
inilah hari yang ku tunggu tunggu, di mana hari ini adalah hari pernikahan ku, namun kali ini berbeda, karna kali ini aku menikah bukan karna di jodohkan melainkan dengan orang yang aku cinta.
aku bangun subuh subuh untuk melakukan kewajibanku sebelum di rias, setelah selesai sholat lalu aku segera siap siap untuk di rias oleh penata rias, karna acara ijab qabul akan di lakukan pagi ini.
menggunakan kebaya moderen berwarna putih bersih, hijab yang di buat sedemikian rupa... begitu cantik, dalam balutan inilah dan dengan izinnya Allah aku akan menjadi seorang istri.
(anggap saja seperti gambar di bawah ini)
selesai di rias aku menantap diriku dincermin, aku tidak percaya kalau ini adalah aku, untuk kedua kalinya aku mengunakan baju seperti ini, namun kali ini rasa nya berbeda dari yang sebelumnya, entahlah..
saat sedang melamun entah kemana mana, aku di kejutkan dengan suara bunda yang masuk kedalam kamar ku.
"Ya allah.. cantik sekali putri bunda"
"Eh..bunda..makasih bun" jawab ku.
"apa kamu sudah siap nak..? menjadi seorang istri lagi..?" tanya bunda padaku dia duduk di samping ku dan memegang tangan ku.
"insya allah ruby siap bun, kali ini bunda doain ya biar rumah tangga ruby menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah"
"Amiiiiiinnn,.."
kami mengobrol banyak di dalam kamarku, hingga airin datang untuk memberitau pengantin pria sudah tiba.
"bu de, pengantin pria sudah datang" ucap airin dengan semangat 45.
"baiklah, kalau begitu kamu temenin mbak kamu ya, sampai nanti di suruh keluar baru kalian keluar" jawab bunda.
"siap bu de" jawab airin.
setelah bunda keluar, naah...masuk nih si airin bukan hanya dia di belakang nya di ikuti nisa dan crestin mereka sudah cantik dengan balutan baju pesta yang berwarna coklat caramel, mereka mendekat ke arahku.
"cie... cie.. yang udah mau nikah lagi nih.." goda crestin.
"by.. kita gantian yok..biar aku aja yang jadi pengantinnya" sambung crestin lagi.
"kenapa cris...??" tanya nisa, kami melihat kearah crestin.
"pengantin pria nya tampan banget, gak kuat dedek liat nya"
"iya..bener yang mbak crestin bilang, pengantin pria nya tanvan banget" sambung airin lagi.
"woi... woi..itu suami orang, kalau kalian mau ya cari sendiri lah,...tapi aku juga mau siihh..hehehe"
mendengar jawaban dari nisa membuat kami semua tertawa, begilah kalau udah ngumpul bareng ddk, gak bakalan ada yang tenang.
sedangkan di luar pengantin pria baru saja sampai dengan rombongannya, mereka di persilahkan masuk.
suara di luar sangat riuh, hingga pada saat semuanya hening, rupanya acara ijab qabul akan segera di mulai, aku mendengar jelas pak penghulu membacakan do'a lalu menyerahkan perwalian pada ayahku.
"Bissmillahirrahmanirrahim, Muhammad Briansyah bin alm.kusuma biansyah, saya nikah dan kawinnya enggkau dengan anak saya Rubbyana Humayrah dengan maskawin 4 gram emas 24 karat di bayar tuuuuuunai...
"saya terima nikah dan kawinnya Rubbyana Humayrah binti Ali abdul rahman dengan mas kawin tersebut tuuunai"
__ADS_1
"bagaimana saksi..??"
"Saahh..." jawab semua orang dengan semangat.
Alhamdulillah... aku yang ada di kamar mendengar dengan sangat jelas saat dia dengan sekali tarikan nafas telah menjadikanku sebagai istrinya.
setelah itu bunda masuk kedalam kamarku untuk menyuruhku turun kebawah, dengan di dampingi oleh airin dan kedua sahabatku ini aku turun kebawah, ku lihat semua orang melihat kearah ku termasuk dia yang melihatku tanpa berkedip, di sana aku juga melihat malaikat kecilku yang kini telah menjadi anakku, dia duduk bersama ummi, ia tersenyum ke arahku, kubalas senyumannya itu.
aku pun duduk di sampingnya, saat pak penghulu menyuruhku menyalami tangan suamiku aku sangat gugup dan ragu untuk memengang tangannya karna ini pertama kali aku menyentuh tangannya,.
kulihat ke arahnya, ternyata ia tersenyum ke arahku, lalu pak penghulu menyuruhku lagi, dan akhirnya aku memegang tangannya dan menciumnya, lalu ia memegang kening ku, aku bisa mendengar ia membacakan do'a do'a setelah itu ia daratkan kecupan di keningku.
"Ya allah, inikah rasanya bersentuhan dengan seorang yang kita cintai..? sungguh rasanya berada" batinku.
setelah itu kamipun bertukar cincin, tidak lupa momen itu di abadikan oleh para foto grafer, ada juga orang yang memotret dengan ponselnya.
setelah itu kami pun mengikuti acara demi acara hingga dengan acara sungkeman dengan kedua keluarga.
setelah semuanya selesai, kami pun kembali kekamar untuk istirahat karna nanti malam kami akan ke hotel untuk melakukan acara resepsi.
saat di dalam kamar, aku langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diriku untuk melakukan sholat dzuhur, setelah itu bergantian dengan mas brian.
aku menunggu nya untuk melakukan sholat berjama'ah, setelah ia keluar kamipun menunaikan sholat kami.
sekitar 20 menit kami selesai sholat, ku cium tangan nya, setelah itu kami beberes lalu kami turun kebawah untuk makan siang terlebih dahulu.
saat kami turun ternyata di sana ramai sekali, aku melayani nya dengan baik, kamipun makan sarapan kami dengan bencandaan di sela sela makan.
setelah selesai makan, aku dan mas brian kembali ke kamar, ku lihat dia langsung istirahat, aku pun mengikuti nya untuk istirahat karna jujur ini sangat melelahkan.
kami menyambut semua tamu yang berdatangan, kali ini tamu undangan sangatlah ramai tidak sepeti dulu yang hanya keluar terdekat mas vano saja yang datang dan beberapa rekan kerjanya mas vano.
sampai aku tak sanggup lagi untuk berdiri, sungguh rasanya kakiku mati rasa, mas brian yang melihatku tidak nyaman lagi pun menyuruhku untuk istirahat terlebih dulu.
"sayang..kamu gak apa apa kan??" tanya nya di sela sela bersalaman dengan tamu undangan.
"tidak mas...aku baik biak aja"
"kalau kamu lelah mending kamu istirahat duluan, di sini biar aku saja"
"tidak mas..tidak apa aku bisa kok"
dia menganggukan kepalanya lalu kami melanjutkan acara demi acara hingga semunya selesai.
karna jam sudah menunjukan pukul 11:23 kami dan semua keluarga pulang kerumah, setelah sampai di rumah bunda menyuruh kami untuk istirahat, lalu aku masuk kedalam kamar ku, aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dulu, sedangkan mas brian dia masih di bawah ia masih mengobrol dengan ayah dan bunda, entahlah apa yang mereka bicarakan di bawah sana.
setelah selesai aku berganti pakai dengan baju tidurku, kali ini aku tidak mengenakan hijabku sejujurnya aku sangat gugup karna malam ini adalah malam pengantinku yang sebelumnya tak pernah terjadi..
"Ya allah bagaimana ini, aku sangat gugup, ini pertama kalinya untukku, bahkan ini lebih gugup dari sebelum nya, apa karna ini aku menikah dengan orang yang aku cintaa.. aaaaahhkk..bagaimana ini" batinku menjerit.
aku masih setia duduk di depan meja rias ku kutatap wajahku yang tanpa make up di depan cermin, hingga suara pintu kamar terdengar bertanda ada yang masuk, aku menoleh ke belakang ternyata di sana sudah ada mas brian yang menatap ke arah ku, entah apa yang dia pikir saat melihat ku.
aku bangun dari duduku untuk mendekat ke arahnya.
"mas...udah selesai ngobrolnya..?" tanya ku sedikig gugup.
__ADS_1
"cantik..." ucapnya tiba tiba membuatku salah tinggkah.
"kamu benar benar cantik syang..." sambungnya lagi, uwaaaaa.... jantung ku... Tidak bisa di kondisifkan, aku sangat malu kupalingkan wajahku yang memerah karna mendengar ucapannya.
"by.. bolehkah mas memeluk mu...??"
aku tak menjawab, tapi aku menganggukkan kepalaku bertanda aku setuju, dan setelah itu aku kaget saat dia menarik tangan ku dan hap.. dia memeluk erat tubuhku saat dia ingin mendekatkan mukanya ke wajah ku.
"mas..mandi dulu sana, bau tau.." ucapku sambil menutupi hidungku.
seakan baru tersadar ia pun nyengir ke arahku.
"heheh lupa syang...kamu sih cantik banget kan mas lupa belum mandi..." ia terkekeh lalu masuk kedalam kamar mandi.
setelah ku lihat dia masuk kedalam kamar mandi, aku terduduk di ranjangku, ku pegang jantung ku yang sudah berdetak sangat cepat sudah seperti orang lari maraton saja.
selang beberapa saat mas brian keluar dari kamar mandi ia hanya menggunakan handuk, uwaa..pemandangan yang sebelumnya tak pernah ku lihat.
kututup wajah ku dengan kedua tanganku, aku sungguh malu, mas brian yang melihat ku mengerutkan keningnya.
entahlah apa yang sedang dia pikirkannya, lalu ia mendekati ku, jantungku kembali lari maraton, dia melihat ke arahku.
"kenapa di tutup..??" tanya nya ia meraih tangan ku agar aku melepaskan tanganku dari wajahku.
"mas...aku malu..." jawab ku lirih, aku menundukakn wajahku kebawah, aku tak berani menatap nya, karna saat ini wajahku sudah memerah sempurna... sudah seperti kepiting rebus saja.
"kenapa malu...bukanya kamu sudah pernah melakukannya..." ucapannya itu membuat ku semakin malu, ku genggam erat ujung badcover dengan kedua tanganku.
"mas...apa kau tau ini adalah yang pertama kalinya untukku, jadi wajar kalau aku merasa malu dan gugup" batinku.
lalu ia memegang tangan ku dia raih wajah ku agar melihat ke arahnya,.. aku hanya bisa pasrah dan... jreng jreng... dia tersenyum saat melihat wajahku yang sudah memerah seperti kepiting rebus..
"by...apa mas boleh...." dia meminta izin padaku, sebelum menyentuhku..
aku menatap wajahnya, lalu aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku, senyumnya semakin melebar saat aku memberikan jawaban iya...
lalu dia menuntunku ke kasur, sebelum melakukannya dia mendekat ke arah kepalaku tepatnya di ubun ubunku, aku bisa mendengar ia membacakan do'a sebelum berbuhungan.
"Bissmillah, Allahhumma jannibnas-syaithaan wan jannibis-syaithaana maa razaq-tanaa."
setelah membacakan do'a itu pun dia mematikan lampu kamar dan tinggallah lampu tidur sebagai penerang malam yang panjang ini....
ia mendaratkan kecupan demi kecupan di setiap inci wajahku, hingga dia berhenti lama di bibir ku, aku masih sangat kaku karna ini adalah yang pertama kali bagiku.
saat dia ingin menyatukan diri kami, seketika ia berhenti sejenak ia menatap ke arahku ia mengerutkan dahinya seakan meminta penjelasan padaku.
aku yang mengerti dengan tatapannya itupun menjelaskan padanya.
"iyaa..mas aku masih perawan, karna dulu setelah menikah mas vano tidak pernah menyentuhku bahkan dia melihat ku tanpa jilbab hanya dua kali, itu pun saat kami di apartemen sekali, dan saat kami pindah kerumah yang di belinya kami pisah kamar di sana lah untuk kedua kali nya ia melihatku tanpa jilbab, setelah kedatangan manda ke rumah aku sudah tak melepaskan lagi jilbabku" jelasku panjang lebar padany.
dia tersenyum ke arahku dan mengecup kening ku.
"terimakasih telah menjanganya untukku" bisiknya di telingaku, aku mengganguk kepala ku.
dan selanjutnya terjadilah malam pertama yang tidak bisa Author jelaskan... 😁😁😁
__ADS_1
Bersambung.......