
satu bulan telah berlalu dan hari ini ruby sudah memulai aktifitasnya sendiri seperti biasa dia akan ke cafe untuk memeriksa ke adaan cafenya yang sudah lama ia tinggal.
dan kini ruby, brian dan syifa sudah tinggal di rumah sendiri, rumah yang di beli brian sebelum menikah, rumah itu adalah hadiah pernikahan yang di berikan brian pada istrinya itu.
dua hari setelah menikah, ruby sudah menceritakan pada suaminya kalau RB cafe adalah miliknya, namun brian terlihat biasa biasa saja saat mendengar ucapan ruby, ternyata jauh sebelum itu dia sudah tau kalau RB cafe milik ruby.
Flashback on
satu tahun yang lalu
setelah kejadian yang hampir menabrakkan syifa, brian dan ruby tak pernah bertemu lagi, dan saat ini brian sedang menemani anaknya membeli mainan di sebuah toko yang ternyata tepat di depan cafe ruby, hanya terpisahkan oleh jalan.
saat keluar dari toko mainan itu, brian melihat ruby masuk kedalam cafe itu.
"Eh..bukannya itu gadis yang menolong syifa ya...? aku belum sempat menanyakan namanya, apa aku menghampirinya saja...? Ah..nanti saja kalau sudah bertemu lagi, aku harus kekantor " batin brian.
brian langsung mengajak anaknya untuk pergi dari sana, awalnya ia pikir kalau ruby hanya pengunjung di sana, hingga suatu hari saat brian berkunjug ke cafe itu untuk sekedar ngopi, ia kembali melihat ruby namun gadis itu tidak duduk di meja pengunjung, tapi gadis itu menaiki tangga yang dia yakini di atas hanya ada tempat sholat dan ruangan pemilik cafe ini.
karna penasaran ia pun bertanya pada salah satu pelayan di cafe ini, dan di situlah dia mengetahui kalau ruby ternyata pemilik cafe ini.
sejak saat itu dia sering datang ke cafe ini untuk bertemu dengan ruby, namun dia tidak pernah melihat ruby datang kesana lagi, karna waktu itu ruby baru pindah rumah dengan vano jadi dia jarang ke cafenya ruby hanya menyerahkan semua pekerjaan di cafe pada asistennya santi.
hingga pada akhirnya mereka di pertemukan kembali di depan sebuah masjid saat mereka akan keluar dari masjid tersebut.
Flashback off
saat ini ruby di dalam ruangannya ia sedang memeriksa bukuan cafenya yang sudah menumpuk di atas mejanya.
tepat pukul 10 ruby menyelesaikan pekerjaannya, ia meregangkan otot ototnya yang sempat kaku karna terlalu lama fokus pada laptop.
ia melihat ke arah jam yang ada di tangannya, sudah pukul 10:20. " sekarang syifa pasti udah pulang sekolah" batinya, lalu ia bangun dari duduknya ia mengambil tas dan kunci mobilnya lalu ia keluar dan menuruni tangga.
seperti biasa dia menyapa semua pengunjung nya yang datang ke cafenya, setelah sampai di parkiran ia masuk kedalam mobil dan langsung melajukannya.
sekitar 25 menit ruby sampai di sekolah dasar tempat syifa sekolah, ternyata gadis kecil itu telah menunggu kedatangan nya, ruby turun dari mobilnya.
sedangkan syifa yang melihat mobil ruby pun berlari ke arah ruby.
"assalamu'alaikum.. mama" ujar gadis kecil itu lalu ia mencium telapak tangan ibunya itu.
"wa'alaikumsalam sayang..udah lama ya nunggunya..??" tanya ruby sambil mencium wajah putrinya itu.
"engga kok mah, yaudah ayo pulang fafa udah laper.." ujar gadis kecil ini sambil mengelus ngelus perutnya kecilnya itu.
"baiklah , ayoe masuk mobil"
setelah melihat anaknya masuk kedalam, ruby menutup pintu mobilnya, lalu ia mengitari mobil untuk masuk kedalam di bagian kemudi, setelah menutup pintu ruby langsung menyalakan mobilnya dan pergi dari sekolah anaknya.
******
__ADS_1
Setelah dari rapatnya, brian langsung kembali ke kantor nya akhir akhir ini dia sangat di sibukkan dengan pekerjaannya dia bahkan beberapa kali sempat lembur di kantor.
setelah sampai di kantor, brian langsung masuk kedalam, seperti biasa semua karyawan menyapanya.
setelah berada di dalam ruangannya brian kembali di sibukkan dengan berkas berkas yang ada di atas mejanya, tiba tiba ponselnya bergetar ia melirik ke arah benda persegi itu, itu adalah panggilan video.
brian menghentikan pekerjaannya lalu ia meraih ponselnya ia tersenyum saat melihat gambar mereka bertiga di profil WhatsApp milik istrinya, lalu mengeser tombol warna hijau ke atas yang ada di layar ponselnya.
"assalamu'alaikum..." sapa ruby dan syifa bersamaan setelah videonya terhubung, mereka memberikan senyuman terbaik mereka pada brian.
brian yang melihat itu seakan pikiran dan beban yang beberapa hari ini dia hadapi pun seketika hilang saat melihat senyuman kedua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya setelah umminya.
"wa'alaikumsalam.. bidadari bidadari papa.." balas brian dengan semangat 45.
"papa... kapan papa pulang..?? fafa sama mama udah rindu loh sama papa..?" ujar gadis kecil itu sambil memonyongkan bibir kecil nya itu kedepan.
"iya..nanti kalau pekerjaan papa selesai ya..." balas brian lembut pada putrinya itu.
"papa selalu bilang seperti itu, tapi udah 2 hari papa tidak juga pulang" ujar syifa cemberut.
saat brian dan syifa mengobrol, tiba tiba ruby berlari ke dalam kamar mandi, brian yang melihat itu bertanya pada putrinya.
"sayang.. mama kenapa...??" tanya brian sedikit khawatir.
"fafa gak tau pa...sepertinya mama mual mual, fafa tutup dulu ya pah, fafa liatin mama dulu, assalamu'alaikum.. " belum sempat brian menjawab panggilannya telah terputus..
ya...sejak saat ruby kecelakaan dan brian membawa mobilnya sendiri, kini traumanya telah hilang sepenuhnya bahkan kenangan kenangan masa lalu berangsur angsur menghilang dari pikirannya.
setelah sampai di depan rumah yang berlantai dua itu, dengan tergesa gesa brian keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah, bahkan dia lupa mengucapkan salam.
"sayaaang.... mas pulang nih.. kamu di mana..??" brian berteriak sambil mencari keberadaan istrinya, namun tidak ada di mana mana.
ia menaiki tangga menuju kamar mereka, di sana juga tidak ada ia beralih ke kamar putrinya yang ada di sebelah kamar mereka, di sana pun tak ada, brian mulai panik hingga getaran ponselnya menghentikan langkahnya, ia melihat ternyata umminya yang menelpon.
"assalamu'alaikum ummi..."
"..."
"kenapa harus ke rumah sakit mi.. siapa yang sakit...?"
"..."
"apa...?? ruby masuk rumah sakit, baiklah bian kesana sekarang".
setelah mematikan telponya, pria itu tanpa berfikir lagi kenapa istrinya bisa masuk rs, dia langsung melajukan mobiknya untuk ke ruamh sakit, setelah beberapa menit ia sampai di sana.
dengan langkah lebar ia masuk kesana, ia menanyakan nama istrinya pada salah satu perawat yang bertugas di sana, setelah mendapat nomer kamarnya pria itu dengan buru buru masuk kesana.
bruukkh
__ADS_1
semua orang yang ada di dalam ruangan itu kaget mendengar pintu yang di buka begitu keras.
brian tidak peduli dengan mereka, ia melihat istrinya sedang terduduk di atas bangkar brian mendekati istrinya dan tiba tiba ia memeluk istrinya itu sangat erat, ia tak peduli dengan orang yang ada di dalam, ruby yang sedikit bingung dengan suaminya ini pun membalas pelukan suaminya itu.
"maafin mas by...maafin mas gak bisa jagain kamu, sampai kamu harus berada di sini lagi" ucap brian lirih yang masih memeluk istrinya.
"mas... di lepas dulu pelukannya..malu iih diliatin banyak orang" ujar ruby lembut pada suaminya itu.
"hem..hem..mentang mentang udah saaahh... yang di sini pada di lupain...ingat masih ada
yang jomblo di sini" ucap airin setengah meledek mereka.
brian yang mendengar itupun langsung melepas pelukannya pads ruby, lalu ia melihat kebelakang ternyata di sana sudah ada keluarga nya.
"Eh..kalian ada di sini...??" tanya brian seketika kikuk sendiri.
"Ya allah yan, kami dari tadi di sini masak kamu ngak nyadar sih..??" ujar bunda siti terkekeh melihat menantunya itu.
"Kalau udah ketemu istrinya...? kan yang lain bagaikan butiran debu" ejek airin lagi.
brian pun tersenyum canggung ke arah mereka semua "oya ruby sakit apa..?? kok bisa masuk rumah sakit sih..?" tanya brian.
mereka tidak menjawab malahan mereka mendekat ke arah nya lalu tiba tiba saja ayah ali memeluknya dan...
"selamat ya yan..." ucap ayah ali.
"selamat ya nak" ujar umi ratna memeluk anaknya itu dan tersenyum.
"selamat ya sayang..." ujar bunda siti juga ikut memeluknya.
"selamat mas bian, semoga menjadi ayah yang baik nanti, jangan sibuk sibuk kali sama pekerjaannya" sambung airin, membuat brian sangat....sangat bingung
"ayah...?? bukannya aku emang udah jadi ayah ya.." batin brian masih belum mengeti, belum sempat ia ingin bertanya.. syifa.. gadis kecil itu ikut memberinya selamat.
"selamat papa, sebentar lagi fafa udah punya adek,, horeee horee..." ucap syifa semangat, gadis kecil itu bahkan loncat loncat karna senang.
seketika brian mematung di tempatnya, ia masih mencerna perkataan dari anaknya itu, lalu ia menoleh kebelakang dan melihat istrinya tersenyum dan meneteskan air matanya.
brian mendekat ke istrinya, lalu ia duduk di samping ruby, ia menghapus air mata itu dengan ibu jarinya.
"sayang..apa maksud dari ucapan fafa tadi..??" tanya brian lembut pada istrinya.
"mas..seperti yang fafa bilang, kita kedatangan keluarga baru, insya allah fafa akan mempunyai adek, aku hamil mass...." jawab ruby tersenyum namun air matanya terus mengalir ia sangat bahagia, ternyata Allah masih memberinya kepercayaan untuk menjadi seorang ibu.
brian yang mendengar itu seketika melebarkan matanya dan tak terasa setetes air jatuh dari kelopak matanya, ia memeluk istrinya dengan lembut..
berulang kali ia mengucap syurkur pada Allah SWT yang telah memberi mereka kebahagiaan yang begitu besar pada keluarga kecil nya.
Bersambung....
__ADS_1