ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-27


__ADS_3

setelah selesai makan, aku di ajak keruang tamu oleh ibunya ruby, kami semua pun kesana, lagi lagi aku tak melihat keberadaan suaminya ruby.


"kemana perginya si vano, dari tadi aku tak melihat nya" batin ku.


"papa kenalin, ini tante ririn..." syifa tiba tiba bangun dari duduknya dan memperkenalkan anggota keluarga itu padaku, seolah olah ia juga termasuk dalam keluarga ini.


aku melihat ke arah gadir yang berjib yang di panggil ririn oleh syifa, aku tersenyum ke arahnya dia juga membalas senyuman ku, aku tak memperkenalkan diri karna ku yakin mereka pasti sudah tau namaku.


"Ini.. nenek siti.." sambung gadis kecil itu berlari ke arah ibu ruby yang bernama siti, aku tersenyum begitupun dia.


lalu syifa berlari ke kanan "Dan ini.......ini kakeknya fafa, namanya kakek ali.." ucap syifa antusias, gadis kecil itu langsung melompat kedalam pangkuan pria yang di panggil nya itu kakek ali dia pasti ayahnya ruby.


sepertinya di antara mereka selain dengan ruby, syifa sangat menyukai ayahnya ruby, ku pikir pria paru baya itu akan marah, namun aku lihat om ali dengan senang hati membawa syifa ke dalam pangkuan nya.


aku melihat ke arah ruby, wanita itu hanya tersenyum ke arahku, aku masih bingung kalau memang ini rumah vano kenapa aku tidak melihatnya dari tadi.


ruby sudah tidak mempertanyakan lagi pada kj kemana kami pergi selama 2 minggu, karna semalam syifa si gadis kecil yang imut itu sudah menjelaskan semuanya pada ruby.


karna penasaran yang terlalu besar aku pun bertanya pada mereka, namun aku tak menyangka sebuah pertanyaan itu bisa membuat mereka semua terdiam.


"Eeem, maaf sebelumnya om, tante..dari tadi bian di sini...tapi kok bian gak liat suaminya ruby ya..??"


mereka terdiam dan menatap ku dengan tatapan yang sulit di artikan, lalu mereka beralih melihat ke arah ruby, aku juga melihat ke arah yang mereka lihat, saat melihat ruby aku menautkan kedua alisku.. binguung...


aku melihat ruby tertuntuk dan tak lama ia berdiri dan berlari menaiki tangga menuju kamar nya dan ku lihat ririn dan syifa mengikutinya dari belakang, aku masih bingung dengan semua ini, "apa pertanyaan ku salah..??" batin ku.


"pertanyaan mu tidak salah.." seakan tau isi pikiranku om ali menjawab, sampai aku terkaget.


"bian ayo ikut om sebentar.." ajaknya, namun aku melihat ke arah tante siti, wanita paru baya itu mengangguk.


aku langsung berdiri dari duduk ku dan menyusul om ali, ternyata aku di bawa ke ruang belajar nya, di sana om ali sudah duduk di kursinya menungguku.


"duduklah.." ujarnya tanpa ada senyum.


aku pun langsung duduk di sofa yang menghadap ke arahnya.


"kamu bertanya di mana suami ruby kan...??" tanya nya pada ku.


"i..iya om" jawab ku gagap. " wah..atsmosfernya kok jadi serem ya" batinku.

__ADS_1


"apa kamu tau..? ruby sudah bercerai dengan vano 2 minggu yang lalu..?" ujar om ali yang membuat mata ku melebar sempurna..


"apa..??ke..kenapa bisa cerai..om??" tanya ku.


lalu om ali menceritakan semua nya padaku dari awal ruby menikah hingga mereka bercerai, sesekali aku menutup mulutku dan kanget atas apa yang di lakukan vano selama menjadi suami ruby, ternyata selama ini senyum yang selalu aku lihat di wajah cantiknya itu ternyata di baliknya ada luka yang mendalam, aku tak menyangka wanita sebaiknya akan mendapat cobaan seberat itu..


"bahkan pria brengsek itu telah berani berani menganggkat tangan kotornya pada anakku" lagi....ucapnya yang ini membuat dadaku rasanya bagaikan di hujam berimu jarum tatkasat mata.


aku juga melihat raut wajah om ali yang membenci pria brengsek itu, aku mengepal tangan ku erat hingga urat urat di pergelangan tangan ku bermunculan kepermukaan.


"jadi bian... jika kamu memang mencintai putri om, maka kejarlah dan buat dia juga mencintaimu, om tau kamu orang yang baik dan bertanggung jawab, om tidak akan mempermasalahkan akan status mu, karna anak om juga seorang janda, tapi jika kamu hanya untuk mempermaikan perasaannya... lebih baik kamu jangan pernah memberi nya harapan dan jahui dia."


aku mencerna setiap kata kata yang di ucapan nya, "akhirnya do'a doa'a ku selama ini enggkau menjawab nyaYa allah..berikanlah kesabaran dan kekuatan saat aku menaklukkan hatinya Ya allah, karna sesungguhnya aku mencintainya karna mu" batinku.


"insya allah om...bian akan selalu mencintainya karna Allah" jawab ku mantap.


kulihat pria yang ada di hadapanku ini tersenyum senang, setelah mengobrol kami pun keluar dan menuju ruang tamu.


brian pov off


******


Rubby pov


mati matian aku melupakan kejadian itu, dan sekarang kenangan menyakitkan itu datang kembali, bagaikan luka yang ternganga dan di berikan perasan jeruk nipis di atasnya, air mataku jatuh berlinang bagaikan sugai, aku takut.....aku takut tidak bisa mengontrol diriku sendiri saat memikirkan masa masa itu.


airin dan syifa yang menyusulku pun duduk di tepi ranjang lalu syifa mendekat ke arahku, gadis kecil itu memeluk ku yang sedang tengkurap.


"tante...kenapa menangis..?? apa tante sakit..?" suara kecil itu mamanggilku, membuat luka yang sedang terbuka seakan kembali membaik.


aku berubah posisi tengkurap ku ke posisi duduk, ku tatap wajah polos itu yang sedang sedih memandangku, ku usap lembut wajahnya lalu kupeluknya erat.


seakan allah sengaja mengirimkan malaikat kecil ini untuk ku untuk menjadi obat hatiku yang sedang terluka, aku sadar dia bukanlah darah dagingku, tapi entah kenapa aku merasa nyaman saat di dekatnya.


"aku tidak boleh menyalahkannya, karna dia memang tidak tau apa apa, aku harus menjelaskan semua padanya... yaa.. aku harus kuat..aku ngak boleh terus terusan terjebak akan masa laluku yang kelam" batin ku menyemangati.


ku lepas pelukan ku padanya, lalu aku tersenyum ke arahnya.


"tante baik baik aja kok syang.." ku hujani kedua pipi gembilnya itu dengan ciuman, membuat gadis kecil itu terkekeh geli.

__ADS_1


lalu aku mengajak mereka berdua untuk turun kebawah, kulihat di bawah bunda hanya sendiri, baru saja aku mendudukkan diriku di atas sofa ku lihat brian datang bersama ayah.


"yan bisa bicara sebentar..??" ujar ku dengan suara parau.


dia mengangguk lalu aku berjalan keluar rumah dan dia mengikuti ku dari belakang, hingga kami sampai di bangku panjang yang ada di samping rumah ku.


"yan...aku..." ucap ku terhenti saat dia dengan cepat momotong ucapanku.


"aku tau..aku udah tau semuanya, kanpa by..?? kenapa selama ini kamu gak pernah bilang sama aku..apa kamu selama ini tidak pernah mempercayaiku sebagai seorang teman mu.??"


tanyanya dengan suara sangat lembut membuat dadaku seketika lebih baik, aku tak tau dengan perasaanku, tapi saat bersamanya rasanya ada yang berbeda dalam diriku, namun aku takut untuk kembali jatuh cinta, aku takut masa masa itu kembali datang, aku tau pria yang ada di hadapanku ini adalah pria yang baik, tapi.....


"maaf yan..bukanya aku tak percaya sama kamu... tapi....tapi aku takut...hiks... hiks..." ucap ku lirih..aku kembali terisak.


ia tak menjawab, dia hanya menatapku.


"by.. boleh kah aku mengejarmu...?? bisakah kamu membuka hatimu untukku..??" ucapnya tiba tiba.


aku sedikit kaget saat mendengar ucapannya, ku tatap netra coklatnya itu untuk mencari kebohongan, namun hanya ketulus yang terdapat dalam netra coklat itu, saat tersadar dengan cepat ku buang pandanganku ke arah lain, beberapa kali aku beristirghfar.


"kenapa kamu ingin mengejarku..? apa alasannya..?" pandanganku lurus kedepan.


dia tak langsung menjawab ia dia, lalu ia menarik nafas sebelum melanjutkan.


"pertama, karna aku menyukaimu, sejujurnya ini kali kedua aku jatuh cinta pada seorang wanita, semenjak istri ku meninggal aku tak pernah lagi membuka hati pada seorang wanita, banyak gadis gadis yang ingin menjadi istri ku tapi aku tak pernah sekalipun melirik mereka, bahkan ummi pun beberapa kali menyuruh ku untuk menikah lagi untuk memberi syifa seorang ibu, saat itu aku berfikir benar kata ummi syifa butuh kasih sayang seorang ibu, lalu aku mencoba untuk membuka hati pada seorang wanita dia adalah rekan kerja ku, namun syang... ia hanya menginginkan aku tidak dengan putriku, dia malah memperlakukan syifa dengan tidak baik, maka dari itu aku tidak mau menikah lagi, namun sejak saat pertama aku bertemu denganmu aku merasa ada yang berbeda dalam diriku, dan lagi syifa sangat menyukai mu, selama ini syifa tak pernah dekat dengan orang lain selain aku dan ummi, entah.. aku pun tidak tau, bahkan saat beberapa kali kita bertemu, dan pada saat aku baru tau kalau kamu adalah seorang wanita yang sudah bersuami, apa kamu tau bagaimana perasaan ku saat itu...??semuanya kacau.. bahkan aku sempat menyalahkan diriku kenapa hatiku harus jatuh pada tempat yang sudah ada penghuninya, hingga akhirnya aku melakukan sholat istikhorah untuk meminta petunjuk pada sang khalik agar aku tak salah dalam melangkah, malam pertama aku mendapat jawaban hanya ada segumpal cahaya dari kejahuan, lalu malam kedua aku melakukan sholat lagi, dan jawaban kedua ku terlihat seorang wanita berhijab berjalan ke arahku namun wajahnya tertutupi cahaya yang samar, walaupun begitu ia terlihat sangat rapuh, dan saat malam terakhir aku melakukan sholat istikhorah aku langsung mendapatkan jawabannya, apa kamu tau siapa wanita itu...?" dia diam sejenak melihat ke arahku, aku mengeleng kepala ku lalu ia kembali memandang ke atas, sebenarnya aku kaget mendengar ceritanya namun dengan cepat aku mengalihkannya dan ia pun melanjutkan ucapanya " wanita itu adalah kamu".


Deg


kini aku tidak bisa menutupi keterkejutan ku lagi, ku tutup mulutku dengan kedua tanganku, air mata yang tadi sudah berhenti kini jatuh kembali, aku tak percaya dengan apa yang aku dengar ini.


"kedua, aku ingin menjagamu, aku ingin melindungimu dari orang orang seperti mantan suami mu, sejujurnya saat aku tau bahwa dia adalah suamimu aku sangat marah, bahkan aku sempat mengasihani yang menjadi istrinya karna mendapat suami seprti dia, yang tak pernah menghargai seorang wanita apa lagi istrinya, aku sangat benci orang orang seperti itu, bahkan aku sempat bertanya, kenapa bukan aku yang lebih dulu di pertemukan dengan mu kenapa harus dia".


"ketiga,..... aku ingin menjadi imam untuk mu, menjadikan mu sebagai pelengkap agamaku, menjadikanmu seorang ibu untuk syifa, dan menjadikan sebagai ibu untuk anak anak kita nanti, aku akan menjadikan mu sebagai bidadari duniaku, itu alasanku untuk mengejarmu"


bahu ku bergetar saat ku menahan tangisanku, bukannya sedih tapi aku terharu mendengar pengakuan nya,bahkan hatiku luluh di buatnya, sungguh... baru kali ini ada seseorang yang berkata seperti itu padaku.


"Beri aku waktu, a..aku akan me..mencoba mem....membuka hatiku un..untuk mu, beri aku waktu.. hiks..hiks.." ucap ku, aku melihat kearahnya, lalu ku paling kan pandanganku.


"by.... aku tidak akan memaksa mu, aku tau cinta itu tidak bisa di paksa, baiklah aku akan menunggu mu samapi kamu sudah menemukan waktu yang tepat" jawab nya, ia memberikan senyuman yang hangat itu padaku, aku mengangguk dengan cepat.

__ADS_1


"insya allah, aku akan mencoba nya, tunggu aku" jawab ku lagi, pria itu terseyum lembut ke arahku dan menganggukkan kepalanya.


Bersambung......


__ADS_2