ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-42 (s2)


__ADS_3

assalamu'alaikum salam sejahterah dari Author 🙌🙌🙌🙌🙌


Welcome to sitri yang tak di rindukan season 2.


di cerita ini Author akan membahas kisah anak pertama ruby dan brian ya, siapa lagi kalau bukan si cwek cantik Syifari al-briansyah dengan lawan mainnya Arkan putra sanjaya, cwok tampan yang di gilai cwek hampir seluruh sekolah...


jadi nanati ruby, brian dan almeer akan nongol hanya saat di perlukan dalam cerita ini...


jangan lupa tinggalin jejak like dan comen karna itu sangat berarti buat Author..


Oke... the nexs season.......


*******************************************


Matahari mulai menjalankan tugasnya menerangi isi dunia, dan di dalam ruangan yang bernuansa pink putih seorang gadis cantik yang masih terlelelap dengan muknah yang masih setia bertengger di kepalanya, sepertinya biasa siap sholat subuh tidur lagi, itu udah jadi kebiasaannya jangan di herankan..


SRRRRREEEEEKKKKSSSS


gorden berwana pink pun terbuka saat wanita paru baya yang masih terlihat sangat muda itu menarik bagian sisi gorden itu, cahaya matahari pun masuk melalui jendela kaca yang besar yang berbeda di lantai dua itu....


"Uuuuuuhhh...mama...jangan di buka gordennya, silau nih ah..." gadis cantik itu terganggu tidur nya karna ulah mamanya.


"naahh..itu tau silau, berarti udah siang, ayo bangun sekolah.." jawab wanita paruh baya itu yang tak lain ruby, ia mengambil baju baju kotor yang berceceran di lantai dan di sofa lalu di masukkan kedalam keranjang kotor.


"..."


"SYIFARI AL-BRIANSYAH, bangun udah siang, siap siap sekolah" ruby berteriak saat melihat anak gadisnya itu, bukannya bangun malah molor lagi.


"iya..iya..fafa bangun jangan teriak ih mama...Ya allah.. ingat umur maah..." jawab gadis itu langsung bangun dari tidurnya dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya ia menuju kamar mandi.


"kalau tiap hari bangunin kamu kayak gini, gak lama lagi darah mama bisa naik, muknahnya di lepas dulu itu..emang kamu mau sholat ke kamar mandi" ujar ruby yang yang gak habis pikir dengan anaknya yang satu ini susah banget kalau di bangunin harus teriak dulu baru bangun..


"eh iya...lupa..hehehe" balas gadis itu nyengir ke arah mamanya, lalu ia membuka mukenahnya dan di lempar ke atas ranjang begitu saja lalu melanjutkan masuk kedalam kamar mandi.


"fafa..mukenahnya di tarok di tempatnya bukan di kasur" ujar ruby jengah sama sikap anaknya ini.


"iya.. nanti fafa pindahin.." jawab gadis itu di dalam kamar mandi sedikit berteriak.


ruby hanya menggelengkan kepalanya melihat tinggkah anaknya itu, makin hari makin menjadi, "nanti kalau udah siap langsung turun sarapan dulu" ujar ruby yang sedikit berteriak karna anaknya sudah di dalam kamar mandi.


"iya maah...." jawab gadis itu di dalam kamar mandi, setelah itu ruby langsung keluar dari kamar anaknya itu.


"udah bangun fafa nya sayang..??" tanya seorang pria paruh baya yang juga masih terlihat sangat tampan, saat melihat istrinya masuk kedalam ruang makan.

__ADS_1


"huuuff.. udah mas.. lagi mandi dia.." jawab ruby duduk di samping suaminya, yang tak lain brian, brian hanya mengguk kecil.


"mama habis teriak lagi yah..?" ujar seorang anak laki laki yang berusia 15 tahun itu dengan seragam sekolahnya, ia juga tak kalah tampan dari sang papa saat melihat mamanya menghela nafas panjang, udah di tebak kalau mamanya habis berteriak.


"kamu al, kayak gak tau aja kakak kamu itu.. kalau di bangunin harus teriak dulu baru bangun.." jawab brian tersenyum ia juga ngak habis pikir sama anak gadisnya itu.


"haaiizzss udah cepat makan, nanti telat kesekolahnya" jawab ruby.


tak berselang lama seorang gadis cantik dengan rambut yang sedikit bergelombang yang sudah lengkap dengan serangam sekolah SMA nya masuk kedalam ruangan makan.


"pagi semuanya" ujar gadis itu yang langsung duduk di sebelah sang adik.


"pagi.." balas ketiganya.


"uuhh..adik kaka udah ganteng aja, cium dong..??" gadis yang bernama syifa itu menggoda adiknya dan mengelus sedikit kasar rambut adiknya itu yang membuat si empunya jengkel.


"iihh apaan sih kak, kan rusak rambut al,, maaahh...." rengek almeer pada ruby,karna rambutnya di berantakin oleh sang kakak.


"udah jangan ribut mulu makan cepat udah mau telat ini, kamu lagi fa suka banget gangguin adekmu" ngomel ruby, sedangkan almeer yang di bela sang mama tersenyum dan menjulurka lidahnya ke arah sang kakak.


"dasar bocah..." cibir syifa, ia langsung memakan sarapannya, dan yang lain pun ikut memakan sarapannya.


setelah sarapan syifa dan almeer pamit pada kedua orang tuanya Setalah mencium punggung tangan keduanya, dan langsung keluar rumah untuk ke sekolah masing masing, almeer dengan motor gedenya sedangkan syifa dengan mobilnya yang di antar oleh pak mamat, males banget dia harus bawah mobil sendiri yang ada bikin capek aja, mending duduk santai di belakang sambil main ponsel.


sekitar 25 menit mobil yang membawa dirinya pun sampai di gerbang sma garuda, gadis itu turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam sekolah, ia menyusuri lorong lorong sekolah untuk menuju kelasnya.


tak lama ia sampai di depan kelasnya, namun dia tak langsung masuk melainkan ia berdiri di luar dan pandangannya tepat ke arah salah satu meja yang bersebelahan dengan mejanya, siapa lagi kalau bukan si arkan dan kekasihnya siska yang sedang bermesraan di sana, dan di sebelah rosi ada ajis, di sebelah bella ada dion dan di sebelah maya ada bimo, bereka bertiga sahabatnya arkan, Bimo dan siska sekalas dengan syifa.


"sial..kenapa pagi pagi harus ngeliatin mereka sih, ya allah... kalau tiap hari begini, bisa bisa hilang keperawanan mata gua" gumam syifa di depan pintu.


"fafa..ngapain loe bengong di sana, mau kesambet setan loe..??" ujar nia salah satu sahabat syifa.


syifa tersentak dari lamunannya karna suara nia yang cempreng, dengan wajah yang cemberut syifa masuk kedalam, arkan lelaki yang tampan itu melirik ke arah syifa sejenak lalu ia kembali melanjutkan ngobrolnya dengan siska.


"Ya allah.. pengen ku tapok itu muka songongnya, sok kecakepan banget" batin syifa yang udah duduk di bangkunya dan melirik kearah arkan.


"fa.. loe kanapa? pagi pagi udah kecut aja tuh muka, habis makan belimbing loe..?" ujar jesika sahabat yang duduk di sampingnya.


"elaah.. loe kayak gak tau aja kalau si fafa udah masengin muka kecutnya ya itu tuh.." jawab amel sambil memaikan game online di ponselnya, dia sahabat syifa yang paling santai di antara ketiga sahabatnya. ia menujuk ke arah arkan dan siska dengan ujung dagunya tanpa mengalihkan pandangannya.


"udah kagak usah bahas mereka,,sakit kuping gua, nanti bangunin gua kalau gurunya udah masuk" ujar syifa kesel, ia memilih merebahkan kepalanya dia atas meja dan tak perlu lama langsung menuju alam mimpi.


"Ya allah.... nih anak molor terus.. gak cukup tidur loe fa...?" ujar nia melihat sahabatnya itu kesekolah bukannya belajar malah tidur.

__ADS_1


dan kedua sahabatnya yang lain hanya mengelengkan kepalanya, udah biasa itu..mereka jadi tukang bangunin dia di sekolah hampir tiap hari...


bersambung....


visual syifa al-briansyah (anggap saja seperti gambar di bawah ini)



Arkan putra sanjaya



M.Almeer al-briansyah



Nia



jesika



amel



Bimo



ajis



Dion



Siska


__ADS_1


__ADS_2