nge game, di sekolah aja jarang, coba aja loe karumahnya.. subhanallah 24 jam" ucap nia yang sedang membaca komik.


amel hanya mengelengkan kepalanya, memang dari ketiga sahabatnya cuman amel yang belum kerumah syifa, saat ke empat gadis itu sibuk dengan sendiri sendiri, arkan dkk masuk dan jangan ketinggalan siskanya dong.


ke empat gadis itu tak peduli dengan siapa yang masuk kedalam kelas mereka, bahkan syifa tak melirik sedikitpun kearah pintu kelasnya.


"fafa...sayang.. jangan loncat loncat dong nanti jatuh..ayo sini babang dion turunin.." ujar dion mendekat kearah syifa dan menganggkat kedua tangannya.


"ogah...minggir..." sahut syifa ketus ia langsung turun dari atas meja, ia melirik kearah arkan dan siska tapi hanya sekilas, garis bawahin kata sekilasnya, dan dia kembali duduk di kursinya, ia menyerahkan ponsel yang sempat dia rebut pada pemiliknya.


ia mencari posisi ternyaman dan kembali merebahkan kepalanya di atas meja berbatalan lengannyan, ck...ck...dasar tukang tidur.


sedangkan arkan hanya melihat sekilas ke arah syifa lalau kembali mengobrol dengan siska, hari ini siska nempel terus sama arkan, udah kayak prangko aja gak bisa lepas...


******


Bel sekolah pun berbunyi, menandakan untuk semua siswa siswi waktunya pulang kerumah masing masing, begitu juga dengan syifa setelah berpamitan dengan sahabatnya, gadis itu langsung pulang.


sekitar 20 menit perjalanan pulang, akhirnya syifa sampai rumah dengan selamat, diapun keluar mobil dan langsung masuk kedalam rumah, seperti biasa saat dia masuk kerumah dia akan berteriak.


"Assalamu'alaikum.. mama..anak gadismu pulang..." teriak syifa dari arah pintu.


"wa'alaikumsalam... Ya allah kak..berapa kali mama bilang masuk rumah jangan teriak teriak" sahut ruby, tangannya langsung di raih oleh syifa dan di cium oleh gadis itu.

__ADS_1


"heheh..iya..mahh..." ucap gadis itu sambil nyengir dan langsung ngacir menaiki tangga menuju kamarnya.


"sayang siap mandi sholat jangan tidur lagi ya, nanti malam mama papa mau ngajak kamu keluar" teriak ruby dari bawah yang masih bisa di dengar syifa yang masih berdiri di ambang pintu kamarnya.


"nggak janji ya mah..!!!" teriak syifa yang sudah masuk kedalam kamar.


setelah masuk kamar, tanpa berganti seragam sekolahnya gadis itu langsung merebahkan dirinya di atas ranjang empuknya, bahkan sepatu sekolah masih setia di kaki keduanya.


malam harinya, syifa terbangun dari bobok cantiknya saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06:54 menit dengan secepat kilat ia bangun dari tidur dan menyambar handuk yang sudah ada di tempatnya, karna memang kalau gadis itu sudah beranggkat sekolah, pelayan rumahnya akan membersihkan kamarnya, jadi kalau kamar nya udah brantakan lagi itu tandanya sang penguasa kamar telah kembali, gadis itu langsung masuk kedalam kamar mandi sekitar 15 ia selesai mandi dan sudah berganti bajunya, lalu dengan cepat ia melakukan sholat mangrib nya dengan khusuk.


nah.. kalau udah nyangkut soal sholat walaupun ada angin mengadang petir yang menyambar dia kaan khusyuk saat melaksanan kewajibanya.. :D karna sekarang dia sudah bisa sholat lagi karna tamu bulanan yang tak di undang udah pulang gak di antara


setelah selesai sholat syifa melepas mukenanya dan di lempar ke arah sofa, gadis itu langsung turun kebawah dengan baju tidurnya bergambar Hello kitty dan rambut yang di ikat acak acakan, syifa memang gadis sedikit agak bar bar dan sifatnya gak ada kalem kalemnya, namun kesukaanya sangat feminim contohnya, warna pink.


gadis itu menuju ruang keluarga, di sana sudah ada mama, papa dan adiknya yang sudah rapi.


"mah..pah..kalian mau kemana..? kok udah pada rapi..?" tanya gadis itu dengan polosnya, ck..ck..dia benar benar melupakan ucapan mamanya tadi sore..


ketiga orang yang sudah lama menunggu kedatangannya pun menoleh ke belakang.


"loh kak, kok kamu masih pakek baju tidur sih..?" tanya ruby melihat putrinya masih dengan baju tidurnya.


"lah..emang mau kamana mah..?" tanya syifa dengan wajah polosnya, gadis itu masih berdiri di tempatnya.


brian dan almeer yang mendengar ucapan syifa hanya melongo tak percaya, dia benar benar melupakan ucapan mamanya.


"jangan bilang kalau kamu udah lupa yang tadi sore mama bilang?" tanya ruby memicingkan matanya menatap curiga pada putrinya itu.


sedangkan yang di tanya ia hanya memasang wajah polosnya "emang mama bilang apa..?" tanya syifa ia melihat ke arah papanya dan adiknya namun mereka menaikkan kedua bahunya, mereka tidak mau ikut campur masalah ibu dan anak itu.


"Ya allah syifa.... kamu...." tanpa melanjutkan lagi ucapannya ruby langsung menarik tangan putrinya itu menuju kamarnya,sedangkan brian dan almeer hanya mengelengkan kepala saja.


bisa bisa naik darah ruby di buat anak gadisnya itu... haaisszz...


saat sudah di dalam kamar, syifa duduk di sisi ranjang melihat mamanya sedang memilih milih baju yang cocok untuknya.


"pakek ini cepat, kita udah mau telat ini, oh jangan lupa dadan sedikit" ucap ruby sambil menyerahkan sebuah dress lengan pendek dan panjangnya selutut.


"mah... kita mau kemana sih..? kenapa fafa harus dandan segala..?" tanya syifa, namun gadis itu tetap memakai baju yang di kasih ibunya, ruby tak menjawab ia fokus merapikan rambut anaknya yang susah di atur itu, gimana nanti kalau dia udah kawin...entahlah....


stelah selesai mereka turun kebawah dan langsung keluar rumah karna yang lain sudah menunggu di mobil.


"ayo mas..jalan..!" ucap ruby saat mereka sudah masuk kedalam mobil, brian langsung menyalakan mobilnya dan melajukannya dengan sedikit cepat.


syifa duduk di belakang dengan adiknya yang sibuk main ponsel, gadis itu hanya memandang jalanan kota jakarta lewat kaca mobilnya...


Bersambung......


visual arkan

__ADS_1



__ADS_2