
Rubby pov
2 minggu telah berlalu setelah kejadian di kediaman abraham, seperti biasa sehari hari aku hanya di rumah sesekali aku ke cafe hanya untuk bersantai disana, namun hari ini aku merasa bosan banget..
"Kenapa mbak..?? kok murung kali siih" ujar airin yang sedang menonton drakor.
"Rin..kamu bosen engga..??" tanya ku padanya.
"Heeemm,,gimana ya.. bosen siihh..tapi.. selama oppa lee min ho ku masih ada.. aku gak bakalan pernah bosen mbak..! " jawab nya sambil menunjuk ke layar laptop.
"Haaaaaiizzsss.. kau ini.. sehari gak mikirin tuh oppa gak bisa ya??" ujar ku yang mulai jengah dengan kelakuannya, hampir setiap hari ia duduk manis di dakam kamar hanya menonton drakor.
ia malah nyengir ke arahku, "Gak bisa mbak...Ooh ya mbak, gimana sama cowok ganteng yang dulu pernah mbak cerita??" sambung nya lagi.
"cowok..?? yang mana..?? cowok mah banyak rin..., yang spesifik kek nanyainnya.." ujarku.
"Ya...itu loh mbak..cowok yang mbak bilang udah punya anak, kalau emak emak yang bilang... duren duda keren.." ucapnya lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
aku tak menjawab pertanyaan nya, lalu ku rebahkan tubuhku di atas ranjang, ku tatap langit langit dengan tatapan kosong "aku juga gak tau dia di mana, sejak kejadian itu dia udah gak pernah bungunin aku lagi, huufff jadi kangen syifa" batin ku, hingga sebuah bantal sofa. mendarat di wajah ku hingga aku terkaget.
bruukkh
"aduh....apaan sih rin..? kok kamu malah ngelemparin mbak pakek bantal sihh.." gerutu ku tak terima, ku ambil bantalnya dan ku lempar kembali ke arahnya, karna posisi aku rebahan jadi bantalnya jatuh di lantai karna ia sedang di meja belajarku.
"mbak sih..di tanya bukan ngejawab..eh..malah bengong, jangan bengong mbak, bengong itu berat..mbak nggak akan kuat, biar babang dilan aja" jawab nya dramatis sambil nyengir.
"Alay banget siih.. udah ah males mbak ngomong kamu gak bakalan kelar, udahan nontonnya, bangun gih sholat dzuhur,". ujarku yang udah dalam posisi duduk.
dia melihat ke arah ku "heheh, mbak duluan aja deh, aku lagi free soal nya jadi... mbak aja ya..." balasnya nyengir dan mengedipkan sebelah matanya ke arahku.
aku mangut mangut tanda mengerti, lalu ku bangun dari dudukku aku masuk kedalam kamar mandi, setelah selesai langsung saja aku menunaikan sholat dzuhur ku.
sekitaran 20 menit aku selesai sholat, setelah beberes aku kembali ke ranjang untuk rebahan kembali, namun tak jadi karna bunda tiba tiba udah berdiri di depan pintu kamarku.
"By..kamu lagi apa..sibuk nggak??" tanya bunda.
"Eh..bunda..engga kok bun..ruby gak sibuk, kenapa bun..??"
"Boleh bunda minta tolong gak??"
"Boleh lah bun.."
"tolong belanja dong.. bunda mau masak tapi bahan bahannya udah habis," ujar bunda.
"Oohh.. kirain apa, kalau itu sih pasti ruby mau lah, rin.. kamu mau ikut mbak gak??" tanya ku pada airin yang masih fokus dengan laptopnya.
"gak.. nanggung nih...mbak sendiri aja, ntar ririn doain sampe tujuan, oya.. nitip cemilan ya mbak" jawab nya cepat, namun matanya masih fokus pada laptop.
"rin...kalau ngomong itu.. di liat orang nya.." tegur bunda siti, heem rasainnn.. itu anak kalau udah ngebucin sama laptopnya, subhanallah ...susah banget di pisahin, udah kayak prangko aja.
"hehe...iya.. maaf bu de" jawab nya nyengir.
"Ya udah, ini by uangnya" ujar bunda dan menyerahkan beberapa lembaran uang seratus ribu padaku.
"Eh..gak usah bun, pakek uang ruby aja" jawab ku.
"tapi..."
"gak usah bunda, pakek uang ruby aja, yaudah ruby siap siap dulu ya.." bunda mengangguk dan keluar dari kamarku.
setelah itu aku langsung menuju lemariku, ku ambil baju gamis dan masuk kedalam kamar mandi, beberapa menit aku selesai berpakaian, seperti biasa aku memberi sedikit make up tipis di wajahku, setelah semua selesai, ku raih tas dan kunci mobilku, lalu aku turun kebawah, setelah berpamitan sama bunda aku langsung mengendarain mobilku membelah keramain kota jakarta.
Airini putri (anggap seperti gambar di bawah)
sekitar 46 menit aku sampai di salah satu mall, setelah ku parkir mobil, aku turun dari mobilku dan langsung masuk kedalam mall tersebut, sebelum itu ku ambil troli terlebih dahulu.
aku mulai memilih beberapa macam bahan dapur yang di perlukan, aku juga tak lupa membeli pesanan airin, setelah selesai aku langsung ke tempat kasir untuk membayar belanjaanku.
sebelum keluar dari mall, aku melihat seseorang yang sedang memilih cemilan, seprtinya tidak asing, lalu aku berjalan mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Nisa....?"
wanita yang ku panggil langsung melihat ke arahku, nampak dia sedikit terkejut.
"Ruby.....??"
"Ya allah ini beneran kamu nis..??" kami berpelukan di sana tak peduli orang orang melihat ke arah kami.
"Ya allah, udah lama gak liat kamu by"
"kamu sih..waktu di ajak bertemu kamu sibuk" balas ku.
"ya.. mau gimana lagi by, 2 bulan yang lalu aku udah mulai kerja" jelas nya.
"Eh.. kita cari tempat duduk aja dulu, kan gak banget ngobrol sambil berdiri" sambung nya lagi, aku hanya mengguk.
kami duduk di salah satu restorant yang ada di mall ini, setelah memesan minuman kami melanjutkan obrolan tadi, sesekali kami tertawa.
ya.. nisa dan crestin sudah tau kalau aku udah cerai sama mas vano, awalnya mereka ngamuk saat tau mas vano selingkuh yang paling parah adalah crestin, dan mereka juga sempat marah sama aku karna aku gak pernah cerita ke mereka.
tapi marahnya gak lama kok cuman sehari, setelah itu kami baikan lagi.
Rubby pov off
*******
Setelah kejadian di restorant saat brian bertemu dengan vano, ia langsung kembali kekediamannya, setengah perjalanan aldo atau asistennya tiba tiba menelpon.
Flashback on
"Ya do, ada apa??"
"..."
"kapan..??"
"..."
"..."
"baiklah, malam ini aku akan siap siap"
setelah menutup telpon brian menambahkan kecepatan laju mobilnya, hingga sampailah ia di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah, setelah memarkirkan mobilnya ia langsung masuk kedalam.
Saat sudah di dalam ia melihat anaknya yang sedang bermain dengan ibunya, ia menghampiri kedua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya itu.
"assalamu'alaikum.." ucap brian saat sudah ada di dekat mereka.
kedua wanita itu menoleh ke arah brian secara bersamaan.
"wa'alaikumsalam..." jawab ummi ratna
"papa...." sedangkan syifa langsung loncat kedalam pelukan brian.
dengan sigap brian menangkap putrinya yang loncat ke arahnya.
"syifa, kalau misalkan papa ajak syifa jalan jalan..syifa mau ngak??" tanya brian.
"jalan jalan...?? kemana pa..?" tanya syifa dalam gendongan brian, kedua tangannya mungilnya ia kaitkan di leher brian.
"jepang..syifa mau ikut gak??"
"nenek ikut kan pa??"
"ikut dong"
"tante ruby ikut juga kan pa..?" tanya syifa penuh harap.
brian diam sejenak, "tante ruby gak bisa ikut sayang, soalnya tante ruby ada kerjaan" jawab brian lembut.
"huuf, syifa gak mau ikut kalau tante ruby gak ikut" jawab syifa cemberut.
__ADS_1
"Sayang, tante ruby gak bisa ikut bareng kita, nanti kalau tante ruby ikut kita, nanti di marahin sama suami tante ruby" ujar umi ratna yang masih duduk di sofa mencoba memberi pengertian pada cucunya itu.
"tapi...." ucap syifa cemberut.
"gimana kalau nanti waktu di sana papa beliin mainan buat syifa yang banyak" bujuk brian.
"oke syifa ikut" jawab cepat gadis kecil itu saat sudah mendengar kata mainan, emang yaa..kalau bocah, langsung berbinar kalau udah nyangkut pasal mainan.
sejak perkenalan syifa dengan ruby, gadis kecil itu selalu minta bertemu dengan ruby, namun brian selalu memberi pengertian pada anaknya itu untuk tidak sering bertemu dengan ruby, bukan gak mau..ia hanya tak ingin di bilang perusak rumah tangga orang.
brian juga memberi tau uminya kalau mereka akan ke jepang selama 2 minggu, alasanya adalah ia harus mengurus beberapa pekerjaan yang bermasalah di sana.
setelah mengobrol dengan uminya brian masuk kedalam kamar, ia ingin berkemas kemas, karna malam ini akan berangkat.
"aku harus kasih tau ruby atau engga ya..?," lalu brian mengambil ponselnya ia mencari kontak ruby, saat ia ingin menelpon, tangannya berhenti.
"ah.. gak usah telpon deh, dia pasti lagi sama suaminya," brian berbicara sendiri, lalu ia meletakkan ponselnya di atas nakas.
"yaa begini kalau kita suka sama istri orang... haaaiizzss Ya allah kenapa enggkau jatuhkan hati ini di tempat yang tak seharusnya," batin brian.
malam itu juga brian dan keluarganya berangkat ke jepang selama 2 minggu.
Flashback off
"syifa,, makan duku nak" ujar umi ratna yang kualahan mengejar cucunya itu.
"gak mau,,gak mau, syifa mau tante ruby.." balas syifa yang lari larian hampir satu apartemen.
"iya nanti waktu kembali ke jakarta kita ketemu tante rubynya ya sayang,,? ayo makan dulu.." sambung umi ratna lagi, nafasnya udah ngosngosan karna mengejar cucunya itu, walaupun ia hanya berlari kecil,, namanya juga orang tau,, baru dua langkah udah mentok dia.
gadis kecil itu bukannya berhenti ia malah lari kearah papanya yang sedang bergelut dengan laptopnya.
"papa,..papa.. kapan kita kembali kerumah..?? syifa udah kangen tante ruby.." ucap syifa naik ke atas sofa yang ada di depan brian dan berloncat loncat di sana.
ya..selama 2 minggu di jepang gadis kecil itu hampir setiap hari menyebut nama ruby, brian sendiri di buat bingung sama anaknya itu, dulu saat ibunya masih ada, ia di tinggal kerja oleh ibunya berhari hari di rumah sama nenek nya,tapi seharipun ia tak menyebut nama ibunya.
brian kan jadi bingung... ini sebenarnya ibunya yang mana sih...
"iya.. papa tau syifa kangen sama tante ruby..." sejenak iya diam "papa juga kangen nak.." batin brian "besok kita udah pulang kok" sambung brian, yang langsung membuat gadis kecil nya itu berhenti meloncat.
"beneran pa...?" ujar gadis kecil itu kegirangan.
"iya..tapi syifa makan dulu, kasian nenek ngejar syifa dari tadi, kalau syifa gak makan berarti gak jadi pulang" jawab brian namun sedikit mengancam agar anaknya itu makan.
dan pada akhirnya syifa memakan sarapannya sampai tak tersisa, tak lama gadis itu pun langsung tertidur, karna kecapen habis lari larian, setelah memindahkan syifa dalam kamar ummi ratna menyusul putranya.
"yan..ummi mau ngomong sama kamu.." ujar umi ratna duduk di sofa samping putrinya.
"iya..mau ngomong apa umi.." balas brian, ia menutup laptopnya dan menghadap ke umminya.
"kamu udah dapet jawaban dari sholat istikhorahmu nak..?" tanya uminya.
brian tersenyum ke arah umminya dan menganggukkan kepalanya.
"siap..?"
"Rubby mi.." balas brian sedikit sedih.
umminya yang mendengar hanya menghela nafasnya.
"jadi gimana..?? dia kan punya suami..?" tanya ummi lagi.
brian merubah posisi duduknya jadi rebahan berbantalkan paha ibunya.
"entahlah mi,, bian juga bingung, awalnya bian pikir itu salah, tapi saat udah beberapa kali lagi bian mencoba lagi jawabannya tetap sama,"jelas brian pada umminya" Sebenarnya kita hanya satu minggu di sini, tapi karna bian ingin membuang perasaan yang seharusnya tidak ada di sini" sambungnya lagi sambil menunjuk dadanya.
ratna tau bagaimana perasaan anaknya sat ini, karna setelah istrinya meninggal, ini yang kedua kali putranya itu jatuh cinta lagi.
"sudah, jangan di pikirkan lagi, kita sebagai manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukannya, jika memang dia benar jodohmu suatu hari nanti kalian pasti akan di pertemukan dalam keadaan yang berbeda, yang penting kamu harus meningkatkan ketakwaanmu dan jangan pernah putus asa" balas ummi ratna memberi pengertian pada anak sematawayangnya itu.
brian menangguk, ia bahagia mempunyai seorang ibu yang sangat perhatian dan sayng padanya dan anaknya, brian sudah tidak punya ayah lagi, saat ia berumur 17 tahun ayahnya meninggal, dari situlah ia menjadi seseorang pria yang bertanggung jawab atas semua yang menjadi keluarganya.
__ADS_1
Bersambung....