ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-54 (S2)


__ADS_3

Happy reading.....


beberapa menit kemudian syifa sampai di depan apartemennya, ia masuk kedalam setelah membukakan pintu tersebut, saat sudahh di dalam syifa melihat jam yang ada di lengan kirinya seketika ia menjadi panik.


"buset...udah main pukul 5 sore aja,, gua belom sholat juga" ucap syifa panik, dengan kecepatan penuh syifa berlari naik tangga masuk kedalam kamarnya, setalah itu syifa melempar tasnya ke atas sofa lalu seperti biasa syifa melepas bajunya dan melempar kesembarang arah lalu ia merai handuk dan masuk kedalam kamar mandi.


sekitar 15 syifa selesai dengan mandinya, ia sudah memakai baju tidurnya yang bergambar Hello kitty tak buang buang waktu lagi syifa langsung menunaikan sholat 'asar nya dengan kusyuk.


beberapa menit kemudian syifa selesai dengan sholatnya, ia baru bisa bernafas lega, seperti biasa tanpa membuka mukenanya gadis itu langsung melempar dirinya di atas ranjang dan tak perlu lama gadis itu langsung tertidur.


baru saja syifa tidur, arkan sudah membuka pintu kamar mereka, ia melihat kalau syifa udah pulas di atas ranjang, arkan menggelengkan kepalanya saat melihat gadis itu tertidur dengan mukena yang masih lengkap di tubuhnya, dan juga baju syifa yang berceceran di mana mana, arkan menghela nafasnya lalu ia meraih baju baju itu dan memasukkan dalam kereanjang kotor.


"dasar tukang tidur" gumam arkan menaikkan kedua sudut bibirnya, lalu ia meraih handuk dan masuk kedalam kamar mandi, setelah mandi arkan memaki baju santainya, kaos oblong dan celana pendek, lalu ia mendekat kearah syifa ia berjongkok di depannya, ia menatap intens wajah cantik syifa, arkan menyelipkan rambut syifa kebelakang lalu ia mencium sekilas bibir syifa.


dirinya masih ingat kejadian tadi pagi saat dirinya tidak sengaja berciuman karna terjatuh hal itu membuat syifa langsung naik pitam, arkan terkekeh untung aja syifa kagak sadar kalau arkan selalu menciumnya saat ingin itu, kalau nggak bisa di jadin ayam penyet si arkan sama si syifa, lalu arkan naik ke atas ranjang di sebelah syifa, menyibakkan badcover lalu ia masuk kedalam dan kembali menutupi tubuhnya dan juga syifa, lalu ia memeluk istrinya itu dari belakang dan langsung menuju ke alam mimpi.


******


kini syifa dkk sedang duduk di sedang duduk di undukan tangga yang ada di pinggiran lapangan basket sambil memakan cemilan dan ngegibah pastinya coy, karna hari ini kelas mereka mendapatkan jam olah raga, yang bertepatan dengan kelasnya arkan, kalau jodoh memang kagak bisa ngelak.


"buah hati loe lewat tuh" ucap nia pada jessi.


yang tak sengaja melihat arkan dkk, atau lebih tepatnya melihat kearah dion yang sedang main basket sama yang lainnya.


"mau mau dia sama si jessi, bisa bangkrut si dion minta di belikan kaca mulu" celetuk syifa yang kalau ngomongnya kagak pernah di saring dulu, gadis itu terlihat santai saat mengucapkan itu dan sesekali memasukkan cemilan kedalam mulutnya, ia bersandar di salah satu pohoh yang ada di sana, kan jadi emosi si jessi di bilangin begitu. ya...walaupun rada bener siihhh.... :D

__ADS_1


"eh markonah... tuh mulut bisa di saring dikit kagak, gua sumpal juga mulut loe" ujar jessi jengkel sama nih anak satu. tapi yang menjadi objek kekesalan jessi malah modo amat ia masih melihat kearah arkan yang sedang memaikan basket.


"makanya, jangan suka ngaca mulu loe" imbuh nia sambil menyahut cemilan yang ada di tangan syifa.


"woy.. cemilah gue elah" ucap syifa sambil merebut kembali cemilan yang yang ada di tangan nia.


sedangkan amel acuh tak acuh malah sibuk dengan ponselnya, apalagi kalau bukan dengan game online nya, yah... si amel mah hidupnya kagak ada drama dramanya, lempeng banget hidup ntuh anak.


kali ini jessi sudah memperhatikan dion yang kini sedang mengobrol dengan teman sekelas arkan, karna kelas syifa dan kelas arkan olah raga jadi kedua kelas itu bergabung.


arkan dkk menyelesaikan main basketnya, lalu mereka beristirahat di salah satu undukan tangga yang tak jauh dari syifa dkk, syifa masih memperhatikan mereka lalu syifa tak sengaja melihat siska dkk mendekat kearah arkan dkk sambil membawakan obot air minum dan handuk kescil, syifa yang melihat pun mencibir..


"cih...dasar nenek lampir" ucap syifa tiba tiba.


"apaan sih loe.." ucap syifa. " liat tuh..." sambung syifa lagi menunjuk kearah arkan dkk dengan ujung dagunya.


"wah..kurang asem tuh nenek nenek, bereninya mereka gangguin bebeb gue" ucap nia saat melihat salah satu teman siska mendekati bimo, ya.. 2 bulan yang lalu dia sama bimo telah resmi berpacaran.


tanpa pikir panjang, nia bagun dari duduknya bermaksud ingin menghampiri bimo " Eh loe mau kemana?" tanya jessi.


"gua mau nyingkirin hama" jawab nia sedikit berteriak karna posisi mereka sudah jauh.


bimo yang melihat nia menghampirinya langsung bangun dari duduknya menghampiri calon istri masa depannya itu.


"sayang..." ucap nia sengaja mengereskan suaranya, biar pada tauh cabe kalau bimo itu miliknya.

__ADS_1


bimo langsung merangkul pundak nia dan berpamitan pada mereka untuk pergi kekantin.


arkan melihat ke arah syifa, lalu arkan bangun dari duduknya ingin menghampiri bimo yang udah duluan ke kantin di ikuti dion dan juga ajis dan mengabaikan siska dkk, membuat para cabe itu sangat marah.


****


"woy tukang tidur." teriak arkan ketika melihat syifa berjalan di koridor menuju gerbang.


syifa yang ngerasa nggak di panggil main nyelonong aja ngga mau berhenti apalagi melirik suami yang menjengkelkan itu, dia punya nama woy rugi kan emmaknya bikin hajatan tujuh hari tujuh malam waktu di kasih nama, malah seenak jidatnya namanya maen di ganti aja.


karna di amabaikan arkan jadi gemes, arkan kemudian berlari mengejar syifa lalau menarik tas yang di gendong syifa, kan ngajakin ribut mulu nih anak.


"ngapain loe narik narik tas gue??" geram syifa setelah membalikkan badannya kebelakang.


"pulang bareng gue!" ucap arkan pelan biar ngga ada yang liatin, padahal udah banyak pasang mata yang ngeliatin mereka berdua :D


"ogah, pulang aja sono loe sendiri, kalau engga tuh ajakin si pribadona kesayangan loe" ujar syifa sambil melangkah meninggalkan arkan, dia masih kesal sama yang tadi.


"jadi ceritanya cemburu nih?" ucap arkan sedikit menggoda syifa.


"siapa juga yang cemburu, kagak usah ke PD-an loe " jawab syifa memalingkan wajahnya yang memerah karna ketahuan.


arkan kan jadi tahan tawa melihat muka syifa yang memerah begitu, imut baget pengen gigit tuh pipinya, lalu tanpa persetujuan gadis itu arkan main tarik aja tangannya syifa, syifa yang di tarik tarik begitu jadi kesel rasanya pengen makan orang.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2