ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN

ISTRI YANG TAK DIRINDUKAN
Chapter-44 (s2)


__ADS_3

setelah selesai makan syifa kembali kekamarnya, gadis itu melanjutkan kembali tidurnya yang sempat di ganggu oleh adiknya.


sedangkan di kamar ruby, wanita paruh baya itu sedang berbicara dengan suaminya, sepertinya serius..


"sayang... tadi pak sanjaya menanyakan tentang perjodohan anak kita dengan anaknya" ucap brian sambil memaikan laptopnya.


"mas..kenapa harus di jodohkan sih..? kenapa gak biarin mereka mencari cintanya masing masing..?" tanya ruby yang duduk di sebelah suaminya.


"iyaa..mas juga mikir gitu.. emangnya kamu gak liat gimana anak jaman sekarang kalau pacaran..?" tanya brian yang sudah berhenti memaikan laptopnya.


"iya sih mas..jaman sekarang pergaulannya bebas, tapi kan kakak nggak kayak gitu mas..? aku sebagai ibunya takut kejadian yang menimpa ku dulu terulang sama kakak" ucap ruby khawatir dan juga sedih, ia tak mau anaknya akan menjadi sepertinya nanti.


"tenang aja.. anaknya pak sanjaya baik kok, mas juga udah ketemu kalau ngak salah namanya arkan,, orangnya juga sopan.." sahut brian ia memegang tangan istrinya itu.


"heemm, baiklah kalau begitu aku setuju mas..aku percaya sama mas... tapi...gimana dengan kakak dia mau engga..?" tanya ruby pada suaminya.


"tanang aja masalah itu nanti biar mas yang urus" jawab brian lalu membawa istrinya kedalam pelukannya dan ruby dengan senang hati menerima pelukan itu.


setelah melepaskan pelukannya, brian meraih ponselnya yang ada di atas nakas dan dia menelpon seseorang.


*******


malam harinya di kediaman keluarga sanjaya, dalam sebuah kamar terlihat sepasang suami istri sedang berbincang bincang.


"Gimana mas..? istrinya pak brian setuju engga..??" tanya wanita paru baya yang masih terlihat cantik bernama sulis bertanya pada suaminya.


"Alhamdulillah istrinya setuju sayang.." sahut seorang pria paruh baya bernama anton yang juga masih terlihat tampan.


"kalau begitu besok malam kita akan memperkenalkan keduanya, heemm gak sabar pengen ketemu calon mantu mommy" ucap sulis bersemangat.


"baiklah ayo tidur udah larut ini" ucap anton dan di angguki oleh istrinya, lalu sulis mematikan lampu kamarnya lalu mereka langsung menuju alam mimpi.


tepat pukul 04:30 wib arkan bagun dari tidurnya untuk menjalankan kewajibanya sebagai seorang muslim, setelah selesai sholat arkan beberes dan bergegas mandi setelah mandi arkan mengunakan seragam sekolahnya, seusai berganti pakain arkan langsung turun kebawah untuk sarapan dengan kedua orang tuanya.


"pagi mom, pagi dad..!!" sapa arkan pada kedua orang tuanya yang sedang menunggunya di meja makan.


"pagi sayang.." jawab sulis kepada putra semata wayangnya dan di ikuti oleh anggukan dari anton.


mereka semua pun langsung sarapan seperti biasa dengan hening dan hanya ada bunyi dentingan sendok dan piring yang saling beradu.


setelah sarapan anton pun langsung membuka suara.

__ADS_1


"kan, nanti pulang sekolah langsung kerumah ya, ada yang mau mommy sama dady omongin sama kamu" ucap anton pada arkan yang baru selesai makan.


"iya dad, nanti arkan langsung pulang gak mampir mampir dulu," jawab arkan " yaudah arkan beranggkat ke sekolah dulu ya mom dad, assalamu'alaikum " ucap arkan menyalami tangan kedua orang tuanya dan tak lupa mencium pipi mommy nya.


sebelum berlalu keluar dari rumah dan menuju garasi di mana ada mobilnya ia mengambil ponselnya yang ada di saku celana dan menelpon seseorang.


"Halo sayang, kamu di mana??"


"..."


"baiklah, tunggu aku kesana sekarang"


setelah menutup sambungan telponnya arkan keluar rumah dan menuju garasi lalu ia masuk kedalam mobil sportnya dan langsung melajukannya, sekitar 25 menit perjalan dan setelah menjemput kekasihnya arkan sampai di sekolah, dan saat turun dari mobil ternyata dia dan siska di sana sudah ada temen temennya yang sedang menunggu kedatangan mereka.


sedangkan di kediaman al-briansyah, walaupun sinar matahari sudah masuk melalui celah celah jendela, membuat seorang gadis yang masih setia dengan selimut tebalnya dan guling tak bergeming sedikitpun dari bobok cantiknya karna masih damai dengan mimpi indahnya, kali ini tidak ada mukenah di kepalanya, karna saat ingin sholat subuh tadi ternyata ia kedatangan tamu bulanan yang datang tak di jemput pulang tak di antar, elaah udah kayak jalangkung aja.... membuat ruby yang ada di luar kamar harus berteriak memanggil anaknya, kenapa gak masuk kedalam aja..?? karna pintunya di kunci dari dalam.


"kak, bangun udah siang, nanti telat beranggkat sekolahnya...cepat bangu...!!" teriak ruby sambil menggedor pintu kamar anaknya yang males bangun itu.


"..."


"syifa, bangun apa mau mama suruh al yang bangunin kamu??" teriak ruby makin keras karna tak mendengar jawaban anaknya, naah kalau udah nyangkut al adeknya dia langsung bangun, entahlah males banget kalau harus berurusan sama adeknya itu.


dengan mata yang masih tertutup gadis itu bangun dan duduk atas ranjangnya " iya...mama..udah bangun kok" jawab syifa yang rohnya masih belum terkumpulkan dengan sempurna.


mendengar langkah kaki mamanya udah menjauh, gadis yang hobinya tidur itu bukannya bangun malah menjatukan dirinya kembali ke ranjang. naah bikin kesel kan sama nih anak..


"SYIFA.... jangan tidur lagi...." teriak ruby yang ternyata balik lagi kedepan pintu kamar putrinya.


membuat gadis itu kaget bukan main " iya...fafa bangun.. bangun ini...Ya allah mah bikin jantungan aja" jawab syifa lalu ia langsung berlari kedalam kamar mandi setelah menyambar handuk yang ada di kusri belajarnya.


"baru juga rebahan.." gumamnya cemberut saat sudah di dalam kamar mandi.


setelah selesai dengan mandinya syifa langsung mengenakan seragam sekolahnya, lalu keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan pagi.


"pagi mah, pagi pah, pagi adek kakak yang guantheng nya masih kalah sama papah" ucap syifa nyengir kearah adiknya, lalu duduk di kursi samping adiknya yang udah mendumel sendiri karna mendengar omongan kakaknya yang muji ngak iklhas banget.


"pagi anak papa yang cuantiknya melebihin mama" sahut brian yang ikut ikutan kayak bocah, syifa hanya nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya, sedangkan ruby dan almeer hanya mengelengkan kepala melihat kelakuan keduanya udah kayak bocah.


dan akhirnya mereka makan dengan damai kali ini, setelah selesai sarapan syifa dan almeer langsung beranggkat ke sekolah tentunya setelah menyalami kedua tangannya orang tuanya, kali ini almeer satu mobil dengan kakaknya karna motornya masih di bengkel.


******

__ADS_1


"Pak... Tunggu...." teriak syifa, gadis itu berlari sekencang mungkin mengejar gerbang sekolah yang hanya tinggal satu tarikan lagi akan tertutup.


dan wuussh syifa berhasil menerobos gerbang yang sekarang sudah tertutup rapat.


"pagi pak firman, bapak ganteng deh.." ucap syifa mengedipkan sebelah matanya, tanpa menunggu reaksi dari pak satpam ia langsung berlari ke kelasnya,,, udah telat.... masih sempatnya... godain pak satpam.


saat sedang berlari di lorong sekolah menuju kelasnya tiba tiba dari arah samping muncul seseorang dan....


Bruukh


dan ya..gadis itu menabrak arkan yang sedang patroli udah kayak polisi aja, ya siapa lagi kalau bukan sang ketua OSIS yang sok kecakepan, yaa emang cakep sih..eh kok malah muji, dan songongnya bikin mood syifa ancor tiap hari, sebenarnya males banget dia harus berurusan sama dia.


"aduh, itu dada apa tembok sih, sakit jidat gue " ringis gadis itu sambil memegang jidatnya yang menabrak dada bidang arkan.


"telat lagi..?" ucap arkan datar tanpa ada rasa kaget sedikitpun, karna udah bisa di tebak siapa yang telat selain Reno yang sekelas dengan arkan.


"ikut gue keruang BK sekarang," tanpa persetujuan dari gadis itu, arkan menarik tangan cantik syifa seenak jidatnya, kan bikin kesel...


"woy..woy...woy..lepasin tangan gue, elaaah...sakit tau...!" teriak syifa meronta agar terlepas dari arkan, tapi percuma karna genggaman arkan lebih kuat.


***tok


tok


tok***


arkan mengetuk pintu itu, setelah mendapat persetujuan dari dalam arkan masuk dan di ikuti syifa dari belakang.


"telat lagi kamu fa..??" tanya buk nina yang gak ada bagus bagusnya dari suaranya.


gadis yang di tanya bukannya menjawab malah mendelik dan memperlihatkan deretan gigi putihnya ke arah buk nina sang guru BK.


"bukannya jawab malah nyengir" ucap buk nina.


"hehe.. engga buk tadi itu jalannya macet banget, kan ibu tau sendiri gimana jalan kota jakarta, macetnya.. subhanallah..." sahut syifa dengan seribu alasanya, namun ngak mampan sama buk nina yang udah hampir tiap hari dengerin alasannya.


"udah bosen saya dengarin alesan kamu, arkan bawa dia dan kasih hukuman bersihin lapangan basket dan kamu harus awasin dia" sambung buk nina dan di angguki oleh arkan dan lagi tanpa persetujuan dari syifa arkan langsung menarik kembali tangan syifa.


gadis yang di tarik hanya bisa mendumel sendiri "suka banget kalau urusan hukum orang" gumam syifa cemberut namun masih bisa di dengar oleh arkan, dan pria itu menaikkan ujung bibirnya yang hampir tak terlihat oleh orang lain.


***Bersambung....

__ADS_1


visual syifa***



__ADS_2