
Hari hari berganti dengan bulan begitu cepat, begitu juga dengan perut ruby yang kini sudah membesar karna kandungannya telah memasuki bulan ke 7 karna hal itu pun membuat pergerakan ruby terbatas, bahkan saat tidur saja rasanya tidak nyaman, dan beberapa hari lagi ruby dan brian akan mengadakan acara tujuh bulanannya di rumah mereka.
semenjak terakhir kali ruby memdapat kiriman kiriman yang aneh dari orang yang tak di kenal, brian semakin memperketat keamanan di rumahnya dan kemana mana harus di kawal, awalnya ruby tidak setuju dengan itu namun saat mengingat keselamatan keluarganya lebih penting pun menyetujuinya.
hari ini di rumah ruby dan brian sudah banyak orang untuk mempersiapkan acara yang hanya tinggal beberapa hari lagi, banyak juga anak anak tetangga yang berlarian termasuk juga syifa gadis kecil itu sangat antusian dengan acara ini karna dia bisa bermain dengan teman temennya.
ruby hanya duduk di salah satu kursi yang ada di dapurnya, di sana juga banyak orang yang sedang melakukan pekerjaannya masing-masing ada juga tetangga tetangga yang datang ikut membantu termasuk di sana ada mantan mertuanya, ibu dan mertunya,viona dan juga airin, namun kedua gadis itu malah asik mengobrol, sedangkan kedua sahabatnya akan datang besok, walaupun ruby tidak berhubungan lagi dengan vano tapi dia sudah menganggap keluarga itu sebagai keluarganya sendiri, brian pun tidak mempermaslahkan akan hal itu, sebenarnya ruby ingin membantu tapi apa dayanya yang untuk berdiri terlalu lama saja tidak sanggup, jadi dia hanya melihat orang orang itu bekerja.
saat sedang memperhatikan orang orang itu, brian datang menghampirinya dan duduk di salah satu kursi yang ada di samping ruby.
"Eh..mas udah pulang..? kok ngak salam dulu...? " tanya ruby saat melihat suaminya sudah ada di sampingnya ia langsung mencium telapak tangan suaminya itu.
"udah tadi di depan..mungkin kamunya aja yang nggak dengar" jawab brian setelah mencium kening istrinya.
ruby hanya mangut mangut tanda mengerti, lalu ruby mengajak suaminya untuk ke kamar dan berganti pakain terlebih dulu, ruby sedikit kesusahan saat bangun brian yang lihat itu langsung membantu istrinya dan mereka menaiki tangga menuju kamar, brian dengan penuh kesabaran dan kehati hatian menuntun istrinya itu.
setelah sudah berada di dalam kamar, ruby membuka jas suaminya lalu mengambil handuk dan menyerahkan pada suaminya, brian dengan senang hati menerima pelayanan dari istrinya itu, lalau brian langsung masuk ke dalam kamar mandi, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, ruby mengajak suaminya itu untuk sholat terlebih dulu.
"mas.. sholat dulu ya..?" ujar ruby saat brian baru keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakain rumahannya.
"iya..mas juga mau sholat yaudah ayo sholat berjama'ah" ajak brian ruby mengangguk kepalanya lalu ia bangun dengan hati hati dan masuk kedalam kamar mandi untuk berwudhu.
__ADS_1
setelah berwudhu mereka pun melakukan sholat asar, sekitar 20 menit mereka selesai sholatnya, setelah beberes, ruby dan brian turun kebawah semua keluarga sudah berkpul di ruang tamu sedangkan para tetangga sudah pamit pulang.
ruby dan brian ikut bergabung dengan keluarganya, meraka akan menginap di sini selama acara akan di adakan, mereka berbincang bincang hingga malam datang.
******
sedangkan di belahan negara lain, setelah bercerai dengan manda dan pergi kejepang, kehidupan vano menjadi lebih baik, saat pergi ke jepang semua urusan kantor dia serahkan kembali pada ayahnya.
dan sekarang dia sudah mempunyai usahan sendiri di kota nagasaki itu, kini usahannya pun sudah lumayan terkenal, hingga suatu hari ia pergi ke salah satu restorant untuk bertemu dengan teman lamanya yang asli berdarah jepang, ia tidak sengaja menabrak seorang perempuan yang barhijab yang sedang terburu buru keluar dari restorant itu.
Bruukkh
tubuh perempuan itu sedikit terhuyung dan hampir terjatuh, namun perempuan itu dengan cepat mentabilkan posisinya.
"iya... mas gak apa apa, saya juga minta maaf karna buru buru jadi gak terlalu memperhatikan jalan" jawab perempuan itu dengan bahasa indonesia yang lancar.,ternyata orang yang di tabrak vano berasal dari indonesia.
perempuan itu melihat ke arah vano, dan saat pandangan keduanya bertemu vano sedikit tertengun melihat wajah perempuan itu, sedangkan si perempuan itu langsung memalingkan wajahnya ke arah yang lain.
"kalau begitu saya permisi mas..assalamu'alaikum" ujar perempuan itu dan langsung pergi dengan tergesa gesa dari hadapan vano yang masih mematung itu.
"wa'alaikumsalam.." jawab vano yang masih belum sadar dari bengongnya sesaat kemudian " Eh...dia udah pergi..aaakh kan aku belum menanyakan namanya.. aahh sudahlah... tapi dia benar benar cantik,... Ya allah kirimkanlah seseorang yang seprtinya untuk menjadi pendampingku yang bisa membimbingku kejalanmu" vano berbicara sendiri, dia masih melihat ke arah perempuan tadi yang sudah menghilang.
__ADS_1
hari demi hari terus berjalan dan mereka di pertemukan kembali dengan cara yang sama di salah satu pusat perbelanjaan, dan dari situlah mereka berkenalan secara resmi, vano mengajaknya ke restorant untuk mengobrol lebih lama dan saat itu dia baru tau kalau perempuan yang di tabraknya beranama DINA MAHESWARI gadis berasal dari indonesia tepatnya di Jokjakarta.
dari perkenalkan itulah mereka menjadi lebih dekat, bahkan vano sering mengantar jemput dina saat bekerja, gadis itu pun tidak keberatan karna dia memang merasa nyaman dengan vano, mereka juga sudah saling memperkenalkan keluarganya masing masing yang ada di Indonesia lewat vidiocall dan vano juga memberi tau pada dina kalau dia adalah seorang duda beristri dua, namun dina tidak mempermasalahkan hal itu begitu juga dengan keluarganya mereka menyukai vano, begitu juga dengan keluarga vano mereka sangat menyukai dina karna gadis itu sangat sopan dan baik sama seperti ruby, awalnya mereka memperkenalkan keluarga masing masing hanya untuk saling kenal saja, namun seiringnya berjalan waktu ternyata meraka telah memiliki perasaan satu sama lian namun tidak ada yang berani mengatakannya, ternyata vano ada rencananya sendiri saat akan mengatakan perasaannya pada gadis itu.
vano berencana akan melamar dina saat acara ulang tahun gadis itu, vano telah mempersiapkan segalanya di bantu temanya dan juga teman dari dina, vano akan memberi kejutan pada gadis yang telah mencuri hatinya itu di salah satu restorant ternama di negara sana, sebelumnya vano juga sudah memberi tau keluarganya dan keluarga dina.
malam yang di tunggu tunggupun tiba, dina sudah bersiap di apartemennya untuk pergi kerestorant untuk mengadakan acara ulang tahun nya namun gadis itu tidak tau kalau malam ini akan ada sebuah kejutkan besar untuknya, saat sudah sampai di restorant ia melihat di sana sudah ada teman temennya ia melihat vano menjemputnya di depan restorant dengan setelah formalnya membuat vano sangat tampan malam ini bahkan dina terposana melihatnya.
begitu juga dengan dina, gadis itu sangat berbeda malam ini bahkan vano tanpa berkedip melihatnya, mereka pun masuk kedalam dan langsung mengadakan acaranya hingga pada acara puncak, vano berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah dina semua orang di sana sudah menunggu saat saat ini, namum dina bingung kenapa vano berdiri di hadapannya, lalu vano mengutarakan semua isi hatinya dari pertama mereka bertemu tidak sengaja hingga di pertemukan kembali dengan cara yang sama tidak di sengajakan.
dina yang mendengar isi hati vano pun menutup mulutnya tak percaya, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, ia masih bisa menahan air mata yang sudah bergenang di kelopak matanya.
tiba tiba vano berjongkok di hadapan dina, vano mengeluarkan sebuah kotak cincin lalu membukanya dan... "Dina maheswari, will you marry me...??" mengucapkan dengan semangat dan dengan suara yang sedikit keras, seketika air mata yang sudah di tahan oleh dina pun jatuh ia tak menyangka kalau vano akan melamarnya di hari ulang tahunya, ia masih belum menjawab karna tak percaya apa yang di lihat dan yang di dengar nya, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, air matanya sudah turun setetes demi setetes.
tiba tiba suara teman temennya pun terdengar terima terima terima mereka secara bersamaan mengucapkan kata itu dalam bahasa jepang.
dan akhirnya dengan suara yang terbata bata dina menjawab " yes... I will", dan di hari itu mereka resmi menjadi sepasang kekasih dan juga tunangan.
vano berencana akan kembali ke indonesia saat akan menikah dengan dina dan setelah menikah dia akan menetap di Indonesia.
Bersambung....
__ADS_1
visual dina maheswari