ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-21


__ADS_3

Rubby pov


mas vano terdiam seribu bahasa, karna tak tau harus menjawab, mas vano pergi dari hadapanku menuju kamarnya.


aku yang sudah tak mampu menopang ke seimbangan tubuhku pun jatuh kembali kelantai, aku menagis sejadi jadinya bahkan saat ini aku masih di ruang tamu.


"Ya allah...sungguh berat sekali ujianmu, sesungguhnya aku tak mau berbagi suami, tapi aku tak mau menjadi egois ketika itu sudah menjadi pilihan nya, aku juga tidak tak mau berbuat kasar, aku tak mau menjadi manusia jahat, bukannya tak mau melawan bukanya tak lemah, hanya saja aku takut akan karma mu Ya allah, tolong kuatkan hatiku sebentar lagi.... ya..... hanya sebentar lagi..jika nanti iya akan menceraikan ku maka aku siap apapun keputusanya nanti" batinku


ku genngam keras dadaku, lalu aku bangun dari duduk ku walau tertatih aku melangkah menaiki tangga menuju kamarku, aku baru ingat aku belum sholat asar.


setelah selesai sholat aku tak keluar kamar, aku menuju balkon kamar untuk menenangkan pikiranku sejenak, cukup lama aku di sana sampai matahari terbenam.


karna adzan mangrib sudah berkumandang, aku masuk kekamar mandi untuk menggambil wudhu, setelah itu aku melanjutkan sholat mangrib ku.


saat ingin menuju ranjang, terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar. ku buka dan di sana ada manda yang sedang berkacak pinggang.


"ada apa..?" tanya ku.


"mas vano suruh kamu turun.." jawab nya ketus berlalu dari hadapan ku.


apa lagi sekarang yang dia inginkan.


aku turun kebawah dan menuju ketempat ia berada , ku lihat ia sedang duduk di sofa ruang keluarga, di hadapannya ada selembar kertas, aku bisa menebak kertas apa itu.


"ada apa mas...?" tanya ku saat sudah sampai di hadapannya.


"tanda tangam di kertas itu" jawab nya datar.


ku ambil kertas itu lalu ku baca seksama, benarr dugaanku, ini adalah surat percerain, ku hembuskan nafasku, lalu kulihat ke arahnya.


"apa mas sudah memikirkan.?? sebelum aku tanda tangan di sini...?" tanya ku lembut dan menunjukkan kertas itu padanya.


"iya,, kamu sendiri yang bilang, kalau aku tak sanggup berpoligami maka cukup satu istri, jadi aku akan melepas mu" jawab nya tegas tanpa berfikir.


aku hanya mangut mangut , sudah ketebak kalau dia memang akan memilih manda.


"baiklah mas, jika memang ini keputusan mu, tapi tolong beri aku waktu untuk menjelaskan pada keluarga kita"


"baik aku akan memberi mu waktu" balasnya lalu pergi begitu saja.


kulihat manda menuju kearahku, pasti saat ini ia merasa sangat senang, lihatlah..ekpresinya itu, menjengkelkan.


"apa perlu manda bantuin mbak beresin barang barang mbak.? kan sebentar lagi mbak udah pergi dari sini jadi biarkan manda membantu mbak ya....?"iya tersenyum sinis padaku.


aku hanya diam dan mengepal kedua tangan, ku mendengar ejekannya padaku,"ingin sekali ku cakar wajah bermuka duanya itu" batinku.


lalu ia pergi dari hadapan ku.


Rubby pov off


******


pagi harinya ruby tak lagi menyiapkan sarapan untuk suaminya.. eetts..suami..??? ralat,,maksudnya mantan suami karna semalam vano sudah melepasnya, ruby bergegas keluar rumah untuk pergi ke rumah orang tuanya.


sebelum itu ruby berhenti di salah satu toko kue untuk membawa ke rumah bunda, karna di sana ada airin adik sepupunya anak dari palek nya yang ada di kampung, umur mereka hanya berbeda satu tahun.


Sesampainya di rumah bunda, ruby langsung masuk kedalam setelah memarkirkan mobilnya lalu ia memberi salam.

__ADS_1


"assalamu'alaikum...bunda... ruby pulang nih..."


"wa'alaikumsalam... kak ruby........!" teriak histeris seorang gadis yang tak lain adalah airin.


"Airiiii......" jawab ruby tak kalah histeris kedua gadis itu berpelukan, bahkan mereka loncat loncat udah kayak teletabis aja.. sudah lama kedua bersodara itu tidak bertemu, terakhir mereka bertemu saat di hari pernikahan ruby jadi wajar saja mereka begitu, nama saja perempuan kalau udah ketemu yaa..begitu...


"hei..hei..jangan loncat loncat nanti jatuh" ujar ayah.


akhirnya mereka berhenti, " bunda mana yah..?" tanya ruby dan di raihnya tangan ayahnya untuk di cium.


"ada, di dapur lagi masak" jawab ayah.


"Baiklah ayo kita kesana" ajak ayah lagi, kedua gadis itupun mengikuti dari belakang.


Saat sudah di dapur ternyata bundanya baru saja selesai memasak dan di bantu mbok marni, ruby memberikan kue yang ia bawa tadi ke pada mbok marni.


"anak bunda udah sampai..?? eh mana menantu bunda by..??" tanya bunda yang tak melihat vano.


"eh.. iya mana suami kakak.." tanya airin yang baru sadar kalau ruby datang sendiri.


sedangkan ayah sudah duduk di meja makan.


"mas vano gak bisa datang bun,ada kerjaan katanya" jawab ku bohong "maafin ruby karna udah bohong bunda" batin ruby.


"yasudah ayo sarapan dulu" ajak bunda, mendengar kata makan mata ruby langsung berbinar sudah lama ia tak merasakan masakan bundanya yang super uuweenak..


mereka yang melihat tinggkah ruby mengeleng kepala dan tersenyum, akhirnya mereka memakan sarapannya dengan lahap dan tenang.


******


ia menuju dapur namun tak ada apa apa di meja makan, ia menghela nafas, akhirnya ia memasak nasi goreng dan telur dadar, karna menyuruh manda akan percuma saja karna wanita itu tidak bisa memasak.


setelah sarapan vano menuju kamar untuk membersihkan dirinya, karna ia akan kekantor hari ini, saat udah di kamar ia melihat manda masih betah dengan kasurnya.


vano hanya mengelengkan kepalanya lalu ia masuk kedalam kamar mandi, setelah selesai dan sudah berganti pakain formalnya, baru vano membangunkan istrinya itu.


"sayang,,, bangun..kamu gak kekantor" vano mengoyangkan lengan manda pelan.


"Eeerg,, apa sih mas, ganggu orang tidur aja deh"


"ayo bagun.. mandi kita kekantor"


"ck, ganggu aja" manda berdecak kesal namun ia tetap bangun, lalu masuk kedalam kamar mandi dan tak lama ia keluar.


vano mengelengkan kepalanya, lalau ia lebih memilih menunggu di ruang tamu, "lama banget sih, dandan doang juga" gumam vano.


sekita 45 menit akhirnya manda turun kebawah, ia tersenyum ke arah vano, dan akhirnya mereka pergi bersama ke kantor.


*****


Setelah mendengar cerita dari ruby, ayah nya langsung pergi dari rumah, ketiga wanita itu panik karna tak tau kemana tujuan pak ali, jadi mereka mengikuti pak ali dari belakang menggunakan mobil ruby.


hati ruby berkecamuk saat ternyata ayahnya menuju rumah mertuanya. "Ya allah, jangan sampai terjadi sesuatu, jika ini akan berakhir hari ini, maka tolong selesai kan dengan cara baik baik, Ya allah, redakanlah amarah ayah" batin ruby.


Flashback on


"Nak..kamu gak apa apakan.??" tanya bunda.

__ADS_1


"Ruby baik kok bun..." jawab ku tersenyum.


"by... bunda ini ibu kamu loh, apapun yang kamu tutupi dari bunda , bunda tau kamu ada masalahkan??"


emang ya insting seorang ibu untuk anaknya itu tidak pernah salah, akhirnya ruby tak bisa menahan air matanya yang sejak tadi ia tahan agar tak jatuh di hadap bundanya, ruby menangis sejadi jadinya di pelukan bundanya.


"bundaa..ayah...maafin ruby..." ucap ruby lirih.


"sayang.. kenapa kamu minta maaf heemm??" tanya ayah mengelus pucuk kepala anaknya yang ada di pelukan bundanya.


sedangkan airin hanya menjadi seorang pendengar.


"nak..kalau kamu belum bisa menceritakan sama bunda dan ayah tidak apa apa kami tidak akan memaksa" jawab bunda lembut.


ruby melepaskan pelukan dari bundanya, ia berhenti menangis dan sejenak menatap ketiga orang yang ada di hadapannya itu lalu ruby menghela nafas panjang sebelum menceritakan semua dari awal iya menikah hingga sekarang, dengan sekali kali mereka menutup mulut dan terkejut, apalagi bunda yang sudah terisak mendengar ceritanya.


"bunda... ayah...sebenarnya.." ucap ruby terhenti, lalu ia menarik nafas sekali lagi sebelum melanjutkan bercerita "Sebenarnya.. mas vano sudah menikah lagi, bahkan ruby tinggal satu rumah dengan madu ruby, dan semalam mas vano sudah melepaskan ruby bunda..." sambung ruby sendu.


kembali mereka menutup mulut, bunda semakin terisak, sedangkan ayah memijat pangkal hidungnya. airin menenagkan bude nya itu.


"Nak.. maafin ayah, seharusnya ayah tidak menjodohkan kamu dulu,kalau ayah tau akan seperti ini ayaah..." ucapnya tertahan ia tak tau harus mengatakan apa lagi.


ruby beralih ke ayahnya, gadis itu memeluk ayahnya "tidak ayah... jangan minta maaf, ayah.. sama bunda tidak salah, mungkin ini memang sudah takdir ruby" balas ruby kembali terisak.


lalu ayah menanggkup kedua pipi putrinya itu, ia mengerutkan keningnya saat melihat sudut bibir anaknya itu ada bekas lebam, seketika raut wajah ayahnya berubah, ruby yang melihat itu sadar ia langsung melepas tangan ayah nya dari pipinya.


sebenarnya pak ali tak tak marah saat mendengar cerita anaknya, tapi saat ia melihat anaknya terluka rahangnya mengeras.


"ruby....? apa vano pernah memukulmu" panggil ayahnya dengan serius ekpresinya mulai dingin.


bunda yang mendengar itu terkejut begitu juga dengan airin, gadis itu tau bagaimana bude dak pakde nya memperlakukan ruby di rumahnya, bagaikan seorang putri yang tak pernah tersentuh oleh angin, apalagi badai.


"haaaaaiizzsss...kak vano berani ia memukul kak ruby..?? ck..ck...ck habislah sudah" batin airin, gadis itu berdee dan mengeleng pelan kepalanya.


sedangkan ruby tak menjawab, bahkan ia tak berani menatap ayahnya, iya tau kalau ayah mulai serius itu tandanya ayahnya sedang menahan amarah.


"Ruby..tatap mata ayah dan jawab pertanyaan ayah.." tanya ayahnya sekali lagi.


akhirnya ruby menatap ayahnya, ia ragu namun tetap mengangguk walau pelan, itu sudah cukup untuk sebuah jawaban.


ayah ruby terlihat menahan emosinya agar tak meledak di hadapan anaknya itu, terbukti jari jari tangan nya ia genggam dengan sangat erat, tanpa pikir lagi ayahnya beranjak dari duduknya sebelum itu ia menelpon seseorang lewat telponnya, entahlah siapa yang pak ali telpon, lalu ia langsung keluar rumah, ia tak peduli lagi dengan suara yang memanggilnya, tak berapa lama ia mengendarai mobilnya.


Flashback off


saat sudah sampai di kediaman abraham, pak ali langsung turun dari mobilnya ternyata di sana sudah ada seseorang yang menunggu pak ali, dia adalah pak bima, pengacara keluarga ruby, lalu ia mengutuk pintu rumah itu, tak berapa lama terlihat seorang pelayan laki laki membuka pintu, tentu saja pelayan langsung menyuruh pak ali untuk masuk karna dia tau pria yang ada di hadapannya ini apalah besan majikannya.


saat pertama masuk ia masih tenang, dan memberi salam, di ikuti oleh pak bima di belakangnya.


"assalamu'alaikum" ujar pak ali sopan...


"wa'alaikumsalam... eh ayah ali..dan....." ternyata yang menjawab viona, gadis itu mengantung suaranya.


"Ah ya..kenalkan, nama saya bima, pengacara keluarga pak ali"


"oh.. iya.. pak bima silahkan masuk" viona mempesilahkan kedua pria paru baya itu untuk masuk, ia sedikit bingung kenapa pak ali membawa pengacara kerumahnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2