ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-48 (s2)


__ADS_3

syifa turun kebawah bersama ibunya dan di dampingi oleh ketiga sahabatnya, semua mata tertuju ke arah mereka dan yang jadi pusat perhatian adalah sang pempelai wanita, memang tak bisa di bohongi kecantikan syifa menghipnotis semua tamu undangan pada hari ini, bahkan arkan terposana saat melihat syifa walaupun hanya mengunakan make up tipis dan gaun yang sangat indah gadis itu benar benar terlihat sangat feminim dan cantik, dan hanya satu kata yang ada di dalam kepala arkan saat ini 'cantik'.


dan saat syifa sudah berada di depannya, arkan langsung tersadar dari lamunannya, arkan dengan segera menganti raut wajahnya dengan wajah andalannya yaitu wajah datar.


"kenap lo, terposana liat kecantikan gue??" tanya syifa berbisik dengan PDnya,, ya.. memang dia cantik kan...


hilaang....hilang seketika pujian yang sempat di pikirkan oleh arkan saat syifa mengeluarkan kata katanya.


"cih...cantik dari mana..?? hongkong..?? orang muka lo pas pasan begituan" sahut arkan berbisik yang tak selaras dengan hatinya, hati kata lain mulut kata lain..


gadis itu hanya mencibir saja.


dan kali ini arkan yang memergoki syifa yang sedang menatapnya.


"kenapa lo, liatin gue begitu?? gak usah di liatin gue emang udah ganteng dari sononya" jawab arkan dengan PD nya.


"cih....sok kegantengan" gumam syifa, namun masih bisa di dengar oleh arkan yang ada di sampingnya, pria itu tanpa sadar mengangkat sedikit sudut bibirnya dan menjadi sebuah senyuman namun tak ada yang melihatnya, ingaat garis bawahin kata sedikit.


lalu mereka melakukan ritual dan beberapa adat dan acara acara sesuai arahan yang ada hingga selesai.


******


Setelah satu minggu pernikahan mereka, dan mereka dan keluarga sudah kembali ke indonesia, seperti biasa hari ini mereka akan kembali ke sekolah, dan saat itu juga arkan dan syifa sudah tinggal di apartemen milik arkan dan juga mereka satu kamar, dan ya..mereka tidak pisah kamar ataupun pisah ranjang menurut syifa itu terlalu mendrama dan ribet, sedangkan dia tak suka yang ribet ribet, dan di saat itu juga arkan baru tau sifat syifa yang sebenarnya kalau di rumah itu beda jauh dengan saat di sekolah.


seperti sekarang..


di sebuah kamar yang bernuansa biru laut yang ada pink pink nya gitu..siapa lagi yang merekomendasikan warna tersebut saat kamar itu di renovasi kalau bukan syifa, di dalam kamar mereka juga tergantung beberapa foto pernikahan mereka dan yang paling besar ada di atas kepala tempat tidur keduanya , seorang gadis cantik masih setia dengan bobok chantiknya, seperti biasa setelah sholat subuh gadis itu bobok lagi yang bahkan mukena masih bertengger manis di kepalanya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 06:25 menit.


bahkan arkan sudah beberapa kali mencoba membangunkan gadis itu , tapi gadis itu sama sekali tak bergeming dari posisinya.


"ampun dah nih bocah... udah dari tadi gue bangunin, masih molor aja" gerutu arkan sambil berkacak pinggang yang sudah lengkap dengan serangam sekolahnya, lalu dia ingat saat baru pindah kesini pesan dari sang adik ipar, kakaknya itu kalau tidur kaya orang mati, jadi kalau mau bangunin dia harus dengan cara sedikit kasar atau berteriak.


"woy... bangun..." ucap arkan memcoba membangunkan syifa kembali dengan cara menarik ujung kaki gadis itu hingga setengah badannya merosot kebawah dan benar saja lihat sekarang gadis itu langsung membuka matanya namun tak luput dari umpatan umpatannya.

__ADS_1


"sialan.. siapa sih yang narik narik..orang lagi tidur juga.." gerutu syifa yang masih dalam posisi badan setengah kebawah namun ia tak melihat ke arah arkan.


"bangun lo..apa mau telat lagi lo..?" tanya arkan yang sudah memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.


""sehari aja gak usah ganggu gue tidur gak bisa ya lo" omel syifa, gadis itu kembali menaiki kakinya ke atas ranjang berencana untuk melanjutkan bobok chantiknya , namun sayang dengan cepat arkan menarik tangannya.


"bangun fa..jangan tidur lagi, udah telat ini" ucap arkan sambil menarik tangan syifa, dengan kesal dan mulut yang masih tak mau diam syifa bangun dan langsung masuk kedalam kamar mandi setelah melepaskan mukenanya dan di lempar kesembarang tempat, arkan pria itu hanya menghela nafasnya dan mengeleng gelengkan kepalanya.


lalu ia memungut mukena itu dan di lipat lalu di tarok di tempatnya dengan baik, dan dia membereskan tempat tidurnya, bahkan dia sudah memesan sarapan dari luar hanya tinggal tunggu datang, dia tau kalau wanita yang dia nikahinnya sifatnya masih seperti anak anak bahkan syifa tidak bisa masak, jadilah dia yang harus membereskan semua tapi ada juga di bantu sama syifa, gak tega laah masak suaminya pakek laknut capek capek dianya malah liatin doang, dan ya..syifa juga takut dosa guys..


sekitar 20 menit syifa keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk setengan lututnya, dan nampaklah leher putihnya dan paha mulusnya yang membuat arkan harus beristirghfar beberapa kali.


walaupun iya tau kalau syifa itu adalah istrinya, namun amanah sang mommy masih melekat di kepalanya 'ingat sebelum tamat sekolah, Selain tidur bareng kalian gak boleh buat dedek bayinya dulu..oke?" kata itulah yang membuat arkan sengsara.


"Ya allah..gini amat punya bini tapi gak bisa di sentuh" batin arkan tanpa sadar dia masih memandang pemandangan yang begitu indah terpampang di depan mata, walaupun keduanya belum mencintai satu sama lain... tapi dia juga seorang lelaki normal kali..


"tapi kan mommy cuman bilang gak boleh bikin dedek bayi, kan gak bilang kalau gak boleh cium..?" gumam arkan lirih tanpa sadar.


"kenapa lo liatin gue gitu amat..?" tanya syifa melihat kearah suami pakek laknut itu dengan kedua alisnya yang di taukan.


sedangkan syifa.. gadis itu mengerutkan keningnya dan menggedikkan bahunya dan langsung memakai seragam sekolahnya, "dasar aneh" ucap syifa.


setelah selesai dengan ritualnya, gadis itu langsung turun kebawah menuju dapur, di sana sudah ada sarapan, namun syifa tidak melihat keberadaan arkan.


"jadi gue di tinggal lagi..wah...bener bener asem tuh cowok" ucap syifa saat tak melihat keberadaan suaminya itu...eh maksudnya suami laknut...


setelah dengan sarapannya, gadis langsung keluar apartemen, dan di sana sudah ada tukang ojol yang sebelumnya udah di pesanannya.


*****


"sayang... kamu kemana aja sih satu minggu ini kok gak masuk..?" ucap siska pada arkan, saat arkan ngapel ke kelasnya.


"maaf sayang.. aku lagi ada urusan keluarga jadi gak sekolah" jawab arkan namun matanya menelisik isi kelas itu.

__ADS_1


"kamu lagi cari siapa yank..?" tanya siska yang melihat arkan seperti sedang mencari seseorang.


"Eh..engga ada yank.." sahut arkan dengan senyum super tamvannya, yang membuat para wanita meleleh..


siska tersenyum dan menggandeng tangan arkan dan di bawa kemejanya saat sudah sampai di meja siska tiba tiba arkan berhenti karna mendengar ucapan dion dan menoleh kebelakang ternyata di sana sudah ada syifa dkk.


"morning buah hatinya babang dion.." ucap dion berjalan kearah syifa dan melebarkan kedua tangannya hendak memeluk syifa.


"wait...jangan asal nyosor lo..gue tabok juga.." ucap jessi berdiri di depannya syifa untuk menghalang dion.


"apaan sih lo jes, awas gue udah kangen banget seminggu gak liat pujan hati, sirik aja lo" sahut dion jengkel melihat kearah jessi dan tersenyum saat melihat kearah syifa.


"jijay gue liat muka lo yon" ucap syifa yang langsung melewati dion dan duduk di bangkunya, ia sejenak melirik ke arah arkan dan kembali menatap kedepan.


"morning amel sayang...?" ucap ajiz melihat amel yang sudah duduk di bangkunya, namun tak di gubris oleh gadis itu, mereka tau kalau arkan dkk itu cowok playboy seantere sekolah jadi mereka udah gak mampan lagi dengan rayuan maut mereka.


"bebeb nia hari ini cantik banget sih,, bikin babang bimo makin cinta pakek banget.." ucap bimo sambil mengedipkan sebelah matanya, dan berhasil mendapatkan lemparan kotak pensil dari nia dengan cepat bimo menghindar dan mengenai kepala dion yang udah duduk di dekat bimo.


"anjirrr.... sakit setan.." upat dion sambil mengelus kepalanya.


sedangkan arkan dia kembali melanjutkan ngobrolnya dengan siska. syifa sendiri sudah merebahkan kembali kepalanya di atas meja berbatalan kedua tangannya.


"fa..lo gak panas liat suami lo sendiri ngapel kekelas eh malah ketemu sama si nenek lampir..?" tanya jessi setengah berbisik pada syifa yang sedang rebahan.


"itu mah udah biasa.. kagak bakalan kepanasan lagi si fafa nya" sahut amel yang sedang simuk dengan game online nya.


"udah fa..gak usah di dengar omongan si jessi" ucap nia, gadis itu sibuk dengan komik nya.


syifa sendiri mengindahkan semua perkataan sahabatnya, karna dari omongan sahabatnya satu katapun tak masuk kedalam otaknya yang kecil itu..kenapa...?? karna gadis yang hobinya tidur itu sedari tadi udah molor sendiri, membuat ketiga sahabatnya mengupat kesal...


Bersambung.......


visual arkan dan syifa

__ADS_1




__ADS_2