
beberapa telah berlalu dan ruby juga sudah di perbolehkan untuk pulang dari kemarin di saat semua orang berbahagia akan hal itu namun berbeda dengan ruby, wanita itu tidak terlihat bahagia bahkan sedikit senyumpun tak ada di wajahnya.
semenjak mendengar kenyataan itu, ruby menjadi pendiam dan ada rasa takut di benaknya bahkan beberapa hari ini dia mencoba menghindar dari brian, ia akan tersenyum hanya saat bersama syifa ia tidak mau membuat gadis kecil itu takut dengan nya, ia juga tak mau gadis kecil itu akan menjauh darinya karna saat ini hanya gadis kecil itu yang dia punya.
masalah pernikahan.... entahlah ia sangat takut saat mengingat kalau dia tidak akan bisa memberika keturunan untuk brian, dia takut lelaki itu akan meninggalkan nya karna kajadian ini.
setelah sholat mangrib ruby turun kebawah untuk makan malam bersama keluarganya, namun saat dia sudah berada di pintu dapur ternyata di sana sudah ada brian.
ruby membalikkan tubuhnya dan pergi dari sana, saat ini ia belum siap bertemu dengan calon suaminya itu, bukannya tidak mau tapi dia takut akan kenyataan yang akan keluar dari mulut brian, jika memang apa yang ada di dalam pikirannya benar, mungkin dia tidak tau bagaimana kehidupan nya Setelah itu .
brian yang melihat ruby pergi pun mengejarnya, ia tidak mau membuat gadis itu terus terusan berfikir yang bukan bukan tentang hubungan mereka , ia tau kalau wanita nya itu sedang menghindarinya karna takut dia akan membatalkan pernikahan mereka.
brian keluar dari rumah mencari keberadaan ruby ia mengitari seluruh halaman rumah itu namun tidak menemukannya, ia melihat mobilnya masih ada di sana, lalu ia keluar dari halaman rumah ruby ia menyusuri jalanan dan akhirnya ia menemukan ruby sedang duduk di sebuah taman, di sana juga banyak orang bersama pasangan nya masing masing...
"apa kamu akan menghindari mas terus..?" ujar brian yang sudah ada di samping ruby.
ruby sedikit kaget saat melihat brian tiba tiba sudah ada di samping nya, lalu brian duduk di samping nya.
"by..mas mau bilang sesuatu sama kamu.." ucapan brian membuat ruby mematung di tempatnya, ini...inilah yang di takutkan wanita itu.
"iya mas..bilang saja.. ruby akan menerima dengan ikhlas semua keputusan mas.." jawab ruby lembut, ia menundukkan kepalanya dan menutup matanya ia mencoba menguatkan hatinya saat mendengar kenyataan yang menyakitkan lagi.
brian yang tau kemana arah pembicaraan ruby pun tersenyum dan mengeleng pelan kepalanya.
"ayo kita menikah..." ucapan brian membuat ruby dengan spontan melihat ke arah brian, ia mencari ingin kebohongan di dalam netra yang bernama coklat itu namun yang ia lihat sebuah ketulusan di sana.
"mas..aa..apa maksud kamu.. bukanya kamu.. aa..akn membatalkan pernikahan kita..??" ujar ruby terbata bata, yang di katankan pria yang ada di sampingnya ini semuanya di luar pemikirannya selama ini.
__ADS_1
"apa karna ini.. beberapa hari ini kamu menghindar dari mas..?? makanya jangan terlebih dulu mengambil keputus sendiri sendiri , mas bahkah tidak sedikit pun ada pemikiran seperti itu, mas mencintaimu karna Allah jadi mas akan menerima semua kekurangan dan kelebihan mu juga karna Allah, jadi jangan pernah berfikir kalau mas akan meninggalkan mu" jelas brian pada ruby...
penjelasan yang di berikan brian seketika membuat ruby menangis, sampai brian di buat gelagapan karna tiba tiba ruby menangis..
"by..kenapa kamu menangis...?? apa mas salah bicara..??" tanya brian panik, dengan cepat ruby mengelengkan kepalanya, lalu wanita itu melihat ke arah brian..
"mas... terimakasih... karna mas masih mau menerima kekurangan ku, aku pikir mas akan meninggalkan ku.. hiks.. hikss.. maaf mas karna beberapa hari ini aku menghindar dari mu...hiks.." ucap ruby sambil terisak.
"sudahlah kamu jangan nangis lagi, mas gak enak di liatin sama orang nih, di kirain mas apa apain kamu lagi, mau peluk juga kan gak bisa" ucapan brian membuat ruby berhenti menangis dan tersenyum ke arahnya.
dan mereka pun kembali kerumah nya ruby, saat nereka memasuki pagar rumah itu ternyata di sana sudah ada banyak orang termasuk ummi ratna dan syifa.
gadis kecil itu saat melihat ruby dan brian datang ia langsung berlari kearah mereka, ruby langsung mengendong tubuh kecilnya itu.
lalu mereka masuk kedalam rumah bersama sama untuk memulai makan malam, karna tadi saat ruby keluar rumah mereka tidak langsung makan, mereka sengaja menunggu kedatangan brian dan ruby.
namun tidak dengan syifa, gadis kecil itu meminta di suapi sama ruby, ruby dengan senang hati melayani malaikat kecilnya itu, mereka yang melihat itu pun tersenyum.
awalnya mereka kasihan dengan ruby yang tidak bisa mengandung lagi, tapi saat melihat ruby dan syifa begitu dekat mereka berasa beryukur karna Allah masih memberinya kebahagiaan melalui gadis kecil itu.
*******
Rubby pov
H-3
Rumah sudah ramai dengan keluarga yang datang dari jauh, termasuk orang tua airin, bahkan orang orang dari WO sudah mulai menata rumahku.
__ADS_1
kami akan melakukan akad nikah di dalam rumah, dan acara resepsi akan di adakan di hotel. kami sengaja mengadakan acara di rumah, kata bunda.. jika acara di adakan di rumah maka kekeluargaan akan terjalin dengan intens, suasananya sangat ramai dan suasana kekeluargaan sukses terjalin dengan indah.
banyak orang orang berlalu lelang untuk melakukan pekerjaannya masing-masing, bahkan banyak anak anak yang berlarian di rumah ini, sedikit sedih saat mengingat kalau aku tidak bisa mengandung lagi, tapi aku tepis rasa itu aku tak mau bersedih sedihan di hari yang berbahagia ini.
aku ngak nyangka bahwa pesta pernikahanku yang kedua kalinya akan semeriah ini, aku tersenyum dari atas melihat pemandangan di bawah.
H-2
Hari ini jadwalku memakai inai di tangan dan di kaki, sungguh aku gugup sekali, tak terasa besok aku akan melaksanakan acara khitaman sebelum hari ijab qabul dengan bebrapa orang sebagai pendampingku.
katanya mbak yang memakai inaiku, jika orang memakak inai sisa penggantin.
besar kemungkinan orang itu akan cepat menyusul kepelaminan.
mendengar itu semua sodaraku yang perempuan yang masih belum menikah pun meminta untuk di pakaikan inai, termasuk airin, nisa dan crestin, ketiga gadis itu sangat antusian.
H-1
malam ini malam aku khataman, selesai membacakan ayat ayat suci Al-Qur'an aku bersimpuh di depan kedua orang tuaku, untuk yang kedua kalinya aku memohon restu pada mereka, agar mereka selalu mendo'akan kebaikanku dan kebahagiaan rumah tangga ku kelak, walaupun yang pertama tidak ada yang seperti ini.
bunda menangis memelukku, banyak pesan dan wejangan yang di sampaikannya padaku.
lalu aku beralih pada ayah, aku meminta restu padanya, ayah tak kalah hebohnya dengan bunda, bahkan air matanya lebih banyak dari pada aku, mungkin mengingat kegagalan rumah tanggaku yang pertama membuat ayah sulit melepas ku untuk menikah lagi dengan lelaki pilihanku.
malam ini penuh dengan tangis, namun bukan tangisan karna sedih melainkan tangis kebahagiaan, masing masing dari mereka memberiku nasehat dan wejangan pernikahan, bahkan ada yang memberiku tips malam pertama tentu saja yang memberi ku tips itu adalah kedua sahabatku nisa dan crestin, mereka baru sampai kemarin, mereka mengambil cuti untuk datang kemari,,namun saat aku di rawat di rs mereka tidak bisa datang karna pekerjaan, aku bisa memakluminya dan yang terpenting saat ini mereka hadir di acara pernikahan ku.
Bersambung....
__ADS_1