ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-36


__ADS_3

hari ini ruby sudah di izinkan untuk pulang, kini brian sedang berberes untuk kembali kerumah, sedangkan ruby dan syifa hanya duduk di sofa yang ada di sana, tadi nya ruby ingin membantu suaminya itu agar cepat selesai, tapi di larang oleh sang suami, katanya orang hamil gak boleh capek capek.


setelah selesai mereka pun keluar dari ruangan itu, sebelum itu brian menyuruh istrinya dan syifa untuk lebih dulu menuju mobil karna dia akan membayar admintrasi terlebih dulu.


setelah selesai brian langsung keluar dari rumah sakit, ia berjalan tanpa melihat kedepan karna dia sedang sibuk dengan ponselnya, dia sedang mengecek email yang di kirim kan oleh sektretaris nya hingga tiba tiba....


Bruuuukkhh


dia menabrak seseorang dari depan, karna kaget ia menjatuhkan ponselnya dan orang yang di trabrak terduduk di lantai.


"maaf mbak saya tidak sengaja.. mbak baik biak saja kan, apa ada yang luka..??" tanya brian pada seorang wanita yang di tabraknya dia melihat wanita itu menggunakan sweeter topi, kaca mata dan penutup wajah hingga brian tidak mengenali orang tersebut.


wanita itu tidak menjawab, ia bangun dan langsung pergi dari depan brian dengan tergesa gesa, brian yang melihat itu menaikkan sebelah alisnya lalu menganggkat kedua bahunya, ia mengambil ponselnya yang ada di lantai lalu langsung pergi dari sana dan menuju mobilnya.


"kenapa lama mas.." tanya ruby saat brian sudah ada di dalam mobil.


"tadi gak sengaja mas menabrak seorang wanita, tapi wanita itu terlihat aneh" jawab brian ia langsung mengendarai mobilnya, sedangkan syifa... gadis kecil itu sudah terlelap dalam pelukan ibunya


"aneh..?? maksud mas..?"


"Ya.. aneh wanita itu memakai sweeter, topi penutup wajah dan kaca mata hitam " jawab brian matanya fokus menyetir mobil.


ruby hanya mangut mangut, lalu ia melihat ke arah anaknya ia tersenyum, beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah, brian mengambil syifa dari pangkuan ruby.


lalu mereka masuk kedalam, ternyata di sana sudah ada bunda siti dan yang lainnya mereka menyambut kepulangan ruby, setelah itu mereka menuju ruang makan untuk makan bersama, setelah makan keluarga itu mengobrol dengan sesekali tertawa sedangkan syifa sudah terbangun dari tadi saat mendengar keributan di rumahnya itu.


saat sedang asyik mengobrol dengan keluarganya, tiba tiba ponsel ruby bergetar ia meminta izin untuk menjawab telpon lalu ia berdiri dan sedikit menjauh dari sana.


ruby melihat layar ponselnya untuk mencari tau siap yang menelponnya, namun tidak ada nama di sana.


"halo, assalamu'alaikum...?" ujar ruby saat telponnya telah tersambung, namun tidak ada yang menjawab.

__ADS_1


"assalamu'alaikum..dengan siapa ya..?" sekali lagi ruby mengucap salam, dan lagi lagi tidak ada yang menjawab.


"Ha..." ucapan ruby terhenti saat sambungan telponnya terputus, ruby melihat ponselnya dan menautkan kedua alisnya.


"aneh" gumamnya, setelah itu ia kembali untuk berkumpul dengan kelakuannya lagi.


jam sudah menunjukan pukul 14:34 menit dan keluarga ruby dan brian pamit pulang, mereka mangantar keluarganya sampai di depan pintu.


"inggat.. kamu jangan sampai kecapean, kata dokter kandunganmu baru memasuki bulan ke 2 masih terlalu rentan" bunda siti memberi pesan pada ruby.


"iya bunda..ruby gak bakalan capek capean kok" balas ruby dan tersenyum kearah ibunya.


"ya sudah bunda pamit." ruby mengangguk kepalanya.


"nak.. ummi pamit ya..?" ruby kembali mengangguk kepalanya.


"yan..jaga baik baik istri dan calon anakmu ini" ujar ummi memperingati brian.


setelah kepergian ketiga orang itu, ruby, brian dan syifa masuk kedalam, lalu brian menutup pintu rumahnya rapat rapat, mereka tidak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari kejahuan, orang itu menatap keluarga bahagia itu dengan tatapan kebencian, kedua tangannya menggepal kuat.


"setelah apa yang kalian lakukan padaku, kalian pikir kalian akan hidup tenang..?? cih... dulu mungkin aku tidak berhasil membunuhmu tapi kali ini aku akan membunuhmu sekali lagi sekalian dengan anak sialanmu yang ada di dalam rahimmu itu, selagi aku masih hidup aku bersumpah tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia" ujar manda dengan kebencian yang menbara dalam hatinya.


*********


satu bulan pun berlalu kini kandung ruby sudah memasuki bulan ke 3 namun perutnya masih datar, ruby juga sering muntah di pagi hari membuat brian panik bukan main lalu ia membawa ruby kerumah sakit, padahal ruby sudah memberi tau suaminya itu kalau hal ini biasa bagi wanita hamil, namun brian seakan menutup telingnya tak mendengar kan penjelasan ruby.


saat di rumah sakit dokter kembali menjelaskan seperti yang di jelaskan ruby padanya kalau itu biasa bagi kebanyakan wanita hamil itu di namakan morning siknes biasanya saat kandung sudah memasuki bulan ke 4 ke atas hal itu akan menghilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, setelah mendengar penjelasan dari dokter brian baru bisa bernafas lega.


walaupun dulu dia pernah menikah, namun saat mendiang istrinya hamil untuk syifa tidak ada hal yang seperti ini, maka dari itu saat pertama melihat hal hal seperti itu ia sangat panik.


ya...semenjak tau ruby sedang hamil muda,..sejak saat itu juga brian menjadi seorang yang sangat posesif terhadap istrinya itu, bahkan ruby di larang untuk memasak dan mengendarai mobil sendiri bahkan untuk ke cafe saja dia di larang, kecuali dia membawa seseorang bersamanya baru dia bisa keluar rumah, maka dari itu sekarang di rumahnya ada tiga orang pelayan dan satu orang sopir, yang tak lain adalah pak mamat sopir yang dulu menjadi sopir pribadi brian.

__ADS_1


seperti sekarang ruby sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan dia di temani oleh seorang pelayan untuk berbelanja dengannya itu adalah perintah dari sang suami.


"bik surti bisa bantuin ruby belikan buah buahan??" tanya ruby sopan pada sang pelayan nya karna pelayan yang di panggil bik surti itu hampir berusia dengan ibunya.


"boleh nya.. buah apa yang harus bibik belikan." jawab bik surti sopan.


"emm, tolong beli buah jeruk sekilo, buah mangga muda setngah kilo dan pisang satu isi aja ya bik" jawab ruby wanita paru baya itu mengangguk mengerti lalu ia langsung pergi dari sana menuju tempat bauh.


sedangkan ruby masih memilih milih bebrapa bahan dapur, saat dia ingin ke tempat cemilan tiba tiba sebuah troli yang penuh dengan isinya melaju ke arahnya dengan sangat kencang, hampir troli itu menabrak tepat di perut ruby namun Allah masih melimdungannya dengan tiba-tiba seseorang menghalang troli itu agar tidak mengenainya.


bruukkh


suara benturan troli dengan orang itu cukup nyaring bahkan ruby yang tak sadar kalau ada troli yang melaju kearahnya pun kaget.


"Astarghfirullah..." ucap ruby spontan, ia menjatuhkan dompet dan ponselnya yang ada di tangannya.


orang yang ada di sana pun melihat kearah mereka, " mas.. tidak apa apa..?? " tanya ruby pada orang itu.


"tidak, saya baik baik saja nona" jawab lelaki yang bertubuh kekar itu, lalu pria itu langsung pergi dari sana.


ruby memungut dompet dan ponselnya yang sempat jatuh tadi, karna mendengar suara bising bik surti yang tidak terlalu jauh dari ruby pun menuju ke tempat ruby berada, ia melihat sebuah troli yang sudah terbalik dan isinya semua berceceran di mana mana membuat dia jadi panik.


"astarghfirullah nyonya... nyonya tidak apa apakan??" tanya bik surti panik, bukan apa apa dia sangat takut terjadi sesuatu pada istri tuannya ini terlebih jika terjadi sesuatu pada kandungannya ruby maka dia yakin tuannya itu tidak segan segan untuk membunuhnya.


"ruby ngak apa apa kok bik, untung tadi ada seseorang yang bantuin halangin troli itu, mungkin Allah masih sayang sama ruby" jawab ruby lembut agar wanita paru baya yang ada di hadapannya ini bisa tenang.


setelah itu ruby langsung mengajak wanita itu untuk pergi dari sana, sebelumnya mereka membayar belanjanya terlebih dulu.


sedangkan di salah satu bagian tempat makanan ringan seseorang mengupat kesal karna gagal untuk mencelakai targetnya gara gara pria yang bertubuh kekar itu.


"sial..." gumanya lalu ia langsung lari keluar dari pusat perbelanjaan itu, karna pria itu mengejarnya, namun sayang pria bertubuh kekar itu kehilangan jejak orang misterius itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2