ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-41


__ADS_3

Rubby pov


2 bulan terlah berlalu, setelah kejadian itu aku sudah bisa memulai hari seperti biasa, dan alhamdulillah satu bulan yang lalu pun aku dan semua keluarga ikut melaksanakan pernikahan mas vano dengan dina di Jokjakarta.


flashback on


"SAH"


ucapan menggelegar kompak dari saksi dan para undangan dan keluarga lainnya, membuat dina telah sah menyandang gelar sebagai nyonya alviano abraham.


vano menyelipkan cincin di jari manis dina dan begitupun sebaliknya, dina menyelipkan cincin di jari manis vano dan di tutupi dengan ciuman lembut dari bibir dina di punggung tangan vano.


pemuka agam mulai membacakan doa untuk pasangan pengantin baru yang ada di hadapannya itu, vano dan dina dengan kusyuk mendengarkan doa, berharap keluarga yang baru akan mereka bangun selalu bedara di dalam lindungan Allah SWT.


"amiiiinn ya rabbal 'alamin"


doa sudah selesai di tutup, ayah dari dina langsung mengajak tamu undangan khususnya untuk segera menikmati hidangan yang sudah di sediakan.


pernikahan vano dan dina akhirnya terlaksanakan dengan lancar.


flashback off


di bulan ini aku lagi menantikan kelahiran buah hati ku bersama mas brian, buah hati yang selama ini aku jaga dengan kasih sayang dan ku rindukan kehadirannya, anak yang selalu mengisi hariku dengan tendangan dan sikutan di perutku sehingga membuat perutku menjadi bergelombang....


Terkadang aku dan mas brian terkekeh saat melihat kejadian langka ini, masa kehamilan adalah masa yang paling membahagiakan, dulu saat aku di vonis tidak akan bisa mengandung lagi aku sangat sedih dan putus asa, namun Allah lebih menunjukkan keajaibannya memberiku kesempatan untuk merasakan semua kebahagiaan ini, walau banyak halangan dan rintangan yang menghadang keluarga kecil kami.


sedangkan kan syifa,,, gadis kecil itu tidak kalah hebohnya, hampir setiap hari dia menanyakan kapan adiknya akan datang, ia sangat antusias akan hal itu.


semakin dekat dengan hari, semakin aku tambah gugup, untuk menghilangkan gugup itu aku mengepak barang barang untuk persiapan menjelang kelahiran anakku, sebagai calon ibu yang baru pertama kali melahirkan, pasti ada kebingungan mengenai apa yang harus di lakukan dan di persiapkan untuk menyambut buah hati, jadi aku sharing di google untuk mencari apa apa saja yang harus di siapkan.


suami pun sudah jarang ke kantor, mas brian lebih sering di rumah untuk berjaga jaga kalau aku lahiran dadakan tidak ada yang membawaku kerumah sakit.


**********


hari yang di nanti pun telah tiba, di mana aku mulai merasakan kontraksi... mules mules yang jarang sampai mules terusan setiap 5 menit sekali.


segera mas brian membawaku kerumah sakit, setelah samapai di rumah sakit, tak lupa mas brian langsung memberi kabar kepada keluarga ku, keluarganya dan juga keluarga mas vano dan istri tentunya, selang beberapa menit mereka sampai dengan segala sesuatu yabg di butuhkan, ketika di periksa dokter masih bukaan ke 4 masih ada 6 bukaan lagi supaya sempurna, sambil menunggu aku berselawhat dan membacakan surah surah pendek untuk menenangkan diriku.


untuk mempercepat pembukaan, aku coba berjalan, berjongkok, apapun yang bisa ku lakukan untuk menghilangkan rasa sakit mules yang datang, tapi tetap gak bisa karna memang udah kodratnya melahirkan harus merasakn mule mules dulu, yaaa...nikmati aja ya kan...


"kok masih lama ya..?" tanya airin yang sudah tidak sabar menyambut kedatangan ponakan keduanya.


"baru pembukaan 4, sabar ya..?, yang mau lahiran aja tenang tenang itu" jawab dokter tersenyum sambil menunjuk ke arah ruby.


orang yang ada dalam ruangan pun terkekeh melihat airin yang tak sabaran, sudah seperti syifa saja, sedangkan gadis yang sebentar lagi akan menjadi kakak itu sudah tertidur di pangkuan ayahnya karna terlalu lama menunggu.


cukup lama aku mondar mandir di dalam ruangan, bahkan mas brian dan yang lain nya pusing melihatku, aku juga berjalan di lorong lorong depan ruanganku namun tak terlalu jauh.

__ADS_1


lalu aku masuk lagi kedalam ruangan, ku lihat mereka sedang asyik dengan ponsel masing masing, sedangkan yang tua asyik mengobrol , aku mendekat ke arah suamiku yang sedang memangku syifa ku ciuman sekilas puncuk kepalanya lalu aku mondar mandir lagi hingga akhirnya aku merasakan ada cairan yang mengalir dari selangkanganku aku panik karna aku tidak tau air apa itu.


"Dok..dokter.." panggil panik, mereka yang mendegar ku memanggil dokter pun menghentikan aktifitasnya dan menatap ke arahku.


"ada apa nona...?" tanya dokter yang sudah di depanku, bunda, ummi dan mama bina mendekat ke arah ku.


"dok aku kencing..? tapi kok nggak kerasa ya..?" tanya ku yang polos karna memang gak tau air apa ini.


dokter melihat kebawah sudah banyak air ketuban di sana," Alhamdulillah ketubannya sudah pecah, ayo kita masuk keruang bersalain" ajak dokter.


aku pun langsung mengikuti dokter, dan yang lain mengikuti ku dari belakang, aku masuk kedalam ruang.


Rubby pov off


*******


mereka semua menunggu di luar ruang bersalain sudah hampir 3 jam namun pintu ruangan itu belum juga terbuka dan belum terdengar tanda tanda bayi.


kekhawatiran melanda mereka semua, dan yang paling panim adalah brian, setelah menyerahkan syifa pada ayah mertuanya ia tak henti henti berdoa dan mondar mandir di depan ruangan itu.


sesekali vano mengajaknya untuk duduk dan minum namun di tolok oleh brian karna dia benar benar sangat khawatir akan istrinya, hingga saat terdengar suara yang sudah lama mereka nanti natikan..


"oooeeekk ooooeekk ooooeekkk"


suara tangis bayi di dalam ruangan itu membuat mereka yang di luar merasa lega dan berucap syurkur, brian bahkan tak hentinya memeluk vano, mereka semua memberikan selamat pada brian, tak tunggu lagi brian langsung berlari ke arah mushalla yang ada di rumah sakit itu untuk berwudhu dia akan mengazani buah hatinya yang baru saja lahir.


setelah itu dia langsung di panggil masuk kedalam untuk mengazani anaknya, saat masuk kedalam ia melihat istrinya tersenyum ke arahnya ia membalas senyuman itu, lalu ia mendekati anaknya yang ternyata seorang baby boy.


"terimakasih sayang... kamu sudah berjuang untuk anak kita" ujar brian sangat lembut bahkan dia menjatuhkan setetes air mata karna terlalu bahagia, ia memeluk istrinya dan menghujani wajah istrinya dengan ciuman.


lalu ruby di pindahkan kedalam ruangan VVIP yang sudah di siapkan oleh brian, mereka semua pun ikut serta, saat sudah di dalam mereka semua mendekat ke arah ruby untuk memberi selamat, setelah itu mereka mendekat ke baby boy yang ada di box bayi.


"assalamu'alaikum... baby boy..??" sapa syifa iya sangat antusias menyambut adiknya itu.


lalu airin langsung mengendong syifa untuk bisa mencium adiknya itu, lalu secara bergantian mereka mencium dan menggendong baby boy.


"Ya allah, masih baby udah tampan aja kayak bapaknya..." ucap airin asal secplos.


"iya...kalau udah gedek pasti mirip oppa lee min ho kan.." sambung viona sambil mencoel coel pipi gembil baby boy.


"masya allah..mbak ruby, nanti anaknya jodohin sama anakku ya...?" tambah dina yang tak kalah heboh dari remaja itu.


orang yang melihat tinggkah mereka yang udah kayak bocah pun tertawa bahagia.


sedangkan ruby menyandarkan kepalanya di bahu brian yang duduk di atas bangkar dekat dirinya, mereka sangat bahagia melihat semua keluarganya begitu bahagia menyambut kedatangan buah hati mereka.


"mbak siapa nama si baby boy yang imut imut ini..?" tanya airin sambil menggendong baby boy.

__ADS_1


ruby melihat ke arah suaminya, mereka sudah menyiapkan nama ini jauh hari sebelum melahirkan.


"Bissmillahirrahmanirrahim, namanya M.almeer al-briansyah.." jawab brian dengan suara lantangnya.


mereka semua pun menyukai nama itu dan kembali menyibukakan dengan baby almeer.


ruby terseyum ke arah brian, brian kembali duduk di samping istrinya itu.


"kenapa heemm...?" tanya brian sambil mengelus pucuk kepala ruby yang tertutup hijap.


"Terimakasih sudah berkenan hadir di dalam hidupku, mas.." jawab ruby.


brian tersenyum dan mengecup kening ruby tak peduli dengan orang yang ada di dalam ruangan itu, ruby sangat bersyukur berada dititik ini, Tuhan mengujinya dengan kedatangan orang ketiga di dalam rumah tangganya, selalu di perlakukan buruk oleh mantan suami yang dulu, yang kini sudah menjadi keluarga baginya, menghadapkannya pada dua pilihan, dan juga banyak rintangan yang di hadapinya, namun ia tak pernah menyangka perlakuan yang pahit itu akan membuahkan hasil yang manis di belakangnya.


ia tau ini bukan akhir dari perjalanannya, hanya saja ia baru menyadari seistimewa apa teman perjalan menemani hari hari nya kedepan.


.


.


.


.


.


TAMAT.


visual baby almeer




************


Assalamu'alaikum salam sejahterah dari Author...


Hai guys SEASON 2 nya akan menyusul nih..


dan di season 2 ini Author akan menceritakan perjalan Syifari al-briansyah atau anak pertama brian dan ruby yang sudah menjadi seorang siswi di salah satu sma ternama di kotanya.


jadi di tunggu ya season 2 nya....


oya bagi yang suka cerita ini jangan lupa tingalin jejaknya ya πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰dan juga komenya biar Author makin semangat nulisnya 😁😁😁 oya dan maaf kadang di ceritanya ada typo, atau kadang kurang menarik bagi pembaca, jujur ini novel pertama Author ...


jadi di maklumin aja ya..

__ADS_1


assalamu'alaikum...


sampai ketemu di season 2..............!!! πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2