
saat ini syifa dkk sedang duduk nyantai di depan kelas yang langsung berhadapan dengan lapangan basket, mereka sedang asik dengan cemilan masing masing.
"Eh.. fa..si arkan tuh..?" ucap jessi saat melihat arkan dkk sedang berjalan menuju ke arah kantin, tak lupa si siska yang menggandeng lengan arkan, seolah arkannya bakalan hilang.
syifa tak menanggapi ucapan jessi, gadis itu asik sendiri dengan koacinya, dia mah bodo amat, mau itu si arkan mau itu neneknya terserah, saat ini gak ada yang lebih penting selain melihat babang nikon main basket dari pada si ketos songong yang bikin mood ancor tiap hari itu.
"woy setan..gue ngomong sama lo..?" ucap jessi sedikit berteriak dan menyenggol lengan syifa yang sedang makan koaci dan membuat cemilan gadis itu jatoh, kan bikin kesel syifa nya di gituin.
"apaan sih jes, jatoh kan cemilan gue..elaahh.." ucap syifa kesel dan memukul pelan lengan jesika, dan gadis itu malah ngerebut punya nia.
"woy.. cemilan gue njiir..." ucap nia, gadis itu tersentak saat cemilan di tangannya di rebut.
"pinjemin" sahut syifa dengan tampang polosnya, ada yaa..cemilan di pinjemin..??
T_T
"lo..sih di ajak ngomong, malah bengong" sahut jessi sambil mengusap lengannyan yang di pukul syifa.
"biarin aja dia.. gue lagi liatin babang nikon,, kiiyaaaaaa... lo liat..babang nikon lagi minum air,,,..ini nih yang gue tunggu tunggu..." syifa heboh sendiri cemilan yang tadi di rebut sama nia udah jatuh kebawah saat melihat nikon sedang meneguk air dengan keringat yang mengalir dari ujung ujung rambutnya dan yang lebih bikin kaum hawa ngiler saat jakunnya itu naik turun,, beeehhh mantap, bahkan gadis itu lompat lompat di tempatnya sendiri.
"mana mana..? gue juga mau liat.. kiiyaaaaaa.. babang nikon aku padamu" heboh jessi yang ikutan melihat nikon, dan jadilah kedua gadis itu heboh dan loncat loncat sendiri.
"woy... santhuy Aja elaaahh..jagan halangin padangan gue.. kan gue juga mau liat babang denis.." ucap nia yang merasa kesal karna pandangannya di halangin sama dua kurcaci yang tak bertuan.
bagaimana dengan amel...? haaiizzss.. gadis itu jangan di tanya, kalau ketiga sahabatnya antusias saat melihat cogan, berbeda dengan dirinya, dia malah antusias dengan ponselnya sibuk dengan game onlinenya, bahkan gadis itu mengindahkan ketiga sahabatnya itu.
ya...nikon adalah kakak kelas syifa dia juga berstatus sebagai waketos (wakil ketua osis) dia juga seorang kapteen basket, nikon juga punya clup nya sendiri , penghuninya adalah, nikon, denis dan dimas yang di ketuai oleh nikon sendiri , mereka bertiga kakak kelas dan mereka juga tak kalah tamvan dari arkan dkk.
naahh..yang begini nih..baru cowok tipe tipe syifa dkk...
"omo...omo..mereka kesini... mereka kesini..." heboh syifa saat melihat ketiga cogan itu mendekat kearah mereka, bahkan gadis itu mengoyang goyangkan lengan nia dan jessi, begitu juga kedua gadis itu mereka udah duluan memperbaiki penampilannya.
"hai..kakak kakak tamvan... yang tamvannya pakek banget..." ucap jessi saat ketiga pria itu udah di depan.
"hai..." sahut mereka bertiga dan tersenyum manis ke arah mereka, aaahh...bikin meleleh adek bg...
"mau kemana kak?" tanya syifa pada nikon yang sedang mengelap keringatnya pakek handuk kecil.
__ADS_1
"mau kantin nih.. mau ikut engga..?" tanya nikon pada ketiga gadis itu.
syifa dkk tidak langsung menjawab, mereka saling lirik dan detik berikutnya....
"kuy..." ucap syifa, jesika dan nia secara bersamaan dengan semangat 45, yang membuat ketiga cogan itu tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
siapa sih yang engga kenal dengan syifa dkk, adik kelas yang cantik cantik dan sedikit ambyar itu. bahkan nikon sendiri sebenarnya dia juga suka pada syifa namun dia tak berani mengatakan perasaannya.
dan akhirnya mereka pergi kekantin bersama sama, sedangkan amel yang melihat ketiga sahabatnya udah pergi, ia langsung berlari mengikuti ke enam manusia laknut yang udah ninggalin dia.
"wooy... bangkee.. tungguin gue... asem klean.. main tinggal aja..." teriak amel dan berlari mengejar mereka.
******
saat ke 7 manusia itu masuk kantin, nah pada heboh tuh kantin, bagaimana tidak saat melihat sang kapten basket jalan bareng sama syifa dkk si ratunya teladan eeiitt ralat... telat tadang...wkwkwk...
mereka ber 7 duduk di bangku yang memanjang, dan tak tunggu lama mereka langsung saja memesan sarapan mereka, bahkan syifa sekali pesan dua mangkuk mie bakso, apa siih yang bikin gadis itu bersemangat seperti itu kalau bukan makan, nikon dan yang lainnya aja heran dengan gadis yang ada di depan mereka badan sekecil itu tapi kalau makan udah melebihi kapasitasnya kemana semua makanan yang dia makan itu..?
mereka mengobrol tanpa memikirkan banyak mata yang memandang ke arah mereka, boda amat mau di pandang sampek matanya mereka keluar gak peduli, bahkan sesekali mereka tertawa.
"kan.. lo kenapa..? kok dari tadi pandangan lo ke arah mereka terus..?" tanya ajiz yang melihat arah pandangan arkan.
"Engga.. siapa juga yang mau liatin mereka, gak penting" sahut arkan ketus dia melanjutkan makan nya yang sebenarnya udah hilang dari tadi saat melihat syifa dkk.
"yang benar lo gak liatin mereka..!?" tanya dion yang juga tadi sempat melihat arkan.
"sayang...kamu gak liatin mereka kan??" tanya siska dengan sedikit cemberut, padahal di dalam hati sumpah serapah udah dia lontarkan untuk syifa dkk.
"engga,, gue bilang engga ya engga bacot banget sih kalian" arkan mengakhiri makannya dan dengan jengkel laki laki itu beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan yang lainnya setelah mengatakan itu, saat ia melewati tempat syifa dkk, laki laki itu berhenti sejenak dan menatap kearah syifa dengan tatapan tajamnya, lalu langsung pergi dari sana.
sedangkan syifa??? mana peduli dia walaupun udah di senggol senggol lengannya sama amel, gidas itu mah malah bodo amat, syifa mana peduli dengan sekitar kalau udah diadepin sama makanan yang lain mah.. butiiraaannn debu....:D
padahal jantung si syifa udah dag dug ser saat mendapatkan tatapan tajam dari arkan, ngeriii guys...
sedangkan di tempat siska dkk. gadis itu udah kesel dari tadi karna di tinggal arkan gitu aja, bahkan dia udah menggepal tangannya kuat, "ini pasti ada sangkutannya sama tuh si cabe, *******.. awas aja lo" batin siska langsung pergi dari sana ikuti yang lainnya tanpa melihat ataupun melirik ke arah syifa dkk.
********
__ADS_1
sekolahpun berakhir, semua siswa siswi SMA garuda membubarkan diri mereka untuk pulang kerumah masing-masing.
"fa.. kita dulu ya..?" ucap jessi pada syifa yang sedang beberas tasnya.
"Oke oke..ati ati klean...? kalau jalan jangan sampek ke injak tanah.." sahut syifa santai tanpa melihat kearah ketiga sahabatnya itu.
"kalau ngak ke injak tanah trus jalannya begimana PA..?" tanya nia, ya mereka harus banyak banyak beristirghfar saat bica dengan syifa.
"yaa..terserah siih.." jawab syifa masih sangat santai, membuat ketiga gadis itu jengkel sendiri.
"bodo amat.."setelah mengatakan itu ketiga gadis itu langsung cap tedecus langsung capcus keluar kelas.
saat sudah beres dengan tasnya, syifa keluar dari kelasnya, sekolah udah sepi karna udah gak ada manusia lagi, dan saat syifa di lorong lorong sekolah yang hening dan sunyi tanpa ada kamu di sini...eeh..eh..kok malah jadi puisi...tiba tiba ponselnya berdering membuat gadis itu kaget bukan main, begimana kagak kaget orang lagi jalan di lorong sekolah malah sendiri pula tiba-tiba bunyi ponsel kan bisa copot tuh jantung, untuuung....syifa gak kenak serangan jantung.. kan bisa berabe...
syifa merogoh saku rok nya dan mengambil benda persegi itu, terpampang jelas nama yang ada di layar ponsel itu yang bertulis,
"ketos songong"dengan males syifa menjawab panggilan itu.
"Ha......" belum juga syifa membuka mulutnya udah di potong duluan sama suami tambah laknutnya itu, kan bikin jengkel..
"cepat.. gue di depan gerbang" ucap arkan di seberang telpon dan tanpa menunggu jawaban dari syifa sambungan telponnya udah di matiin.
membuat syifa sangat.. sangat jengkel,,dengan sengaja ia menendang tong sampah yang ada di dekatnya melampiaskan kekesalannya.
dengan menghentak hentkakan kaki gadis itu langsung berjalan keluar, dan saat udah di luar dia melihat mobil arkan udah berada di depan gerbang sekolah, tanpa banyak bertanya syifa masuk kedalam mobil sport milik arkan, setelah memasang sabuk pengaman arkan langsung menginjak pedal gasnya dan membelah jalanan kota jakarta.
Bersambung...
visual syifa dan arkan
__ADS_1