ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-29


__ADS_3

setelah kembali dari RB cafe vano langsung pulang ke rumahnya, kini dia sedang menunggu pulangnya manda, dia ingin menyelesaikan semua masalahnya hari ini.


iya juga sudah pernah berbicara pada orang tuanya, namun mereka tidak mau ikut campur urusan rumah tangganya,"mungkin ini jalan yang terbaik" batin vano.


vano duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan keluarga ia sedang menonton tv, tak lama orang yang di tunggu pun datang, manda langsung naik ke atas menuju kamarnya ia tak peduli dengan vano.


vano bagun dari duduknya ia menyusul istrinya itu, saat sudah di depan pintu kamar vano tidak langsung masuk ia mematung di luar sana, namun tak lama ia membuka pintu itu dan berdiri di ambang pintu.


ia melihat manda tidur terlentang di atas ranjang.


"ayok kita cerai" ucap vano tiba tiba, manda yang mendengar langsung terduduk dari tidurnya.


"apa...apa kamu bilang mas..??" tanya manda.


"ayo cerai.." ucapnya lagi tanpa adanya ekpresi.


"cerai...? hah..kenapa kamu tiba tiba minta cerai..?? oo apa kamu sudah menemukan wanita lain di luar sana??" tanya manda sinin, ia melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"aku sudah muak dengan kelakuan mu, aku sudah tidak bisa hidup denganmu lagi, jadi ayo kita cerai saja"


"mas apa apaan sih kamu, jangan bencanda deh gak lucu.." ujar manda sedikit takut ia berjalan mendekat dengan vano, ia ingin memgang tangan vano namun di tepis oleh nya.


"aku gak becanda aku serius, jadi bersiaplah besok"


"mas kamu jangan keterlaluan ya, kamu bisa seenaknya cerain aku, aku gak mau..." ujar nya sedikit meninggikan suarunya.


"terserah kamu," ucap vano, dia hendek meninggalkan kamar itu namun langkahnya terhenti akan ucapan manda.


"apa ini karna dia...? apa kamu menceraikan ku karna wanita ***** itu hah.." belum sempat vano menjawab, dengan terburu buru manda keluar kemarnya dia mengambil kunci mobilnya dan langsung keluar rumah.


vano yang melihat itu kaget dia mengejar manda dari belakang, entah apa yang akan di lakukan wanita itu.


"manda kamu mau kamana..??" teriak vano, ia mengetuk ngetuk jendela mobil manda, namun wanita itu mengindahkan perkataan vano ia langsung menancap gasnya.


karna khawatir vano berlalri ke arah mobilnya ia masuk kedalam dan langsung mengendarainya mengikuti kemana perginya mobil manda.


"kemana dia akan pergi" gumam vano.


vano menambah kecepatan laju mobilnya, karna dia sudah kehilangan jejak manda, perasaannya mengatakan akan terjadi hal buruk tapi dia belum tau apa itu.


*******


Manda pov


amarah ku meluap saat mas vano minta cerai denganku karna wanita sialan itu, heh apa dia pikir aku akan sebodoh itu.

__ADS_1


baiklah kesabaran ku sudah habis, lihat hari ini apa yang akan aku lakukan pada wanita itu.


aku terus melajukan kecepatan mobilku, aku ingin ke tempat wanita itu untuk memberi pelajaran padanya gara gara dia mas vano menceraikanku.


saat aku melewati sebuah toko, aku melihat wanita itu di sana, aku memelankan laju mobilku, dan ku mundurkan mobilku lalu aku menghentikan mobilku di ujung jalan yang sedikit jauh dari toko itu.


aku melihat nya sedang membeli baju, dia bersama seorang perempuan aku juga tidak tau siapa, aku tidak peduli.


"aku akan membunuhmu hari ini" ucap ku tersenyum licik.


tak lama aku melihat dia keluar dari toko itu namun dia keluar sendiri dan ingin menyebrang jalan, senyum ku makin melebar saat melihat itu, saat seorang wanita yang tadi bersama nya keluar dari toko itu ingin menyusulnya.


dengan cepat ku lajukan mobilku, kesempatan ini tidak boleh terlwatkan.


senyum ku semakin bersinar dan akhirnya..


Bruuuuukhhh


hantaman keras terdengan di telingaku bagaikan suara lagu yang indah, aku tertawa akan keberhasilanku, tanpa berhenti aku langsung pergi dari sana.


Manda pov off


saat melihat sebuah mobil melaju begitu cepat dan akan menabrak seseorang yang sedang menyebrang jalan, orang orang yang di sana berteriak histeris.


mereka menyuruh wanita itu untuk menyingkir dari jalanan, namun saat wanita itu melihat ke arah lajunya mobil itu matanya melotot, suaranya hilang dan seakan kakinya tak bisa di gerakkan.


"mbak ruby..........." teriak seorang gadis yang tadi berjalan mengikutinya dari belakang, dia adalah airin.


dengan langkah lebar airin berlari ke arah ruby, ia melihat tubuh ruby yang mengeluarkan banyak darah, ia panik, ia mendekat dan menganggkat kepala sepupunya itu dan menaruknya di pangkuannya ia menangis.


"mbak bangun mbak... mbak harus kuat ya, mengucap mbak, mbak pasti kuat..tolong...tolong panggil ambulans.. tolong mbak saya.." teriak airin histeris air matanya sudah turun bagaikan hujan.


orang orang berkerumunan di sana dan salah seorang pun menelpon ambulans, ada juga yang menelpon polisi, dan selang beberapa saat ambulans dan polisi datang bersamaan langsung saja para perawat itu menganggkat tubuh ruby dan membawa dua gadis itu ke Rumah sakit.


sedangkan polisi menanyakan pada orang orang yang ada di sana sebagai saksi mata, akan kejadian ini.


sedangkan vano baru saja sampai ia melihat keremunan banyak orang lalu ia turun dari mobilnya dan mendekat ke arah orang banyak itu.


"permisi, ini ada apa ya..??" tanya vano penasaran.


"oooh itu mas, ada tabrak lari tadi, kasihan wanita yang di tabrak itu masih muda cantik lagi, sayangnya pelakunya berhasil lari"jelas orang itu.


entah kenapa mendengar itu perasaan vano semakin tidak karuan. lalu ia melihat ke sana tapi sudah tidak ada lagi.


"orang yang di trabrak kemana ya??" tanya vano lagi.

__ADS_1


"udah di bawa ke rs mas, semoga aja tidak terlambat"


"apa mbak tau siap nama wanita itu..?"


"eemm,, gak tau mas, tapi tadi ada seorang gadis bersamanya dia juga memanggil manggil namanya....kalau gak salah sih... ru..ru..aahh yaa.. ruby namanya mas".


Deg


seakan jantung vano berhenti, kakinya lemas


tanpa pikir lagi ia menyusul kerumah sakit.


sedangkan di rumah ruby, bundanya sedang memasak di dapur tiba tiba jarinya teriris pisau.


"astarghfirullah... aduh..kenapa ini, kenapa perasaan ku tidak enak" siti menghentikan acara memasaknya ia mengambil kotak p3k yang ada di atas kulkas dan duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan.


"Ya allah bunda..kenapa tangannya..?" tanya ali yang baru saja masuk kedapur.


"ini yah..kenak pisau.."


"loh.. kok bisa, bunda gak hati hati ya.? udah sini biar ayah yang bantuin" ali meraih tangan istrinya itu.


"yah..perasaan bunda kok gak enak ya..??, tiba tiba bunda jadi ingat ruby"


"itu cuman perasaan bunda aja, udah ah.. jangan mikir yang macam macam" siti hanya mangut mangut.


tiba tiba terdengar suara ponsel siti berbunyii ia melihat yang terlpon ternyata airin langsung ia mengeser tombol berwarna hijau itu.


"iya, assalamu'alaikum ada apa rin??" tanya siti lembut.


"..."


"astarghfirullah...." ucapan siti terhenti, telponnya terjatuh dari genggaman nya, ali yang melihat itu seketika panik.


"bunda ada apa, siapa yang telpon..??" tanya ali panik.


"ruby yah....ruby.. huuu..huu.." seketika siti menangis.


"kenapa dengan ruby..? dan kenapa bunda menangis..?? "


"ayah ayo kita kerumah sakit, ruby...ruby kecelakaan.." jelas siti tersedu sedu membuat ali melebarkan matanya.


tanpa pikir panjang keduanya langsung keluar rumah dan masuk kedalam mobil, tak lama ali mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sangat khawatir dengan putrinya itu.


begitu juga dengan siti wanita paru baya itu mulutnya sedari tadi mengucapkan doa agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan...

__ADS_1


Bersambung.......


memang ya...batin seorang ibu dan anaknya, sungguh lauaar biasa..


__ADS_2