
syifa..gadis itu sedang mondar mandir di dalam kamarnya yang subhanallah kayak kapal pecah, baju berceceran di lantai, tas sekolah di atas sofa, handuk di atas kepala tempat tidur, kaos kaki di atas meja belajar, mukena di sofa, badcover yang setengahnya menjutai kebawah. Ya allah..bisa bernafas dia dengan keadaan kamar begitu yaa...?
syifa gelisah dan dia ngak bisa tidur mikirin nasibnya kedepan, bagaimana jadinya kalau dia akan menjadi istri dari seorang arkan si ketos songong yang bikin mood ancor tiap hari.
lalau ia menjatuhkan dirinya ke atas kasur king sizenya, ia menguling gulingkan tubuhnya di sana, dia tidak bisa tidur padahal sekarang jam udah menunjukkan pukul dini hari.
"Ya allah...bener bener sial nasip gue, kenapa harus si songong itu sih yang bakalan jadi suami gue, aakkkhh... belum apa apa udah streess duluan gue, bisa rontok rambut gue berurusan dengan dia tiap hari" gerutu syifa sambil memukul mukul kepalanya dengan bantal guling.
lama lama gadis itu tertidur dengan sendirinya, karna terlalu capek harus berperang dengan pikiran nya dan yang di menangkan oleh hatinya yang tak bisa menolak permintaaan kedua orang tuanya.. ck..ck..kasihan sekali...
dan di kediaman sanjaya, arkan juga belum bisa memejamkan matanya dari tadi, laki laki itu frustasi memikir kalau dia akan menikah dengan gadis yang suka terlambat dan juga bar bar, di sekolah aja masya Allah... kalau harus berurusan dengannya, apalagi kalau udah tinggal serumah..?? sekamar..? subhanallah... langsung kelar kayaknya si arkan..
sesekali iya bangun dan mengacak ngacak rambutnya sambil meracau ngak jelas.
"Gila... gila... gila..kalau gue nikah sama dia.. bisa benar gila gue... aakkkhh..." ucap arkan frustasi ia kembali merebahkan dirinya di atas ranjang king sizenya.
setelah berdebat dengan pikirannya sendiri, akhirnya lelaki itu terlelap dan menuju ke alam mimpi.
******
syifa tampak merebahkan kepalanya di atas meja berbatalan lengannyan, sepertinya gadis itu sedang tertidur.
"fa...bangun,...kok pagi pagi lo udah tidur aja.." ucap nia, gadis itu mengoyang pelan lengan syifa.
"jangan ganggu gue nya, semalam gue ngak tidur jadi pliiiss jangan ganggu gue" jawab syifa dengan posisi yang masih sama.
"emangnya lo ngapain aja semalam sampek gak tidur..??" tanya amel yang baru selesai dengan ponselnya.
"yaa..apa lagi pasti nge drakor dia" sahut jessi, kali ini gadis itu tidak memegang kacanya tapi menyangga dagunya dengan kedua tangannya.
tiba tiba syifa bangun, membuat ketiga gadis yang ada di samping dan depannya kaget, dan tambah kaget saat melihat keadaan wajah syifa, di mata terdapat kantung hitam, bibir pucat, mata yang tak sepenuhnya terbuka dan rambut yang sedikit brantakan pelengkap betapa mirisnya hari ini gadis itu.
"fa... loe sakit...??" tanya nia, Jessi dan amel serempak seketika melihat wajah pucat syifa, nia meletakkan punggung tangannya di dahi syifa, dan di ikuti dua sahabatnya yang lain baru kali ini mereka melihat penampilan syifa begitu brantakan.
karna suara mereka yang keras, membuat orang kelas melihat ke arah mereka, tersamasuk juga arkan, namun laki laki itu acuh tak acuh, berbeda dengan dion , lelaki itu langsung berlari ke arah syifa saat mendengar kata sakit.
"fafa sayang...lo sakit ya..?? apa perlu babang dion beliin obat? atau ke RS aja?" tanya dion berunturan yang sudah duduk di samping syifa, membuat syifa yang udah kesel makin jadi kesel , karna hari ini dia males untuk debat jadi dia memilih mengacuhkan semua pertanyaan teman temennya.
"jes.. pinjemin kaca lo jes?" ucap syifa tanpa menjawab pertanyaan dari sahabatnya dan juga dion.
tanpa banyak bertanya jessi mengambil kacanya yang di simpan dalam saku roknya dan menyerahkan pada syifa.
syifa tampak santai saat mengambil benda itu dan saat dia melihat wajah brantakannya, gadis itu berteriak membuat isi kelas kaget bukan main.
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaa....,orang gila" syifa berteriak saat melihat pantulan dirinya sendiri di kaca itu, bahkan dia melempar kaca itu ke arah dion yang ada di sampingnya, dengan reflek syifa naik ke atas meja.
melihat tinggakah syifa, satu kelas jadi tertawa karna kelakuan syifa, kecuali arkan yang sedang ngapel ke kelas syifa, biasa untuk bertemu dengan sang pujaan hati, laki laki itu acuh tak acuh dengan syifa dkk.
"woy..gila lo ya fa..?" teriak amel yang merasa terganggu karna teriakan syifa, bahkan ponselnya hampir terjatuh karna terkejut.
"ituu..itu..gue liat orang gila di kaca." ucap syifa yang bedara di atas meja dan menunjuk ke arah kaca yang sudah tergeletak di bawah, untung gak pecah, kalau pecah kan bisa ngamuk si jessi.
"syifa.... kaca gue...." teriak jessi ngak kalah dari syifa, gadis itu langsung memungut kacanya yang ada di lantai.
"yang lo liat itu muka lo sendiri *****" geram jessi " kaca gue..." sambung jessi sambil mengelus kacanya.
"What..?? itu gua??" tanya syifa menunjuk dirinya sendiri.
"iya..." jawab nia jengah.
"turun lo.." ucap amel berdiri dari duduknya sambil berkacak pinggang.
__ADS_1
syifa yang di suruh pun langsung turun dan kembali merebut kaca yang ada di tangan Jessi, kan jadi kesel jessi nya.
saat sudah melihat wajahnya, syifa membuka mulutnya "jadi yang gue bilang orang gila itu buat diri gue sendiri dong..?" batin syifa.
"tutup mulut lo fa...masuk cecak dalam tuh mulut bisa berabe lo" ucap amel yang kembali sibuk dengan ponselnya, dengan reflek syifa menutup mulutnya, syifa dong...takut cecak.
lalu syifa memperbaiki penampilannya yang di bantu sang alhi jessika, lalu syifa tak sengaja melihat arkan yang sedang duduk di atas meja di depan siska mereka berbicara sesekali tertawa, kan buat syifa jengkel.
"orang ini yang bakal jadi suami gue..?? bisa katarak mata gue tiap hari harus ngeliatin dia mulu" batin syifa.
"Dasar gila.." ucap syifa tanpa sadar.
"lo katain gue gila fa..?" tanya jessi dengan muka yang di buat marah dan terkejut, padahal dia tau kemana arah pembicaraan syifa.
"enggak" jawab syifa datar dan langsung keluar kelas.
"mau kemana lo kitty.. tungguin kita.. elaaah..." teriak jessi melihat syifa main tinggal aja dia bangkit dari duduknya dan berlari ngikutin syifa begitu juga dengan nia dan amel mereka juga ikut syifa.
******
Tiga hari kemudian...
paris - prancis
setelah pertemuan keluarga al-briansyah dan keluarga sanjaya dan mereka telah memutuskan hari pernikahan antara syifa al-briansyah dan arkan putra sanjaya.
hari ini adalah hari bahagia dari kedua keluarga, tetapi tak sebahagia kedua anak anak mereka yang akan di nikah kan hari ini.
di dalam ruangan make up terdapat seorang gadis yang sangat cantik dengan balutan balutan gaun yang sangat cantik gadis itu tak lain adalah syifa.
"hari ini kan pernikahan lo, kok kecut amat tuh muka" tanya amel yang sudah rapi dengan gaunnya.
"fafa..foto dong" ucap jessi yang juga sudah siap dengan gaun yang sama dengan ketiga sahabatnya.
dengan males syifa mendekat ke arah jessi dan di ikuti kedua sahabatnya yang lain, dan akhirnya mereka berfoto foto sebelum di panggil sama ruby.
sedangkan di tempat arkan, laki laki itu sudah lengkap dengan tuxedo hitam dengan dasi kupu kupu, ia memandang menatap dirinya di kaca, ia meratapi nasibnya yang masih muda, yang masih mau mengejar cita cita dan sebentar lagi sudah menjadi kepala rumah tangga, dan yang paling di ratapinya adalah calon istrinya yang sebentar lagi bakalan jadi istri sahnya yang tak lain si cwek bar bar.
"haaiizzss... hari hari tenang gue bakan lenyap sebentar lagi" batin arkan menghela nafasnya.
ya... ketiga sahabatnya sudah tau kalau syifa di jodohkan dengan arkan sama kedua orang tuanya, awalnya mereka gak percaya, hingga saat syifa menyuruh mereka ikut dengannya ke prancis.
Flashback on
pada saat jam istirahat syifa menceritakan semuanya pada ketiga sahabatnya saat mereka di kantin.
"mel, jes, nya, gue mau ngomong sesuatu sama kalian" ucap syifa mulai membuka suara.
"ngomong aja, kayak serius amat lo" ucap nia yang sedang makan mie baksonya.
"gue serius njirr" sahut syifa sambil menyenggol lengan nia yang sedang memasukkan bakso kedalam mulutnya, karna di senggol baksonya jatuh kedalam mie ayam nya amel, membuat kedua gadis itu jengkel.
"njirrr...bakso gue lompat" ucap nia kaget..
"yaudah ngomong aja sih fa..." sahut jessi yang juga sedang makan baksonya.
sedangkan amel, gadis itu mengindahkan ketiga sahabatnya, dia sibuk dengan mie baksonya yang tadi bertambah satu karna bakso nia jatuh kedalam bangkuk mie nya.
"gue di jodohin sama orang tua gue" ucap syifa sambil menatap ketiga sahabatnya yang ada di depannya.
Nia, amel dan jessi, ketiga gadis itu kaget dan tersedak saat mendengar perkataan syifa.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhuk..."
syifa langsung menyerahkan air pada ketiga sahabatnya itu " biasa aja kali dengerin gua di jodohin" ucap syifa memutar bola matanya jengah.
"serius lo di jodohin..?" tanya nia masih kaget.
"Emang dari tampang gue, ada gitu gue kurang serius..?" tanya syifa jengah.
"ya..enggak sih..?? sama siapa lo si jodohin..??" tanya nia lagi.
belum sempat syifa menjawab udah di potong sama jessi " Omo omo... jangan bilang kalau lo di jodohin sama om om fa.." ucap jessi heboh sendiri bahkan dia udah bangkit dari duduknya.
"naah..ini nih...korban drama, dengerin gue dulu PA" sahut syifa sambil memukul pelan kepala jessi.
"aduh..sakit njirr, elaahh.." ucap jessi mengosok gosok kepalanya.
"sama siapa lo di jodohin..?" tanya amel yang udah selesai dengan makannya.
sebelum melanjutkan ucapannya syifa menarik nafas dalam " gue di jodohin sama arkan dan tiga hari lagi gue bakalan nikah sama dia di paris" sambung syifa yang lagi lagi membuat ketiga gadis itu kaget.
"APA...!!!" teriak ketiganya serempak, nia yang sedang makan bakso langsung tertelan kedalam mulut, amel yang memaikan ponselnya terhenti sedangkan jessi kaca yang ada di tangan jatuh kebawah mengakibatkan retakan sedikit di sana, bahkan orang yang ada di kantin semua menatap ke arah mereka.
"woy..sakit telinga gue njiir.." sahut syifa sambil mengosok telinga.
"Astarghfirullah... subhanallah.. serius lo fa..?" tanya nia beristirghfar dan di angguki oleh syifa, gadis itu langsung merebahkan kepalanya di atas meja dan mengghadap ke arah orang yang sedang belalu lelang di kantin.
"jadi... beneran.. trus gimana sama tuh nenek lampir.. dia tau ngak??" tanya jessi kali ini gadis itu serius bertanya.
"kayaknya engga deh, lo liat tuh..." jawab syifa yang sedang rebahan kepala di atas meja dan menunjuk ke salah satu meja yang tak jauh dari meja mereka dengan dagunya.
ketiga gadis itu langsung melihat kearah yang di tunjuk syifa. "ck..ck..gilaa...belum apa apa udah begitu aja" ucap jessi berdecak dan mengeleng gelengkan kepalanya.
"sabar ya fa.." ucap nia sambil menepuk nepuk pundak syifa.
setelah bercerita pada ketiga sahabatnya,
syifa selalu di ledekin sama ketiga sahabatnya, gimana tidak... orang dia sama arkan udah hampir tiap hari kayak tikus dan kucing, kagak pernah akur, naahh... gimana ceritanya kalau udah satu atap dan yang lebih parah satu kamar???? bisa ngebayangin ngak??
flashback off
"saya terima nikah dan kawinnya Syifari al-briansyah binti Brian al-briansyah dengan maskawin tersebut di bayar tuuunai.." dengan sekali tarikan nafas arkan lancar mengucapkan ijab qabul.
syifa yang mendengar jelas suara lantang arkan pun menghela nafas dan tak berselang lama pintu kamar itu ada yang mengetuk dari luar.
tok
tok
tok
"sayang ayo turun acara ijab qabul nya udah selesai, arkan dan yang lain udah nunggu di bawah" ucap ruby masuk kedalam kamar putrinya.
"Iya mah" sahut syifa berdiri dari duduknya dan menuju mamanya yang ada di ambang pintu.
Bersambung.....
visual syifa dan arkan
__ADS_1